Penghafal Al Quran perlu Jaminan Hidup

Sekarang ini sekolah tahfidz, sekolah yang memberikan materi pelajaran menghafal al quran berkembang pesat dan tumbuh dimana mana. Ketertarikan orang tua agar anak hafal cukup pesat sehingga sekolah tahfidz terutama yang berupa pondok pesantren dibanjiri peserta didik. Rata rata sekolah menghafal di capai kurang lebih 3 sampai 4 tahun. Tentunya setelah hafal mereka harus menjaga hafalan. Kesibukan seorang penghafal adalah menjaga hafalannya. Menjaga hafalan sama beratnya dengan menghafal, proses menyimpan dan proses merecall kembali hafalan adalah sama sama berat.

Seorang santri ketika menghafal tidak banyak masalah kehidupan yang dia alami, namun ketika sudah dewasa ketika harus menjaga hafalan dan bidang kerjanya bukan di hafalan mislanya menjadi ustadz di salah satu sekolah menghafal maka akan sangat berat, disatu sisi dia harus fokus menjaga menghafal di sisi lain dia harus bertarung di kehidupan nyata, menjadi pedagang, menjadi pegawai atau yang lainnya.

Jadi masalah berat akan muncul pada seorang penghafal ketika dia sudah mulai memasuki dunia kerja, memasuki dunia berkeluarga memikirkan anak dan istri, dan berbagai masalah hidup lainnya. Secara perbandingan, orang yang tidak menghafal saja kadang cukup berat untuk menghadapi masalah hidup bagaimana dengan yang menjaga hafalannya.

untuk itu kehidupan ekonomi seorang penghafal harusnya mendapat jaminan dari umat atau pemerintah atau instansi islam lainnya. Sebab kalau mereka menjaga hafalan dan juga mencari nafkah harian itu akan sangat berat, utamanya bagi penghafal yang tidak memiliki skill khusus atau keahlian khusus atau dapat warisan usaha dari orang tuanya. Penghafal yang hidupnya pas pasan ini yang perliu mendapat santunan agar dia tetap bisa fokus pada hafalannya.

Sekian juta anak islam saat ini yang sekarnag sedang menghafal al quran dimana mereka memiliki kecerdasan yang tinggi, berarti ini adalah potensi umat islam kedepan. Kalau ini tidak di jaga potensi ini maka umat islam akan kehilangan momen penting. Para penghafal ini harusnya dapat di dudukkan seabgai seorang ahli di bidangnya, untuk itu jaminan sekolah sekolah yang mendidik mereka menjadi seorang ilmuwan, peneliti atau pekerjaan yang tetap menggunakan kemampuan memori otak akan sangat mereka perlukan.

Kalau para penghafal ini tidak dipikirkan masa depannya, maka potensi umat islam akan kehilangan momen besarnya, para penghafal tidak akan mampu bertarung di medan kerja kalau mereka harus bekerja berat atau bekerja yang tidak menggunakan kemampuan otaknya, tapi lebih ke fisik. atau pekerjaan yang terlalu memeras otak seperti pengacara, hakim atau sejenisnya, karena hafalan akan kacau dengan pekerjaannya yang memerlukan pemikiran yang berat secara emosional. pekerjaan yang melibatkan beban emosional ini dapat mengganggu kerja otak. Para penghafal ini sangat cocok sekali dengan pekerjaan seperti guru, dokter atau kesehatan, Pelayanan sosial. Untuk dagang dan bisnis saja yang sifatnya bisnis yang memerlukan spekulasi tinggi juga akan sangat mengganggu hafalannya.

untuk itu kenapa bahwa menghafal adalah fardhu kifayah, artinya tidak semua harus menghafal sampai 30 juz, sebab banyak pekerjaan yang tidak akan dapat tertangani oleh para penghafal. Dan untuk para penghafal perlu kita santuni pelru kita perhatikan kehidupan perekonomiannya sehingga para penghafal tersebut dapat terus menjaga hafalannya. Perhatian dari pemerintah misalnya bagi penghfal 30 juz akan di sertifikasi dan mendapat santunan sebesar 5 juta setiap bulannya.

