Articles by Setiyo Purwanto

trainer dan peneliti spiritual islam

Bagaimana dzikir nafas level 4 dapat di capai

Dzikir nafas level 4 sebenarnya mudah, karena lebih pada afirmasi untuk meniadakan keakuan dan kekuatan diri.  Nafas masuk meniadakan makhluk dan keluar nafas meniadakan kekuatan mahluk. jadi semua yang ada adalah Allah dan semua kekuatan adalah kekuatan Allah. Kekuatan Allah yang ada harus di afirmaskan Allah, hal ini karena semua yang ada adalah kekuatan artinya semua yang ada mengandung kekuatan. Nah kekuatan itu kita afirmasikan kekuatan Allah, baik itu kekuatan yang kecil ataupun kekuatan yang besar. Misalnya kekuatan kecil adalah kekuatan nafas, dan kekuatan besar misalnya angin, panas dan lainnya.

jadi point di level 4 adalah afirmasi pendiadaan (nafi isbat).

bagaimana jika malas menjalankan amanah Allah

Malas adalah penyakit, berarti harus dicari sumber penyakitnya. Sumber penyakit malas ini bisa secara tidak langsung berkaitan dengan amanah yang di jalankan. Biasanya malas ini terkait dengan ego, semakin ego besar semakin mudah terkena malas. Penjelasannya begini, Amanah adalah perintah Allah, jika kita memiliki ego yang besar maka akan bertolak belakang dengan keinginan ego, konflik antara keinginan ego dan kehendak Allah ini menyebabkan malas. Berarti untuk mengatasi cukup mudah yaitu dengan mengilangkan ego. Ego nol artinya kita hanya mengikuti apa yang Allah kehendak saja tidak dengan ego kita maka kita akan melakukan dan melakukan tanpa ego. Mungkin kata yang pas untuk hal ini adalah just do it kalau bahasa di dalam islam adalah samikna wa athona, aku tahu perintah dan aku jalankan. Sikap hanya menjalankan ini ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa yang kadang orang tidak bisa mencegah. Dia akan melakukan dan melakukan.

Yang jadi masalah sekarang adalah bagaimana mengenolkan ego ini. Mengenolkan ego sama saja dengan meniadakan kepemilikan apapun, semua dikembalikan lagi kepada Allah. Kalau secara teknis sebenarnya sudah ada pada metode dzikir nafas level 4 atau pada patap ada di patrap rumi atau patrap berputar. Untuk teknisnya bisa merujuk ke artikel saya sebelumnya atau di video yang sudah saya upload.

Padepokan Patrap Tempat belajar sadar Allah dari berbagai Aliran spiritual

Padepokan patrap tempat belajar dengan basis utama adalah sadar Allah. Sadar Allah adalah dasar keimanan dan keihsanan sehingga aliran apapun atau cara apapun yang diikuti sadar Allah merupakan jalan utama yang tidak boleh ditinggalkan. Pada tanggal 29 dan 30 juni mendatang padepokan patrap menggelar acara halal bi halal dengan mengambil tema sadar adalah basic spiritual. Tema ini diusung dengan mengundang berbagai aliran spiritual dalam islam seperti Metode Patrap banyuwangi, Metode jagad pitu banyuwangi, konsep makrifatullah haji hussein singapura, konsep dakwah maiyah cak Nun. padepokan patrap yang selama ini di kenal dengan Dzikir nafas dan metode patrap diakui sebagai metode saja dengan mainstream sadar Allah, dan aliran aliran spiritual yang berbasis sadar Allah tentunya akan kita fasilitasi untuk sama sama dikembangkan untuk memperkuat konsep sadar Allah.

Dalam acara besuk ada metode patrap yang dibawakan oleh Mbah Bagus yang mana konsep patrap berbeda secara metode dengan apa yang dikembangkan di padepokan patrap. Sebagai contoh di padepokan patrap membagi patrap menjadi beberapa tingkat, tingkat pertama patrap gerak, kedua patrap gerak rasa dan ketiga patrap diam, sedangkan yang patrap yang masih murni yang berasal dari sumbernya di banyuwangi membagi patrap menjadi 3 tingkat yaitu patrap 1, 2, dan 3 hal ini sesuai dengan buku yang ditulis oleh Guru besar Patrap yaitu Bapak Haji Slamet Utomo, serta murid beliau Ust Abu sangkan dalam bukunya yang berjudul berguru kepada Allah.

