Sadar bahwa Quran itu petunjuk dari Allah

ketika kesadaran seseorang bangkit maka dia akan disadarkan dengan berbagai hal, termasuk salah satunya adalah bangkitnya kesadaran bahwa al quran adalah petunjuk Allah. dengan kesadaran ini, maka seseorang akan mencari tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan petunjuk  Allah melalui Al quran. Misalnya tidak paham bahasa arab di dalam al quran dia akan mencati tahu apa artinya, ketika arti terjemahan nya dia masih kurang paham maka dia akan mencari tahu apa tafsir dari arti bahasa arab tersebut.

Seperti halnya seorang arkeolog, ketika menemukan bahasa kuno di penemuannya, maka dia akan mencari tahu apa makna di dalam tulisan yang ia temui tersebut.

Al Quran bukan masalah bagus bacaannya untuk apa bagus bacaannya kalau tidak tahu artinya, karena dia tidak mendapatkan petunjuk apa apa yang di bacanya jika hanya masalah bagus bagus an bacaan. seperti menyanyi lagi rusia yang bisa menyanyikan lagunya tapi tidak paham apa yang ia nyanyikan.

pentingnya sadar al quran sebagai petunjuk Allah, akan merubah kebiasaan yang sudah ada dari sekedar membaca, menghafal dan melagu lagukan menjadi meningkat yaitu mencari tahu apa arti dan makna dari bacaan yang ia baca kemudian dari sini akan mudah dalam menjalankan al quran . kalau hanya membaca tanpa tahu arti, menghafal tanpa tahu arti, atau melagukan tanpa tahu artinya, tidak akan sampai kepada pengamalan al quran, padahal mengamalkan makna al quran ini menjadi point utama al quran di turunkan.

 

Jiwa yang bersih

Jiwa yang bersih makna sebenarnya adalah jiwa yang bersih dari ego, dari keakuan. bagaimana dengan dosa ? perbuatan dosa di akibatkan oleh terkotorinya jiwa dengan ego. pembersihan jiwa tidak berkaitan langsung dengan dosa, tapi dengan ego, nah ego inilah yang kemudian menghasilkan perbuatan dosa. jadi kalau ingin bersih dari dosa maka jiwa harus dibersihkan dari keakuan kemudian minta ampun kepada Allah.

Melewati alam ketenangan

dzikir nafas sadar Allah, tidak berhenti di sensasi tenang, tenang hanya stasiun dimana kita masih harus melanjutkan perjalanan menuju kepada Allah SWT. Perjalanan kita itu seperti satelit yang harus bisa mencapai orbit nya. Jiwa kita juga sama harus bisa mencapai orbitnya. Sehingga kalau ditanya sampainya sebuah perjalanan spiritual ya seperti satelit tidak akan ada sampainya karena terus mengorbit sampai batas waktu yang sudah ditentukan Allah SWT.

Alam ketenangan adalah perjalanan satelit saat dibawa pesawat ulang alik, dan perjalanan tidak hanya masalah ketenangan saja ada banyak sensasi yang harus kita lewati. pokoknya selama kita belum menemukan posisi orbit kita belum pernah berhenti untuk terus ke Allah dan ke Allah.

Mencapai orbit ini adalah pencapaian keadaan sibghoh, satelit yang sudah mencapai titik orbitnya maka dia akan terus bergerak berserah mengikuti gerak perputaran alam semesta, kita jika sudah mencapai titik orbit maka kita akan mencapai keadaan berserah mengikuti kehendak Allah tercelup dan menjadi saksi atas gerak yang menggerakkan Allah.