Fokus kepada perintah Allah untuk diri sendiri

secara tidak sadar kadang kita menggunakan al quran dan hadis untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, atau untuk menyalahkan orang  lain dengan segenap dalil yang ada di quran maupun dan hadis. Saya kira itu sah sah saja, asal kita pun paham bahwa ada perintah di balik apa yang sampaikan dengan dalil quran dan hadis itu untuk diri kita. Kita lihat sejarah turunnya al quran yang di wahyukan kepada rasulullah, yaitu untuk mengatasi masalah masalah yang di hadapi Rasulullah, artinya al quran turun untuk Rasulullah, jadi al quran turun adalah perintah dari Allah untuk Rasulullah. Dari al quran inilah Rasulullah take action melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Al Quran turun tidak untuk menghakimi orang yang salah, tapi untuk menunjukkah kepada Rasulullah bahwa Rasulullah harus betindak karena ada perilaku orang lain yang salah. jadi kalau kita buat urutan : Allah – Al Quran – Rasulullah – Perintah – Rasulullah take action – umat , jadi kita lihat alurnya , al quran bukan untuk menghakimi umat tapi al quran memberi petunjuk atau perintah kepada Rasulullah agar bertindak.

Ini agak beda dengan orang yang selalu mengambil al quran kemudian dengan al quran itu dia lemparkan orang lain, tuh lihat kamu salah !!! lihat al quran yang aku sebutkan!!! , ini jelas tidak semestinya. apa akibat jika orang lain di begitukan, pasti akan reject, dan kita sudah dzalim dengan al quran, karena al quran menjadi bamper atas kebenaran yang kita yakini.

inilah sumber perpecahan umat, karena menggunakan  al quran untuk menyalahkan orang lain , bukan untuk dicari perintahnya dan dijalankan pada dirinya sendiri. Sekarang ini memang orang banyak membaca al quran untuk mencari kebenaran, tapi kebenaran diri , bukan untuk mencari apa yang seharusnya saya lakukan.

sebagai kesimpulan bagaimana kita memperunakan al quran sama dengan Rasulullah, yaitu kita fahami al quran kemduian, kita cari apa perintahnya untuk kita, kemudian kita action , sebenarnya itu saja. Misalnya kita buka al quran kemudian kita menemukan larangan untuk minum khamr, kemudian di depan kita ada peminum khamr, maka langkah awal adalah apa perintah Allah nya? bisa jadi kita akan diilhamkan Allah untuk berinteraksi dengan peminum itu, kemudian diilhamkan ALlah untuk ngobrol kemudian untuk berbicara masalah bahaya khamr dan seterusnya ……. bukan serta merta “hai peminum khamr, tahu nggak sih kalau minum itu haram lihat nih al qurannya mengharamkan”… ini pasti jadi masalah.

okelah kita kembali kepada al quran bahwa al quran itu perintah untuk kita bukan untuk sarana menyalahkan orang.

Belajar itu quran harus meningkat jangan berhenti di tajwid atau tahsin

gunakan terjemah dan tafsir ulama

belajar Al Quran tidak berhenti di tajwid dan tahsin, tajwid dan tahsin adalah cara membacanya saja, itu hanya Alat untuk dapat membaca huruf, belum isi kandaungan al quran. Belajar al quran yang utama adalah bagaimana memahami isi perintah yang terkandung dalam al quran tersebut. Perintah ini ada daya atau ada mukjizatnya. Jika kita mau mencoba pasti akan merasakannya. Kita baca satu ayat kemudian kita pahami perintah Allah di balik ayat yang kita baca maka perintah tadi akan merasuk dan akan memformat ulang pikiran dan perasaan kita itulah yang saya katakan sebagai mukjizat, sehingga baca satu ayat saja sudah sangat berat karena dayanya yang besar, seolah mau baca lebih banyak ayat dada ini terasa tidak kuat. Kita bayangkan saja satu perintah Allah ini dayanya dapat memperbaiki pikiran perasaan dan kesadaran maka setiap hari kita baca 1 atau2 ayat pasti akan membuat perubahan hidup yang dangat cepat.