Perjalanan berspiritual dari kawan kawan cukup bervariatif dan ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan dakwah sadar Allah yang ada di padepokan patrap, seperti Pak Agung Prabowo (solo) yang mempelajari dan belajar serta menjadi praktisi dari metode Makrifatullah dari Arif billah Haji Hussein Singapura, dimana metode ini berkembang cukup pesat dimana salah satu kawan seperjalanan saya yaitu bapak Yusdeka (penulis buku membuka ruang spiritual) turut mengembangkan metode ini. Metode ini setahu saya di motori salah satu pengusaha batik terkenal dari tambak romo pati jawa tengah juga yang mana beliau juga pernah belajar shalat khusyu bersama saya pada waktu itu. Dan saya kira ini menarik karena akan nanti materi ini akan disammpaikan Bapak Agung Prabowo dimana beliau dulu sangat aktif di padepokan patrap serta menjadi ketua dalam setiap event pertemuan di padepokan patrap, bahkan ide acara halal bi halal ini merupakan ide beliau.

singkat cerita bahwa padepokan patrap sangat menghargai dan sangat toleran dengan berbagai aliran aliran spiritual yang masih berbasis sadar Allah. namun jika sudah tidak berbasis sadar Allah dan caranya menyimpang misalnya tidak menjalankan shalat, tidak menjalankan syariat maka padepokan sangat tegas menolak cara berspiritual yang demikian. Sehingga Padepokan patrap dapat menjadi tempat berkembang bersama untuk menuju sadar Allah. Tidak menggunakan patrap versi padepokan atau tidak menggunakan dzikir nafas tidak masalah, karena dua hal tersebut adalah metode saja. Tapi kalau sadar Allah adalah harga mutlak yang tidak boleh di tawar.

Sebagai wujud kebersamaan dalam bersadar Allah meski metode berbeda, mari kita sama sama sukseskan acara 29,30 di padepokan patrap dengan menghadiri acara tersebut , berikut daftar acara yang akan diselenggarakan :

SUSUNAN ACARA
Sabtu, 29 juni 2019

1. Ashar – 16.00
Opening :
Bp Agung Prabowo

2. 16.00 – 16.30
Halal bihalal :
Bp. Widarto

3. Maghrib – Isya
Attunement Dzikir Nafas Level 4
Bp. Setiyo Purwanto

# Isya – 20.00
Sholat berjamaah
Makan malam

4. 20.00 – 20.30
Sadar Allah Basic Spiritual
Bp. Setiyo Purwanto

5. 20.30 – 21.30
Patrap Sholat Khusyu ( Teori & Praktek)
Bp. Beken

6. 21.30 – 22.15
Sadar Allah Dlm Perspektif Makrifatullah H. Husein Singapura
Bp. Agung P.

7. 22.15 – 23.00
Sadar Allah Dalam Metode Patrap
Mbah Bagus

8. 23.00 – 23.45
Sadar Allah Dalam Perspektif Jagad Pitu
Bp. Jefry M.

9. 23.45 – 00.30
Sadar Allah Dalam Perspektif Maiyah Cak Nun
Bp. Dony Murtadho

Minggu, 30 Juni 2019
1. Subuh – 06.00
Sadar Allah Dalam Bimbingan Kasih Sayang Tuhan
Bp. Suhirman

# 06.00 – 08.00
Makan pagi

2. 08.00 – 08.45
Sadar Allah Dalam Sudut Pandang Kepesantrenan
Bp. Ky. Syamsul M

3. 08.45 – 09.30
Pengembangan Sadar Allah Dengan Gerakan Jumat Sedekah
Ki Soenan

4. 09.30 – 10.15
Pengembangan Sadar Allah Di Lingkungan Sekitar
Bp. Widarto

5. 10.15 – 11.00
Pentingnya Sadar Allah Dalam Menjalankan Amanah Dibidang Usaha
Bp. Joko Sujay

