Meluasnya kesadaran di level 1 akan mengurangi sensasi ber Dzikir Nafas

metode terbaru khususnya di level 1 yaitu meluaskan kesadaran akan mengurangi sensasi sensasi dalam berdzikir. Ini disebabkan karena jiwa sudah meluas bukan jiwa di persepsikan sebagai wujud serupa dengan badan. Kalau serupa dengan badan maka sensasi seperti terbang, keluar dari jasd, sensasi mati , sensasi ketarik kebelakang atau sensasi seperti tercekik berhenti di tenggorokan. Sensasi sensasi tersebut akan bisa by pass dengan cara meluaskan kesadaran.

cara meluaskan kesadaran adalah dengan menyadari tubuh, menyadari tempat sekitar , menyadari bumi , dan menyadari alam jagat raya sejauh masih bisa dipikirkan. level 1 dengan meluaskan kesadaran ini akan menjadikan jiwa kita terbebas dari ikatan bentuk bentuk jiwa seperti yang kita persepsikan.

meluaskan kesadaran juga merupakan cara positioning jiwa kita untuk memasuki level dzikir nafas berikutnya. artinya ketika ke masuk DN level 2 kesadaran kita harus di atasnya meluas, misalnya pada level 2, kita harus berada di sebalik alam semesta ini atau wilayah kesadaran akan sang pencipta. demikian terus sampai masuk di level 3, ktia melakukan penyerahan total kepada Allah, hingga fana untuk selanjutnya masuk ke level 4 yaitu nafi isbat, bahwa kesadaran fana ini yang ada hanya Allah dan yang ada hanya kekuatan Allah. dan selanjutnya masuk alam SIBGHOH.

cara memotivasi diri dengan ayat : bukan engkau yang melempar tapi Aku

justru ketika seseorang itu tidak mengakui kekuatannya  maka akan muncul kekuatan lain, kalau kita sadar Allah maka itulah kekuatan Allah, maka ayat yang mengatakan bahwa bukan engkau yang melempat wahai Muhammad tapi Aku adalah , ketika Rasulullah mengafirmasikan kekuatan bahwa kekuatan itu adalah Allah, dan Rasulullah tidak memiliki daya apapun maka yang muncul adalah kekuatan Allah.

Anda pernah di landa malas, hal ini terkait dengan kekuatan diri yang diaku menjadi kekuatan diriku, padahal yang sebenarnya adalah kekuatan Allah. rasa malas adalah kekuatan atas ego yang berbalik ke arah diri yang tidak positif tapi negatif. banyak sekali kekuatan negatif dalam diri jika kita akui bahwa kekuatan itu adalah kekuatanku. maka ketika malas cobalah untuk  mengafirmasikan bahwa kekuatan adalah kekuatan Allah dan kita tidak memiliki kekuatan apapun, maka rasa malas itu akan beralih menjadi suatu motivasi gerak yang positif.

Jika seseorang tidak bisa keluar dari kemaksiatan padahal dirinya ingin sekali keluar dari kemaksiatan itu maka langkah praktisnya adalah mengafirmasi kekuatan diri menjadi kekuatan  Allah. Dengan kekuatan Allah ini maka akan menjadi energi positif sehingga akan memberikan dampak yang positif

demikianlah pelajaran ayat ini dan dapat anda pelajari di DN level 4.

Hak Cipta Dzikir Nafas sudah dikeluarkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia

hak cipta dzikir nafas

Dzikir Nafas adalah kekayaan umat islam yang sudah diberikan secara turun menurun. Pengamalan dzikir nafas yang diberikan secara turun menurun dari guru guru, ulama ulama tasawuf sebagai sebuah metode mencapai kesadaran berihsan. Saya belajar dzikir nafas melalui tiga guru saya yang mengajarkan secara berbeda. Ramuan dari tiga guru tersebut saya susun sebuah metode dzikir nafas yang urut, tersusun dengan rinci, sudah kami teliti secara akademik sains, kemudian juga sudah terbentuk komunitas secara internasional dari pengamal dzikir nafas dibawah yayasan solo spirit islam.

Metode dzikir nafas yang kami susun memiliki perbedaan dengan metode dzikir nafas yang sudah ada dan banyak beredar, terutama dalam hal nafas, bacaan, kesadaran dan perubahan kejiwaan. Metode dzikir nafas yang saya susun juga memiliki kurikulum yang jelas dan lebih bisa di rasakan dalam tiap tahapnya. Dzikir nafas ini juga bermanfaat untuk peningkatan ibadah terutama dalam hal shalat. Dan dzikir nafas ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari agar kehidupan ini lebih amanah dan lebih baik.

