Naik turunnya kesadaran menerima

Semoga Bapak dan Ibu selalu diberikan keistiqomahan dalam menjalankan 3T. saya sendiri meraskan naik turunnya dalam menjalankan 3T sehingga tak ayal sering stress sendiri. bahagia saya memiliki komunitas sadar Allah yang mengjarkan tenang menerima atau grounding, ketika jiwa ini melampui tanah, berada di khayalan tidak di kenyataan, selalu ada group DNSA yang dapat mengingatkan saya untuk selalu grounding kembali.

Dan saya saya langsung tancap gas, dari dasar grounding ini saya mulai bersyukur kepada Allah. Seringkali saya main tembak saja, grounding enggak langsung main syukur, jelas tidak ada dampak apa apa tetap saja saya stress.

dari sini saya mulai merangkak menjalankan amanah, beratnya itu tidak di luar tapi di hati. dan benar apa yang di ajarkan Rasulullah bahwa perang paling berat adalah dengan diri sendiri. Perang yang dihadapi adalah perang dari keinginan diri yang tidak sesuai dengan keinginan Allah. Tapi alhamdulillah kita mendapatkan pelajaran menerima atau grounding sehingga meski berat atau meski berlawanan ada saja jalan untuk bertempur. Ibarat perang, grounding dan syukur ini adalah senjata untuk menghadapi musuh keinginan nafsu.

semoga kita selalu diberikan istiqomah amin amin

Prihatin Ketika Menjalankan Amanah

Prihatin dalam arti disini adalah sikap bermujahadah untuk menjalankan satu amanah sampai tuntas. Dalam menjalankan amanah mungkin ada banyak distraktor atau pengganggu, hal hal yang sederhana bisa menjadi distraktor misalnya pesan di whatsapp banyaknya pesan akan membuat terganggu untuk menjalankan amanah utama. Distraktor ini adalah perusak untuk kita tetap lurus ke Allah. Lurus ke Allah adalah menjalankan amanah, kalau kita tidak lagi dalam garis menjalankan amanah berarti kita keluar dari jalur.

Untuk menjalankan amanah diperlukan kesungguhan untuk tidak terganggu dengan distraktor dan tetap lurus ke Allah menjalankan amanah Allah.

Semoga kita dimudahkan dalam menjankan amanah Allah  dan tidak mudah terganggu dengan distraktor