6. 11.00 – Dhuhur
Pentingnya Sadar Allah Dalam Menjalankan Syariat
Bp. Rahmat

7. Dhuhur – Selesai
Penutup & Foto Bersama
Ky. Yayin + Bp. Hery
# Makan siang

==============
Bagi jamaah yang baru, disediakan waktu khusus untuk belajar Dzikir Nafas dan Patrap. Silahkan nanti mendaftar ke Panitia (Pak Widarto) dengan jadwal sebagai berikut :
1. Dzikir nafas level 1- 3 : pada hari sabtu 21.30 – 22.30
2. Patrap Gerak rasa dan patrap Diam : pada hari sabtu 22.30 – selesai
3. Jamaah yang request dengan pelajaran khusus seperti konseling al quran, memperdalam patrap shalat khusyu atau pelajaran lainnya akan kami fasilitasi pada hari minggunya, untuk itu silahkan nanti mendaftar pelajaran yang diinginkan kepada kami panitia.

Shalat sebagai penjernih hati

Shalat jika dilakukan dalam keheningan dan dengan durasi waktu yang lebih akan memberikan dampak pada keadaan kejiwaan yaitu lebih tenang dan lebih lapang. Hal ini dapat dilakukan dengan menyengaja untuk shalat dengan durasi yang lama, misalnya berdiri shalat 10 menit, rukuk 5 menit dst. Namun perlu diingat bahwa di dalam shalat kesadaran kita harus mengarah kepada dzat yang tidak sama dengan apapun. Mengarah kepada yang bukan apapun ini lah yang dapat menjernihkan hati.

Tazkiyatun Nafs itu bukan membersihkan dari dosa tapi dari ego

Kalau memberishkan dari dosa caranya sangatlah mudah, cukup minta istighfar minta ampun kepada Allah maka Allah akan bersihkan, kalau ada hub dengan orang lain ya selesaikan juga, jika tidak ada hub dengan orang lain maka cukup dengan istighfar dosa sudah terampuni. Begitu mudahnya ajaran islam mengenai dosa ini, ya memang demikian sebab Tuhan kita yaitu Allah SWT, Dia sangat maha pengampun dan kasih sayang. Namun masalah tidak berhenti hanya pada pembersihan saja, yang menjadi pokok masalah adalah apakah diri kita sudah bersih dari ego? ini saya pikir yang lebih utama dan lebih penting. Kenapa membersihkan diri dari ego lebih penting, karena sumber perbuatan dosa adalah dari ego ini. Ego inilah yang menyebabkan diri menjadi sombong. Maka benar saja kalau Allah sangat mengecam bagi siapa saja yang sombong. Bahkan Sombong itu sama saja menyekutukan Allah dengan diri. Jadi selama ego itu masih ada maka perbuatan mensekutukan ALlah itu masih akan tetap ada. Nah ampunan Allah yang diberikan dengan kita istighfar akan terisi lagi dengan dosa karena kita masih ada ego.

apa itu ego? ego adalah keakuan atau kepemilikan. contoh seorang yang hafal al quran maka karena masih ada ego maka dia merasa paling dari pada yang lain yaitu dari sisi hafalannya. Seorang ahli hadis dia akan merasa lebih tahu dengan orang lain. Seorang yang belajar ke Allah dia merasa paling sadar Allah dibanding kan yang lain, nah merasa dan merasa itu adalah wujud dari eksistensi ego yang masih ada dalam diri. Awal kita lahir kita tidak memiliki ego maka ini yang dinamakan dengan diri yang fitrah yaitu diri yang suci bersih, karena belum kecampuran ego, setelah menginjak anak anak dan remaja ego semakin kuat dan semakin nampak, kalau ini tidak di segera di bersihkan dari diri maka akan menjadi bahan atau alat syetan untuk selalu menggoda manusia agar berbuat yang melawan Allah. Untuk itu setelah baligh ego ini wajib di hilang kan dengan berbagai ibadah. Shalat menjadi wajib, puasa menjadi wajib dan semua ibadah menjadi wajib. Kalau kita cermati dengan sungguh sungguh dengan makna hakikat bukan syariat, maka tujuan semua dari ibadah adalah untuk membersihkan diri dari ego.

