Uncategorized

Bagaimana dzikir nafas level 4 dapat di capai

Dzikir nafas level 4 sebenarnya mudah, karena lebih pada afirmasi untuk meniadakan keakuan dan kekuatan diri.  Nafas masuk meniadakan makhluk dan keluar nafas meniadakan kekuatan mahluk. jadi semua yang ada adalah Allah dan semua kekuatan adalah kekuatan Allah. Kekuatan Allah yang ada harus di afirmaskan Allah, hal ini karena semua yang ada adalah kekuatan artinya semua yang ada mengandung kekuatan. Nah kekuatan itu kita afirmasikan kekuatan Allah, baik itu kekuatan yang kecil ataupun kekuatan yang besar. Misalnya kekuatan kecil adalah kekuatan nafas, dan kekuatan besar misalnya angin, panas dan lainnya.

jadi point di level 4 adalah afirmasi pendiadaan (nafi isbat).

bagaimana jika malas menjalankan amanah Allah

Malas adalah penyakit, berarti harus dicari sumber penyakitnya. Sumber penyakit malas ini bisa secara tidak langsung berkaitan dengan amanah yang di jalankan. Biasanya malas ini terkait dengan ego, semakin ego besar semakin mudah terkena malas. Penjelasannya begini, Amanah adalah perintah Allah, jika kita memiliki ego yang besar maka akan bertolak belakang dengan keinginan ego, konflik antara keinginan ego dan kehendak Allah ini menyebabkan malas. Berarti untuk mengatasi cukup mudah yaitu dengan mengilangkan ego. Ego nol artinya kita hanya mengikuti apa yang Allah kehendak saja tidak dengan ego kita maka kita akan melakukan dan melakukan tanpa ego. Mungkin kata yang pas untuk hal ini adalah just do it kalau bahasa di dalam islam adalah samikna wa athona, aku tahu perintah dan aku jalankan. Sikap hanya menjalankan ini ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa yang kadang orang tidak bisa mencegah. Dia akan melakukan dan melakukan.

Yang jadi masalah sekarang adalah bagaimana mengenolkan ego ini. Mengenolkan ego sama saja dengan meniadakan kepemilikan apapun, semua dikembalikan lagi kepada Allah. Kalau secara teknis sebenarnya sudah ada pada metode dzikir nafas level 4 atau pada patap ada di patrap rumi atau patrap berputar. Untuk teknisnya bisa merujuk ke artikel saya sebelumnya atau di video yang sudah saya upload.

Padepokan Patrap Tempat belajar sadar Allah dari berbagai Aliran spiritual

Padepokan patrap tempat belajar dengan basis utama adalah sadar Allah. Sadar Allah adalah dasar keimanan dan keihsanan sehingga aliran apapun atau cara apapun yang diikuti sadar Allah merupakan jalan utama yang tidak boleh ditinggalkan. Pada tanggal 29 dan 30 juni mendatang padepokan patrap menggelar acara halal bi halal dengan mengambil tema sadar adalah basic spiritual. Tema ini diusung dengan mengundang berbagai aliran spiritual dalam islam seperti Metode Patrap banyuwangi, Metode jagad pitu banyuwangi, konsep makrifatullah haji hussein singapura, konsep dakwah maiyah cak Nun. padepokan patrap yang selama ini di kenal dengan Dzikir nafas dan metode patrap diakui sebagai metode saja dengan mainstream sadar Allah, dan aliran aliran spiritual yang berbasis sadar Allah tentunya akan kita fasilitasi untuk sama sama dikembangkan untuk memperkuat konsep sadar Allah.

Dalam acara besuk ada metode patrap yang dibawakan oleh Mbah Bagus yang mana konsep patrap berbeda secara metode dengan apa yang dikembangkan di padepokan patrap. Sebagai contoh di padepokan patrap membagi patrap menjadi beberapa tingkat, tingkat pertama patrap gerak, kedua patrap gerak rasa dan ketiga patrap diam, sedangkan yang patrap yang masih murni yang berasal dari sumbernya di banyuwangi membagi patrap menjadi 3 tingkat yaitu patrap 1, 2, dan 3 hal ini sesuai dengan buku yang ditulis oleh Guru besar Patrap yaitu Bapak Haji Slamet Utomo, serta murid beliau Ust Abu sangkan dalam bukunya yang berjudul berguru kepada Allah.

