bahagiakah anda menerima amanah Allah ?

point awal seseorang dalam kesuskesannya menjalankan amanah ALlah adalah bahagia tidak menjalankan amanah ini. dan tentunya dari waktu ke waktu terus bahagia dan bahagia. ketika kita bahagia maka kita akan sangat antusias menjalankan amanah tersebut, dan ketika kita sangat antusias otomatis kita melakukan atau menjalankan amanah tersebut  akan sungguh sungguh dan mendapatkan hasil yang optimal. maka satu kata kunci “JANGAN LUPA BAHAGIA” itu menjadi pengingat yang bisa meng anchor rasa bahagia setiap menjalankan amanah,

Ingat kembali kenapa Allah memberikan amanah itu

Kita harus sering mengingat ingat amanah yang kita jalankan dengan manfaat yang kita dapatkan dari amanah tersebut. Amanah adalah untuk meningkatkan derajat kita disisi Allah dan pasti manusia. Kalau derajat disisi Allah tinggi maka otomatis dengan manusia akan tinggi juga. jadi ada korelasi antara derajat kita di sisi ALlah dengan derajat kita disisi manusia. Sangat tidak mungkin derajat disisi Allah tingga tapi derajat di sisi manusia rendah. Kalau banyak orang masih berpendapat bahwa belum tentu derajat disisi ALlah tinggi tapi disisi manusia rendah, itu adalah pendapat yang sangat salah. Atau sebaliknya orang yang jauh dari Allah derajat dsisi manusia tinggi, ini juga sangat salah, kalau dengan ALlah derajatnya rendah maka otomatis di mata manusia derajatnya rendah juga. Meski dia seorang  yang kaya atau orang penting, tapi kalau disisi ALlah rendah ya tetap rendah di mata manusia.

Nah amanah yang Allah embankan adalah untuk meninggikan derajatnya disisi Allah, jadi harus kita ingat, sehingga tugas amanah yang sekarang kita emban akan menggairahkan dan menimbulkan semangat untuk terus beraktivitas.

Contohnya seorang anak yang masuk sekolah menengah maka amanah dia sebagai siswa di sekolah SMA akan membuat derajatnya naik baik disisi Allah dan dimata manusia. Semakin tinggi amanah dia sekolah maka semakin tinggi pula Allah ingin meningkatkan derajat manusia disisinya.

 

berlatih sadar dan menyadari hingga ke action

Pelajaran spiritual dalam islam, tidak hanya sebatas menyadari Allah yang menguasai alam semesta tapi sampai kita menyerahkan dan meyakini Allah hingga kita mengikuti gerak fisik terhadap amanah yang sedang kita emban. jadi kalau begitu kita harus berlatih dimulai dari menyadari Allah hingga kita mampu meniatkan apa yang menjadikan amanah sampai kita merasakan gerak Allah dalam penyelesaian amanah tersebut. Dalam hal ini kesadaran kita di gerakkan Allah bukan hanya sekedar kajian filsafat tapi sampai pada penerapan dan dapat di lakukan. Setiap gerak kita adalah gerak Allah yang menggerakkan untuk menyelesaikan amanah amanah yang kita emban

Tingginya pelajaran spiritual dalam islam ini memang susah susah gampang. Susahnya karena tingginya ajaran spiritualnya namun gampangnya bahwa setiap tahap spiritual kita dapat menikmati. Jadi dalam mempelajarai gerak ilahi dalam diri kita terutama dalam tubuh kita terus kita pelajari. Dan kita arahkan untuk menyelesaikan amanah amanah ini yang penting. Kalau gerak ilahi tidak kita arahkan untuk menyelesaikan amanah maka tidak akan manfaat hanya sekedar wacana wacana spiritual tanpa teraktualisasi dalam kehidupan.

cara melaith gerak ilahi dalam setiap langkah adalah dengan gerak rasa. kemudian kita latih dalam menjalankan amanah. ketika kita di berikan amanah maka kita niatkan menyelesaikan amanah tersebut seperti hasil akhir yang kita inginkan, kemudian serahkan kepada Allah (tawakal alallah), dan kita akan merasakan gerak penyelesaian dan terus kita ikuti dan kita ikuti sampai amanah tersebut selesai. Jika amanah itu besar maka menjaga niat untuk selalu menerima amanah dan meniatkan tidak boleh berhenti, niatkan wakilkan kepada Allah, niatkan wakilkan kepada Allah begitu terus dan terus. disini pelajaran ATP harus tetap berjalan.

Amanah yang bikin Otak Over Heat, Bagaimana Solusinya

Allah memberikan beberapa amanah yang sama sama berat atau hanya satu tapi sangat berat, dan itu harus berlangsung terus menerus, kalau diibaratkan seperti mobil yang mengalami over heat karena sistem pendingin mesin yang tidak berjalan atau mesin terlalu kenceng berputarnya. Baik jika anda belum ngalami anggap saja ini ilmu yang suatu saat bermanfaat, dan jika anda sedang mengalami over heat semoga tulisannya saya ini menjadi pendingin mesin otak.