Kaum spiritualis, kaum elit agamawan (ustad, kyai, musryid, habib) sangat rawan terkena egoisme ini. biasanya ini nampak dari asesoris yang ia gunakan, yang menunjukkan bahwa dirinya adalah ustad atau kyai. Anda mungkin agak marah dengan pernyataan saya ini, ya silahkan. Kalau mau jujur kenapa beliau beliau memakai asesoris tersebut, bagaimana jika beliau beliau pakai celana jeans, kaos bola, dengan topi bukan serban? terutama ketika beliau berada di tempat umum? pasti beliau beliau tidak akan melakukannya. Saya menuliskan ini menunjukkan bahwa asesoris itu tdak masalah, yang masalah adalah jika dengan asesoris tersebut terbersit kesombongan. Jadi anda tidak perlu emosi dengan tulisan saya.

kembali ke tazkiyatun nafs, untuk menghilangkan ego harus terus belajar dan berjalan, Caranya adalah dengan banyak banyak berserah diri kepada Allah menyerahkan diri kepada Allah, penyerahan ini akan menguras ego ego yang ada pada diri. Mungkin tidak akan bisa bersih total karena harus dilakukan dengan pelan pelan dan terus menerus. Jika ego sudah bersih maka tidak akan berbuat dosa lagi, dan perbuatannya akan selalu di dasarkan pada ATP (amanah tanda perintah) .

Rasanya Diperintah Allah dalam Setiap Aktivitas

dunia adalah ladang akhirat ku. Hidup harus harmoni dan menyatu. Dunia dan akhirat harus menyatu. JIka terpisah maka akan terjadi stress, konflik internal. Bagaimana sekarang mau bahagia dunia akhirat kalau dalam diri sudah ada konflik kepentingan yaitu kepentingan dunia dan kepentingan akhirat. Meninggalkan salah satu akan membuat sengsara, tapi melakukan satu saja juga sama akan terjadi ketidak tentraman hidup. Hidup manusia harus harmoni yaitu harmoni dunia dan akhirat.

Hidup harus menjalankan roda kehidupan di lini masing masing. Dan inilah peran kita sebagai khalifah, maka bagaimana hal ini bisa kita jalankan dengan baik. Salah satu untuk mengaktivasi adalah dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa “SAYA DIPERINTAHKAN ALLAH UNTUK BEKERJA”. Sama halnya saya diperintahkan untuk berpuasa, atau sama halnya saya diperintahkan Allah untuk shalat , haji ataupun sedekah. Kalimat saya diperintahkan Allah ….. memiliki kekuatan internal yang sangat kuat yang dapat menyatukan konflik konflik antara dunia dan akhirat. Dengan kalimat ini maka yang terjadi adalah dunia adalah akhirat dan akhirat adalah duniaku.

umat islam harus bangkit melalui mindset yang benar, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak merubah dirinya sendiri, yang dimaksud dengan merubah diri sendiri ini adalah mindset, yaitu mindset bahwa dunia adalah akhirat ku dan akhirat adalah duniaku. Misalnya saya seorang guru maka saya mengajar maka mengajar ini adalah perintah Allah. Mengajar bukanlah pekerjaan hanya duniawi saja meski saya mengajar siang malam, tapi ini adalah perintah Allah dan nilainya sama dengan mereka yang duduk bersila berdzikir di masjid atau mushalla. Atau misalnya seorang pedagang minuman di pinggir jalan, maka ketika dia berdagang hal itu adalah perintah Allah, meski dia berdagang dari pagi hingga larut malam maka jika dia niatkan untuk menjalankan perintah Allah maka hal itu adalah pekerjaan akhirat. Jadi yang berpahala tidak hanya mereka yang di pondok pesantren atau mereka yang duduk di rumah menerima tamu tamu untuk bertanya masalah agama dan kehidupan, atau mereka yang sedang shalat wiridan di masjid dan mushalla. Seorang pedagang yang berdagang jika diniatkan untuk menjalanka perintah Allah maka itu termasuk ibadah dan termasuk pekerjaan akhirat. Mindset ini jika viral maka akan dapat merubah wajah umat islam menjadi umat yang disegani oleh umat lain tidak dilecehkan sebagai umat pinggiran yang bisanya cuma berdoa dan wiridan saja. ya coba sekarang anda pikir apakah doa dan wiridan dapat merubah nasib umat islam sekian ratus tahun setelah mengalami kejayaan ? tidak kan, itu karena kesalahan mindset selama beratus ratus tahun bahwa dunia dan akhirat adalah terpisah, dunia itu neraka dan akhirat itu surga.

