Menjalankan amanah di alam sibghoh

Pelajaran dzikir nafas pada puncaknya yaitu level 4 adalah duduk di alam sibghoh. Duduknya di alam sibghoh harus benar benar istiqomah, menetap dan tidak tergoda oleh keadaan keadaan di bawahnya seperti semangat, seperti gairah , keinginan atau keadaan yang masih ada rasa atau masih bisa dirasakan.  Contoh lagi adalah kebahagiaan, kadang kesadaran kita turun kepada kebahagiaan atau kesenangan dalam menjalankan sesuatu, padahal sudah bisa masuk ke alam sibghoh. Tulisan saya ini bagi beberapa orang akan membingungkan terutama yang belum mencapai keadaan di alam sibghoh.  Sekali lagi belajar Dzikir Nafas yang saya susun harus benar benar mengikuti tahap tahap bukan seenaknya sendiri sebab apa yang saya susun merupakan tahapan yang sudah teruji dan terbukti. Perjalanan spiritual step stepnya harus benar dan tidak boleh seenakanya sendiri sebab tipuam hasutan dari syetan, hawa nafsu sangatlah halus. Seperti kebahagiaan kedamaian bagi sebagian orang begitu dicari tapi bagi pengamal dzikir nafas pada tahap sibghoh keadaan tersebut harus ditinggalkan.

duduknya di alam sibghoh mendasarakan apa yang dilakukan tidak berdasarkan keinginan atau kesenangan tapi kadang tanpa keinginan dan kesenangan dalam menjalankannya, melakukan sesuatu berdasarkan Amanah apa yang sedang Allah berikan (ATP). Menjalankan ATP kadang tidak ada rasa senangnya nah dengan sibghoh kita dapat menjalankan amanah Allah meski tidak ada rasa senangnya. Kadang terjadi pertentangan dalam diri antara amanah Allah dengan keinginan pribadi, dan yang dilakukan tentunya adalah amanah Allah, menjalankan dengan tanpa rasa, tanpa kesenangan tanpa kebahagiaan, bahkan tanpa kedamaian.

Mari kita sama sama belajar duduk di alam sibghoh, belajarlah dzikir nafas sesuai dengan arahan yang saya buat. Cek setiap perjalanan sampai tahap mana dan harus bagaimana, setiap tahap spiritual sampai mencapai sibghoh sudah saya tulis dan saya jelaskan melalui siaran malam jumat di channel youtube saya. Jangan belajar dengan cara sendiri itu akan terlalu lama, karena lika liku jalan yang banyak bercabang jika tidak ada panduan akan kesasar sasar. Semoga Allah selalu menunjukkan kita jalan yang lurus.

 

Bersyukur di Alam Keheningan

Ketika kita berdzikir nafas, terutama kalau sudah mencapai tahapan ke empat, maka akan muncul keheningan. dalam keheningan ini bisa kita lakukan bersyukur kepada Allah. Dan daya dari syukur ini membuat jiwa lebih tenang dan lebih bahagia.

dah itu aja ….

lebih penting amaliah berdasarkan quran sunah dari pada berdasarkan sanad

Amaliah dalam islam ini sudah sangat jelas dan buaanyaakkkk, dimana tertera, jelas di quran dan sunah. Kita kalau mau menjalankan amaliah yang ada di quran dan sunah saja itu sudah sangat banyak, itu dari sisi banyaknya sehingga kita tidak perlu lagi mencari cari amaliah lain. Amaliah yang tidak dari quran dan sunah biasanya melalui baiat, melalui sanad.

Baiat

sekarang kenapa perlu baiat kalau sudah syahadat ? ini yang menjadi pertanyaan (kecuali yang taklid, kalau saya tidak mau taklid). saya selalu menanyakan kenapa baiat, kalau baiat itu adalah sumpah berbuat baik, nah apakah selama ini saya tidak mengakui bahwa saya siap menjalankan kebaikan? kenapa harus baiat ? mungkin pengakuan terhadap guru selamanya sampai akhirat,… nah ini yang saya pertanyakan lagi? maksudnya sampai akhirat itu apa ? karena ketika di akhirat kita mempertanggungjawabkan perbuatan kita masing masing. Terus kalau sudah di baiat dengan amalan tertentu apakah itu mengikat, ini yang selalu menjadi pertanyaannya. Dari mana dasar mengikatnya, kalau saya tinggalkan ? padahal itu tidak ada aturan di dalam quran dan sunah ?

Sanad

Sanad ini yang dari dulu sering membuat saya ragu, kenapa, karena buktinya tidak jelas. kecuali kalau ada bukti yang bisa benar benar membuktikan, tidak hanya cerita cerita saja. Okelah misalnya guru saya menceritakan gurunya yang pernah berguru dengan kakek guru saya iya itu masih , tapi kalau sudah sampai buyut guru, artinya diatasnya kakek guru saya, bagaimana ini bisa dipercaya? padahal namanya sanad itu sampai rasulullah? bagaimana mungkin bisa dibuktikan. pertanyaan ini sampai sekarang tidak mendapat jawaban dan orang yang saya temui tidak bisa memberikan jawabanya. Oleh karena itu saya mengambil jalan segala amalan melalui quran dan sunah saja, selain itu tidak. Dari pada saya harus dibaiat atau menggunaka sanad lebih baik saya pakai quran dan sunah saja.

kenapa cukup pakai quran dan sunah, karena bukti otentiknya ada, dan tertulis dan tulisan ini sama dari awal diterima sampai sekarang. tidak ada perubahan dalam tulisan itu.  Kalau sanad tidak ada tulisan yang otentik, bagiamana Rasulullah meng ACC amalan yang akan di baiatkan.

Dan maaf, mayoritas amalan amalan yang ada baiatnya dan bersanad biasanya ditujukan untuk mencari fadhilah fadhilah, misalnya baca ini nanti rejeki lancar, baca ini untuk selamat dunia sampai akhirat, baca ini untuk ini dan itu, baca shalawat agar bisa ini dan itu, dan caranya harus di baiat dan kata gurunya ini sanadnya ini dan itu.

jadi sekarang mudah saja, ambil amalan yang dari al quran dan sunah, kemudian amalkan karena Allah jangan karena agar bisa ini dan itu, agar dapat ini dan itu.