Training for Trainers Dzikir Nafas 1 Februari 2020 di Padepokan Patrap

assalamualaikum sahabat DNSA,

silaturahmi jamaah DNSA dengan materi training for trainer dzikir nafas sadar Allah akan di gelar di padepokan pada tanggal 1 februari 2020. peserta adalah siapapun yang lurus ke Allah dan sedang berjalan menuju kepada Allah. tidak terikat sudah lama atau baru masuk. Yang penting sekali lagi adalah punya visi lurus ke Allah.

pelatihan ini mencakup bagaimana mengajarkan dzikir nafas, 3T dan ATP. kalaupun anda tidak punya jamaah anda bisa mengajarkan kepada keluarga, tetangga, atau teman kerja dengan cara yang bisa diterima.

baik saya harap kalender tanggal 1 februari di lingkari. acara akan diselenggarakan selama 2 hari yaitu sabtu dan mingu yaitu tanggal 1 dan 2. jamaah di usahakan sudah berada di padepokan hari jumatnya. sehingga bisa istirahat terlebih dahulu.

baik sekian dulu pengumuman dari saya terimakasih.

Antara langsung ke Allah dan Nur Muhammad

ada jalan ternyata untuk menuju ke Allah yaitu dengan Nur Muhammad (meski jalan ini tidak di ajarkan di Padepkan Patrap), karena beberapa alasan antara lain karena al quran tidak menyebutkan tentang nur muhammad sebagai jalan unutk menuju ke Allah. Dan al quran hanya menyebutkan jika mau ke Allah yang langsung saja ke Allah tidak perlu menggunakan media atau yang bukan Allah.

Antara langsung ke Allah dan nur muhammad tentunya sangat berbeda dalam hal ke-langsung-an atau direct, kalau langsung ke Allah, tapi kalau nur muhammad menggunakan nur muhammad (meski nur ini juga masih menjadi pertanyaan, cara pakainya, dan wujudnya serta mendapatkannya).

Dari beberapa pengalaman ketika lurus ke Allah, tidak ada hal lain yang menjadi antara (perantara) maka ketauhidan akan cepat terupgrade, tapi jika menggunakan nur muhammad maka akan terhenti di nur muhammad dan tidak langsung ke Allah.

untuk pembaca mohon khusus yang menggunakan langsung ke Allah, bukan yang menggunakan nur muhammad, karena akan merasa di salahkan dan di anggap remeh. tulisan ini saya peruntukkan untuk yang sefaham dengan saya yaitu jamaah DNSA yang ada di group. Atau jika sudah gabung tapi masih pakai nur muhammad , tidak perlu komen cukup diam dan by pass saja tulisan saya ini. Tulisan ini saya gunakan untuk memotivasi kawan kawan yang lurus ke Allah, langsung ke Allah untuk tidak menggunakan media apapun, atau tidak menggunakan hal lain yang bukan Allah (baca : nur muhammad adalah : bukan Allah). Jadi sangat jelas ya , dan mohon maaf bagi yang masih menggunakan nur muhammad

khusus bagi kawan kawan sadar Allah yang masih menggunakan nur muhammad, sebaiknya mulai belajar menafikan selain Allah (di level 4) sebab kalau masih menggunakan nur muhammad tidak akan bisa mencapai level 4, sebab disini ada nafi isbat, yaitu meniadakan semua (termasuk nur muhammad) dan meng isbatkan Allah jadi yang ada adalah hanya Allah, tidak ada yang lain, dan hanya ada kekuatan yaitu kekuatan Allah tidak ada yang lain termasuk nur muhammad.

Jadi tegas antara langsung ke Allah dan nur muhammad, beda konsep ini akan menyebabkan beda pemahaman dalam perjalankan ke Allah.

hati hati jika merujuk kitab kuning

kitab kuning adalah kitab buatan manusia, siapapun bisa membuat kitab kuning, dia tulis dan dicetak dalam kitab yang kertasnya berwarna kuning. Misalnya saya, saya menulis tentang ilmu tasawuf kemudian saya cetak dengan kertas kuning dalam bahasa arab gundul dan jadilah itu kitab kuning, namun anda harus hati hati karena yang membuat saya manusia biasa yang kadang masing sangat dipengaruhi subjektifitas sangat bisa salah. nah demikian pula dengan kitab kuning itu adalah  buatan manusia yang sangat dipengaruhi oleh suasana pada saat itu. suasana itu bisa bersifat politik, gairah agama di jamannya dan lainnya. jadi menggunakan kitab kuning juga harus mempelajari suasana pada masanya.

