bersyukur di setiap tahap amanah yang dijalankan

Apakah anda sudah pernah mendapatkan penyakit malas? jika anda pernah merasakan ketika dilanda penyakit malas, maka amanah kecil saja, anda tidak akan kuat untuk menjalankan. dalam tulisan ini, saya akan menguraikan sedikit tips atau cara yang dapat kita lakukan jika suatu saat kita mendapatkan penyakit malas.

Pertama adalah jangan pernah melepas amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kedua adalah menerima keadaan malas yang sedang melanda. tips ini agak aneh, tapi sikap menerima ini akan membuka jalan motivasi kearah semangat dan giarah.

ketiga adalah : mensyukuri setiap perubahan yang terjadi dalam diri, dan mensyukuri setiap perbuatan yang sudah berhasil kita lakukan. mensyukuri dari hal yang paling sederhana misalnya hanya sekedar mengambil handuk untuk mandi , atau melangkah kan kaki demi kaki, kita syukuri. Sikap syukur ini, Allah akan memberikan suatu daya untuk melangkah dan melangkah terhadap penyelesaian suatu amanah. nah sekali lagi, setiap langkah harus kita syukuri. Ketika daya dari Allah itu membesar dan malas akan hilang.

Malas adalah penyakit, kalau kita ikuti tanpa ada suatu solusi dan tindakan maka selamanya malas itu akan mendekam dan akan terus membuat kita semakin tidak berdaya. Tips sederhana ini memerlukan kesediaan untuk tetap menjalankan amanah amanah Allah.

sikap tergesa gesa dalam menjalankan amanah mungkin bisa menyebabkan rasa malas itu menimpa, jadi segala sesuatu harus di terima dan setiap tahap perbuahan dalam diri harus disyukuri sambil terus melangkah dan melangkah , iringi dengan syukur dan syukur.

diriwayatkan Imam Bukhari, dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anh menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memohon perlindungan dengan berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل

Allâhumma innî a‘ûdzubika minal kasali wa a‘ûdzubika minal jubni wa a‘ûdzubika minal harami wa a’ûdzubika minal bukhli

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung pkeadaMu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.”

 

Semakin Banyak Amanah Semakin Banyak Melakukan

Masalah yang di hadapi harus kita rubah menjadi amanah, setelah di rubah menjadi amanah harus kita formulasikan menjadi ATP, amanah nya apa, tandanya apa dan perintahnya apa. Dan setelah itu kita harus banyak berbuat melakukan sesuatu.

masalah atau amanah yang banyak, jika hanya dipikirkan akan membuat stres, bahkan pikiran kita bisa meledak, tapi jika kita banyak melakukan dengan berdasarkan ATP beban pikiran akan banyak berkurang, dan kita akan merasakan kebahagiaan. Dengan melakukan seolah bisa menjadi terapi bagi diri kita agar terhindar dari stress. Dan semakin banyak kita berpikir tentang masalah, hanya melamun, merenung dan mengadai andai sambil membayangkan itu akan menimbulkan stress dan jika berkepanjangan akan menimbulkan depresi.

orang yang banyak melamun berarti dia mencoba bersahabat dengan syetan. Karena lamunan itu membuka ruang penerimaan terhadap bisikan bisikan syetan. Biasanya orang suka melamun dia akan malas dalam berbuat. Dia akan asyik dengan lamunannya dan bayangan bayangan yang tidak pasti.

menjalankan ATP itu sangat penting, dengan menjalankan berarti seluruh tubuh kita bergerak, pikiran bergerak, emosi bergerak, tangan, kaki, mata semua bergerak. ibarat air itu mengalir sehingga airnya sehat dan bersih, beda dengan air yang menggenang airnya bau, tidak sehat dan sumber penyakit. maka mari kita lakukan sesuatu jangan biarkan diri kita diam melamunkan masalah yang sedang di hadapi. semua harus bergerak dan bergerak. Ajaran guru saya Ust Muhammad Muin, orang hidup harus bergerak. sluku sluku batok , batoke ela elo, wong mati ora oba yen obah medeni bocah ( terj : orang hidup harus bergerak, kalau mati tidak bergerak, kalau orang mati bergerak malah membuat takut orang lain, kalau hidup yang harus bergerak kalau masih hidup tapi hanya diam, itu juga membuat takut orang.

 

 

Lurusnya Kesadaran, Sikap dan Perbuatan

Ketika kesadaran itu sudah ke Allah (sadar Allah atau ihsan), maka sikap juga harus lurus yaitu dengan sikap 3T dan perbuatan juga harus lurus yaitu dengan melakukan perbuatan yang berdasarkan ATP.  Dalam kita berkesadaran mengarahkan diri kepada Dzattullah (Huu Allah), bersikap dengan sifat sifat Allah (kecuali sifat sombong), dan dalam perbuatan mengikuti af’al nya Allah.  intinya begini, ketika kita dalam satu waktu kita harus ada sinkronisasi antara kesadaran sifat dan perbuatan.

Bagi saya point penting dalam ber kesadaran adalah tindakan atau perbuatan. Dengan perbuatan ini kita mudah untuk berkesadaran dan bersikap. Ketika kita sudah sadar dan sikap sudah ada maka segera untuk berbuat, ambil tindakan, atau melakukan sesuatu.

syetan tidak akan terima kalau kita sudah sadar dan berbuat. syetan akan membuat nikmat berdzikir dengan tidak mau berbuat apa apa. syetan akan membuai dengan dzikir dzikir yang lezat sehingga kita benar benar lupa bahwa kita harus berbuat sesuatu, ini syetan sudah tingkatan tinggi, bisa membuai manusia dengan rasa lezat nikmat dalam berdzikir.  Dan kenyataanya banyak yang demikian, setelah tergoda syetan bahwa telah berdzikir lama nan lezat dia menjadi malas malasan untuk bekerja, untuk berbuat dan melakukan amal nyata lainnya. dia menganggap dengan dzikir sudah cukup untuk hidup disini dan di akhirat kelak. Saya kira tidak demikian, selama nafas ini masih ada maka harus ada kesadaran bersikap dan perbuatan yang sinkron atau selaras.

Just do itu , don’t delay, setelah berkesadan dan bersikap kita harus segera ambil tindakan. Dan buktikan kita bahwa dzikir kita akan membawa perubahan yang nyata dalam kehidupa kita dan keluarga serta orang orang disekitar kita.