berterimakasih kepada Rasulullah

demikian besar jasa jasa rasulullah kepada kita, bahkan dengan orang tua kita sekalipun rasulullah memiliki jasa yang lebih besar. namun kadang kita kurang memiliki rasa berterimakasih kepada beliau, kita hanya mau menjalankan ajaran rasulullah saja tapi kurang dalam berterima kasih kepada beliau. hal ini lah yang menyebabkan daya spiritual Rasulullah atau sir nya Rasulullah tidak dapat masuk dalam setiap amak ibadah yang kita jalankan. ibaratnya kita mau makan makanan yang disajikan namun kita tidak mau berterimkasih kepada yang memberi. ya ini sebenarnya sah sah saja karena memang sudah “halal” namun kurang berakhlak karena tidak berterimakasih tadi.

berterimakasih kepada Rasulullah dapat dilakukan dengan mendoakan beliau, saya lebih senang menggunakan kalimat mendoakan beliau, dari pada shalawat kepada beliau meski maknanya sama tapi kadang jika shalawat sering kali berubah menjadi bacaan dan makna mendoakan rasulullah jadi hilang. mendoakan beliau dengan bershalawat …nah ini mungkin yang lebih tepat, jadi intinya adalah MENDOAKAN

yang kedua dapat dilakukan dengan menjalankan ajarannya yang bersifat sunah misalnya dzikir tasbih tahmid dan takbir 33 kali setelah sholat, atau menjalankan ibadah sunah lainnya… menjalankan tidak sekedar menjalankan saja namun benar benar sebagai ungkapan terimakaasih kita kepada rasulullah.