Kitab kuning sementara ini sangat di agung agungkan terutama oleh pondok pesantren, ukurannya kalau sudah bisa baca kitab kuning baru pantas menyandang kyai, kalau tidak bisa baca kitab kuning tidak pantas bergelar kyai, kriteria ini tentunya sangat kasar sekali, jika memang demikian berarti kyai atau tidak kyai tergantung penguasaan bahasa asing yaitu bahasa arab. Kalau misalnya Rasulullah dari Inggris mungkin saya disebut kyai, karena saya bisa bahasa inggris. Kesalahan cara menilai kyai dan tidak ini sangat lazim di  masyarakat, dan menjadi klaim dasar untuk menentukan orang tersebut patut dipercaya atau tidak dalam hal agama. Misalnya saya bicara masalah agama tapi tidak bisa baca kita arab gundul maka apa yang saya sampaikan patut untuk tidak dipercayai padahal apa yang saya sampaikan adalah benar.

Ukuran kemampuan menguasai bahasa arab sebagai penentu gelar kyai atau tidak pada jaman sekarang tidak akan berlaku lagi. Karena sudah ada google translate. tidak hanya bahasa arab saya bahkan bahasa lain mudah di terjemahkan. Jadi, saya tidak repot repot lagi kalau mau tahu artiya bahasa arab ke bahasa indonesia.

kembali ke topik tentang kitab kuning, hati hati dengan kitab kuning jika kitab tersebut bertentangan dengan al quran, kalau sejalan tidak masalah. dan ingat tidak semua kitab kuning itu sejalan dengan al quran ini yang kadang kadang saking taksub nya melupakan al quran dengan menggunakan isi kitab kuning yang bertentangan dengan al quran.

bagi anda yang bertahun tahun belajar kitab kuning tidak perlu marah dengan tulisan saya ini, karena saya hanya menyampaikan apa yang seharusnya anda ketahui yaitu berhati hati jika isi kitab itu bertentangan dengan al quran. Jika tidak bertentangan atau malah mendukung dan memperjelas yang ada di quran itu yang wajib di pelajari dan di amalkan.

apakah al quran dan hadits, masih belum cukup?

apakah anda percaya 100% bahwa kita kitab agama itu selalu benar? tentu memerlukan kajian mendalam. Apakah kalau sudah pengarang di anggap sebagai orang yang “tidak pernah salah” sudah bisa menjamin kitabnya 100% benar ? hanya dianggap bahwa penulisnya adalah “orang suci” sehingga kadang tidak rasional dalam menggunakannya sampai sampai al quran di kalahkan isinya. Kitab kitab agama yang sudah sangat lama, ratusan lalu dibuat apakah juga masih sesuai dengan yang sekarang?, tentunya perlu kajian mendalam dan telaah. Kajian kajian kitab lama efektif pada jamannya dan sekarang sudah beda jaman dan itu pasti banyak mengalami perbeadaan dan ketidak sesuaian.

agama ini mudah dan agama ini sangat simpel, cukup dengan al quran dan sunah, serta kitab kitab pendukung yang tidak bertentangan dengan al quran. Kadang kitab lama itu terlalu dipengaruhi oleh penulisnya artinya dibuat sangat subjektif. Misalnya jelas jelas di al quran disebutkan bahwa dalam setiap ibadah harus menyadari Allah, harus ada ihsan kemudian kitab buatan manusia menyebutkan semua ibadah harus menyadari Allah kecuali shalawat. Pernyataan kitab ini kan sangat bertentangan dengan al quran. Bagaimana bisa shalawat tidak perlu sadar Allah, sedangkan ke Allah saja kita harus sadar Allah. Ke Allah saja dengan berbagai ritual ibadah harus sadar Allah, tapi kenapa shalawat tidak perlu sadar Allah. Inikan pendapat yang sangat menyesatkan. Bagaimana mungkin shalawat tidak perlu sadar Allah sedangkan kalimat pertama dalam shalawat adalah menyebut nama Allah, yaitu Allahumma….