Ingat kalimat kunci untuk merubah mindset “AKU DIPERINTAHKAN ALLAH UNTUK….” ya cukup dengan kalimat sederhana setiap menjalankan aktivitas dunia maka perubahan nyata akan dapat anda rasakan, anda akan bersemangat pantang menyerah dan akan ulet dalam mengerjakan sesuatu sampai berhasil dan sampai berhasil. Umat islam diperintahkan puasa saja bisa kok, tidak makan dan minum selama sehari saja kuat kok, maka tinggal di switch ke pekerjaan sehari hari sebagai guru, sebagai pedagang, sebagai karyawan bahwa saya diperintahkan Allah untuk….

Tulisan ini untuk anda pembaca, jika anda amalkan maka keuntungan besar akan anda dapatkan, saya hanya mengabarkan saja dari ilham yang saya dapat dari Allah SWT, saya diperintahkan Allah untuk memberitahukan ini kepada segenap umat islam umat Rasulullah agar segera bangkit dari keterpurukan umat. Kabar ini akan menjadi kabur jika tidak anda indahkan atau tidak anda amalkan. Surga dunia dan akhirat adalah untuk anda sendiri bukan untuk saya atau orang lain. Maka tunggu apa lagi mulai detik ini setelah membaca tulisan saya ini segera niatkan  bahwa saya diperintahkan Allah unutk ….bla bla (sebutkan pekerjaan anda). baik Allah sudah menyiapkan segenap pertolongannya jika hal ini anda amalkan. Doa saya untuk semua pembaca yang mengamalkan hal ini. Salam

apa urusanmu dengan Allah ; persiapan itikaf 10 hari terakhir

Sekedar mengingatkan bahwa lailatul qodar yaitu turunnya malaikat dan ruh akan diberikan pada malam malam terakhir di bulan ramadhan. Hal ini tidak diturunkan dengan serta merta, tapi dengan suatu urusan dimana seorang hamba memiliki hajat dengan ALlah untuk amanah yang sedang di pikulnya. Untuk itu saya mengingatkan agar kita segera menentukan hajat apa yang akan kita gunakan. Hajat kepada Allah apa yang akan kita ajukan ke pada ALlah di malam terakhir bulan ramadhan nanti. Malaikat dan Ruh akan diturunkan kepada kita jika kita benar benar memerlukan Allah dalam penyelesaian amanah amanah kita. Maka segera kita tentukan sejak sekarang.

Sayang sekali kalau kita itikaf tapi tidak tahu untuk apa itikaf, atau itikaf menunggu menunggu lailatul qodar sedangkan kita tidak punya urusan apapun dengan Allah. Urusan itu bersumber dari amanah yang sedang kita emban misalnya amanah anak, amanah pekerjaan atau amanah hutang misalnya dan amanah lain. Kita niatkan menunaikan amanah tersebut dan kita ajukan kepada Allah di malam ramadhan atau di saat itikaf. Pengajuan ini agar amanah yang sedang kita emban ini mendapatkan bantuan (dari malaikat) dan tuntunan (dari Ruh) atas ijin Allah .

Jangan membawa itikaf dalam keadaan kosong karena nanti juga Allah tidak akan menuurunkan apapun kepada kita. Contoh misalnya anda pergi ke tempat saya tapi tidak punya hajat apa-apa ya saya tidak akan memberikan apa apa. Nah pada bulan ramadhan adalah suatu kesempatan emas untuk kita memohon kepada Allah dengan amanah yang sedang kita emban agar berjalan lancar dan selesai dengan baik.

lailatul qodar bukan urusan pahala pahala atau ganjaran ganjaran tapi ini adalah masalah turunnya malaikat dan Ruh. yaitu turunnya bantuan ghoib dari Allah atas amanah yang sedang kita emban. Kalau anda hanya mengejar pahala jelas anda tidak paham dengan surat ina anzalna…., pahami ayatnya disitu akan nampak jelas. Dalam ayat terakhir surat tersebut disebutkan bahwa keselamatan hingga fajar..artinya bahwa dengan turunnya malaikat dan ruh ini akan membawa pencerahan yang sangat terang dimana terangnya 1000 bulan berganti dengan fajar menyingsing berarti disini keselamatan yang nyata sampai segala sesuatunya selesai.

