Memahami al quran dengan metode waskito Ali Imran 141-147

Alhamdulillah Allah memberikan pemahaman tentang bagiamana menjalankan amanah yang berat. Allah menunjukkan ayat nya di surat ali imran ayat 141 hingga 147. Pada awal ayat Allah menunjukkan bahwa Allah akan membersihkan dosa dosa bagi orang yang beriman, seperti apa orang yang beriman yang di hapus dosanya, yaitu orang yang berjihad dan sabar dalam menjalankan amanah.

yang menarik disini adalah kata jihad dan sabar, ini menjadi kunci utama dalam menjalankan amanah amanah Allah. Jihad bermakna bahwa apa yang kita lakukan adalah karena perintah Allah atau amanah, kemudian cara menjalankan adalah dengan sungguh sungguh, profesional, cepat dan tidak menunda pekerjaan. sedangkan kata sabar menunjukkan tentang sabar dalam menjalankan amanah tersebut. Orang sabar berarti dia memiliki sikap hardines atau sikap keras, fokus, dan berpendirian kuat. Orang yang berjihad dan orang yang sabar merupakan wujud dari kebersyukuran seseorang dalam menerima dan menjalankan amanah dan inilah yang akan mendapatkan balasan yang besar dari Allah, yaitu balasan untuk orang yang bersyukur (ayat tentang syukur ini di ulang di ayat ke 145)

pahala yang Allah berikan kepada orang yang berjihad dan sabar dalam menjalankan amanah Allah ada dua yaitu pahala dunia dan akhirat, yang mengharapkan pahala dunia akan Allah berikan dan yang mengharapkan pahala akhirat maka itulah balasan dari Allah yang lebih baik. Saya sedikit menyoroti perbedaan pahala dunia dan akhirat dalam ayat ini. kalau pahala dunia sudah pastilah, misalnya harta, kekayaan, kehormatan, sedangkan Allah lebih mementingkan pahala akhirat, pahala akhirat ini pahala yang tidak bisa kita pikirkan, pahala yang tidak bisa kita andai andaikan mislanya dengan pahala surga atau sejenisnya. Pahala akhirat adalah pahala yang tidak ada dalam pikiran dan persaan kita atau yang tidak ada dalam bentuk bentuk kesenangan kita. jadi orang yang mengharapkan pahala akhirat adalah orang yang hanya meniatkan karena Allah bukan karena pahala. sebab yang tidak serupa dengan apapun adalah Allah bukan surga dan bentuk pahala lainnya.

di ayat ke 147 Allah memberikan suatu tips dalam bentuk doa. Doa ini lah yang kita panjatkan kepada Allah dan akan kita lakukan untuk menjalankan amanah. Doa sekaligus perbuatan riil ini meliputi 4 hal : 1. Mohon di ampuni dosa kita, 2. diampuni dalam sikap berlebihan dalam menjalankan amanah (berarti kita harus memang berlebih lebihan, ini memang agak aneh, tapi kita memang harus berlebih lebihan dalam menjalankan amanah, dan permohonan ampun itu kita lakukan siapa tahu tanpa kita sadari ada bagian dari kesungguhan kita menjalankan amanah ada satu kekeliruan)

3. memohon ketetapan dalam berpendirian menjalankan amanah. berarti kita harus kokoh kuat, bakoh, keukeuh, tidak goyah dan terus istiqomah menjalankan amanah Allah ini.

4. Memohon pertolongan Allah dari para penghalang (ini berarti kita harus berpegang pada pertolongan Allah, dan waspada dengan orang orang kafir (orang yang menghalangi) sebab banyak tipu daya yang mereka lancarkan. kafir disini lebih pada bagaimana kita menghadapi orang orang yang tidak suka dengan amanah yang sedang kita jalankan dan dengan sengaja menghalangi setiap langkah yang kita jalankan.

di akhir ayat yaitu ayat ke 148 surat ali imran, Allah menyebut bahwa menjalankan amanah dengan jihad dan sabar adalah perbuatan baik dan itu akan mendapatkan balasan di dua tempat yaitu pahala dunia dan akhirat (tanpa kita menjadikan balasan ini menjadi tujuan perbuatan baik kita).

demikianlah Allah memberikan petunjuk kepada saya pada pagi ini. Alhamdulilah dengan memahami al quran dengan metode waskito ini saya banyak mendapatkan manfaat,motivasi dan semangat dalam menjalankan kehidupan. saya. Pemaknaan ini sebenrnya untuk saya saja, dan bisa jadi untuk pembaca bisa mendapatkan pemahaman lain.

Al quran adalah petunjuk bagi siapa saja yang bermaksud menjalankan amanah Allah dengan benar.

 

Memahami Quran metode waskito ketemu an najm ayat 51-54

sejenak terhenyak dengan ayat yang Allah tunjukkan kepada saya , saat sore ini selepas magrib Allah menunjukkan surat an najm ayat 51-54. Merinding kalau mengulang isi ayat ini, ya Allah. entah kenapa ayat ini mengarahkan saya kepada keadaan Corona yang saat ini sedang melanda. Terutama melanda kepada salah satu negara yang sangat kuat, negara yang sangat hebat negara yang menguasai dunia. Setiap hari kematian melanda lebih dari 1000 perhari, dan anehnya mereka tetap dengan sikapnya menyalahkan negara lain, membikin permusuhan dengan negara lain alih alih mengurusi rakyatnya yang setiap hari meninggal tidak kira banyaknya. rakyatnya sebagian menunjukkan seolah mereka menentang Tuhan, menentang sunatullah yang sudah ditetapkan oleh Allah, dengan mandi bersama orang banyak tanpa pelindung diri, bahkan pimpinannya dengan gaya tidak akan tertular, tidak memakai masker seolah ayo lawan Tuhan yang menciptakan korona dengan berperilaku yang melawan sunatullahNya.