dan masih banyak sekali karena ulama tersebut saking fanatiknya dengan “shalawat” sehingga berpendapat berlebihan dan kebablasan dalam hal shalawat. Misalnya dengan  baca shalawat akan bisa laris dagangannya, bisa lancar merah jabatan, ini jelas pendapat yang sangat menyesatkan karena yang memberi rejeki adalah Allah bukan bacaan shalawat. Kemudian yang sering kita dengar misalnya baca shalawat maka akan mendapat syafaat, padahal di al quran di tegaskan bahwa yang dapat memberikan syafaat adalah Allah SWT bukan shalawat.

mari kita kembali kepada Ala quran dan memahami perintah yang ada di dalamnya. Kalau kita memahami perintah Allah dalam al quran maka al quran lebih dari cukup. Kesalahan kita adalah al quran hanya barang hafalan dan bacaan tanpa di telaah lebih lanjut apa perintah Allah kepada saya. Makan sebaik baik orang mengajarkan Al quran adalah mengajarkan kepada orang lain tentang apa bagiamana membaca perintah Allah dalam kitab tersebut. bukan mengajarkan hal hal yang justru mempersulit orang untuk memahami perintah Allah dalam ayat al quran yang dia baca. Misalnya dengan mengatakan ” tidak perlu tahu artinya kalau baca al quran, baca saja sudah berpahala banyak” pernyataan ini sangat menyesatkan orang untuk dapat memahami al quran.

 

cara hipnoterapi islam

Yang membedakan secara dasar hipnoterapi islam adalah terletak keapda kesadaran nya. Jika hipnoterapi islam masuk ke alam supra sadar, tapi jika yang bukan islam masukanya ke alam bawah sadar.

induksi bawah sadar tidak berlaku di hipnoterapi islam, yang digunakan adalah induksi memasuki alam supra sadar yaitu dengan mengajak subjek untuk relaks dan berserah diri kepada Allah.

ketika sudah terjatuh dalam keadaan berserah maka sugesti bisa dilakukan,

sugesti yang diberikan adalah keyakinan kepada Allah bahwa Allah memberikan perubahan yang diinginkan seperti kesepakatan dari tujuan hipnoterapi.

contoh hipnoterapi islam yang saya lakukukan https://www.youtube.com/watch?v=ldkzsUsGqy8

Perbedaan Mindfulness dan islamic mindfulness

perbedaan yang paling utama adalah pada unsur transendensi kepada Allah. Contoh, jika mindfulness islam kesadaran kita arahkan kepada Allah, sedangkan mindfulness kepada keadaan yang terjadi (kita lihat bahwa islam lebih pada yang membuat kejadian bukan kejadian itu sendiri). Perbedaan lainnya adalah istilah non judgemental dalam mindfulness, dalam islam di artikan sebagai sikap redha membiarkan apa yang terjadi sebagai sebuah kejadian yang diterima dan dibiarkan terjadi. Untuk berada pada keadaan here and now maka islam sangat, jelas bahwa kita harus fokus kepada apa yang berlaku saat ini untuk kita baca tanda dan perintah yang harus kita lakukan.

perbadaan lain adalah dari sisi cara mencapai mindfulness. jika mindfulness non islam, adalah dengan meditasi , di dalam islam perbedaan menjalankannya adalah dengan dzikir, terutama dengan dzikir nafas.

nah itu dua perbeadaan mendasar perbedaan antara mindfulness islam dan mindfulness yang dibawa oleh kabat zin dari agama budha.

Cerdas : Berpikir Luas dan Terarah

Kita di bekali pikiran oleh Allah untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Salah satu ciri orang cerdas dalam menyelesaikan masalahnya adalah dengan berpikir luas dan terarah. Misalnya anda sedang mengembangkan sebuah usaha, maka berpikir luas dan terah akan memberikan ide ide baru terhadap usaha yang sedang dijalankan.

berpikir luas seperti di latihkan dir Dzikir nafas level 1. Kita dapat menggunakannya dalam hal memecahkan suatu masalah. luaskan kesadaran dan arahkan luasnya kesadaran kita tersebut kepada usaha yang sedang kita rintis.

