MENERIMA KEHIDUPAN (Bagian 2)

By : Bu Zul

Assalamu’alaikum wr.wb
Bapak, Ibu, sahabat semua…
Dalam tulisan saya sebelumnya saya telah bercerita bahwa dalam kehidupan ini tidak selamanya harapan atau keinginan kita akan menjadi kenyataan sehingga terjadi kesenjangan. Dalam teori belajar kita sering dengar bahwa kesenjangan antara harapan dengan keinginan, atau kesenjangan antara yang seharusnya dengan kenyataan disebut dengan “Masalah”. Kesenjangan akan benar benar menjadi masalah apabila kita salah atau kurang tepat dalam menyikapinya. Namun kesenjangan ini akan menjadi anugerah apabila kita tepat menyikapinya.
Dalam Buku Mindfulness Dzikir Nafas maupun kajian-kajian yang diberikan, Pak Setiyo Purwanto menyampaikan bahwa menyadari dan menerima adalah kunci dalam mengatasi masalah hidup kita. Sepertinya sederhana, “ Cukup menyadari dan menerima”. Tapi aplikasinya luar biasa. Saya sering mengatakan bahwa slogan menyadari dan menerima itu “ Tak semudah kata-kata” butuh belajar dan berjuang dalam menerapkannya. Bagi sebagian orang yang hidup sendiri (dari, oleh dan untuk dirinya sendiri) dan tidak terlalu banyak amanah yang melekat pada dirinya mungkin akan sangat mudah menerapkanya, Namun…. Bagi sebagian orang yang hidupnya bersandar dan disandari banyak orang, banyak amanah yang melekat pada dirinya, pasti luar biasa….
Bapak, Ibu, sahabat semua…
Belajar dan menerapkan itulah yang saat ini bisa saya lakukan. Selalu bersyukur, Alhamdulillah Allah sangat sayang dengan kita dan keluarga, hingga mengirimkan kepada kita beberapa kesenjangan, Bersyukur dengan inilah kita akan dihindarkan dari kesombongan, bahwa kita tak bisa apa-apa tanpa bersandar pada pemilik hidup ini Allah Azza wa jalla. Dengan belajar Allah membukakan pintu untuk menghadapi segala kesenjangan dan masalah, sehingga mendapatkan ketenangan dalam menghadapi masalah.
Dari membaca, mendengarkan, belajar dari teman teman yang hidupnya penuh dengan ketenangan, kita bisa tahu bahwa cara mendapatkan ketenangan hidup adalah menyadari menerima kehidupan itu sendiri. Lalu….. apa saja yang harus kita sadari dan kita terima dalam kehidupan ????
Bapak Ibu sahabat …….. Ada 3 hal yang harus kita sadari dan terima .
Pertama : Sadari dan terima bahwa kehidupan itu penuh ujian dan tantangan.
Tidak ada hidup yang mulus tanpa kendala. Hidup selalu berputar seperti roda, kadang diatas kadang di bawah, ada saat kita senang ada pula saat kita sedih. Apabila kita dapat menyadari bahwa hidup seperti roda yang selalu berputar, maka kita akan mengikuti putaran-putaran kehidupan, berjalan, menghadapi, menyadari dan menerima semua masalah yang kita terima. Menerima dan menerima bahwa kehidupan adalah seperti ini, karena semua akan berlalu dan terlewati. Toh… selama ini kita juga pernah punya masalah, dan masalah itu juga terlewati !
Kedua : Sadari dan terima diri kita sendiri.
Sering kali kita merasa bersalah dengan apa yang pernah kita putuskan di masa lalu.Menyesal dengan apa yang sudah terjadi. Merasa bodoh tidak bisa apa apa karena pada masa lalu kita telah mengambil langkah yang membuat kita banyak kehilangan. Mungkin ada yg kehilangan pasangan, kehilangan anak, saudara, teman., harta benda atau pekerjaan. Sering kali pula kita dihantui rasa salah yang berkepanjangan hingga kita lalai dan lupa bahwa kita hidup kita itu saat ini, di sini. Kita lalai dan lupa bahwa hidup kita bukan kemarin, masa lalu atau masa mendatang.