Perjalanan berspiritual dari kawan kawan cukup bervariatif dan ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan dakwah sadar Allah yang ada di padepokan patrap, seperti Pak Agung Prabowo (solo) yang mempelajari dan belajar serta menjadi praktisi dari metode Makrifatullah dari Arif billah Haji Hussein Singapura, dimana metode ini berkembang cukup pesat dimana salah satu kawan seperjalanan saya yaitu bapak Yusdeka (penulis buku membuka ruang spiritual) turut mengembangkan metode ini. Metode ini setahu saya di motori salah satu pengusaha batik terkenal dari tambak romo pati jawa tengah juga yang mana beliau juga pernah belajar shalat khusyu bersama saya pada waktu itu. Dan saya kira ini menarik karena akan nanti materi ini akan disammpaikan Bapak Agung Prabowo dimana beliau dulu sangat aktif di padepokan patrap serta menjadi ketua dalam setiap event pertemuan di padepokan patrap, bahkan ide acara halal bi halal ini merupakan ide beliau.

singkat cerita bahwa padepokan patrap sangat menghargai dan sangat toleran dengan berbagai aliran aliran spiritual yang masih berbasis sadar Allah. namun jika sudah tidak berbasis sadar Allah dan caranya menyimpang misalnya tidak menjalankan shalat, tidak menjalankan syariat maka padepokan sangat tegas menolak cara berspiritual yang demikian. Sehingga Padepokan patrap dapat menjadi tempat berkembang bersama untuk menuju sadar Allah. Tidak menggunakan patrap versi padepokan atau tidak menggunakan dzikir nafas tidak masalah, karena dua hal tersebut adalah metode saja. Tapi kalau sadar Allah adalah harga mutlak yang tidak boleh di tawar.

Sebagai wujud kebersamaan dalam bersadar Allah meski metode berbeda, mari kita sama sama sukseskan acara 29,30 di padepokan patrap dengan menghadiri acara tersebut , berikut daftar acara yang akan diselenggarakan :

SUSUNAN ACARA
Sabtu, 29 juni 2019

1. Ashar – 16.00
Opening :
Bp Agung Prabowo

2. 16.00 – 16.30
Halal bihalal :
Bp. Widarto

3. Maghrib – Isya
Attunement Dzikir Nafas Level 4
Bp. Setiyo Purwanto

# Isya – 20.00
Sholat berjamaah
Makan malam

4. 20.00 – 20.30
Sadar Allah Basic Spiritual
Bp. Setiyo Purwanto

5. 20.30 – 21.30
Patrap Sholat Khusyu ( Teori & Praktek)
Bp. Beken

6. 21.30 – 22.15
Sadar Allah Dlm Perspektif Makrifatullah H. Husein Singapura
Bp. Agung P.

7. 22.15 – 23.00
Sadar Allah Dalam Metode Patrap
Mbah Bagus

8. 23.00 – 23.45
Sadar Allah Dalam Perspektif Jagad Pitu
Bp. Jefry M.

9. 23.45 – 00.30
Sadar Allah Dalam Perspektif Maiyah Cak Nun
Bp. Dony Murtadho

Minggu, 30 Juni 2019
1. Subuh – 06.00
Sadar Allah Dalam Bimbingan Kasih Sayang Tuhan
Bp. Suhirman

# 06.00 – 08.00
Makan pagi

2. 08.00 – 08.45
Sadar Allah Dalam Sudut Pandang Kepesantrenan
Bp. Ky. Syamsul M

3. 08.45 – 09.30
Pengembangan Sadar Allah Dengan Gerakan Jumat Sedekah
Ki Soenan

4. 09.30 – 10.15
Pengembangan Sadar Allah Di Lingkungan Sekitar
Bp. Widarto

5. 10.15 – 11.00
Pentingnya Sadar Allah Dalam Menjalankan Amanah Dibidang Usaha
Bp. Joko Sujay

6. 11.00 – Dhuhur
Pentingnya Sadar Allah Dalam Menjalankan Syariat
Bp. Rahmat

7. Dhuhur – Selesai
Penutup & Foto Bersama
Ky. Yayin + Bp. Hery
# Makan siang

==============
Bagi jamaah yang baru, disediakan waktu khusus untuk belajar Dzikir Nafas dan Patrap. Silahkan nanti mendaftar ke Panitia (Pak Widarto) dengan jadwal sebagai berikut :
1. Dzikir nafas level 1- 3 : pada hari sabtu 21.30 – 22.30
2. Patrap Gerak rasa dan patrap Diam : pada hari sabtu 22.30 – selesai
3. Jamaah yang request dengan pelajaran khusus seperti konseling al quran, memperdalam patrap shalat khusyu atau pelajaran lainnya akan kami fasilitasi pada hari minggunya, untuk itu silahkan nanti mendaftar pelajaran yang diinginkan kepada kami panitia.

