Uncategorized

Quran di sobek marah ?

Quran di sobek orang kulit putih! bisa jadi ini menjadi peringatan bagi kita sebagai umat islam. Umat islam yang hanya membaca, memuja muja kerta al quran, pasti akan marah dan sakit hati. Dan inilah yang dikehendaki oleh para penyobek Al Quran agar umat islam marah dan menunjukkan emosi yang negatif, yang pada akhirnya kemarahan nya akan dibalas oleh mereka dengan balasan olok olok an entah yang dituduh teroris, agama kejam dan lain sebagainya.

untuk saat ini menurut saya yang lebih penting bukan marah atau emosi , memperbaiki diri untuk lebih memhami al quran menyadari isi serta bersaha menangkap perintah Allah dan mengamalkannya. jadi Allah menurunkan para pesobek-pesobek al quran seperti berita berikut https://news.detik.com/internasional/d-6532074/ikuti-rasmus-paludan-kepala-anti-islam-di-belanda-robek-al-quran adalah agar kita beralih dari fokus al quran berupa tulisan di kertas menjadi Al quran yang berupa wahyu yaitu memahami perintah Allah . Allah menghendaki kita agar kita beralih menyadari apa perintah allah dalam setiap ayat.

jadi ada sisi positif adanya para pesobek Al Quran diturunkan Allah SWT yaitu menjadi peringatan keras dari Allah SWT. Kalau kita salah menangkap tanda dari Allah ini, dengan  kita marah dan menyerang bersifat agresif, maka tidak akan  ada perubahan dalam menjadikan al Quran sebagai petunjuk, tapi akan tetap pada kebiasaan lama yaitu menjadikan quran  sebagai bahan bacaan dan bahan hafalan saja.

Kerajaan Allah SWT dan peran kita

Allahlah yang merajai alam semesta ini. Sang Raja yang Agung, yang suci yang memberikan kita berbagai macam fasilitas maka kita wajib berterimakasih kepada Allah.  Kerajaan Allah SWT meliputi langit dan bumi sebagai hamba kita wajib memujinya sesuai dengan aturan yang telah beliau tetapkan melalui utusannya Nabi Muhammad SAW. Sebagai hamba kita wajib menyembah dalam bentuk shalat, bentuk menyembah ini adalah mutlak sebagai kesetiaan dan loyalitas kita kepada Raja penguasa alam semesta.

Dalam kerajaan Allah ini, kita masing masing adalah duta besarnya Allah, yang mewakili Allah untuk merawat alam semesta ini. Kita menjadi duta dengan tugas yang berbeda beda, ada yang jadi polisi, ada yang jadi guru ada yang jadi perawat dan lain sebagainya. Semua profesi adalah mewakaili di bidangnya masing masing, jadi ketika menjalankan pekerjaan kita maka sebenarnya kita menjalankan tugas sebagai duta nya Allah SWT Sang Raja alam semesta ini.

Pada posisi ini sebagai hamba dan sebagai khalifah (duta) tidak ada kepentingan diri kepentingan indifidu kita, semua adalah untuk Allah, semua kita lakukan karena Allah. Apa yang kita lakukan tidak untuk siapa siapa tidak untuk apapun selain untuk Allah SWT Sang Raja yang memiliki kerajaan bumi dan langit. Sebagai hamba dan khalifah kita hilangkan keakuan kita , kita hilangkan kepentingan kita pribadi, arahkan semua yang kita perbuat untuk Allah semata.

 

kesadaran dalam bersedekah

ibadah apapun itu harus di sertai dengan kesadaran, untuk penting sekali bahwa setiap kegiatan kita harus di sertai dengan niat. Niat adalah bentuk pengaktifan kesadaran dan niat yang benar adalah niat menjalankan karena Allah. Demikian pula dalam hal sedekah ketika mengeluarkan uang dari dompet, kemudian menggerakkan tangan untuk diberikan kepada orang lain maka harus disertai dengan niat bahwa sedekah ini diberikan karena Allah. berikut diskusi mengenai kesadaran dalam bersedekah dalam program siaran radio MQFM dengan tema Mindfulness Giving semoga bermanfaat https://youtu.be/22Rj2f7Fgs8?t=1156

Scroll to Top