Pertama tetap jalankan amanah jangan sampai berhenti dengan tengah jalan, karena kalau  berhenti menalankan amanah maka sama saja menambah masalah yang lebih besar dibelakangnya. Sekarang meski dengan merangkak terus bergerak dan bergerak.

kedua, luaskan kesadaranya, dilatih dengan Dzikir Nafas level 1, Dengan meluaskan kesadaran ini maka cara berpikir dan cara pandang terhadap amanah yang besar ini akan lebih kreatif, dan lebih banyak menemukan alternatif solusi, serta yang paling menakjubkan adalah menemukan jawaban yang dapat memby pass rintangan dan kebuntuan.

ketiga berpikir menyebar atau divergen, jangan fokus kepada satu amanah ketika anda bingung mulai dari mana, kemudian lakukan apa yang muncul dan lakukan secara fokus pada amanah yang sedang mood, jangan tinggalkan amanah yang ada moodnya lakukan sampai  moodnya hilang. biasanya kalau sudah ada moodnya pada satu amanah, mood ini akan terus ada dan akan ada selama kita mau menjalankan apa yang seharusnya dilakukan.

nah kalau sudah step 1,2 dan 3, terus lah bergulir dan kerjakan amanah yang utama dan yang sedang ada moodnya.

oh iya satu tips lagi adalah hindari pekerjaan yang tidak ada amanahnya, atau amanah itu bisa dilakuakn orang lain, fokus saja pada amanah untuk kita, bukan amanahnya orang lain. Dengan menghindari melakukan pekerjaan yang tidak ada amanahnya akan membuat energi lebih fokus dan akan membuat gairah untuk menyelesaikan amanah utama cepat selesai

Gerak Rasa untuk Melatih Wilayah Sibghoh

Pertama relakskan seluruh tubuh dalam keadaan berdiri, kemudian naikkan kesadaran meluas seluas alam raya. Setelah itu kesadaran loncat ke yang menciptakan alam semesta atau yang menguasai alam raya. kemudian seiring gerak rasa yang muncul ikuti sambil tetap berada di kesadaran ilahiah yaitu kesadaran di atasnya alam raya. Dari sini anda dapat meluaskan lagi dengan cara masuk nafas Huu, kesadaran anda mendekat dan ketika  keluar nafas anda dzikir dalam hati “Allah” diiringi dengan kesadaran berserah kepada Allah. Keduanya yaitu mendekat dan berserah akan dapat membuat jiwa anda masuk dalam alam fana karena sudah masuk di “yang menguasai alam raya” anda melakukan pendekatan dan terutama adalah keberserahan diri kepada Allah, dan disertai dengan gerak tubuh yang terus mengalir mengikuti gerak yang muncul. Dalam keadaan gerak dan kesadaran lama lama keadaannya fana disitulah keadaan sibghoh , tinggal nanti dalam kehidupan sehari hari dapat di terapkan untuk bekerja, untuk menjalankan amanah amanah Allah. …… Semoga dimudahkan Allah……amin

berkomunikasi kepada Allah saat bekerja

pada tulisan saya sebelumnya saya menyebutkan bahwa bekerja menjalankan amanah adalah tingkatan tertinggi dalam berspiritual. ya karena pada level ini seorang hamba sudah mampu untuk berkomunikasi kepada Allah dan menjalankan apa yang Allah perintah kan secara langsung dalam perilaku, Ini sangat berbeda dengan hamba yang duduk relaks berdzikir, tahapnya baru pengenalan, tapi kalau sudah bekerja maka levelnya sudah berkomunikasi dan langsung menjalankan apa yang Allah perintahkan.

dengan perintah Allah ini berarti dia bisa lebih dekat dan tentunya orang yang bekerja menjalankan amanah Allah adalah orang yang sangat dekat dengan Allah. Hamba yang pada level spiritual seperti ini apa yang dilakukannya adalah wujud dari kehendak Allah , nah…. hebat kan, tentu sangat hebat hamba yang demikian karena dia sudah tidak lagi memakai kehendak dirinya sendiri tapi sudah menggunakan kehendak Allah untuk berperilaku. Kalau sudah seperti ini maka tidak ada hutang yang tidak lunas,…. he he … sebegitunya kah? ya bahkan lebih dari itu, bisa anda bayangkan sendiri kalau hamba tersebut sudah menjadikan keinginan Allah sebagai keinginannya, kehendak Allah sudah menjadi kehendak dirinya…. woooo….. mau mau. Jelas kita semua ingin belajar sempurna seperti itu, yaitu menjadi hamba yang selaras dengan keinginan Allah ingin menjadi hamba yang seirama, dengan Allah SWT.

