Apa Amanah dan Perintah dalam Merokok

Jamaah dzikir nafas hampir 80 persen adalah perokok. Hal ini menjadi pertanyaan ketika saya menyampaikan tentang apa amanah dan perintah dalam merokok. Dan di group dzikir nafas nasional sempat menjadi pertanyaan. Sejak awal saya singgung tentang merokok dalam kontek amanah dan perintah, saya tidak mempermasalahkan apakah rokok itu halal atau haram karena itu bukan wilayah saya untuk menentukan halal atau haram, sebab kalau sudah bicara halal haram pasti akan terjadi diskusi fiqh yang tidak ada habisnya. Sejak awal saya menekankan adakah amanah dan perintah nya bagi perokok untuk merokok? Pertanyaan ini kembali kepada jamaah masing masing yang perokok. Kalau memang ada amanah dan perintahnya ya silahkan merokok kalau tidak ada amanah dan perintahnya ya akui saja dulu bahwa merokok memang perbuatan sia sia yang tidak ada perintah dari Allah SWT.

Merokok ini menjadi sulit di hindarkan meski secara sadar tahu bahwa tidak ada amanah dan perintah, karena sudah ada unsur kecanduan atau addict. Kalau sudah ada unsur ini maka logika untuk meninggalkan rokok menjadi sangat lemah apalagi semangat atau motivasi. Tapi sekali lagi bahwa masalah amanah dan perintah adalah masalah yang tidak bisa di tawar tawar kalau ada ya ada, kalau tidak ada ya tidak ada. Makanya bagi perokok saya minta agar tidak ada konflik batin maka carilah amanah dan pertintah Allah di balik merokok ini. cara nya mencari dengan konsep amanah : titipan Allah, Perintah disebalik titipan itu apa. Kalau amanahnya tubuh diminta untuk menjaga kesehatan jelas ini tidak bisa menjadi amanah sebab rokok akan membuat mengotori paru paru. cobalah dengan mencari amanah yang lain. atau misalnya sedang mengerjakan proyek besar memerlukan perancangan pemikiran yang luar biasa dan caranya adalah dengan merokok untuk membuat rancangan itu, nah amanahnya bisa dengan : Amanah : proyek besar perintahnya : relaks berpikir dengan merokok. Tapi kalau merokok hanya untuk pengisi waktu luang atau karena ketagihan jelas itu tidak ada amanah dan perintahNya, jika ini tetap dilakukan maka akui saja bahwa ini adalah perbuatan sia sia dan setelah menjalakan istighfar mohon ampun kepada Allah karena telah melakukan perbuatan sia sia. Terlebih jika sudah tahu sakit batuk atau paru paru masih merokok , ini tidak saja perbuatan sia sia tapi sudah khianat (orangnya disebut dengan pengkhianat) karena diberi amanah paru -paru tidak di pelihara tapi malah di rusak.

bagi jamaah yang perokok belajarlah jujur kepada Allah tentang amanah dan perintah merokok ini. Meski masih merokok dan belum bisa meninggalkan rokok kalau memang tidak ada amanahnya jujurlah kepada Allah bahwa ini adalah perbuatan sia sia dan mohon lah untuk bisa meninggalkan perbuatan yang sia sia ini. Dan masalah merokok ini juga tidak ada kaitannya dengan saya sebagai penulis bahwa saya benci perokok ..tidak… semua kembali kepada anda sendiri dan kepada Allah. Karena masalah amanah ini urusan anda dengan Allah bukan urusan saya dengan anda. Anda tidak perlu mengkounter tulisan saya ini dengan dalih macam macam, kalau berdalih silahkan sampaikan kepada Allah.

baik dengan berperilaku yang berdasarkan amanah ini insya Allah hidup kita akan tertata dan terarah dan semakin jelas dan semakin bermakna hidup kita tidak hanya untuk kita tapi juga untuk keluarga dan orang disekitar kita. Semoga kita selalu di ringankan untuk menjalankan amanah amanah Allah amin , dan dihindarkan dari perbuatan yang sia sia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.