setelah sadar Allah rubah Huu Allah menjadi Tasbih dan Tahmid

Bapak dan Ibu bagi yang sudah mencapai kesadaran akan Allah, lebih sempurna lagi jika sudah mencapai keadaan sibghoh selanjutnya adalah rubah bacaan huu Allah menjadi bacaan subhanallah dan alhamdulillah. Setelah kita sadar Allah dengan sempurna maka selanjutnya adalah kita menyadari bahwa semua mahluk Allah mengikuti kehendak kehendak Allah. Dan menyadari bahwa semua mahluk berterimakasih kepada Allah. Jadi setiap nafas masuk subhanallah dan setiap keluar nafas alhamdulillah. Bacaan ini tidak sekedar bacaan di bibir saja tapi dengan menyadari bahwa alam semesta mengikuti kehendak Allah dan berterimakasih kepada Allah.

 

antara Huu Allah dan 3T

Huu Allah adalah straternya, sedangkan 3T (tasbih tahmid dan takbir) adalah jalannya motor. Jadi kalau kita hanya huu Allah maka kita tidak akan kemana mana, yang terjadi adalah pemborosan bensin (hidup penuh ujian dan cobaan) tapi kalau kita sudah menerapkan 3T artinya motornya sudah kita jalankan maka kita akan diberikan banyak kenikmatan dalam perjalanan, ada pemandangan yang sangat menarik dalam setiap perjalanan yang kita lalui.

Huu Allah hanya mengaktivasi kesadaran kita sedangkan 3T adalah proses aktivnya kesadaran kita yaitu menyadari. Jadi kalau Huu Allah itu membangkitkan sadar Allah, sedangkan tasbih dan tahmid itu proses menyadari yaitu menyadari selurus mahluk bertasbih dan menyadari seluruh mahluk bersyukur atau bertahmid kepada Allah. Dari sini kita menjadi paham kenapa Rasulullah selalu menekankan tasbih dan tahmid karena Rasulullah menghendaki agar kesadaran kita selalu aktif dan selalu aktif menyadari kalau kesadaran hanya dibiarkan begitu saja maka sama saja kita menghidupkan mesin tapi tidak kemana mana.

 

Belajar sadar agar lebih produktif

belajar spiritual berarti kita harus menggunakan kesadaran kita untuk menyelesaikan amanah amanah dalam hidup. Kadang kita di terpa rasa bosan dengan pekerjaan yang sedang kita lakukan, tapi ini adalah amanah yang harus di selesaikan. Kita tahu bahwa bosan terletak di rasa (rasa bosan) kalau kita masih menggunakan rasa maka kita akan terjebak pada rasa bosan ini dan kita tidak akan produktif atau tidak akan dapat menjalankan amanah yang sedang kita lakukan. Untuk itu kita harus menggunakan kesadaran kita. Kita harus menjadi yang sadar agar dapat mem By pass rasa bosan menjalankan amanah. Kita tetap lakukan dengan kesadaran bahwa ini adalah amanah dari Allah. jadi bukan dari keinginan kita dalam menjalankan amanah tapi ini adalah keinginan dari Allah, Kesadaran bahwa menjalankan amanah adalah keinginan dari Allah ini akan membuat kita lebih mudah untuk meninggalkan rasa bosan.

Penghambat untuk menjalankan amanah tidak hanya rasa bosan saja tapi bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa rasa benci, bisa rasa jengkel, kecewa dan lain sebagainya. Kalau kita selalu menggunakan rasa kita pasti kita akan banyak hambatan dalam menjalankan amanah., Dan kita tahu bahwa memaksakan diri dengan  melawan rasa itu sangat membuat stress dan nampak menjalankan amanah itu sangat berat. Solusi satu satunya untuk mem by  pass rasa adalah dengan menggunakan kesadaran. Kita sadar bahwa sedang menjalankan perintah Allah, kita sadar bahwa kita sedang digerakkan Allah dan kita sadar bahwa menjalankan amanah adalah tugas terbesar dalam hidup ini yaitu sebagai khalifahnya Allah. Khalifah adalah tujuan kita di ciptakan nya kita di bumi ini. Sungguh KU ciptakan manusia untuk menjadi khalifah-Ku