Jadi dzikir nafas tidak sebatas laku spiritual tapi juga sampai pada kehidupan sehari hari.

Perbedaan dzikir nafas yang kami susun kami buat hak cipta dengan tujuan agar jamaah menjadi lebih mantab dan lebih semangat dalam menjalankan. Tidak ragu dan takut lagi bahwa dzikir nafas ini adalah amalan yang berbahaya yang dapat menimbulkan kegilaan dan sebagainya, justru sebaliknya dzikir nafas dapat membuat hidup lebih bahagia dan berguna bagi masyarakat.

saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada BU Siti Zulalekah yang telah menguruskan segala sesuatunya sehingga hak cipta ini dapat terwujud

Jangan terbetik untuk meninggalkan Allah

Allah maha mendengar Allah maha tahu, terbetik dalam hati sekecil apapun akan dapat di ketahui oleh Allah SWT. Dan Allah maha merespon dengan apa yang kita betikan dalam hati. Betikan dalam hati yang kurang kita sadari akan dapat membuat Allah mewujudkan betikan hati tersebut. Banyak yang ingin ke Allah mendekat ke Allah dan muncul dalam betikan hati, dan Allah meresponnya dengan memberikan jalan kemudahan untuk mendekat. Demikian pula jika terbetik untuk meninggalkan Allah maka Allah akan menjauhkannya dari pada Allah SWT naudzubillah.

Dimanapun anda berada sebisa mungkin untuk selalu bersama dengan jamaah dzikir yang selalu mengingatkan untuk selalu sadar Allah. Jamaah jamaah dzikir di sekitar anda akan ada banyak teruslah untuk bersama sama mereka karena majelisnya selalu membuat untuk mendekat kepada Allah. Komunitas itu penting sebab kita tidak akan bisa berjalan sendiri, kalau kita bisa menganggap bahwa dengan berjalan ke ALlah sendiri itu bisa itu namanya sombong yang akhirnya tidak akan kuat dan mudah dibelokkan oleh bisikan syetan. Dengan bergabung di majelis dzikir berarti kita merendahkan diri untuk dengan yang lain, saling mengisi dan saling berbagi di kelompok dzikir dapat memberikan suatu energi saling mengisi.

jaga hati kita untuk tidak terbetik dalam hati meninggalkan Allah sekali Allah mengiyakan maka tidak mudah untuk kembali lagi, memerlukan waktu untuk dapat kembali seperti semula. Mungkin masih menjalankan shalat dan ibadah yang lain tapi ada sesuatu yang kurang dan ini dapat berlangsung lama, ya tergantung Allah untuk mendekatkan lagi atau membiarkannya. Mendekat ke Allah ini unik, dinamika nya kadang tidak kita kira. Mungkin kita mengira bahwa saat ini mendekat kemudian meninggalkan lagi terus kita berpikir ah nanti mendekat lagi akan mudah, ternyata tidak seperti demikian, tentu saja Allah tidak mau di permainkan, justru kita lah yang akan di permainkan Allah SWT naudzubillah.

 

TATACARA DZIKIR NAFAS

TATACARA DZIKIR NAFAS

A.Duduk timpuh dgn rileks minimal 15-30 menit setiap hari
B. Baca bismilah – syahadat-sholawat
C. Berdoa :
اللهم أعني على ذكرك وشكرك، وحسن عبادتك
Allohumma a’inni ‘ala dzikrika wasyukrika wa husni ‘ibadatik
ya alloh ajari saya utk bisa berdzikir, bersyukur dan beribadah dg baik kpd Mu

Level-1
RILEKS MENYADARI JASAD
# Rasakan nafas yang masuk (terhirup)
# Rasakan nafas yg keluar(terhembus)
( jangan mengatur nafas, biarkan nafas masuk – keluar dengan bebas/ nafas alami )

Dzikir Nafas level 2
MENYADARI ALLOH
Setelah merasakan tenang dengan mengikuti nafas (level 1),
Silahkan untuk melanjutkan ke level 2 yaitu :
A. Iringi nafas yang masuk dengan melafalkan dzikir Huu… (baca dalam hati)
B.Iringi nafas yang keluar dengan melafalkan dzikir Alloh…(baca dalam hati)