Shalat sebagai penjernih hati

Shalat jika dilakukan dalam keheningan dan dengan durasi waktu yang lebih akan memberikan dampak pada keadaan kejiwaan yaitu lebih tenang dan lebih lapang. Hal ini dapat dilakukan dengan menyengaja untuk shalat dengan durasi yang lama, misalnya berdiri shalat 10 menit, rukuk 5 menit dst. Namun perlu diingat bahwa di dalam shalat kesadaran kita harus mengarah kepada dzat yang tidak sama dengan apapun. Mengarah kepada yang bukan apapun ini lah yang dapat menjernihkan hati.

Tazkiyatun Nafs itu bukan membersihkan dari dosa tapi dari ego

Kalau memberishkan dari dosa caranya sangatlah mudah, cukup minta istighfar minta ampun kepada Allah maka Allah akan bersihkan, kalau ada hub dengan orang lain ya selesaikan juga, jika tidak ada hub dengan orang lain maka cukup dengan istighfar dosa sudah terampuni. Begitu mudahnya ajaran islam mengenai dosa ini, ya memang demikian sebab Tuhan kita yaitu Allah SWT, Dia sangat maha pengampun dan kasih sayang. Namun masalah tidak berhenti hanya pada pembersihan saja, yang menjadi pokok masalah adalah apakah diri kita sudah bersih dari ego? ini saya pikir yang lebih utama dan lebih penting. Kenapa membersihkan diri dari ego lebih penting, karena sumber perbuatan dosa adalah dari ego ini. Ego inilah yang menyebabkan diri menjadi sombong. Maka benar saja kalau Allah sangat mengecam bagi siapa saja yang sombong. Bahkan Sombong itu sama saja menyekutukan Allah dengan diri. Jadi selama ego itu masih ada maka perbuatan mensekutukan ALlah itu masih akan tetap ada. Nah ampunan Allah yang diberikan dengan kita istighfar akan terisi lagi dengan dosa karena kita masih ada ego.

apa itu ego? ego adalah keakuan atau kepemilikan. contoh seorang yang hafal al quran maka karena masih ada ego maka dia merasa paling dari pada yang lain yaitu dari sisi hafalannya. Seorang ahli hadis dia akan merasa lebih tahu dengan orang lain. Seorang yang belajar ke Allah dia merasa paling sadar Allah dibanding kan yang lain, nah merasa dan merasa itu adalah wujud dari eksistensi ego yang masih ada dalam diri. Awal kita lahir kita tidak memiliki ego maka ini yang dinamakan dengan diri yang fitrah yaitu diri yang suci bersih, karena belum kecampuran ego, setelah menginjak anak anak dan remaja ego semakin kuat dan semakin nampak, kalau ini tidak di segera di bersihkan dari diri maka akan menjadi bahan atau alat syetan untuk selalu menggoda manusia agar berbuat yang melawan Allah. Untuk itu setelah baligh ego ini wajib di hilang kan dengan berbagai ibadah. Shalat menjadi wajib, puasa menjadi wajib dan semua ibadah menjadi wajib. Kalau kita cermati dengan sungguh sungguh dengan makna hakikat bukan syariat, maka tujuan semua dari ibadah adalah untuk membersihkan diri dari ego.

