Apakah anda sudah ihlas dengan pekerjaan anda saat ini ?

membahas motivasi tidak terlepas dari energi, karena energi ini yang dapat membangkitkan motivasi atau mendorong motivasi. Tentu bukan energi otot, tapi lebih ke energi psikis. Emosi negatif sangat menguras energi, ini menjadi alasan mengapa orang marah itu cepat lelah, orang stress nggak ada daya sehingga muncul malas. ya benar orang malas karena tidak adanya energi. Energinya habis untuk berpikir negatif, overthinking, emosi negatif.  Jika anda menginginkan untuk bersemangat dalam hidup maka hindari berpikir negatif dan emosi negatif.

bagiamana caranya agar kita tetap bersemangat ? ternyata untuk menghindari pikiran negatif dan emosi negatif adalah bekerja dengan ihlas, yup benar sekali bekerja karena Allah. Ketika kita bekerja karena Allah maka kita telah benar benar memahami mengapa kita bekerja, kita paham alasan kenapa kita  bekerja. Orang yang bekerja fokus pada HOW atau bagaimana tapi tidak tahu alasan kenapa dia bekerja maka akan cepat lelah dan stress karena tidak paham alasan kenapa dia melakukan pekerjaan tersebut.  Menyadari pekerjaan (why) ini lebih penting dari pada berpikir tentang bagaimana cara mengerjakan (how).  ketika kita menemukan “why” dalam pekerjaan kita maka energi semangat dalam bekerja ini akan mengalir dan kita akan seperti terkena charge.

Iming Iming dalam Ibadah

ada dampak iming iming dalam ibadah yang pertama adalah kita bersemangat menjalankan (karena levelnya baru level iming iming) yang kedua kena tipu daya syetan.

yang pertama semangat menjalankan amal ibadah ini misalnya kalau sedekah nanti akan dapat ganti 10 kali lipat, maka bersemangat dalam bersedekah. Bershalawat nanti rejeki lancar bahkan berlimpah, maka semangat menjalankan shalawat. Shalat tahajud agar masalah hutang dapat lunas, maka shalat tahajud tiap malam. Ini dampak yang bagus karena menimbulkan semangat hingga sampai menimbulkan perbuatan positif. Tentunya dampak dari ibadah ini sangat positif. Ketika tahajud maka akan ada pengaruh terhadap semangat hidup, ketika sedekah pasti akan menimbulkan kebahagiaan orang lain yang disedekahi, kemudian bershalawat pasti akan menimbulkan rasa cinta kepada Rasulullah.

nah dampak yang kedua yang ini kita perlu hati hati iming iming ibadah ini sering kali di salah gunakan oleh syetan atau di manfaatkan syetan untuk tipu daya. Syetan kadang memperalat manusia agar menipu daya sesama manusia. Misalnya seseorang menyuruh sedekah kepada orang lain kemudian sedekahnya itu digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri tidak di salurkan.  kenapa orang lain tersebut bisa di tipu? ya karena yang menyuruh dengan mengeluarkan iming iming bahwa dengan sedekah ini nanti allah akan limpahkan rizki, akan dilipatganakan sekian sekian ….. Misalnya lagi dalam hal shalawat, seseorang menyuruh shalawat dengan model shalawat yang bervariasi, dengan variasi manfaat. tipu daya syetan dari shalawat ini adalah orang jadi lupa bahwa Allahlah yang bisa memberi berbagai manfaat bukan shalawat. Ketika orang tersebut menjalankan shalawat syetan mendampinginya agar pikirannya selalu ke manfaat shalawat , pikirannya selalu dijaga syetan agar lebih percaya shalawat yang memberi manfaat bukan Allah SWT.

dalam menjalankan ibadah terutama yang ada iming imingnya, kita perlu berhati hati karena syetan masuk dan membelokkan tauhid kita, dari tujuan ibadah yang ke Allah dibelokkan ke iming iming

ibadah ihlas

Mixing Antara Iman dan Taqwa

 Perpaduan antara dua hal ini akan menjadikan manusia sempurna. Iman berarti kita beriman kepada Allah yaitu sadar penuh dengan Allah SWT. Dalam hal ini Iman mencakup dua hal yang pertama menyadari dan yang kedua adalah menerima. Menyadari dan menerima Allah dalam setiap keadaan dan setiap saat. kemudian yang kedua adalah taqwa, taqwa ini bentuk action dari menyadari dan menerima. Ketika kita sudah menyadari dan menerima maka kita berbuat sesuatu.Perbuatan yang didasari menyadari Allah dan menerima Allah adalah taqwa. Tindakan atau perbuatan kita berdasarkan konsep ATP, menyadari bahwa Allah memberikan amanah, menyadari tanda tanda yang Allah berikan dan menerima perintah dan menjalankannya.  

Jika kita sudah memadukan dua hal ini maka sempurna sudah kita menjadi manusia.