November 14, 2022

Bagaimana cara mengajarkan sadar Allah ke pada keluarga

masih banyak pertanyaan bagaimana mengajarkan sadar Allah ini kepada keluarga terutama kepada pasangan dan anak anak. Semangat ini muncul karena merasakan sendiri dan membuktikan sendiri manfaat belajar sadar Allah dan mempraktekan dalam keseharian. Semangat ini kadang tidak gayung bersambut dari pasangan, hal ini banyak dialami jamaah sadar Allah karena banyak yang masuk ke saya menanyakan hal ini, bagaimana mengajak pasangan untuk sadar Allah.

Pasangan atau keluarga adalah orang yang terdekat dari kita, bisa jadi tahu aslinya kita ketika di ajak belajar sadar Allah mereka cenderung diam atau malah meragukan bahkan kadang ketika kita dalam kelalaian tidak sadar Allah apa yang kita ajarkan menjadi bumerang, misalnya katanya sadar Allah kenapa masih marah .. nah…. kena kita ha ha . itulah lika liku mengajarkan sadar Allah. ke keluarga terdekat. Tapi kalau menurut saya ini malah menjadi pengingat atau alarm pertama ketika kita tidak sadar Allah. Ada pasangat yang selalu mengingatkan kita ketika kita tidak sadar Allah. jadi menyampaikan sadar Allah semua kembali kepada kita. tapi memang dibutuhkan kesiapan mental dan sikap nol agar kita bisa dengan sadar dan menerima peringatan awal dari pasangan kita ketika kita tidak sadar Allah.

Memang untuk berdakwah sadar Allah ke pasangan atau ke keluarga itu tidak mudah, bahkan kadang kadang kita harus berpantangan untuk mereka secara langsung mengajak sadar Allah. terutama pada awal dakwah kita harus membuktikan dengan kehidupan nyata bahwa kehidupan sadar Allah itu dapat membawa kebaikan hidup berkeluarga, misalnya setelah belajar sadar Allah kita lebih sabar, kita lebih memahami pasangan kita lebih melayani pasangan dan seterusnya, tidak perlu diajarkan secara langsung.

pasangan adalah belahan jiwa, ini ada benarnya dan memang ketika kita sadar Allah ada belahan jiwa kita yang tervibrasi, vibrasi ini macam macam jenisnya, ada yang kepo, ada yang cuek, ada yang tertarik dan ada yang malah marah marah … haaaa??? iya suer ada yang mengeluhkan ke saya pasangan malah marah marah kalau suami atau istrinya ikut sadar Allah.

vibrasi ini bisa kita lembutkan agar tidak mengguncang pasangan kita, dengan cara bahwa dengan ikut sadar Allah ini pasangat mendapatkan keuntungan yang banyak,  tambah mesra dengan pasangan ,  tambah sayang dengan pasangan, kehidupan di ranjang dengan dzikir nafas , suami terutama lebih bisa tahan lama (he he ini juga sudah ada yang membuktikan). Pokoknya berikan manfaat yang banyak kepada pasangat dan keluarga ketika kita belajar dzikir nafas sadar Allah ini. jangan sebaliknya, kita malah banyak duduk dzikir nafas sampai berjam jam, dengan melupakan tugas utama,malas kerja, malas bersih bersih rumah.. wah ini bisa menyebabkan pasangan bisa sangat anti pati dengan dzikir  nafas sadar Allah.

kesimpulannya kita harus mempraktekan dzikir nafas sadar Allah, 3T dan ATP dalam kehidupan keluarga sehingga keluarga merasakan manfaat yang besar, dan simpati dengan dzikir nafas yang kita jalankan, dari situ insya Allah kita akan lebih mudah mengajak pasangan kita untuk sadar Allah.

Jiwa yang Muthmainah

Jiwa jika bisa melepaskan diri dari ego dan menyadari Allah maka dia akan menjadi jiwa yang tenang jiwa yang muthmainah. Menjadi jiwa yang tenang banyak di cari namun tidak melepaskan ke egoannya, bahkan ada yang ingin menjadi jiwa yang tenang namun masih menggunakan ego, dengan hawa nafsunya. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang benar benar menjadi yang sadar dan kemudian sadar Allah dengan cara berserah diri kepada Allah. kemudian jiwa yang berserah tersebut menyadari bahwa alam semesta ini bersyukur kepada Allah, dan menyadari bahwa gerak alam semesta adalah gerak yang di sebabkan oleh kekuatan Allah malikiyaumiddin.

Jiwa yang tenang selalu memohon kepada Allah atas apa yang sedang terjadi karena jiwa yang tenang sangat sadar dengan keadaan dirinya termasuk tubuh yang Allah amanahkan kepadanya. jadi jika pikirannya negatif, jika perasaannya galau maka dia berdoa kepada Allah agar keadaan pikiran dan perasaanya di rubah kepada yang baik.

jiwa yang tenang mengarahkan perilakunya kepada perilaku yang berdasarkan perintah Allah. berdasarkan perintah Allah yang dibacanya melalui tanda tanda yang Allah berikan. Jiwa yang tenang mampu menyadari bahwa alam semesta mengikuti kehendak Allah, geraknya adalah gerak syukur kepada Allah dan semua gerak alam semesta adalah kekuatan Allah, ke dalam perilakunya dalam rangka menjalankan amanah amanah Allah.

Jiwa yang tenang akan memiliki tingkat kesibukan jasad yang tinggi, jasad tidak mau tinggal diam karena Allah selalu memerintah setiap saat, Allah memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Setelah satu tugas selesai di jalankan maka jiwa yang tenang akan segera melakukan kegiatan berikutnya. Sehingga jiwa yang tenang mendapatkan predikat jiwa yang bertakwa yaitu jiwa yang selalu menjalankan perintah Allah SWT.

Scroll to Top