Maka jamaah sadar ALLAH  mari kita tingkatkan spiritualitas kita dengan bekerja dan bekerja. jangan malas dan jangan menunda pekerjaan dari Allah. kalau diperintahkan untuk membersihkan ya bersihkan , kalau ada perintah untuk mandi ya segera mandi, kalau diperintah untuk kencing ya segera ke kamar kecil. Lakukan ini dari waktu ke waktu maka Allah akan senang sekali melihat hambanya yang menjalankan seluruh perintah perintahnya sampai hal yang terkecil yaitu buang air kecil.

bentuk komunikasi kepada Allah yang seperti di atas yang diharapkan oleh banyak waliyullah, seorang kekasih pasti akan menjalankan perintah apa yang diperintahkan oleh kekasihnya. Maka yang namanya waliyullah itu orang yang taat kepada Allah bukan yang lain. kalau ingin melihat bukti apakah dia wali atau bukan maka lihat kesehariannya apakah dia menjalankan perintah Allah tidak, apakah dia bekerja sesuai dengan bidangnya tidak, apakah dia selalu amanah dengan apa yang menjadi tugasnya. Bisa jadi seorang petani yang tidak memiliki pondok pesantren, yang tidak memakai jubah apalagi tongkat, dia adalah seorang kekasih Allah karena perintah mencangkul di sawah selalu di taatinya setiap Allah perintahkan.

 

ajaran spiritual 1 paket

ajaran spiritual kalau tidak lengkap bikin hidup tidak hidup. Ok, jika sebelumnya tidak pernah berspiritual maka keadaan spsiritual diawal awal akan membuat hati tenang bahagia, tapi ini baru awal, semua akan membawa dampak peningkatan, sebab yang di dekati tidak ingin kita hanya dekat saja kita akan di paksa untuk menerima semua takdirnya, dan ini akan terus bergerak ke arah kepatuhan kepada yang di dekati yaitu Allah SWT. Belajar spiritual adalah belajar hidup, dan belajar hidup adalah belajar paket bagaimana dapat hidup yang sempurna. Sempurnanya kita ya lurus ke Allah dan menjalankan amanah.

Banyak tempat yang hanya belajar spiritual saja tanpa amanah, alumni alumni dzikir nafas banyak yang mendirikan perguruan spiritual, tapi minud amanah, dan ini sangat saya sayangkan. Sebab nanti akan menemui ujian Allah yang tidak akan ada habisnya. mungkin mereka akan mengatakan bahwa mereka sedang di uji sama Allah tapi kalau di uji terus berarti tidak bisa mengambil pelajaran dari kehidupan. dengan konsep amanah (ATP) Allah tidak akan memberikan ujian lagi tapi akan memberikan amanah amanah yang lebih besar dan lebih besar. dan dari sinilah kita dapat meningkatkan derajat kita disisi Allah yaitu dengan ketakwaan kita menjalankan amanah Allah

bekerja untuk meningkatkan level spiritualitas

ada 3 level perjalanan makrifat

  1. belum mengenal atau belum makrifat
  2. mengenal Allah atau makrifat
  3. Patuh kepada Allah menjalankan amanah Allah atau bekerja

3 tingkatan itu yang paling tinggi adalah level menjalankan perintah Allah. menjalankan perintah Allah ada dua

  1. ibadah : shalat, zakat, puasa dan lainnya
  2. bekerja  : bekerja menjalankan amanah Allah sebagai karyawan sebagai pedagang dan lainnya

bekerja bagi yang patuh kepada Allah adalah cara berspiritual. jadi semakin spiritualnya kuat maka bekerjanya semakin rajin, dan semakin rajin semakin kuat spiritualnya. karena mind set nya adalah semakin rajin kerja berarti semakin patuh kepada Allah. Atau kerja menjadi bukti kepatuhan kepada Allah, dan semakin patuh maka semakin meningkat spiritulitasnya. jadi secara kesimpulan sangat nampak bahwa semakin tinggi spiritualtasnya maka akan nampak dalam kesejahteraan hidupnya.

 

Kalau tidak ke Allah langsung berarti Salah

Dalam proses perjalanan kita ke Allah, Allah sudah mengutus Rasulullah SAW agar hambanya bertemu langsung saja dengan Allah tidak ada perantara antara ALlah dan Hambanya, demikian memang Rasulullah di perintahkan untuk menyampaikan risalah ini.