Beruntung sekali kita jika kita benar benar memanfaatkan malam ramadhan ini untuk itikaf. Yang tidak punya istri mohon kepada Allah bahwa hidupnya untuk mengemban amanah menurunkan keturunan yang berbakti kepada Allah dan rasulullah, insya Allah nanti akan dapat jodoh. Bagi yang kesulitan ekonomi keluarga, mohon kepada Allah dengan amanah keluarga bahwa keluarganya memerlukan rumah yang layak, mobil yang patut, dan sandang pangan yang pantas, insya Allah nanti akan beri pertolongan dan tuntunan.

mari kita buat urusan dengan Allah dengan amanah amanah kita. Jadikan duniawi kita adalah akhirat kita dengan menjadikan urusan dunia dengan amanah. dan sekarang tidak ada lagi urusan duniawi dan urusan akhirat, yang adalah duniawiku adalah ladang akhirat ku. siap menjalankan amanah , dengan melibatkan Allah dalam setiap penylesaian amanah. selamat menajalankan itikaf dengan amanah yang kita emban, semoga Allah menurunkan malaikat dan Ruh untuk menolong kita atas ijin Allah, amin

Aku Diperintahkan Untuk Puasa, Aku diperintahkan Untuk cuci piring

Kita menganggap bahwa perintah Puasa lebih tinggi nilainya dengan perintah Cuci piring, belum tentu. Kadang perintah cuci piring nilainya lebih tinggi dibanding dengan perintah puasa. Ketka seorang sudah menjalankan puasa kemudian merasa dirinya “sudah berpuasa” merasa sudah menjadi orang hebat dan tidak mau cuci piring maka cuci piring adalah lebih mulia dari pada puasa. Karena disini cuci piring menghilangkan ke egoan sedangkan puasa justru meninggikan ego.  Maka perintah Allah cuci piring lebih tinggi dibandingkan dengan puasa.

 

Setelah taubat rejeki berlimpah bak air bah

Banyak sahabat dzikir nafas menceritakan bahwa setelah bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah kehidupan ekonomi merosot tajam bahkan minus. Yang dikeluhkan adalah mengapa setelah taubat, sebelum taubat rejeki lancar lancar saja. Seolah menjadi ironi di saat mendekat ke Allah kok malah Allah memberikan hal yang tidak menyenangkan. Pada tulisan ini saya akan menguraikan sebaliknya, bagaimana setelah taubat dan mendekat kepada Allah rejeki melimpah ruah bak air bah.

Secara logika nalar seharusnya setelah taubat dan mendekat kepada Allah rejeki melimpah, begitu pikiran kita. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Perlu kita ketahui taubat yang benar benar taubat disertai dengan pendekatan kepada Allah (bisa dengan menjalankan Dzikir nafas) maka terjadi sebuah perubahan tujuan hidup kita, namun perubahan ini belum disertai dengan mindset yang benar tentang Allah.  Pemahaman bahwa semakin tinggi iman ujian semakin banyak, semakin dekat Allah , maka Allah akan semakin banyak memberi ujian dan cobaan masih tersimpan padahal sudah melakukan taubat dan pendekat. Otomatis setelah taubat maka mindset ini akan running dan membuat kehidupan menjadi terpuruk. tapi kadang dengan peristiwa keterperukuan ini orang tidak sadar sadar bahwa dia harus merubah mindset tadi. selama mindset tidak dirubah maka keterpurukan itu akan selalu ada.

Ada baiknya dalam bertaubat dan mendekat ke Allah (hijrah) ada seorang pembimbing yang dapat mengarahkan tidak hanya proses pendekatanya saja tapi juga bagaimana merubah mindset step by step. Kalau jalan sendiri seringkali mindset tidak berubah dan membawa dampak yang negatif dalam kehidupan. Pembimbing ini sebagai coacher saja dalam proses hijrah tersebut, bukan sebagai guru apalagi mursyid.

Merubah mindset bukan perkara yang mudah karena jika mindset ini sudah tertanam dalam bawah sadar cukup dalam diperlukan cara cara yang terstruktur agar bisa berubah.