Dzikir Nafas level 3
BERKOMUNIKASI DENGAN ALLOH
Saat baca huu…
Arahkan jiwa kita mendekat ke alloh
Saat baca alloh…
Arahkan jiwa kita pasrah ke alloh

#Dzikir Nafas Level 4
FANA
A. Saat baca Huu… kesadaran kita dibawa yang ada hanya alloh
B. Saat baca Alloh… kesadaran kita dibawa kekuatan hanya milik alloh

 

Setiap nafas ada amanahnya, perintahnya Dzikir

Nafas bukan gratisan, nafas ada amanah di dalamnya. Dan perintahnya adalah berdzikir dalam setiap hembusan nafas. Nafas masuk dan nafas keluar ada amanahnya. Dzikir nafas merupakan cara yang paling mudah untuk menjalankan amanah nafas ini yaitu dengan menyebuat Dia Allah atau Huu Allah. Jadi kenapa dzikir nafas memiliki daya yang kadang tidak terduga dampaknya jika kita niatkan untuk menjalankan amanah nafas ini, sebab Jika kita menjalankan amanah berarti kita mengikuti perintah Allah jika kita mengikuti perintah Allah maka kita tergolong menjadi orang yang bertakwa jika kita bertakwa maka pertolongan Allah akan kita dapatkan. Pertolongan ini lah yang membuat hidup kita semakin bahagia.

Nafas memang luar biasa karena di dalam nafas ini lah awal kita hidup dan akhir kita hidup. Hembusan terakhirpun kita harus tetap amanah yaitu menyebutnya Allah. Dan jaminan jika kita tetap amanah sampai akhir hayat maka jaminannya adalah surga, subhanallah.

jadi dzikir nafas sendiri ini merupakan bentuk dari kita menjalankan amanah Allah. Dari sini kita faham bahwa ajaran dzikir nafas adalah amanah juga. Amanah ada di dzikir nafas, yang nantinya dari nafas ini kita akan menjalankan amanah amanah yang lebih besar lagi dan skala yang lebih luas lagi. Menjaga diri untuk terus amanah dapat di lakukan dengan selalu menjaga nafas agar selalu dalam keadaan sadar akan amanah Allah.

Anda perlu membuktikan apa yang saya tulis ini, bahwa dengan sadar amanah dalam setiap nafas maka tubuh akan terasa reaksi positifnya, dan itu adalah bentuk pertolongan Allah yang paling nyata. Sadari setiap nafasnya dan sebutlah asma Allah dengan sebutan Dia Allah atau Huu Allah.

buka mata ketika shalat dan satukan kesadaran kiri dan kanan

Shalat dengan buka mata bagi sebagian kita mungkin akan sulit menemukan khusyu, ternyata ada satu rahasia, tentunya sudah tidak menjadi rahasia lagi, ketika mata terbuka justru seperti kesadaran itu bersatu, saya menyebutnya kesadaran kiri dan kanan (baca : bukan otak kiri dan kanan). Saya menemukan ini di dzikir nafas metode yang ke 4. Dengan mata terbuka ketika menjalankan metode ke empat. Pertama sangat susat untuk buka mata, karena ketika membuka mata, eh mata menutup lagi, di buka lagi mata menutup lagi, saya coba pelan pelan tetap menutup lagi. Akhirnya saya satukan dulu kesadaran saya dan “jleng” buka membuka sendiri. Kemudian saya pelajari bagaimana prosesnya. saya ulangi dengan kesadaran kiri  dan kanan yang terpisah, mata tetap nggak mau buka, di buka menutup lagi. Lalu saya satukan kesadaran kanan dan kiri dan “jleng” mata terbuka sendiri, dan nggak nutup.

Kemudian proses ini saya gunakan ketika shalat. Dalam keadaan shalat kesadaran saya satukan dan saya buka mata saya dan jleng mata terbuka . Disitu pikiran benarbenar berhenti kesadaran hanya satu yaitu pad keadaran shalat. Dan shalatpun berbeda dengan sebelumnya. Cara ini mungkin bagi agak sulit ya… benar sekali, jika anda belum bisa anda harus berlatih di dalam dzikir nafas. D Dzikir nafas dari mulai tahap 1 sampai 4 harus di kuasai. Kalau belum ya berjuang untuk bisa, kalau masih belum bisa ya harus istiqomah kalau masih sulit ya jangan bosan. Caranya cuma pahami metodenya dan jalankan sudah itu saja, dan anda akan membuktika apa yang saya tulis disini.

