istighafar itu bukan menyalahkan diri sendiri

banyak yang terjebak ketika mohon ampun kepada Allah, kesadarannya tidak minta ampun tapi justru menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang pernah dibuat. Seharusnya ketika istighfar kesadaran diarahkan ke Allah (sadar Allah) kemudian minta ampun kepada Allah tanpa menyalahkan diri sendiri. Jika ini dilakukan maka hati akan menjadi lega, tapi jika kesadaran diarahkan untuk menyalahkan diri sendiri yang terjadi adalah hati tambah sedih, stress jika berkepanjangan dapat menyebabkan depresi. Maka banyak orang yang membaca istighfar tapi tambah semakin stress dan depresi.

 

 

Rasulullah seharga Rupiah

Kita sebagai umat Rasulullah pasti tidak rela kalau menghargai jasa Rasulullah seharga rupiah, tapi itulah yang banyak terjadi ketika seseorang mendoakan Rasulullah kemudian tujuannya tidak mendoakan tapi agar dia dapat pundi pundi uang. Ini sangat terlihat di masyarakat islam bahwa shalawat tidak dijadikan jalan untuk mendoakan Rasulullah tapi malah untuk tujuan rejeki lancar. Berbagai jenis bacaan shalawat yang isinya sebenarnya adalah untuk mendoakan baginda Rasulullah tapi dirubah arah menjadi pembuka rejeki, pelancar rejeki, dagangan laris dan sejenisnya. Tidak sadar ternyata perilaku ini adalah perilaku melecehkan Rasulullah yang menyamakan derajat tinggi Rasulullah sama dengan rupiah.

Jasa Rasulullah yang demikian besar pengorbanan Beliau yang sangat tinggi hanya di tukar dengan rupiah, inilah perilaku tidak sadar umat islam terhadap Junjungannya Nabi SAW. Seharusnya shalawat itu adalah untuk mendoakan Rasulullah sebagai bentuk rasa takdzim dan hormat kita kepada Beliau. Sebagai umat Beliau yang sangat Beliau cintai, kita tidak sepantasnya menghargai beliau dengan seharga rupiah.

Shalawat seharusnya tetap lurus ke Allah yaitu dengan mendoakan Beliau kepada Allah. kita lihat bacaan shalawat  saja, tidak ada hubungannya dengan rejeki, shalawat adalah bacaan untuk mendoakan Rasulullah. Dari sisi bacaan ini saja kita harusnya selalu sadar bahwa shalawat tidak digunakan untuk mencari rejeki, dan memang tidak bisa baca shalawat bisa membuat lancar rejeki karena yang melancarkan adalah ALLAH.

Tulisan saya ini tidak bermaksud untuk melarang shalawat, tapi tetap bershalawat tapi luruskan niat sesuai dengan bacaan dalam shalawat yaitu mendoakan Rasulullah. Jangan sampai menukar jasa rasulullah dengan uang dengan rejeki dan urusan dunia lainnya. Sajian tulisan ini mungkin akan membuat anda marah, merasa di salahkan karena selama ini anda bershalawat karena ingin mencari rejeki, … kembali kepada anda sendiri mau tetap menghargai Rasulullah dengan rupiah atau menjunjung tinggi Rasulullah dengan bershalawat dengan tulus ihlas mendoakan Beliau.

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”

Artinya:

“Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.”

 

lebih baik menyalahkan syetan dari pada orang lain

Pendapat saya dari pada kita menyalahkan orang lain atau menyalahkan diri sendiri lebih baik menyalahkan syetan. Syetan dalam pandangan saya ada di alam bawah sadar, dimana dia selalu membisikkan hal hal yang tidak baik terutama bisikan was was terhadap masa depan, dan dendam, kecewa di masa lalu. Nah salahkan syetan yang ada di alam pikiran bawah sadar, jangan salahkan diri kita atau orang lain yang ada di alam sadar. Syetan di ciptakan memang untuk di salahkan. Coba bayangkan syetan di ciptakan untuk menggoda manusia meski atas permintaan syetan sendiri, nah berarti memang tugasnya adalah jahat dan yang jahat ini pasti sumber kesalahan, maka dari pada menyalahkan orang lain lebih baik menyalahkan syetan.

Ketika kita menyalahkan syetan maka otomatis akan memperbaiki isi bawah sadar kita yang memang sebelumnya dikuasai oleh syetan. ketika dia (syetan) tertuduh maka dalam alam bawah sadar akan terjadi proses perbaikan perbaikan yang dapat membawa kepada kebaikan kita. Ini dapat saya gambarkan bahwa dengan menyalahkan syetan otomatis apa yang ia bisikkan akan dapat lebih kita sadari dan akan mudah kita tolak sebelum bisikan itu wujud dalam bentuk perilaku kita.

keuntungan lain yaitu dengan menyalahkan syetan kita akan terbebas dari stress yang disebabkan oleh menyalahkan diri sendiri dan disalahkan balik oleh orang lain, jadi dengan menyalahkan syetan akan mengurangi beban jiwa dan emosi dan tentunya juga permasalahan.

mungkin anda akan bertanya bahwa kita yang salah kenapa kita menyalahkan syetan, jawaban saya karena syetan memang disediakan Allah untuk kita salahkan dan perbuatan tidak baik manusia itu penyebabnya adalah syetan dari bisikan syetan yang ada di bawah sadar.  Dan mungkin anda juga berpikir bahwa dengan menyalahkan syetan maka perbuatan maksiat akan terus berjalan, jawab saya tidak, kalau menyalahkan kita benar maka maksiat kita akan  berhenti karena kita menyalahkan syetan tentunya kita tidak mau mengikuti bisikan syetan untuk berbuat yang tidak baik. Kalau menyalahkan tapi maksiat masih jalan dan masih mengikuti bisikannya maka berarti kita tidak menyalahkan tapi kita menjadi kawan setia yang selalu mengikuti perintah dan bisikan syetan.