Agama islam bukanlah agama birokrasi yang mau ke Allah saja harus pakai perantara (baca : antara hamba dan Allah ada “antara”), Inilah agama orisinil yang wahyukan kepada Rasulullah kepada Hambanya. Sehingga hamba diberikan kebebasan untuk langsung berjumpa dengan Allah. Bukti dari kebebasan berjumpa dengan Allah ini adalah di tiupkannya Ruh kepada manusia dimana Ruh adalah milik Allah (ruhii), Ruh ini bukan sembarang diberikan kepada mahluknya, hanya kepada manusia saja Ruh ini di pinjamkan. apa fungsi Ruh sebenarnya, fungsi Ruh adalah agar manusia mampu berjumpa langsung dengan Allah tanpa adanya halangan apapun.

Agama islam sangat berbeda dengan agama lain, yang memiliki birokrasi untuk berjumpa dengan Tuhan, Islam melalui Rasulullah mengajarkan agar kita bisa menghadapkan wajah kita kepada wajah yang menguasai langit dan bumi. Kalau sudah jelas jelas Allah mempersilahkan kita untuk langsung bertemu dengan Allah, kenapa juga kita masih menggunakan “perantara”.

Dalam dunia perdagangan untuk menuju ke Allah tidak perlu distributor, tidak perlu makelar, tapi kita bisa langsung ke produsen. Artinya kita langsung saja ke Allah karena itu yang diajarkan oleh Rasulullah kepada kita. Jangan lah mengada adakan dalam agama, kalau memang Rasulullah itu mengajarkan untuk langsung ke Allah, janganlah kita mengada adakan yang lain meski nampak baik, misalnya mursyid dijadikan perantara antara kita dan Allah, itu nampak baik tapi itu tidak ada dalam ajaran islam, tidak diajarkan oleh Rasulullah. Janganlah kita menyerupai dengan agama lain dimana posisi ulamanya, posisi ahli agamanya berada di antara umat dan Tuhannya. Seolah Tuhan punya kerajaan yang memilki banyak tentara dan bawahan, sehingga kalau kita mau ke Allah harus melalui bawahannya tersebut atau melalui tentara tentara. Kita harus sadar bahwa Allah itu Dzat yang tidak seperti raja yang punya kerajaan.

Kalau di Quran disebutkan mendekatlah kepada Allah dengan perantara maka perantara yang di maksud disini adalah perantara amal ibadah kita seperti shalat, zakat, haji, dzikir, dan amal ibadah lain yang dituntunkan Nabi SAW. Perantara bukanlah sosok uama, bukan sosok habib, bahkan bukan sosok Nabi sendiri. Perantara yang dapat mengantarkan kita kepada Allah adalah ibadah amal sholeh yang sudah di gariskan oleh Rasulullah SAW. Dan disinilah makna 2 kalimat syahadat yang pertama ke Allah sebagai Tuhan yang dituju, dan kedua adalah syariat yang harus diikuti dan wajib di jalankan untuk mendekat kepada Allah.

Kalau konsep langsung ini tidak diindahkan maka otomatis sudah salah pemahamannya dalam perjalanan menuju kepada ALlah, sesuatu yang salah memang salah, dan kalau masih nekat di pakai maka selamanya tidak akan sampai. Tidak akan sampai kepada tujuan utama karena selamanya akan ada hijab , siapa hijab itu hijab itu adalah orang orang yang dijadikan perantara antara hamba dan Tuhannya.

Rizki itu pemberian tidak perlu di cari, cukup jalankan Rumus ATP

Rizki dari Allah dan diberikan kepada mahluknya. Burung yang terbang di pagi hari tidak mencari rizki tapi hanya menjalankan ATP. Bahkan burung dan hewan lebih peka dalam menjalankan ATP, dibanding manusia. Manusia kadang yang aneh sudah tahu bahwa rejeki adalah pemberian Allah dan sudah berdoa, tapi masih mencari rejeki kesana kemari. kan aneh, sudah minta kepada Allah masih mencari. ibaratnya anda meminta uang kepada saya, tapi masih mencari uang di rumah saya. kalau mencari berarti tidka percaya dengan pemberian. dalam islam saya masih mencari dalil bahwa manusia harus mencari rejeki, atau manusia harus berusaha dalam hal rejeki ini.

baik kalau rejeki sudah diberikan Allah bahkan di jamin maka sebenarnya tugas kita bukanlah mencari tapi menjalankan perintahnya Allah dalam kehidupan ini terutamanya tugas sebagai khalifah, Rumus ATP adalah kepanjangan dari Amanah tanda Perintah. Amanah adalah bahwa kita harus menerima apapun yang Allah titipkan kepada kita, bisa kelkuarga, bisa pekerjaan , bisa apapun, kemudian amanah ini memiliki tanda tanda untuk menuntun kita menjalankan perintah Allah. Nah kita dalam kehidupan cukup menjalankan ATP ini saja maka uang akan datang sendiri, rejeki akan menghampiri dengan berlimpah. Kesimpulan ATP adalah A yaitu menerima amanah, T peka dalam membaca tanda dan P menjalankan petunjuk Allah melalui tanda tersebut.