Modal penting untuk memahami perintah Allah dalam al quran adalah pada sikap “mau menjalankan perintah Allah”, atau mencari apa petunjuk Allah dalam al quran” bukan pahala. Sikap mau menjalankan perintah Allah ini akan membuka pintu kemukjizatan al quran pada diri kita. Dan memang al quran adalah untuk siapa saja yang bertaqwa “huda lil mutaqin” orang taqwa berarti orang yang menjalankan perintah Allah.  Membaca al quran adalah sarana untuk bertakwa sebab membaca al quran dengan memahami isi perintah nya adalah sarana untuk menjalankan perintah, Taqwa adalah bentuk action. Ibaratnya adalah membaca surat perintah itu belum termasuk menjalankan perintah. Memang perintahnya membaca tapi untuk level yang diatasnya, bahwa membaca perintah belum menjalankan perintah. Misalnya orang saya beri perintah untuk menyapu lantai dengan surat perintah, maka ketika dia membaca surat perintah itu berarti dia belum menjalankan apa apa yang saya perintahkah yaitu menyapu lantai. Itu saja membaca dengan memahami perintah, apalagi dengan membaca yang sekedar di baca tidak difahami isi nya .

Untuk bisa memahami isi perintah Al quran tidak perlu bisa bahasa arab, tapi yang penting MAU, seperti ketika kita belajar huruf hijaiyah pertama kali, modal utama adalah yang penting mau. Kita bisa menggunakan terjemah kata perkata, terjemah per ayat dan tafsir, dimana ketiganya ini sudah banyak beredar three in one. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak faham dengan al quran.

Pantangan untuk bisa memhami alquran adalah meniatkan untuk mencari pahala, sebab ketika niat sudah mencari pahala maka jiwa kita pikiran kita perasaan kita motorik kita akan di arahkan dengan membaca cepat, orientasi pada jumlah ayat, bangga dengan jumlah ayat yang setiap hari dibaca, malas untuk memahami isi, bahkan takut untuk membaca kandungan ayat karena takut sesat. Niat membaca al quran harus tegas bahwa setiap ayat yang dibaca harus difahami perintah Allah apa. Bahkan kalau anda mau menyadari ayat 16 di surat al qiyamah maka membaca al quran dengan cepat ini adalah di larang. Tapi pasti anda heran hampir mayoritas umat islam jika baca al quran cepat dan tidak faham isinya, yang mana hal ini jelas bertentangan dengan perintah di ayat 16 surat al qiyamah. Saya hanya mengingatkan diri sendiri dan anda semua yang mau saya ingatkan tentang hal ini. Kebiasaan kita sebelumnya yaitu membaca al quran dengan cepat dan tidak memahami isinya ternyata dilarang al quran. bagaimana jika kita menjalankan apa apa yang diperintah Allah?

akhir kata jangan berbangga dengan bacaan al quran, dimana kita sudah sangat menguasai tajwid dan tahsin sebab itu belum apa apa nya, untuk dapat membaca al quran dengan benar kita harus memahami isi sampai pada faham apa perintah Allah di dalamnya dan kemudian menjalankannya dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

Surat al anfal 17

Tidak ada yang rahasia dalam al quran, semua sudah terbuka. apakah ada yang lebih tinggi lagi dari kemakrifatan yang ada di quran surat al anfal 17, mengapa kita takut. Ketakutan kita terhadap rahasia makrifat yang sudah ada dalam al quran adalah wujud penolakan kita terhadap al quran secara tersembunyi. Surat al anfal 17 adalah firman Allah SWT yang wajib kita pelajari dan kita amalkan, kelau memang belum paham tidak terus menolak, tapi mengakui dan belajar. Sama halnya ketika kita mendengar bahwa dzikir itu membuat kita tenang, jika memang belum bisa tenang bukan berarti kita menolak ayat itu tapi kita harus berlatih dan memperbaiki cara kita berdzikir.