saya terus amati ayat an najm 51-54 kadang tak tega untuk terus mencermati, karena aliran pemahaman selalu mengarah kepada suatu negara yang katanya super power dan tidak terkalahkan dengan apapun. tapi saat ini sedang dalam proses pembinasaan … (astaghfirullah….)

dan saat ini Allah tunjukkan kehendakNya, bahwa …. seperti yang Allah sebutkan di surat an najm 51-54.

di surat an najm ayat paling akhir yaitu ayat 62 , saya berbahagia Allah memberikan suatu solusi untuk kita umat manusia dalam menghadapi masalah dunia saat ini, yaitu dengan bersujud denga menyembahnya. Makna bersujud berarti kita harus merendahkan diri di hadapan Allah, tidak congkak, tidak jumawa, tidak sombong dan menyembahnya artinya kita menghamba kepada Allah patuh dengan segala aturan yang sudah Allah tetapkan kepada kita.

dari memahami al quran dengan metode waskito ini, pada ayat terakhir surat an najm untuk dapat terhindar dari azab Allah berupa korona dan penghancuran suatu kaum suatu negara atau bangsa , maka kita harus cepat cepat bersujud merendahkan diri di hadapan Allah. kita perbanyak membaca tasbih kita grounding di hadapan Allah. dan kita patuhi segala perintah Allah dengan sikap menghamba. Semoga peringatan Allah dalam al qomar ini dapat kita jalankan sekarang juga agar umat manusia terselamatkan dari kemurkaan Allah.

Penghafal Al Quran perlu Jaminan Hidup

Sekarang ini sekolah tahfidz, sekolah yang memberikan materi pelajaran menghafal al quran berkembang pesat dan tumbuh dimana mana. Ketertarikan orang tua agar anak hafal cukup pesat sehingga sekolah tahfidz terutama yang berupa pondok pesantren dibanjiri peserta didik. Rata rata sekolah menghafal di capai kurang lebih 3 sampai 4 tahun. Tentunya setelah hafal mereka harus menjaga hafalan. Kesibukan seorang penghafal adalah menjaga hafalannya. Menjaga hafalan sama beratnya dengan menghafal, proses menyimpan dan proses merecall kembali hafalan adalah sama sama berat.

Seorang santri ketika menghafal tidak banyak masalah kehidupan yang dia alami, namun ketika sudah dewasa ketika harus menjaga hafalan dan bidang kerjanya bukan di hafalan mislanya menjadi ustadz di salah satu sekolah menghafal maka akan sangat berat, disatu sisi dia harus fokus menjaga menghafal di sisi lain dia harus bertarung di kehidupan nyata, menjadi pedagang, menjadi pegawai atau yang lainnya.

Jadi masalah berat akan muncul pada seorang penghafal ketika dia sudah mulai memasuki dunia kerja, memasuki dunia berkeluarga memikirkan anak dan istri, dan berbagai masalah hidup lainnya. Secara perbandingan, orang yang tidak menghafal saja kadang cukup berat untuk menghadapi masalah hidup bagaimana dengan yang menjaga hafalannya.

untuk itu kehidupan ekonomi seorang penghafal harusnya mendapat jaminan dari umat atau pemerintah atau instansi islam lainnya. Sebab kalau mereka menjaga hafalan dan juga mencari nafkah harian itu akan sangat berat, utamanya bagi penghafal yang tidak memiliki skill khusus atau keahlian khusus atau dapat warisan usaha dari orang tuanya. Penghafal yang hidupnya pas pasan ini yang perliu mendapat santunan agar dia tetap bisa fokus pada hafalannya.

Sekian juta anak islam saat ini yang sekarnag sedang menghafal al quran dimana mereka memiliki kecerdasan yang tinggi, berarti ini adalah potensi umat islam kedepan. Kalau ini tidak di jaga potensi ini maka umat islam akan kehilangan momen penting. Para penghafal ini harusnya dapat di dudukkan seabgai seorang ahli di bidangnya, untuk itu jaminan sekolah sekolah yang mendidik mereka menjadi seorang ilmuwan, peneliti atau pekerjaan yang tetap menggunakan kemampuan memori otak akan sangat mereka perlukan.

Kalau para penghafal ini tidak dipikirkan masa depannya, maka potensi umat islam akan kehilangan momen besarnya, para penghafal tidak akan mampu bertarung di medan kerja kalau mereka harus bekerja berat atau bekerja yang tidak menggunakan kemampuan otaknya, tapi lebih ke fisik. atau pekerjaan yang terlalu memeras otak seperti pengacara, hakim atau sejenisnya, karena hafalan akan kacau dengan pekerjaannya yang memerlukan pemikiran yang berat secara emosional. pekerjaan yang melibatkan beban emosional ini dapat mengganggu kerja otak. Para penghafal ini sangat cocok sekali dengan pekerjaan seperti guru, dokter atau kesehatan, Pelayanan sosial. Untuk dagang dan bisnis saja yang sifatnya bisnis yang memerlukan spekulasi tinggi juga akan sangat mengganggu hafalannya.

untuk itu kenapa bahwa menghafal adalah fardhu kifayah, artinya tidak semua harus menghafal sampai 30 juz, sebab banyak pekerjaan yang tidak akan dapat tertangani oleh para penghafal. Dan untuk para penghafal perlu kita santuni pelru kita perhatikan kehidupan perekonomiannya sehingga para penghafal tersebut dapat terus menjaga hafalannya. Perhatian dari pemerintah misalnya bagi penghfal 30 juz akan di sertifikasi dan mendapat santunan sebesar 5 juta setiap bulannya.