pelatihan artikulasi trainer sholat khusyu

pada intinya seorang trainer harus sudah berada ada pada wilayah kejiwaan dari apa yang disampaikan. pelatihan sholat khusyu tidak seperti pelatihan pada umumnya terlebih pengajian pengajian pada umumnya. kekuatan trainer terletak dari wilayah kejiwaan yang ada pada dirinya. jadi seorang trainer sholat khusyu harus selalu melatih spiritual dengan patrap atau sholat itu sendiri. demikian inti dari apa yang disampaik ust abu sangkan malam jumat kemarin dalam pelatihan sholat khusyu di jogja.

patrapan dengan Pak Haji Slamet di Hotel grasia

alhamdulillah, tadi pagi sampai siang kita bersama pak Haji slamet melakukan patrap bersama, ada cara yang mengesankan dari Pak haji, yaitu dengan mengarahkan ke hati terlebih dahulu kemudian ditundukkan hati itu dan selajutnya silatun sekuat kuatnya dengan ihlas.

saya menanyakan ke pak Haji kenapa harus di ditundukkan ? beliau menjawab yang menyulitkan orang untuk silatun itu karena hatinya yang masih belum menerima allah, jadi maunya ke allah namun hatinya menolak untuk ke allah… jadinya ya tidak nyambung nyambung.

pelajaran yang bisa saya ambil dari pelatihan bersama beliau siang tadi adalah ketundukan jiwa itu sangat memegang peranan yang sangat penting. keberhasilan patrapis adalah ketundukan kepada allah terlebih dahulu baru kemudian bersedia menuju ke allah. bagaimana mungkin respon allah akan kita rasakan jika hati kita menolak. bagaimana mungkin kita bisa mengetahui jawaban dari allah jika hati kita menutup diri. beliau pak haji juga menggambarkan bahwa ada seorang yang belajar patrap bertahun tahun pada akhirnya berhenti dan menolak sholat khusyu dan patrap, ternnyata selama berpatrap bertahun tahun hatinya menolak allah.

shilatun bukan muhasabah

dalam melatih sholat salah satu bagian yang penting adalah silatun yaitu latihan untuk menyambungkan diri kepada allah. silatun ini inti dari sholat khusyu sesuai dengan quran surat albaqoroh 45 46, dimana inti khusyu adalah menemui allah dan kembali kepada allah. sehingga silatun ini memegang peranan penting dalam setiap pelatihan.

maka dalam hal ini seorang trainner sholat khusyu harus memahami betul wilayah wilayah silatun sehingga peserta dapat dengan mudah merasakan seperti apa yang dialami oleh trainner. seorang trainner harus mampu membawa seseorang dalam wilayah wilayah ketuhanan. so…

silatun bukanlah muhasabah… seperti renungan malam atau lainnya, tapi silatun adalah membawa jiwa untuk mejadi rasakan benar bagaimana dekat dan berasama allah. ada trainner sholat khusyu yang bukannya ngajak untuk ke allah malah peserta di ajak untuk muhasabah yaitu mengingat ingat dosa jadi bukannya ingat allah malah ingat selain allah yaitu dosa.

kalau silatun nya ke allah maka yang terjadi adalah spiiritual exp atau kekhusyuan namun kalau silatunnya malah dibawa ke masa lalu atau ke dosa dosa maka seringkali muncul nangis karena sedih yaitu dosa, bukan nangis yang tergetar hatinya menemui allah.

silatun bukanlah muhasabah….. silatun adalah untuk mengalami bukan untuk mengingat apa yang sudah kita perbuat… mengalami rasa dekat dengan allah… mengalami adanya perubahan kesadaran dan mengalami tanjakan tanjakan spiritual.

seorang trainner harus memiliki kekuatan spiritual dan caranya adalah dengan patrap karena silatun sebenarnya adalah patrap. patrap yang kuat akan membentuk jiwa yang kuat ke allah.