Cara berpikir yang salah dan sangat kuno adalah menganggap bahwa pengalaman itu adalah rahasia, orang makrifat pengalamannya tidak boleh di ceritakan …pendapat ini adalah pengibirian terhadap orang yang akan belajar, padahal semua orang islam harus mengalami pengalaman spiritual. Surat al Anfal 17 bukanlah rahasia semua harus tahu dan semua harus belajar. Belajar agama islam harus dewasa jangan mengikuti sesuatu yang tidak ada dasarnya, hanya mengikuti mitos mitos bahwa orang yang membuka rahasia Tuhan akan celaka. Sekarang apanya yang rahasia kalau Allah sendiri sudah membuka secara terang terangan di al Quran.

Dan al Quran adalah untuk semua kalangan tidak hanya kalangan terbatas atau mereka yang merasa kalangan elite,  quran adalah untuk semua, termasuk juga surat al anfal 17 ini. Jangan takut untuk mempelajarinya dan mengamalkannya, kunci bisa memahami sudah ada di albaqoroh ayat ayat awal. Dimana kita harus beriman kepada yang ghoib, shalat dan zakat dan bla bla , kalau itu semua kita amalkan maka surat al anfal 17 ini akan bisa kita fahami dan amalkan.

Sudah berapa tahun kita di kungkung pemahaman yang berdasarkan mitos, islam kita tidak akan berkembang. Islam ini tidak hanya ilmu tapi juga pengalaman sehingga menelurkan kefahaman. Bagaimana kalau kita mau memahami ayat tapi selalu di takut takuti dengan ini rahasia tuhan ini rahasia ilahi?. barang siapa yang menyampaikan ini rahasia itu rahasia berarti dia menutup nutupi kebenaran al quran. Sekarang kita pegang saja al quran kalau kita selalu di takut takuti kita pegang hadis saja kalau untuk mempelarinya selalu ditakuti takuti dengan orang yang mengaku sebagai orang yang berilmu dalam agama.

Kalau kita ingin mendalami islam dengan benar maka pelajarilah surat al anfal ayat17 kemudian berusahalah untuk mengamalkan , mendiskusikannya tentunya dengan sadar Allah sehingga kita selalu tertuntun. Kesalahan kita adalah mempelajari makrifat tapi tidak sadar Allah dan tidak mau patuh dengan perintah Allah. Akhirnya tersesat juga. Surat al anfal jika kesadaran kita tidak patuh kepada Allah maka kita akan menjadi orang yang sok makrifat dengan ciri meninggalkan shalat dan amaliah wajib lainnya dengan mengatakan bahwa sudah makrifat.

Belajar makrifat surat al anfal 17 harus disertai juga dengan lurus ke Allah, nanti akan mendapat tuntunan Allah. Sebab jika hanya mempelajarinya saja tanpa kepatuhan maka Allah akan mengarahkan kepada perbuatan perbuatan yang justru membuat menjadi maksiat meski dia tahu ilmu di surat al anfal 17. Namun sekali lagi anda tidak perlu takut, karena sudah saya sampaikan metodenya yaitu sadar Allah dan patuh kepada amanah Allah.

Banyak diluaran sana memakai ayat ini tapi untuk membenarkan perbuatan dosanya katanya dari Allah, iya benar dari Allah, tapi kenapa Allah memperjalankan untuk berbuat jahat bukan berbuat baik? pertanyaan ini harus selalu menjadi dasar kita, bukan semata mengikuti dorongan maksiat karena ini adalah dari Allah, iya dari Allahnya benar tapi mengapa Allah memberikan dorongan untuk berbuat maksiat. Dalam komen FB ada seorang yang menuliskan “bukan aku yang menghamili wanita itu tapi Allah”, saya sempat balas, beraninya anda membuat komen seperti ini. ini kelihatan benar tapi tulisan ini bagi saya jika Allah berkehendak maka dia tidak akan bisa menghindar bagaimana benar benar digerakkan Allah untuk menghamili wanita yang bukan istrinya. Dalam pembahasan surat surat al anfal 17 ini saya tidak main main, memang nya seperti spiritualis spiritualis yang suka mempermainkan ayat ayat Allah?.

