Maksudnya terbebas ruang dan waktu itu ya saat ini dan disini

jangan membayangkan bahwa terbebas dari ruang waktu itu kita bisa ke masa lalu atau ke masa depan? kalau itu berarti kita masih di ruang dan waktu. Ketika kita menyadari saat ini maka kita akan terbebas dari waktu, ketika kita menyadari disini maka kita terbebas dari ruang.

ketika kita sudah terbebas dari ruang dan waktu maka kita menjadi orang yang merdeka. kita menjadi orang yang benar benar bahagia.

apakah kalau sudah terbebas dari ruang waktu ini kita menjadi malas, pasif dan tidak produktif ? tidak… justru ketika kita terbebas dari ruang dan waktu maka kita akan menjadi orang yang fokus pada proses dan bukan pada hasil lagi. sebagian besar stress adalah disebabkan karena terbebani dengan hasil, nah dengan membebaskan dari ruang dan waktu maka kita akan menjadi orang yang produktif aktif yang terbebas dari stress.

bisa jadi untuk menjadi terbebas dari ruang dan waktu ada ketakutan dari anda, okay berarti itu anda masih ragu dengan apa yang saya tulis ini. Anda takut kalau menjadi malas anda takut kalau tidak aktif dan produktif. Baiklah tapi tidak ada salahnya jika anda mencobanya….

Kesadaran itu lebih menentukan darpadai isi hati dan pikiran

sadar lebih menentukan hati dan pikiran

Allah mengerti apa apa yang ada di alam kesadaran kita, kesadaran ini lebih besar daripada apa yang ada dalam hati kita. Jika seseorang memiliki rasa benci maka Allah tahu kesadaran yang ada dalam diri orang tersebut (innallaha alimul bidzatish shudur). kesadaran ini berada di atasnya hati, jika hati benci maka disebabkan oleh kesadaran orang tersebut pada satu hal (wa maa tukhfii  shuduruhum akbaru). Kesadaran seseorang bisa kita ketahui dari tanda tanda yang Allah berikan melalui perilakunya (qod bayyanna lakumul ayaati inkuntum ta’qiluun) , untuk mengetahui arti tanda tanda yang Allah berikan diperlukan suatu usaha menyadari dan berpikir yang keduanya menimbulkan kemampuan akal (ta’qiluun). 

kemampuan akal yang merupakan gabungan dari menyadari dan berpikir sangatlah penting agar kita mampu mengenal orang lain sampai mendalam yaitu sampai pada sisi kesadarannya. Sehingga kita tidak tertipu oleh muslihat mereka terutama orang orang yang membenci kita. Jika kita sudah tahu bahwa seseorang itu membenci kita yang dapat kita lihat dari tanda tanda nya maka kita harus meng unfriend atau minimal tidak dijadikan sahabat atau teman akrab. salah satu tanda teman yang harus kita unfriend adalah jika kita mendapatkan kesenangan maka mereka benci, jika kita mendapatkan musibah maka mereka bersukacita (in tamsaskum hasanatun tasu’hum,  wain tushibkum sayyiataun yafrahuu bihaa). Menghadapi orang orang yang demikian ini maka kita harus selalu sabar (sadar dan menerima) serta bertakwa (wain tashbiruu watattaquu) hal ini untuk mencegah ketidak baik yang ditimbulkan dari sikap membenci mereka kepada kita (laa yaddlurukum kayduhum syaian).

Menyembah Syetan Atau Menyembah Allah

jalan yang lurus
sadar Allah jalan yang lurus

Ada dua pilihan jalan bagi manusia, yaitu jalan yang lurus atau tidak. Jalan yang lurus menyembah Allah jika jalan yang tidak lurus menyembah syetan. Ini adalah sesuatu yang sangat jelas dan pasti, bahwa jika tidak Allah berarti syetan. Ya jelas sekali jika tidak Allah berarti syetan. kalau mau cek silahkan baca surat yasin ayat 60-62. di situ sudah sangat jelas sekali bagaimana Allah menegaskan bahwa jika kita menyembah Allah berarti kita menggunakan jalan yang lurus. Kenapa ayat ini begitu tegasnya memperingatkan kita ? karena Allah menginginkan kita agar kita tidak terkena tipu daya syetan. Ingat “tipu daya” ini seperti gendam yang kita kira baik tapi belok tidak ke Allah.

Kala ada yang mengatakan bahwa kita tidak bisa menyembah langsung ke Allah, atau kita tidak bisa mendapatkan pelajaran langsung dari Allah, atau kita tidak bisa berhubungan langsung dengan Allah, maka orang orang yang demikian sebenarnya antek antek syetan yang menghalangi kita untuk lurus ke Allah. Pertanyaannya kalau tidak kita tidak bisa menyembah secara langsung terus kita menyembah ke siapa? kalau kita tidak mendapat tuntunan langsung dari Allah terus kita mendapat tuntunan hidayah dari siapa, kalau kita tidak bisa langsung berhubungan dengan Allah secara langsung terus kita harus melalui siapa? pasti jawabannya kan jelas , kalau tidak langsung ke Allah berarti melalui syetan, kalau tidak bisa berhubungan langsung dengan Allah berarti melalui syetan.  ini bukan hal yang tipis atau abu abu atau samar samar tapi sangat jelas bahwa kita mau menyembah Allah atau menyembah syetan.