Tidak melawan Allah

tidak melawan Allah nampak sederhana dituliskan, tapi kalau di amalkan memerlukan kesadaran tinggi. Kesadaran untuk selalu ON dalam menerima apapun yang Allah kehendaki. Enak nggak enak, bahagia nggak bahagia, senang atau sedih, mau atau terpaksa harus diterima. jadi kekuatan kita sekarang terletak pada kekuatan untuk tidak melawan, bukan kekuatan untuk melawan.

Menjalankan keadaan ini pertama kali kita harus tahu posisi atau wilayah kesadaran kita. Gunakan kesadaran sibgoh untuk menjalankan amalan ini. Setelah itu gunakan T1 atau menerima apapun yang Allah berikan atau takdir Allah yang sedang Allah berlakukan kepada kita. Kemudian lakuak T2 atau bersyukur kepada Allah dari semua kehendak Allah yang sedang berlaku kepada kita. Kemudian yang terakhir adalah menjalankan apa yang seharusnya dijalankan dengan takbir. Yaitu bismillahi Allahu Akbar (T3).

Motivasi modelĀ  seperti ini tidak saya ijazahkan, tapi silahkan untuk di amalkan. Anda tidak perlu menyebut saya sebagai guru dan bersanad, sebab saya dapat ilmu ini bukan dari guru tapi ilham dari Allah. Jadi amalkan saja tidak perlu baiat apalagi bayar mahar. Anda cari ilmu seperti ini di kolong duniapun tidak akan anda temukan (seandainya ada saya malah mau belajar juga atau berkloaborasi, berarti ilham yang Allah berikan sama).

Sudah segera amalkan sebelum basi, mumpung masih anget dan panas.

 

Alhamdulillahiladzi ahyana ba’dama amatana …

Harus jelas ketika hidup dan ketika mati, jangan sampai hidup semu mati, atau mati semu hidup

hidup semu mati

hidup semu mati adalah hidup yang loyo, ngantukan, tidak semangat, banyak melamun, tidak sadaran, mudah terbawa alam pikiran dan malas malasan.

Mati semu Hidup

yaitu tidur yang pikirannya aktif mikirin utang, mikirin kerjaan, mikirin korona, hatinya tidak tenang cemas, mimpi yang aneh aneh dan sering terbangun, sulit untuk tidur dan bangun tidur rasanya lemas tidak segar.

Jadi kalau kita hidup ya hidup kalau mati ya mati (tidur). Kalau hidup kita sadar akan amanah amanah yang Allah berikan, kalau mati kita benar benar pasrah kepada Allah. Kejelasan ini akan memberikan kesehatan lahir batin dan kebahagiaan secara menyeluruh. Jadi selama hidup tidak boleh mati, selama mati tidak boleh hidup. Kalau hidup kita benar benar menjalankan amanah Allah (ATP) kalau mati (tidur) kita menjalankan dzikir nafas level 3 yaitu berserah diri kepada Allah.

 

Jalankan amanah dari yang kita bisa

seringkali ketika kita menjalnakan amanah, seperti berhenti misalnya dengan perasaan malas, keadaan buntu ini seperti es yang beku, nah untuk memecahnya bisa dengan melakukan hal hal yang sederhana. Kita lakukan hal hal yang mudah dan ringan tapi nyata amanah nya. Misalnya menata sandal di depan rumah, atau menimpan kunci di tempatnya atau meletakkan uang receh agar mudah nanti mengambilnya. ini seperti perbuatan biasa tapi sangat amanah, dan akan kita lihat setelah melakukan hal hal yang sederhana ini pekerjaan yang besar besar akan mudah kita lakukan.

Prinsipnya adalah bahwa melakukan hal yang sederhana ini seperti kendaraan yang perlu di starter, jika mesin sudah bunyi dan mesin sudah panas maka tinggal kita tarik gas nya dan kita jalan.