Belajar agama ini asal kita lurus ke Allah akan selamat, tapi meski kita berguru kepada seorang mursyid, habib, syehk atau ulama tasawuf ternama tapi kalau hati kita tidak lurus ke Allah kesadaran kita tidak lurus ke Allah maka kita akan tersesat. Saran saya segera luruskan ke Allah dan pelajari ayat 17 surat al anfal ini. Saya sudah buat metodenya yaitu metode dzikir nfas ke empat : nafi isbat. Gunakan cara saya yang sudah saya upload di youtube tentang nafi isbat dan metode ke 4 dzikir nafas. jadilah pembelajar yang berani dan mandiri, jangan kekanak kanakan yang penakut, tidak mandiri dan tergantung dengan orang lain. Kalau caranya ada , sumbernya mudah di akses, cepatlah pelajari dan amalkan. kebahagiaan dan keberuntungan akan Allah berikan jika kita mau mempelajari dan mengamalkannya… ok selamat belajar

Quran mengarah pada titik solusi

Saya perhatikan al quran ternyata mengarah pada satu titik solusi terhadap semua masalah yang kita hadapi. al quran setebal itu berpusat pada satu surat yaitu al fatihah, kita peras lagi berpusat pada idinashsiratal mustaqim, yaitu mohon petunjuk yang lurus. ya semua masalah quran memberikan satu solusi yang mencakup seluruh al quran yang 30 Juz yaitu lurus ke Allah.

jika kita menemukan “lurus ke Allah” ini maka kita akan paham semua maksud “wayhu” yang Allah turunkan dalam bentuk Al Quran melalui Rasulullah ini. Dan sebaliknya jika kita tidak paham dan tidak menjalankan “lurus ke Allah” maka wahyu yang Allah turunkan melalui Al quran tidak akan bisa ditangkap.

sehafal kita al quran, se ahli menafsirkan al quran tapi kalau tidak lurus ke Allah maka yang ditangkap hanya “bahasa arab” yang diterjemahkan dalam bahasa indonesia dan tidak akan dapat menangkap wayhu yang Allah turunkan di dalam al quran. maka kadang saya terpikirkan oleh fenomena one day five juz, atau hafal al quran sehari 30 ayat ..yang melupakan lurus ke Allah, terus apa yang didapat? ya ini pemikiran pribadi saya saja karena kalau saya katakan keluar pasti pada tidak setuju, karena banyak ustad yang mendirikan sekolah menghafal yang sedang menjamur di indonesia….(sponsored by arab saudi)… jarang yang swadaya biaya sendiri. seperti dulu tradisi pondok pesantren. Hal ini seperti membelokkan arah tujuan Al Quran diturunkan yang begitu asyik dengan tulisan di alquran bukan “wahyu” yang tersirat di dalam al quran.

baiklah kembali ke lurus ke Allah, cobalah sewaktu waktu anda cermati disetiap ayat al quran pasti tidak akan membelokkan kita untuk keluar dari lurus ke Allah ini, semua ayat. dan lurus ke Allah ini menjadi ukuran bagi saya untuk tidak dapat tersesat. sementara ini logika orang jika belajar al quran sendiri akan tersesat, ya pasti tersesat karena tidak ada pegangan lurus ke Allah, tapi jika pegangan adalah lurus ke Allah maka kita tidak akan tersesat meski baca sendiri belajar sendiri. Ya tentunya jika tidak bahasa arab kita dapat gunakan tafsir yang sudah ada, kita dapat gunakan terjemahan umum yang sudah ada. Nanti yang akan menuntun kita adalah Allah SWT karena kita memang lurus ke Allah. Ini beda sekali jika kita belajar al quran tujuan untuk menjadi ustad atau kyai, tujuannya untuk bisa di undang ceramah kesana kesini maka orang yang demikian akan disesatkan Allah meski hafal 30 juz meski lihai pandai tafsir di tiap ayatnya… Ingat jika tidak lurus ke Allah maka syetan yang akan membimbing

Training Dzikir Nafas Sadar Allah dan Konseling Al Quran di Malaysia

Insya Allah saya akan berkongsi ilmu tentang dzikir dan quran. Semoga kedua program ini dapat membawa kepada ihsan sadar Allah. Semakin cinta kepada Allah dan Rasulullah dan semakin cinta kepada Al Quran.

peserta terhad untuk 100 dan alhamdulillah yang mendaftar sudah ada separo lebih. berikut broadcast yang ada di whatsapp. bagi peserta yang sudah mendaftar semoga kita dapat jumpa pada program 1 oktober mendatang. Amin

Assalamualaikum Jemaah Dzikir Nafas…

Program DN bersama Pak Pur dijadualkan pd 1.10.2016 (sabtu) bertempat di UPM Serdang.