Kalau mau khusyu kuasai teknik membuka mata ini, nanti Allah akan ajarkan bagaimana mencapai keadaan khusyu dalam shalat. ok

menjadikan bahasa langit menjadi bahasa bumi

kesulitan dalam menyampaikan ilmu keTuhanan adalah mengenai bahasa. Saya terus mencoba untuk menggunakan bahasa yang mudah di fahami, dengan uraian yang sesingkat singkatnya. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya pun ketika belajar di awal tentang hal ini mengalami kesulitan dimana saya harus mengulang dan mengulang. Sekian lama belajar mengenai ini saya baru menemukan klik nya pada “disebalik alam semesta” bahasa qurannya adalah …yang menguasai alam semesta…, kalimat yang menguasai ini menjadi kata kunci untuk mudah dalam mengenal Allah seberapa faham dia akan dapat memahami hal ini. sayapun harus menjelaskan bahwa yang kita gunakan ketika memahami yang menguasai alam semesta adalah dengan kesadaran. jika masih alam semesta berarti masih menggunakan pikiran atau instrumen jasad.

Pada awal belajar saya sudah diajarkan bagaimana melihat disebalik pohon itu pandanglah, kemudian Pak Haji slamet Utomo pun sering mengajarkan lihatlah pohon yang dulu kecil sekarnag tumbuh menjadi besar. tapi yang namanya belum faham ya saya benarkan dan saya terima saja. Baru sekarang ternyata in merupakan kunci dalam berspiritual. Saya harapkan pembaca dan jamaah semua, memegang kunci ini  kunci untuk selalu di gunakan dalam bertauhid dan dalam berjalan menuju kepada Allah. Sejak kecilpun saya sering mendengar istilah siapa yang mengecat lombok atau cabe, yang menjadikan cabe menjadi hijau, merah dan akhirnya menguning …. istilah ini sudah sering saya dengar namun sekali lagi seperti tidak mengandungi makna apa apa.

baik kembali ke tema tulisan saya kali ini, ketika saya harus menyampaikan bahwa cara mudah memahami Allah disebalik alam semesta memang tidak semudah mengucapkannya sebab kalimat ini jika pendengar tidak menggunakan kesadarannya maka kejadiannya akan seperti saya baru faham setelah 18 tahun. Dan tentunya ini menjadi catatan bagi saya agar jangan sampai seperti saya. Kesalahan saya dulu memahami penjelasan dari guru saya adalah menggunakan pikiran, tidak menggunakan kesadaran. Nah berarti sekarang sebelum saya menjelaskan tentang hakikat dibalik alam semesta ini berarti saya harus membuat jamaah menggunakan kesadarannya untuk memahami apa yang saya sampaikan. langkah pertama adalah mengaktivasi kesadaran jamaah.

bagaimana cara mengaktivasi kesadaran jamaah? saya ajak jamaah mengenal yang mana yang sadar itu, saya ajak mereka melihat ketika tidur terus bangun maka itu namanya sadar, sadar dari tidur, pingsan kemudian sadar berarti sadar dari pingsan. Jika ini faham maka akan saya tingkatkan lagi dengan analogi angin. ketika kita melihat angin lesus maka kita akan mengatakan “ada angin” padahal secara kasat mata tak nampak anginya , yang nampak adalah debu yang berterbangan atau benda lainnya. dalam hal ini meski angin tak nampak namun kita mengatakan ada angin, berarti kita sadar angin. Kalau anak kecil yang belum sadar angin akan mengatakan “ada debu berputar”‘ dari sini kita faham tentang yang mana yang sadar dan yang mana yang menggunakan jasad atau mata. nah disini jamaah tentunya mulai faham mana yang sadar itu. sekarang akan saya tingkatkan dengan sadar Allah, yaitu mengajak jamaah untuk menyadari siapa di balik angin itu, nah ketika jawaban itu dari kesadaran yang benar maka kita akan menjawab disebalik angin adalah Allah.

setelah faham siapa di sebalik semesta ini kita bisa berlatih dengan yang lebih dalam, misalnya yang disebalik yang kita lihat, yang disebalik yang kita dengar, lebih halus lagi, diseblik yang ada dalam pikiran kita, kemudian lebih halus lagi disebalik yang ada di rasa kita, demikian terus penghilangan penghilangan yang terus menerus. maka dari sini kita akan menemukan kesejatian di dalam kesejatian, dan ini akan berlangsung terus menerus. meski sudah kosong, sudah fana ataupun sudah lenyap proses disebalik yang ada ini akan terus berlangsung. Hal ini kita lakukan sampai benar benar fungsi pikiran tidak ada lagi alias meninggal dunia. Proses inilah yang sebenarnya nanti akan membawa kepada keadaan khusnul khatima, karena proses peniadaan terus berlangsung.