Kaum spiritualis, kaum elit agamawan (ustad, kyai, musryid, habib) sangat rawan terkena egoisme ini. biasanya ini nampak dari asesoris yang ia gunakan, yang menunjukkan bahwa dirinya adalah ustad atau kyai. Anda mungkin agak marah dengan pernyataan saya ini, ya silahkan. Kalau mau jujur kenapa beliau beliau memakai asesoris tersebut, bagaimana jika beliau beliau pakai celana jeans, kaos bola, dengan topi bukan serban? terutama ketika beliau berada di tempat umum? pasti beliau beliau tidak akan melakukannya. Saya menuliskan ini menunjukkan bahwa asesoris itu tdak masalah, yang masalah adalah jika dengan asesoris tersebut terbersit kesombongan. Jadi anda tidak perlu emosi dengan tulisan saya.

kembali ke tazkiyatun nafs, untuk menghilangkan ego harus terus belajar dan berjalan, Caranya adalah dengan banyak banyak berserah diri kepada Allah menyerahkan diri kepada Allah, penyerahan ini akan menguras ego ego yang ada pada diri. Mungkin tidak akan bisa bersih total karena harus dilakukan dengan pelan pelan dan terus menerus. Jika ego sudah bersih maka tidak akan berbuat dosa lagi, dan perbuatannya akan selalu di dasarkan pada ATP (amanah tanda perintah) .

Aku Diperintahkan Untuk Puasa, Aku diperintahkan Untuk cuci piring

Kita menganggap bahwa perintah Puasa lebih tinggi nilainya dengan perintah Cuci piring, belum tentu. Kadang perintah cuci piring nilainya lebih tinggi dibanding dengan perintah puasa. Ketka seorang sudah menjalankan puasa kemudian merasa dirinya “sudah berpuasa” merasa sudah menjadi orang hebat dan tidak mau cuci piring maka cuci piring adalah lebih mulia dari pada puasa. Karena disini cuci piring menghilangkan ke egoan sedangkan puasa justru meninggikan ego.  Maka perintah Allah cuci piring lebih tinggi dibandingkan dengan puasa.

 

Allah Menghadapkan pada keadaan yang Pelik

jaman Rasulullah penuh dengan pertarungan hidup atau mati, keadaan yang dicontohkan nabi adalah keadaan ekstrim. Contoh ini agar umatnya dapat mengambil bagaimana cara para Nabi dan Rasul dapat survive dari keadaan tersebut. Survive dari keadaan yang sangat pelik, bahkan keadaan hidup atau mati.

Nabi Yusuf dengan kesadarannya kepada Allah ketika bersama siti zulaekah

Nabi Musa dengan ketaatannya kepada Allah, ketika di perintah Allah memukulkan tongkat ke laut  yang tidak masuk akal

Nabi Nuh yang dengan ketidak bisaannya namun tetap mengikuti perintah ALlah yaitu ketika diperintah membuat kapal di atas bukit.

Semua contoh solutif dari cerita para Nabi ini adalah contoh riil bagaimana agar kita dapat keluar dari masalah yang pelik dan seakan tidak mungkin terselesaikan.

Jadzab adalah istilah untuk keluar dari masalah dengan cara spiritual. Jadzab bukan tidak tanpa tujuan, jadzab adalah cara Allah agar kita dapat keluar dari masalah yang pelik , amanah yang berat hinggat beratnya tingkat dewa. jadzab sering di artikan sebagai sebuah maqom kedekatan dengan Tuhan, bagi saya tidak sekedar itu, jadzab adalah keadaan kedudukan dimana kita dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak masuk nalar. Perhatikan “cara” bukan hasil. Yang jadzab adalah cara nya bukan hasilnya. Allah memberikan cara pemecahan yang aneh bukan solusinya. Cara yang aneh ini jika kita jalankan maka kita akan dapat survive.

diantara kita tidak kuat dengan keadaan jadzab ini. ketika kuatan ini terletak pada kesabaran dan ketabahan dalam menjalaninya. Kemudian peran pikiran dan yang terutama adalah ego yang selalu menjadi hijab. Kalau mau menghilangkan jadzab syaratnya harus menghilangkan ego. ego yang kuat menyebabkan kita selalu berpikir dan selalu enggan untuk menjalankan perintah Allah yang berlawanan dengan ego tersebut.

hancurkan ego

hancurkan ego

dan hancurkan ego

Dengan lenyapnya ego maka cara Allah akan nampak nyata sehingga mudah untuk dijalankan. dengan menjalankan ini maka masalah kita akan selesai amanah atau masalah pelik akan terselesaikan.

 

Kenapa Tuhan tidak bisa di cari ?