Yuran penyertaan adalah sebanyak RM50/seorang bagi menampung kos pentadbiran.

Kepada yg ingin mendapat bimbingan terus dari Pak Pur bolehlah mengesahkan kedatangan dgn mengisi nama dibawah:

1. Hanif Bin Roslan
2. Ahmad Hadziq Saifollah
3. Abdullah, Rembau
4. zainal ariffin b. bahari, pekan, pahang
5. Puan Zuraidah
6.Dr Normaznah
7.Pn Hajjah Kamsiah
8.Nur Amirah Aqilah
9.NurAdibah Aqilah
10.En Zafry
11. Pauzi Karim
12. Hairi
13. Abd hadi zainal Ariffin, Cheras
14. Mohd Tariq Ramli, Pandan Jaya
15. M Syahrul Anwar b Zainuddin
16. Syah Rizal, Gombak
17. Hussein, Seremban
18. Mohd Hanafee, bkt changgang, banting
19. Abdul Mutalib bin Zainal Abidin, Pasir Gudang, Johor
20. Rizaludin Puchong
21.Muslimah Simo Puchong
22. muhammad najmin b rozali , manjung
23. Ahmad bin Hussein , shah alam.
24. Sazali, Paka
25. Noorjahan
26. Abdul Rahim Mohd Salleh
27. Halim Abdul Hamid (Halim Panah)
28.Muhammad Azazi
29.Azazi Abd Rahman
30.Norafidah Mohd Lasim
31. Maria Komariah (Indonesia)
32. Wulan Kumala Sari (Indonesia)
33. Syed Abd Rahman ( Melaka)
34. Mohd Rahimi Dollah, Kelantan
35. Pn.Norian, Shah Alam
36. Suffian, Shah Alam
37. R.A. Zuhairi (Johor)
38. Zulhazmi Mohd Ali
39. Umi Solehah Jahari
40. Muhammad Nizam b. Ahmad Tajuddin
41. Ramlah bt Ali
42. Halim (spore)
43. Budianto bin Makrus (Puchong )
44. Mohd Hairil Hafiz bin Hasim(Batu Caves)
45. Yazid, Wangsa Maju
46.Pn Juliana
47. Pak Bahroni, Damansara
48. Khamsiah muhamad Raub Pahang
49. Hj.Hadzir Abdullah kulim kedah.
50. Sufiyan Hadi, Shah Alam
51. Pn.Zuhaidah Asmaon, upm serdang
52. Yusri, seremban
53.Zulhaqem Ismail.
54. Husni bin Dato Husin,Kulim Kedah

brosur UPM dzikir nafas

menjauhkan umat islam dari al quran

mari kita baca secara riil dalam masyarakat, apakah benar bahwa umat islam ini sudah jauh dari Al quran. baik ada beberapa hal yang saya sebutkan

  1. lebih mempelajari kitab lain dari kitab al quran itu sendiri (dilakukan dengan berbagai alasan tidak rasional)
  2. lebih senang membaca ber juz juz tanpa paham dari pada membaca dengan memahami per ayat
  3. lebih fokus kepada tajwid, makhroj, tahsin dari pada memahami isi ayatnya.
  4. lebih senang menghafal dari pada memahami ayat per ayat
  5. menganggap orang awam tidak layak langsung memahami al quran harus melalui guru, padahal terjemah dan tafsir yang disertai sejarah peristiwa turunnya ayat sudah ada dalam satu buku ..
  6. menganggap kalau langsung al quran bisa menyebabkan sesat, ini adalah alasan yang sangat konyol
  7. memahami al quran harus melalui guru atau ustad… padahal al quran itu mudah dan sangat mudah untuk dipahami…
  8. fokus mencari pahala membaca dari pada mengamalkan isinya
  9. senang dengan lomba lomba yang tidak esensial seperti lomba menghafal, lomba bagus bagusan membaca alquran..

ya itu lah beberapa hal yang dapat membawa umat jauh dari Al Quran. Ingat al quran adalah wahyu bukan tulisan. Namanya wahyu memang harus difahami apa perintahnya bukan hanya sekedar membaca. ketika seseorang memahami apa perintah Allah dan berniat mengamalkan apa yang di fahami dalam ayat yang di baca maka hidayah (hudalinnas) akan masuk dan akan menggerakkan ke arah yang lebih takwa.

