dzikir nafas

Era baru Ajaran Sadar Allah

saya katakan era baru karena ada perubahan pengajaran dalam ajaran sadar Allah yang saat ini sedang kita pelajari ini. Perubahan mendasar ada pada konsep 3T, yang sebelumnya berorientasi pada diri kita dalam bertasbih bertahmid dan bertakbir sekarang kita rubah menjadi Allah oriented artinya kita arahkan ke Allah dalam ber 3t. Perubahan ini adalah peningkatan pengajaran dari konsep 3T dan konsep yang sebelumnya tidak salah. Konsep sekarang adalah benar benar dalam ber 3T ini kita arahkan untuk mensucikan Allah, memuji Allah, dan mengagungkan Allah, dimana yang sebelumnya adalah menerima takdir Allah, bersyukur kepada Allah dan yakin dengan pertolongan Allah (sekali lagi konsep lama tidak salah dan tetap bisa di jalankan dan diamalkan).

dalam ajaran baru di sadar Allah ini, kita meningkatkan sebuah kesadaran bahwa kita harus totalitas dalam menghamba kepada Allah SWT. Totalitasnya adalah tidak ada kepentingan sedikitpun untuk kita, semua kita peruntukkan kepada Allah.

Perubahan konsep pelajaran ini sering terjadi di ajaran sadar Allah, dan memang Allah ajarkan demikian dan sekali lagi yang kemarin juga tidak salah. Seperti kita naik tangga semakin tinggi dan semakin tinggi, dan tangga sebelumnya tidak salah dan masih tetap di gunakan.

Saya berharap bapak dan ibu, saudaraku semua tetap mengikuti pelajaran pelajaran di ajaran sadar Allah ini, dan sama sama kita amalkan apa yang telah Allah ajarakan kepada kita semua.

Untuk perubahan konsep di ATP tidak ada perubahan, cuma ada perlu saya tegaskan karena ajaran yang baru ini adalah Allah oriented maka segala apa yang kita jalankan dalam rangka ATP murni untuk menjalankan amanah Allah, mewakili Allah sebagai khalifah. Dalam menjalankan ATP tidak ada untuk tujuan pribadi kita misalnya agar terhindar dari masalah, agar berkelimpahan rizki , agar semua masalah dapat selesai, dan sebagainya. Ajaran sadar Allah yang sekarang adalah semua yang kita lakukan adalah ihlas karena Allah titik, tidak ada karena yang lain.

jadi ajaran baru di sadar Allah ini, adalah pemurnian tauhid benar benar murni untuk Allah. Kita menyaksikan Allah, kita mengambdi ya karena Allah, dan kita menjadi khalifah menjalankan amanah ya karena Allah. Tidak menduakan Allah dengan tujuan tujuan lain.

Menjadi yang sadar

PR buat kita saat ini adalah bagaimana kita menjadi yang sadar, artinya bagaimana kita menjadi jiwa. menjadi yang sadar ini penting karena agama diturunkan untuk jiwa ini bukan untuk jasad atau ruh. Kalau kita masih terhalang dengan jasad, terhalang ini maksudnya kita masih terbelenggu oleh jasad baik itu pikiran atau perasaan maka kita tidak akan dapat melangkah menemukan kesadaran yang lebih tinggi lagi.

Sebenarnya sangat sederhana untuk menjadi jiwa itu cukup dengan kita menyadari jasad berarti kita sudah menjadi yang sadar, nah tapi memang perjuangannya adalah mempertahankan jiwa ini tetap menyadari jasad bukan terombang ambing oleh jasad. Proses naik turun kesadaran ini yang setiap saat kita jaga dengan dzikir nafas agar kita selalu sadar akan yang sadar ini dan dapat di naikkan ke sadar Allah.

apa ciri ciri lain selain kita sadar dengan jasad sehingga kita lebih paham lagi bahwa kita sudah berada di jiwa , ada dua ciri utama yaitu kita hanya bisa menyaksikan dan berada di saat ini. Kalau sudah benar kita berada di jiwa maka tidak akan menilai karena menilai merupakan pekerjaan pikiran, atau merasa senang atau tidak senang suka atau tidak suka, karena semua itu adalah pekerjaan pikiran juga. sekali lagi kalau kita sudah benar benar menjadi yang sadar maka kita hanya menyaksikan. Selain itu kita hanya berada di saat ini, artinya kita hanya menyaksikan saat ini bahwa pikiran kita memikirkan masa lalu atau pikiran kita memikirkan masa depan. Kalau kita tidak menjadi yang sadar, maka kita akan terbawa oleh pikiran yang berada di masa lalu atau masa depan. Orang yang sudah menjadi yang sadar, maka dia akan selalu sadar saat ini.

