Islam Kaffah Versi Sadar Allah

Islam kaffah artinya adalah berislam secara menyeluruh, totalitas, bersinergi. Dalam konsep sadar Allah islam kafah berarti antara kesadaran, sikap, dan tindakan harus terbingkai dalam satu kesadaran yaitu sadar Allah, kemudian juga antara kesadaran, sikap dan tindakan saling terkait dan berjalan harmoni.

1. kesadaran 

kesadaran dalam islam kafah harus sadar Allah, hal ini bisa diaktifasi dengan menggunakan dzikir nafas. kesadaran harus selalu berada pada kesadaran yang benar yaitu menyadari Allah yang tidak serupa dengan apapun. Menyadari Allah harus di sengaja sehingga benar benar sadar. Jika kesadaran bisa mencapai kesadaran Allah yang tidak serupa dengan apapun akan lebih mudah dalam bersikap secara benar.

2. Bersikap

Sikap yang benar dalam islam kafah adalah sikap 3T, yaitu tasbih, tahmid dan takbir. Sikap menerima harus kafah artinya menerima perbuatan Allah dalam kehidupan baik yang sudah terjadi ataupun yang sedang terjadi, tanpa menilai, tanpa berprasangka. Perbuatan Allah ya sudah itulah perbuatan Allah. yang kedua T2, adalah bersyukur kepada Allah. Bersyukur kepada Allah dari apa yang Allah telah dan sedang perbuat terhadap kita. Jadi bersyukur ini memiliki landasan penerimaan dari apa apa yang Allah telah atau sedang diperbuat. Secara lebih mudah kita bersyukur terhad apa apa yang sedang berlaku saat ini dan disini. yang terakhir adalah T3, yaitu takbir, yakin kepada Allah. takbir ini membawa kepada keyakinan yang powerfull akan apa yang akan terjadi secara positif, bukan disebabkan karena pikiran positif atau prasangka poistif tapi karena rasa syukur tersebut. Kita tidak perlu berpikir positif atau berprasangka positif, asal kita bersyukur kepada Allah maka itu sudah lebih dari berpikir positif atau berprasangka positif.

jadi islam kafah versi sadar Allah antara tasbih tahmid dan takbir itu menjadi satu kesatuan sikap. bukan tasbih dulu kemudian tahmid kemudian takbir, tapi satu kesatuan , yang menjadi sebuah sikap dalam satu waktu.

3. Tindakan atau perbuatan

Tindakan ini juga harus menjadi satu kesatuan dengan kesadaran dan sikap. jadi antara kesadaran akan Allah, sikap menerima, syukur dan yakin, harus menjadi satu dengan tindakan dalam waktu yang bersamaan. Tindakan itu berdasarkan prinsip ATP atau Amanah Tanda dan Perintah. semuga tindakan kita harus memiliki dasar yang kuat kenapa kita melakukan sesuatu itu, harus dengan niat yang benar. Niat yang benar mesti karena Allah yaitu ihlas lilahi taala. Tindakan yang berdasarkan ihlas karena Allah berarti tindakan itu berdasarkan amanah yang diemban. Didalam amanah ada tanda sebagai landasan untuk berbuat. Tanda atau ayat ini adalah bentuk ketakwaan kita dalam melakukan sesuatu. Orang yang takwa adalah orang yang mengikuti perintah Allah, sedangkan perintah Allah itu diketahui lewat tanda atau ayat. tanda atau ayat bisa melalui ayat al quran yang tertulis atau ayat Allah yang ada di sekitar kita yang berupa tanda alam.

Islam Kafah versi Sadar Allah

berislam secara kafah atau totalitas berarti antara DNSA, 3T dan ATP harus bisa dilakukan dalam satu waktu, secara bersamaan. Untuk itu diperlukan latihan yang terus menerus,  dan tidak putus asa. Selama belum bisa menyatukan ketiganya maka islamnya belum kafah. Misalnya seseorang hanya sadar Allah saja tapi tidak melakukan tindakan apapun hanya diam di masjid menjalankan dzikir itu  berarti belum kafah. Atau orang hanya nerimo , nerimo ing pandum, atau hanya berysukur saja ,  mungkin orang seperti nampak hidup nya bahagia tapi sebenarnya pincang. karena dia tidak sadar Allah dan tidak menjalankan amanah amanah yang diberikan kepada dia.

tulisan saya di web solospiritislam.com sudah banyak saya tulis tentang sadar Allah, 3T dan ATP silahkan bagi yang masih bingung dengan konsep ini dibaca ulang dan di baca lagi di web tersebut. Jika anda niat belajar dan berniat menjadi orang yang kafah dalam berislam sehingga anda menemukan kebahgiaan sejati maka anda harus belajar otodidak dengan bahan yang sudah saya sajikan di web dan di channel youtube saya. Menjadi pembelajar jangan manja jangan seenaknya sendiri. Telan saja apa yang saya sajikan di karena saya tidak berniat jahat kepada anda dengan memberikan pemahaman yang merugikan.

selamat belajar dan selamat menemukan kebahagiaan sejati dengan berislam secara kafah

 

 

bersyukur di setiap tahap amanah yang dijalankan

Apakah anda sudah pernah mendapatkan penyakit malas? jika anda pernah merasakan ketika dilanda penyakit malas, maka amanah kecil saja, anda tidak akan kuat untuk menjalankan. dalam tulisan ini, saya akan menguraikan sedikit tips atau cara yang dapat kita lakukan jika suatu saat kita mendapatkan penyakit malas.