baik peniadaan ini baru tahap pertama langkah selanjutnya adalah pengosongan yaitu laa haula walaa quwata ila billah. Tidak ada kekuatan, kecuali kekuatan Allah. ini bukan untuk mencari kekuatan Allah, atau menggunakan kekuatan energi ilahiah atau lainnya, disini kita benar benar mengenolkan kebisaan kita, ke mampuan kita. Kalau penghilangan ke akuan sudah di tahap pertama tadi, sekarang adalah tahap kedua yaitu penghilangan kemampuan. Proses inipun sama dengan yang pertama yaitu proses yang tidak akan berhenti dan akan berlangsung sampai kita mati. Ketika kita berhenti maka rasa kemampuan itu akan muncul. seperti yang penghilangan ego di tahap pertama ketika kita berhenti maka ego itu akan nongol. catatan bahwa muncul keakuan dan kebisaan itu sangatlah halus. Dia bisa menjelma menjadi sesuatu yang kita anggap “benar”, maka harus hati hati dan harus terus menerus untuk selalu menghilangkannya.

jika sudah faham tentang hal diatas silahkan berlanjut ke alinea berikut ini

sehingga ada dua langkah yaitu peniadaan yang ada termasuk ego, dan yang kedua adalah peniadaan kemampuan. dua langkah ini dapat kita latih melalui metode dzikir nafas. yaitu nafas masuk dan nafas keluar, dzikir Huu dan Allah. Dzikir Huu dengan nafas masuk, kita sertai dengan peniadaan semua yang ada ini. menafikan semua yang ada ini. Kalau tadi kita lihat debu maka kita tiadakan debunya, kalau kita nampak angin, kita tiadakan anginya, dan seterusnya. jika ini kita lakukan terus menerus maka kita akan loncat ke alam kesadaran yang lebih dalam. kemudian tahap kedua setelah bisa meniadakan maka kita hilangkan kekuatan kita dan kita serahkan kepada Allah. kita bisa ini dan itu, kita hilangkan sampai merasa tidak bisa apa apa, dan ini terus menerus dilakukan setiap nafas keluar. Perpaduan nafas masuk dan keluar dengan peniadaan yang nampak, dan menisbatkan Allah maka lama lama kita akan semakin dalam dan semakin faham.

baik sebatas ini silahkan untuk di pelajari dan tentunya di amalkan, karena kefahaman akan lahir dari pengamalan.

Mindfulness : alon alon waton kelakon

pelajaran mindfulness sekarang ini sedang banyak di praktekan, banyak di teliti dan banyak dituliskan. Di falsafah jawa ada juga yang mengandung mindfulenss ini yiatu alon alon waton kelakon. Alon alon waton kelako ini sering diartikan negatif yaitu orang yang lambat dan tidak bersemangat, sebenarnya tidak demikian. Dalam falsafah tersebut ketika kita menjalankan sesuatu harus dilakukan dengan pelan tidak perlu tergesa gesa. Dengan pikiran tetap dalam keadaan “NOW’ kesalahan orang melakukan sesuatu adalah tergesa gesa dengan pikiran tidak NOW tapi ke Past atau ke Future.

ketika kita menikmati apa yang kita lakukan sekarang maka kita akan merasakan bahagia terhadap apa apa yang sedang kita lakukan. Orang yang tergesa gesa cenderung tegang dan stress.

Kesalahan orang sekarang adalah berjalan sambil mendengarkan headset HP, melakukan sesuatu juga melakukan yang lain selain bersamaan, sebenarnya ketika kita melakukan sesuatu maka nikmatilah suasanaya, nikmati apa yang kita lihat, nikmati apa yang kita dengar dan rasakan. “berada pada keadaan sekarang” adalah mindfulness. Dan kita akan lebih sempurna dalam menyelesaikan suatu tugas.

ada 4 hal yang bisa kita lakukan di dalam melatih mindfulness dalam keseharian

  1. terima saja semua pikiran baik pikiran masa lalu atau ke masa depan, yang mengalir,  jangan beri komen
  2. lakukan satu hal dalam satu waktu, jangan double
  3. lakukan segala sesuatu dengan alon alon watn kelakon (do it slowly)
  4. lakukan dzikir nafas selama 30 menit diam sama sekali seperti patung

nah itu latihan mindfulness yang dapat memberikan hidup kita tambah bahagia dan bermakna.

