bahagia dan sedih merupakan takdir Allah

bahagia dan sedih, dua hal yang dialami manusia, kadang bahagia dan berbalik menjadi sedih, kadang ada sebab bahagia dan sedih kadang tidak ada sebab . kalau itu bahagia kita yang buat tentu dengan sesuka hati, kita buat hati bahagia dan kita buat hati kita sedih, tapi ternyata tidak. Ketika kita bahagia kita tidak bisa membuat sedih dan sebaliknya ketika kita sedih kita tidak dapat bahagia.  Jadi bahagia dan sedih sudah takdir Allah SWT.

Sebagai makhluk Allah kita hanya bisa menerima takdir , semakin kita berontak maka semakin kita dibuat stress, semakin kita melawan, maka semakin kita dibuat tidak berdaya. bagaimana agar kita bisa menerima? mungkin ini pertanyaannya. Baik untuk bisa menerima maka kita harus menggunakan kesadaran kita untuk menyadari bahwa bahagia dan sedih adalah dari Allah yang maha suci , bagaimana mungkin Allah yang maha suci menciptakan sedih itu sia sia, bagaimana mungkin allah yang suci membuat kesalahan karena telah membuat kita sedih.

Islam mengajarkan kita untuk selalu husnudzon kepada Allah, atau kita harus selalu menyadari bahwa apa yang Allah perbuat itu adalah benar karena memang Allah maha suci dan tidak mungkin membuat kesalahan. Dengan menyadari ini, maka otomatis hati kita akan menerima dan ketika hati kita menerima maka sedih itu akan berubah menjadi netral atau bahkan menjadi bahagia. Ingat bahwa perubahan ini bukan karena kita menyadari allah yang suci tapi karena Allah yang merubah sedih menjadi bahagia.

maka yang perlu kita lakukan adalah selalu menyadari Allah yang suci. agar nantinya Allah merubah keadaan. firman Allah, Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum kaum itu merubah kesadarannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.