Belajar memahami al quran

Al Quran adalah petunjuk jadi belajar al quran ya menggunakan al quran sebagai petunjuk hidup. Maka untuk dapat mempelajari secara maksimal adalah dengan mempraktekan apa apa yang di perintahkan Allah dalam al quran. Perintah Allah jangan di remehkan, misalnya perintah ..bertakwalah kamu… kita anggap biasa saja, tidak, perintah itu adalah sangat mendalam. Kita bisa membuat perintah itu mendalam dengan menyesaikan dengan keadaan kehidupan kita sehari hari, coba kalimat bertakwalah itu kita dalam secara mendalam maka akan ada daya yang menyertai kalimat yang dari Al Quran tersebut, daya itu akan membuat kita lebih dapat mengikuti apa apa yang di perintahkan Allah dalam al quran.

dan untuk memahami al quran secara lebih mendalam maka kita dapat langsung mempraktekan dari hal yang paling sederhana misalnya perintah bertakwalah kamu maka bisa kita mulai dengan membaca basmalah ketika memulai sesuatu, kemudian dengan tetap lurus ke Allah belajar untuk berdzikir lurus ke Allah. Hal hal yang sederhana dari perintah takwa ini akan membuat kita semakin dekat dan akan semakin paham, Kita akan semakin paham dengan al quran jika kita mempraktekannnya.

untuk memahami al quran dengan benar tidak cukup dengan mengkaji, mentafsirkan dan lainnya tetap kita harus mempraktekan dalam kehidupan kita sehari hari. semakin dipraktekan akan semakin paham.

pengertian memahami al quran ini sedikit banyak akan memberikan motivasi kepada kita untuk mau mempelajari dan memahami serta mengamalkan alquran. kita bisa melakukannya sendiri karena perintah al quran itu sederhana. sangat sederhana jadi kita semakin bisa mempraktekan , ya kalau terpaksanya tidak paham ya by pass saja sambil di catat dan ditanyakan kepada yang paham.

jadi mari kita pahami al quran dengan mempraktekan tidak hanya mengkaji apalgi membaca tanpa tahu maknanya.

kedalaman surat al fatihah

ingin memahami al quran 30 juz, caranya sangat mudah, cukup dalami surat al fatihah, dan jalankan perintah di ayat ayat terakhir yaitu berjalan pada jalan yang lurus kepada Allah. kenapa dengan cara berjalan menuju ke Allah karena dengan  berjalan ini kita sedang sambung kepada Allah dan ketika baca al quran maka kita akan dituntun Allah untuk memahami apa apa ayat yang kita baca. Ayat ayat tersebut seolah olah bercerita tentang maksud dari ayat tersebut,ayat al quran seperti bicara sendiri kepada kita.

kedalaman surat al fatihah ini lebih dalam dari al quran yang 30 juz. Sehingga tidak ada kata rumit tidak kata sulit untuk memahami al quran yang 30 juz baik itu yang ayat yang jelas maupun ayat ayat yang meragukan, semua ayat sangat jelas.

cara menyelemi kedalaman al quran tidak ada cara lain dengan menjalankan di ayat terakhir tadi yaitu berjalan menuju ke Allah .. shoratal mustaqim. kalau kita berjalan maka semua rahasia akan terungkap dan semua yang tidak ketahui akan kita ketahui.

muakal di tiap huruf al Quran

setiap huruf di al quran memiliki suatu kekuatan, kekuatan itu teraktivasi jika 1. dalam membaca kita sadar Allah, yang ke 2, jika kita paham dengan bacaan yang kita baca atau ayat yang kita baca. Kalau dua sarat ini terpenuhi maka muakal atau kekuatan dalam setiap huruf akan dapat kita buktikan.