Tuhan punya sifat tidak sama dengan apapun, lha bagaimana mau  di cari? kalau kita mencari berarti kita salah mindset. Mencari pasti ketemunya sesuatu, dan Tuhan pasti bukan sesuatu. Jadi kata “mencari” dalam proses makrifat tidak tepat dan tidak benar. wis ngono wae….

kunci patrap shalat khusyu “seperti di jantur”

mungkin sedikit yang pernah mendengar kata jantur, kata jantur ini kata ketika saya masih kanak kanak dimana jangkrik masih banyak, agar jangkriknya menjadi giras dan gandang suaranya maka jangkrik itu di jantur.
setelah saya mempraktekan patrap shalat baik dalam latihan atau dalam praktek shalat yang sesungguhnya, rasanya seperti jangkrik yang di jantur. Jantur ini mirip dengan di gantung tapi tidak mematikan justru semakin khusyu. baiklah lupakan jantur. begini maksud saya adalah bahwa ketika kita berdiri shalat rukuk dan posisi shalat yang lain kita harus berada pada titik keseimbangan dan titik keseimbangan itu menggantung kepada Dzat yang lebih besar dari pada apapun. Jadi seperti kita berada di titik keseimbangan tertentu kemudian menggantung jadi berat badan akan lebih ringan. Ringan yang pertama karena mencapai titik keseimbangan dan ringan yang kedua adalah karena kita menggantungkan diri kepada Allah (jantur)
untuk bisa seperti ini diperlukan latihan dan praktek untuk mencapai titik keseimbangan dan tali bergantung. Jantur menggunakan tali, dan ibaratnya dengan tali, maka tali ini sebagai penghubung yang menggantungkan kita dengan Allah.
memang agak susah untuk menggambarkan keadaan yang saya alami terkait dengan metode patrap shalat khusyu ini , tapi insya Allah akan jelas jika langsung praktek. jadi silahkan datang ke padepokan ya…

Al Isra 15: Semua atas petunjuk Allah

Petunjuk Allah apakah hanya perintah shalat, puasa baca shalawat atu berdzikir saja ? tidak. Kalau kita cermati perintah Allah di surat al Isra ayat 15 maka semua hal semua tindakan kita harus berdasarkan atas petunjuk Allah SWT. Jadi tidak hanya perintah yang bersifat ibadah saja tapi semua tindakan dari yang kecil sampai yang besar. Kita melihat duri di jalan atau melihat batu dijalan maka perintahnya adalah jelas , yaitu menyingkirkan. Bagaimana dengan kita melihat cucian piring di dapur? pasti perintah Allah sangat jelas yaitu cuci. Cuci piring ini di jalankan bukan karena takut istri, bukan karena tugas rumah, bukan karena kebersihan atau karena agar mudah untuk menggunakannya lagi tapi cuci piring ini dilakukan adalah menjalankan perintah Allah.

Memahami perintah Allah itu sangat mudah, tinggal segala sesuatu kita niatkan karena perintah Allah. Misalnya kita menyingkirkan batu di jalan, tinggal diniatkan karena perintah Allah, bukan karena kalau dibiarkan membahayakan pengendara. Maka disini sangat penting untuk selalu meng ON kan kesadaran kita kepada Allah. Dengan On ini ibarat lampu yang kita nyalakan sehingga sangat nampak apa apa yang Allah perintahkan kepada kita.

Setelah sadar Allah di On kan, selanjutnya adalah niat untuk menjalankan perintah Allah. Niat ini merupakan bentuk dasar ketakwaan kita kepada Allah untuk siap menjalankan perintah Allah.

sebenarnya ada rahasia untuk menjalankan perintah Allah dengan sempurna yaitu dengan keadaan FANA. Keadaan ini akan mem by pass pikiran dalam proses menjalankan perintah Allah. Sebab dalam menjalankan perintah Allah diperlukan sikap samikna wa athona yaitu suatu sikap dimana tidak ada proses berpikir dalam menjalankan semua perintah Allah. Misalnya melihat cucian piring kotor di dapur maka tanpa berpikir langsung bersihkan, jika berpikir maka akan tertunda atau tidak jadi menjalankan. Tapi keadaan FANA memang sulit dan harus dipelajari setiap hari. metode sudah saya susun yaitu di Dzikir nafas level 4 dan di patrap rumi. Sayapun sekarang masih terus berlatih, karena naik turun dan kadang tidak sadar kalau tidak fana.

Demikian lah tadarus surat al isra ayat 15, Bapak dan Ibu juga bisa mendapatkan pencerahan dari Allah tentang surat al isra ayat 15 tersebut.