Dengan bimbingan coacher dalam proses hijrah taubat ini, akan dapat mengarahkan kepada hal hal yang benar. Sebab ketika seorang sudah mulai hijrah kadang semangatnya membara tidak terasa di susupi nafsu , nafsu ingin baik, nafsu ini masuk surga, nafsu ingin pahala , nafsu ingin segera keluar dari dosa dan nafsu nafsu lainnya yang dapat menyebabkan kesalahan dalam menjalani taubat. Contoh misalnya karena semangatnya ingin menjadi orang yang baik, harta di sedekahkan secara tidak terkontrol, dengan mindset agar mendapat lipat ganda dari Allah. Ada yang karena ingin menjauhi maksiat melupakan amanah para karyawan dan kelaurganya dengan tanpa pertimbangan menutup usaha padahal jika di modif akan bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi baik adalah proses dan proses ini harus diketahui arahnya. sehingga hijrah yang dilakukan tetap dapat menlancarkan rejeki bahkan semakin lancar.

Jika mindset seirama dengan proses hijrah maka rejeki akan lancar. Contoh seirama adalah semakin mendekat ke Allah, kehidupan duniawi semakin mudah dan semakin berlimpah.  Dan mindset ini harus diikuti dengan sikap dan perbuatan menjalankan amanah dengan lebih baik. BUkan kemudian setelah taubat hanya berdiam diri di mushalla utk wiridan saja, jsutru setelah taubat bekerjanya semakin profesional, ide ide kreatifnya semakin banyak dan insting bisnisnya semakin tajam. Nah hal hal ini jika tidak dilakukan oleh orang yang hijrah maka dikiranya dengan banyak wirid, banyak puasa dan banyak baca quran rejeki akan datang sendiri, masalah akan selesai sendiri, oh tidak … Karena orang yang hijrah akan semakin rajin bekerja, akan semakin amanah dalam menjalankan sesuatu.

Dengan menjalankan amanah yang benar maka berarti tergolong orang yang bertakwa, dan jika bertakwa maka solusi dan rejeki akan diberikan Allah secara tidak masuk akal. jadi dengan alasan ini maka semakin kita bertaubat dan mendekat ke Allah maka rejekin akan melimpah ruah bak air bah.

 

Allah Menghadapkan pada keadaan yang Pelik

jaman Rasulullah penuh dengan pertarungan hidup atau mati, keadaan yang dicontohkan nabi adalah keadaan ekstrim. Contoh ini agar umatnya dapat mengambil bagaimana cara para Nabi dan Rasul dapat survive dari keadaan tersebut. Survive dari keadaan yang sangat pelik, bahkan keadaan hidup atau mati.

Nabi Yusuf dengan kesadarannya kepada Allah ketika bersama siti zulaekah

Nabi Musa dengan ketaatannya kepada Allah, ketika di perintah Allah memukulkan tongkat ke laut  yang tidak masuk akal

Nabi Nuh yang dengan ketidak bisaannya namun tetap mengikuti perintah ALlah yaitu ketika diperintah membuat kapal di atas bukit.

Semua contoh solutif dari cerita para Nabi ini adalah contoh riil bagaimana agar kita dapat keluar dari masalah yang pelik dan seakan tidak mungkin terselesaikan.

Jadzab adalah istilah untuk keluar dari masalah dengan cara spiritual. Jadzab bukan tidak tanpa tujuan, jadzab adalah cara Allah agar kita dapat keluar dari masalah yang pelik , amanah yang berat hinggat beratnya tingkat dewa. jadzab sering di artikan sebagai sebuah maqom kedekatan dengan Tuhan, bagi saya tidak sekedar itu, jadzab adalah keadaan kedudukan dimana kita dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak masuk nalar. Perhatikan “cara” bukan hasil. Yang jadzab adalah cara nya bukan hasilnya. Allah memberikan cara pemecahan yang aneh bukan solusinya. Cara yang aneh ini jika kita jalankan maka kita akan dapat survive.

diantara kita tidak kuat dengan keadaan jadzab ini. ketika kuatan ini terletak pada kesabaran dan ketabahan dalam menjalaninya. Kemudian peran pikiran dan yang terutama adalah ego yang selalu menjadi hijab. Kalau mau menghilangkan jadzab syaratnya harus menghilangkan ego. ego yang kuat menyebabkan kita selalu berpikir dan selalu enggan untuk menjalankan perintah Allah yang berlawanan dengan ego tersebut.

hancurkan ego

hancurkan ego

dan hancurkan ego

Dengan lenyapnya ego maka cara Allah akan nampak nyata sehingga mudah untuk dijalankan. dengan menjalankan ini maka masalah kita akan selesai amanah atau masalah pelik akan terselesaikan.