DN level 1 menyadari ciptaan Allah, DN level 2 menyadari Allah sang Pencipta

batas yang jelas antara DN level 1 dan DN level 2, yaitu pada perubahan kesadaran dari kesadaran terhadap apa yang diciptakan Allah sedangkan pada level 2 kesadaran kepada Allah yang menciptakan. Perbedaan ini harus dipahami dan dapat di amalkan. Satu hal yang penting adalah kemampuan pikiran kita. Ketika DN level 1 maka pikiran akan mengikuti apa yang disadari tapi ketika sudah DN level 2 maka pikiran sudah tidak bisa berpikir lagi. artinya bahwa DN level 1 pikiran akan berjalan tapi ketika DN level 2 maka pikiran akan berhenti.

Tawaran “investasi” hanya untuk orang yang tidak amanah

Apakah anda termasuk golongan orang yang tidak amanah? kalau iya maka salah satu cirinya adalah malas menjalankan perintah Allah dan ingin keuntungan besar. salah satu bentuk nya adalah mengikuti “investasi” .

Orang yang menggunakan uang untuk mendapatkan uang, atau cukup dengan titip uang maka uang akan bertambah, maka disini tidak ada tanda dan tidak ada perintahnya bahkan tidak ada amanahnya. Uang adalah amanah, amanahnya adalah untuk menjalankan atau melancarkan dalam menjalankan amanah, perintahnya dikeluarkan untuk memperlancar amanah. jadi kalau uang digunakan untuk menambah uang dengan tidak melakukan apa apa maka itu sama saja sudah dzalim dengan uang.

Banyak dari kita sudah keracunan teori ekonomi yang mengatakan bahwa kerja minimal hasil maksimal? pada dalam konsep amanah, kerja maksimal, hasil kita serahkan kepada Allah. Jadi antara teori ekonomi dengan konsep amanah sangat bertentangan. orang yang mengikuti teori ekonomi sangat tertarik dengan yang namanya investasi, cukup titip uang, dan uang berlimpah, jelas ini adalah tidak sesuai dengan prinsip amanah.

Dan orang orang yang tidak amanah akan kena batunya, coba kita lihat saja berapa banyak orang yang jadi korban “investasi bodong”. Bahkan investasi yang berbau agama entah itu umrah, kurma, atau lainnya. Artinya sang penipu hafal sekali dengan karakter 2 ini yaitu : para pencari pahala (PPP) dan Para Pencari Uang (PPU) maka keduanya akan menjadi iming iming dan Ya… berhasil ..ketipu. Sekarang coba kalau prinsipnya adalah amanah, dia tidak tergiur dengan pahala dan uang, dia akan melihat apa kotribusi saya disitu, benarkah ada misalnya sawah kurma yang ditawarkan, kalau dia menawarkan emas, ada tidak emasnya atau lainnya. Dia akan tolak kalau dia tidak ada kotribusi sama sekali. dia ingin berbuat sesuatu. Karena orang amanah fokusnya adalah apa yang bisa dia perbuat bukan apa yang dia dapat.

semoga  kita selalu sadar dan tidak melulu cari duit duit dan duit, pahala pahala dan pahala…….

 

bahagia di beri amanah Allah

jika kita siap untuk menerima amanah dari Allah maka kita bahagia untuk menjalaninya. Akan ada banyak pelajaran dan pertolongan Allah ketika kita siap untuk menjalankan amanah, ini baru siap, belum lagi nanti dalam proses menjalankan. Kita akan diajari bagaimana peka dengan tanda yang Allah berikan dan kita diajari bagaimana menyelesaikan masalah tersebut, bahkan kita akan dibuat bahagia dengan pertolongan pertolongan Allah.

Bahagia karena menerima amanah Allah akan membuat kita semangat dalam menjalankan amanah amanah Allah. coba hubungkan pekerjaan kita sekarang ini dengan Allah, artinya yang memberi pekerjaan adalah Allah pasti hati kita akan bergelora bahagia dan semangat. lain dengan jika kita bekerja untuk nafkah keluarga, untuk mencari uang, demi uang, atau demi pekerjaan itu sendiri nilai semangatnya akan berbeda dengan jika kita bekerja karena Allah.

jika kita sudah pada maqom bahagia menjalankan amanah Allah di dunia maka berarti kita sudah merasakan surga dunia, kalau surga dunia kita dapatkan maka kita akan mendapatkan surga akhirat. Nikmat hidup adalah dengan menikmati apa yang ada di dunia dan bahagia dengan apa apa yang Allah amanah kan dalam dunia ini. Kita bahagia dengan pekerjaan kita bahagia dengan keluarga yang ada sekarang dan bahagia dengan harta yang kita miliki saat ini.