Inilah PR utama kita yaitu menjadi yang sadar agar kita lebih mudah untuk mendekat ke Allah. Sebab yang mendekat ke Allah adalah yang sadar ini. yang faham dengan hakikat KeTuhanan adalah yang sadar ini.

Pelajaran Sadar Allah di Lagunya Ebiet G Ade

sambil membaca uraian saya Bapak Ibu bisa mendengarkan syair dari laguya Ebiet G Ade yang berjudul “Untuk Kita Renungkan” di link youtube berikut https://youtu.be/XvgYO-ym4-M    berikut lirik syairnya

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
(kita harus membersihkan diri kita dari ego, jiwa kita jangan berpakaian ego, jiwa harus melepas baju ego sehingga jiwa kita benar benar telanjang)
Suci lahir dan di dalam batin
(dengan jiwa yang bersih dari ego maka lahir dan batin kita akan suci)
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
(Sebelum melangkah lihat apakah ego itu masih ada)
Singkirkan debu yang masih melekat
(singkirkan ego jika masih melekat di jiwa)
Ho-oh, singkirkan debu yang masih melekat
(debu adalah ego, sekali lagi singkirkan ego ketika melangkah atau berbuat0
Du-du-du-du-du
(hu hu hu hu…)
Du-du-du-du, oh
Oh, oh, oh-oh
(Allah, Allah Allah….)
Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya
(apa yang sudah dan sedang terjadi adalah kehendak Allah)
Kita mesti tabah menjalani
(kita harus terima, T1, Syukur T2)
Hanya cambuk kecil, agar kita sadar
(kehendak Allah agar kita sadar Allah)
Adalah Dia di atas segalanya
(Sadar bahwa Allah Lebih besar dari pada apapun, takbir T3)
Ho-oh, adalah Dia di atas segalanya
(Allah , Allah , aku sadar betul, bahwa Allah lebih besar dari pada Apapun )
Anak menjerit-jerit
(tanda tanda anak menjerit)
Asap panas membakar
(tanda asap panas membakar)
Lahar dan badai menyapu bersih
(Tanda kebesaran Allah)
Ini bukan hukuman
(Allah Maha kasih sayang)
Hanya satu isyarat
(semua kehendak Allah adalah tanda  ATP)
Bahwa kita mesti banyak berbenah
(amanah, ATP untuk berubah, berbenah ke arah yang lebih baik)
Memang bila kita kaji lebih jauh
(insight, pelajaran )
Dalam kekalutan masih banyak tangan
(insight, pelajaran )
Yang tega berbuat nista, ho-ho
(lebih sadar lagi dengan pencerahan insight , Allah, Allah)
Tuhan pasti telah memperhitungkan
(lebih sadar Allah lagi )
Amal dan dosa yang kita perbuat
(Lebih sadar Allah lagi)
Ke manakah lagi kita ‘kan sembunyi?
(sadar untuk lurus ke Allah kembali ke Allah)
Hanya kepada-Nya kita kembali
(sadar Allah kembali di jalan Allah)
Tak ada yang bakal bisa menjawab
(ada rahasia dan kita tidak tahu rencana besar Allah SWT)
Mari hanya runduk sujud pada-Nya
(bertasbih, menerima, dengan sujud, T1)
Du-du-du-du-du (Hu hu hu hu)
Du-du-du-du, oh (Hu Hu Hu Allah)
Oh, oh, oh-oh (Allah Allah Allah )
Du-du-du-du-du
Du-du-du-du, oh
Oh, oh, oh-oh
Kita mesti berjuang memerangi diri
(berjuang mengenolkan ego)
Bercermin dan banyaklah bercermin
(melihat tanda yang ada dalam diri, tanda apakah ego masih ada)
Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini
(Allah dalam jiwa jangan kita tutup diri  dengan ego)
Berusahalah agar Dia tersenyum
(hilangkan ego agar Allah ridho)
Ho-oh, berusahalah agar Dia tersenyum
(Huu Allah , kita usahakan mengesakannya agar Allah ridho) 
Du-du-du-du-du
Du-du-du-du, oh
Oh, oh, oh-oh
Du-du-du-du-du
Du-du-du-du, oh
( Huu Allah, Huu Allah )
Scroll to Top