Pertama adalah jangan pernah melepas amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kedua adalah menerima keadaan malas yang sedang melanda. tips ini agak aneh, tapi sikap menerima ini akan membuka jalan motivasi kearah semangat dan giarah.

ketiga adalah : mensyukuri setiap perubahan yang terjadi dalam diri, dan mensyukuri setiap perbuatan yang sudah berhasil kita lakukan. mensyukuri dari hal yang paling sederhana misalnya hanya sekedar mengambil handuk untuk mandi , atau melangkah kan kaki demi kaki, kita syukuri. Sikap syukur ini, Allah akan memberikan suatu daya untuk melangkah dan melangkah terhadap penyelesaian suatu amanah. nah sekali lagi, setiap langkah harus kita syukuri. Ketika daya dari Allah itu membesar dan malas akan hilang.

Malas adalah penyakit, kalau kita ikuti tanpa ada suatu solusi dan tindakan maka selamanya malas itu akan mendekam dan akan terus membuat kita semakin tidak berdaya. Tips sederhana ini memerlukan kesediaan untuk tetap menjalankan amanah amanah Allah.

sikap tergesa gesa dalam menjalankan amanah mungkin bisa menyebabkan rasa malas itu menimpa, jadi segala sesuatu harus di terima dan setiap tahap perbuahan dalam diri harus disyukuri sambil terus melangkah dan melangkah , iringi dengan syukur dan syukur.

diriwayatkan Imam Bukhari, dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anh menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memohon perlindungan dengan berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل

Allâhumma innî a‘ûdzubika minal kasali wa a‘ûdzubika minal jubni wa a‘ûdzubika minal harami wa a’ûdzubika minal bukhli

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung pkeadaMu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.”

 

3T wilayah, sikap dan tindakan

3 T adalah tasbih tahmid dan takbir. Tapi dalam hal ini yang saya dahulukan adalah takbir terlebih dahulu kemudian tahmid dan terakhir adalah tasbih. takbir adalah wilayah, tahmid adalah sikap dan tasbih adalah tindakan. Baik secara singkat kenapa saya merumuskan ketiganya dengan hal yang demikian.

  1. Takbir : ini adalah wilayah di mana kesadaran kita berada. takbir adalah Allahu akbar yang artinya Allah lebih besar (bukan Allah maha besar). Ketika kita menyadari bahwa Allah lebih besar maka wilayah kesadaran akan selalu berada di kesadaran yang lebih besar dari pada apapun. Ya … ini bisa terjadi karena kita menyadari Allah yang lebih besar dari pada apapun. Benar sekali, bahwa Allah memang lebih besar dari pada apapun . Jadi ketika kita takbir dalam mengawali shalat dan dalam perubahan gerakan dalam shalat maka kesadaran kita loncat kepada keadaan kesadaran yang lebih besar dari pada apapun. untuk bisa tahmid maka kita pertahankan kesadaran kita yang berada di kesadaran ini.
  2. Tahmid : adalah alhamdulillah yaitu sikap syukur kita kepada Allah SWT. Sikap ini kita sampaikan kepada Allah di wilayah Allahu akbar. Jadi sikap syukurnya kita berada pada wilayah spiritual tertinggi yaitu kesadaran kebesaran Allah, yang lebih besar dari pada apapun. Keadaan kesadaran yang lebih besar dari apapun yang diisi dengan sikap syukur ini yang seringkali kita bertahmid dengan tambahan seru sekalian alam, alhamdulillahi rabbal alamin. Sikap syukur ini harus kita gunakan setiap saat (proses latihan) jadi otomatis kita selalu dalam keadaan kesadaran di wilayah Allahu akbar dengan sikap berterimakasih kepada Allah. Perpaduan ini akan menimbulkan efek bahagia pada diri kita. Takbir dan tahmid ini juga menjadi modal perbuatan kita yaitu tasbih.
  3. Tasbih : Subhanallah yaitu sikap menerima yang disertai dengan perbuatan. Menerima bukan berhenti dari Allah tapi juga menerima, Karena yang diterima adalah amanah dan dibalik amanah ada tanda dan perintah sehingga tasbih adalah menerima dan menjalankan. Kedua hal ini adalah paket yang tidak boleh di pisahkan, yaitu menerima dan berbuat atau menjalankan. Karena menerima perlu bukti nyata yaitu dengan perbuatan. Dimana letak kesadaran kita ketika kita bertasbih (menerima dan berbuat) di wilayah kesadaran Allahu akbar. Dengan sikap apa kita saat bertasbih (menerima dan menjalankan) dengan sikap syukur sikap berterimakasih kepada Allah. Dari sini kita berarti sudah menyatukan 3T yaitu tasbih tahmid dan takbir. Satu bentuk kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

perpaduan dari 3T menjadi satu kesatuan digunakan untuk menjalakan amanah amanah Allah. jadi dalam menjalankan amanah Allah maka : ada perbuatan di tasbih, ada sikap yaitu sikap syukur dan ada takbir yaitu wilayah kesadaran kita di wilayah Allah yang lebih besar dari pada apapun.

Untuk aktivasi dan membiasakan dari 3T ini bisa kita lakukan dengan memutar tasbih 33. setiap tasbih, tahmid dan takbir yang kita baca adalah penginstalan pada diri kita dari kesadaran, sikap dan perbuatan kita.

Output yang anda rasakan adalah semangat menjalankan amanah kita akan meningkat, lebih berani menerima tantangan dari amanah amanah yang sedang kita jalani. selamat mencoba dan mempraktekan.