Belajar memasuki alam tajalli

Al A’araf ayat 143

Firman Allah s.w.t

ولما جاء موسى لميقتنا وكلمه ربه قال رب أرنى أنظر أليك
قال لن ترنى ولكن انظر ألى الجبل فأن استقر مكانه فسوف
ترنى فلما تجلى ربه للجبل جعله د كا و خرموسى صعقا فلما
أفاق قال سبحنك تبت أليك وأنا أول المؤمنين

Maksudnya: Dan tatkala nabi Musa datang pada waktu yang Kami telah tentukan itu, dan Tuhanmu berkata dengannya, maka nabi Musa berkata “Wahai Tuhanku perlihatkanlah kepadaku (akan DIRIMU) supaya aku dapat memandang kepadaMU, Allah berfirman “Engkau tidak sekali-kali akan sanggup melihatKU, tetapi lihatlah ke gunung itu, maka jika ia tetap berada pada tempatnya, niscaya engkau akan dapat melihatKU, maka tatkala Tuhan mentajallikan DIRINYA, kepada gunung itu maka hancur leburlah gunung itu, lalu Musapun jatuh pengsan, setelah ia sadar semula berkatalah Musa Maha suci Engkau, aku bertaubat kepadaMu dan AKUlah orang yang awal beriman kepadaMu

ayat diatas menyebutkan bagaimana keadaan Nabi Musa ketika bertajali, keadaan pingsan yang dialami oleh Nabi Musa adalah gambaran fana pada diri manusia. jadi disini ketinggian ilmu makrifat seseorang bukan pada manunggaling kawula gusti tapi pada kefanaan hamba kepada Allah SWT. Yang fana sebenarnya ego kita bukan diri. Sebab dalam kisa nabi musa tersebut Meski pingsan masih ada kesadaran dalam diri Nabi Musa yaitu kesadaran bahwa dirinya pingsan ketika benar benar melihat Allah SWT.

level tajali ini tidak bisa kita buat buat, di ayat tersebut diatas, bukan rekayasa dari Nabi Musa, tapi Allah sendirilah yang akan menunjukkan dirinya sendiri, maka sebenarnya dalam belajar tajalli ini tugas kita hanya menyediakan wadah kosong saja agar pemahaman akan Allah akan kita dapat melalui Allah sendiri, jadi Allah memperkenalkan dirinya melalui dirinya sendiri. Dari sini kita juga dapat mengambil hikmah bahwa Allah tidak bisa kita kenal dengan ilmu kita, kita tidak bisa mengenal Allah melalui ilmu tauhid, tidak bisa mengenal Allah melalui ilmu makrifat, tidak bisa mengenal Allah melalui ilmu tasawuf, tapi kita bisa mengenal Allah ya melalui Allah sendiri, artinya Allah sendirilah yang akan memperkenalkan dirinya kepada kita.

belajar tajalli dengan dzikir nafas

Ya dengan dzikir nafas, kita dapat belajar tajalli ini dengan mudah simpel da hasilnya bisa langsung di rasakan. Tajali pada dzikir nafas tidak melalui proses pembersihan diri seperti pada pendapatkan kebanyakan orang, dalam dzikir nafas ini dengan memahami Huu dalam setiap nafas nafas masuk maka itu akan membersihkan diri kita dari pikiran dan perasaan atau qolb, peniadaan dengan Huu ini akan memasuki alam diatas pikiran dan perasaan sehingga masuk kepada alam jiwa yaitu alam kesadaran yang akan Allah. Dengan mengenal Allah melalui kesadaran yang bukan pikiran dan bukan perasaan inilah nantinya kita akan benar benar bisa memahami akan ketiadaan diri, dari keadaan ini maka nanti kita akan diajarkan Allah tentang hakikat tajalli dan bila benar benar sudah Allah ajarkan maka kita akan menemukan siapa sebenarnya diri kita yaitu diri sejati yang asalnya dari Allah dan kembali kepada Allah.

selamat belajar dengan dzikir nafas dan lurus ke Allah semoga cara ini dapat membantu kita untuk selalu menyadari siapa diri kita dan kita mendapatkan pengajaran dari Allah tentang Diri Allah.