Bapak ibu sahabat…..
Sadari , terima dan syukuri apapun yang terjadi kemarin dan saat ini.
Belajar dan mencoba berdamai dengan kesalahan yang pernah kita lakukan pada diri kita sendiri dan kesalahan kita kepada orang lain di sekitar kehidupan kita.
Sadari dan terima bahwa kita bukan orang yang sempurna,
Sadari dan terima bahwa kita manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan,
Sadari dan terima bahwa kita tidak bisa memenuhi harapan diri kita dan harapan orang lain pada diri kita.
Sadari dan terima bahwa kita manusia biasa penuh keterbatasan
Sadari bahwa tidak selamanya kita bisa menyenangkan orang lain
Ketiga : Sadari dan terima orang lain
Sering kali kita berharap orang lain disekitar kita, apakah pasangan, anak, orang tua, teman sahabat dsb bisa memenuhi harapan kita, orang lain bisa berperilaku seperti harapan dan keinginan kita. Sadari bahwa merubah diri sendiri saja tidak mudah apalagi merubah orang lain ??? Sadari bahwa apabila kita terlalu menuntut orang lain di sekitar kita untuk merubah, makan kita akan terjebak meletakkan harapan terlalu besar pada orang lain. Semakin besar kita meletakkan harapan kepada orang lain, maka semakin besar pula kekecewaan yang akan kita terima. Sadari bahwa tidak mudah merubah orang lain. Sadari dan terima segala kekurangan dan kesahan orang lain.

Bapak Ibu sahabat …
Mari sama-sama belajar pelan pelan kita berproses untuk menyadari, menerima,ikhlas dan ridho. Menerima ketetapan Allah baik kehidupan kita, diri kita maupun orang lain di sekitar kita. Saksikan bahwa dengan kita menerima kehidupan ini, hidup kita akan menjadi tenang dan lapang. Ingat bahwa….“tidak ada yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanya milik Allah. Hidup tak selamanya mulus, riak gelombang silih berganti akan datang”.
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana “ (Q.S Al Fath :4)

Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum wr,wb

Memberi dan bertakwa menjadi sebab turunnya pertolongan Allah

Hidup kita ini pasti masih membutuhkan pertolongan Allah, kita tidak bisa merasa cukup dengan kemampuan kita sendiri yang sangat terbatas. Kenapa para Nabi dan para Waliyullah mendapatkan pertolongan Allah dalam hdiupnya, yang seringkali dianggap sebagai wali keramat atau mukjizat. Tentunya kita mencontoh para Nabi dan kekasih Allah dalam menjalani kehidupan ini yaitu bagaimana beliau beliau mendapatkan pertolongan Allah.

ada dua hal dalam al quran disebutkan yaitu memberi dan bertakwa, dimana keduanya ini akan membuka pintu kemudahan dari Allah SWT. Kemudahan inilah yang merupakan pertolongan pertolongan dari Allah.

Memberi, ya memberi apa yang kita bisa kepada orang lain yang memang memberikan manfaat. semakin banyak kita memberi kepada orang lain maka akan membukan pintu kemudahan dari Allah SWT dalam bentuk pertolongan.

yang kedua adalah beratakwa, kalimat bertakwa ini diartikan sebagai ketaatan kita dalam menjalankan perintah Allah, misalnya jika diperintah bekerja ya kita bekerja dengan baik, kalau diperintah untuk membayar hutang ya kita bayar dengan tepat waktu, kalau ada perintah jangan hutang ya kita jangan berhutang, kalau ada perintah menolong orang ya orang kita tolong. Kalau kita punya hutang kemudian kita malah bersedekah itu namanya tidak bertakwa karena perintah bagi orang yang berhutang adalah membayar hutang bukan malah sedekah.