Jajak pendapat pengertian dzikrullah

kita lihat hasil polling di bawah ini dari 88 peserta, 84 menjawab bahwa arti dzikrullah adalah sadar Allah, bukan ingat Allah. jawaban peserta ini mengacu kepada Allah tidak bisa diingat tapi Allah hanya bisa di sadari.

Polling ini diambil dari group telegram dzikir nafas, dimana peserta sudah mempelajari dan diberi pengertian tentang makna dzikrullah yang sebenarnya.

hasil ini menguatkan kita untuk menggunakan kesadaran kita dalam setiap aktivitas beribadah.

makrifat tertinggi akhirnya suruh kerja lagi, saya kira rejeki datang tanpa kerja

bagi saya yang belajar makrifat akan kecewa jika dia berharap dengan mendekat ke Allah rejeki berlimpah atau rejeki akan datang sendiri. Rejeki itu berlimpah eh ternyata kembali kerja lagi. Kalau ada yang punya hutang kemudian belajar dzikir mendekat ke Allah kemudian berfikir hutangnya akan lunas…. ha ha tambah numpuk iya … kalau nggak amanah. Allah bukanlah Dzat yang di dekati kemudian di rayu untuk bisa melunasi hutang… oh tidak itu tidak akan terjadi kalau dia hanya duduk dzikir nafas di mushalla atau di rumah.

Amanah menjadi kunci untuk kehidupan yang lebih baik. Amanah itu jangan jauh jauh yang dekat dan apa yang dimudahkan Allah itulah amanah. Kadang kita nggak sabar dengan amanah yang Allah berikan. sifat bosan dan maunya instan tidak mau istiqomah dalam menjalankan amanah. itu adalah ciri ciri spiritual yang rendah. Spiritual yang rendah, atau makrifat yang rendah karena tidak patuh kepada ALlah dalam menjalankan amanah. Tidak amanah kok ngaku mabuk cinta dengan Allah, tidak perlu ngomong cinta Ilahi, cukup jalankan amanah.

ya endingnya setelah kita mendekat kepada Allah dengan dzikir maka segera untuk kerja kerja kerja menjalankan amanah Allah. mungkin yang membedakan setelah mendekat ke Allah adalah kerja nya sudah tidak cari uang lagi tapi karena menjalankan amanah Allah.

kerja menjalankan amanah bukanlah turun derajat tapi justru derajat meningkat dibandingkan dengan belajar makrifat tapi hidupnya belum amanah, bahkan hidupnya masih menggantungkan pemberian orang lain. karena secara logika terjadi kontradiksi dengan makrifat yang tinggi tapi kehidupan sehari hari masih tergantung dengan orang lain, jelas ini tidak mungkin pasti ada kesalahan dalam berspiritual. Orang berspiritual pasti anti untuk minta-minta kepada orang lain.

 

Kesesatan Aql karena tidak menggunakan kesadaran sebuah tips shalat khusyu

bab kesadaran masih jarang orang yang sadar, he he … lha iya karena tidak menggunakan kesadaran maka ya tidak sadar. Islam agama yang sangat tinggi nilai spiritualnya, karena satu satunya agama yang menekankan kesadaran akan Tuhan yang implemented dalam kehidupan hanya islam. Coba kita cermati tentang ayat yang menyebutkan bahwa dimana engkau menghadap disitulah wajah Allah. Maka islam sangat menekankan kesadaran akan Allah yang ada dalam kehidupan ini.

Kesadaran yang tidak digunakan maka akan terjadi kesesatan dalam berfikir dan juga sesat emosi artinya akan menimbulkan emosi negatif. Kesadaran yang tidak dipakai misalnya contoh, ketika kita Shalat yang kita gunakan adalah konsentrasi dengan fokus pada arti bacaan atau fokus pada titik sujud, dengan konsentrasi ini berarti seluruh perhatian yang dituju adalah objek konsentrasi bukan ke Allah. Nah kesalahan ini kalau tidak dibetulkan maka selama shalat orang tidak akan mengalami keadaan khusyu. bagi yang menentang pendapat saya ini, tidak perlu berdebat, by pass saja.

Karena menggunakan konsentrasi yang tidak akan bisa khusyu kemudian berpendapat bahwa khusyu itu hanya milik para kyai yang punya pondok pesantren, atau habib keturunan nabi, atau hanya mereka yang hafal 30 juz padahal masalah terletak pada kesadaran akan ALlah yaitu karena ketidasadaran Allah selama shalat bukan masalah kyai, habib atau hafal 30 juz. Coba kalau shalat kemudian ihsan, kita sadar sedang berhadapan dengan Allah kemudian kita berserah maka aql dan qolbu akan mengikuti kesadaran , tenang, dan merasakan khusyu.

 

Ayo belajar tanda dari Allah

اتقوا فراسة المؤمن ، فإنه ينظر بنور الله
“hati- hatilah dengan firasat orang yang beriman, sesungguhnya dia melihat dengan cahaya ALLAH. “

(HR Tirmidzi, Al Sunan, Kitab : Tafsir, Bab : Tafsir surat Al Hijr (hadis 3127).

إن في ذلك لآيات للمتوسمين
“ Sesungguhnya pada peristiwa itu terdapat tanda- tanda bagi orang – orang yang “ Al Mutawassimin “

(Surah Al Hijr: 75).

Al Mutawasimin menurut pengertian ulama adalah orang-orang yang mempunyai firasat, yaitu mereka yang mampu mengetahui suatu hal dengan mempelajari tanda-tandanya.

Sebagaimana firman ALLAH:

ولو نشاء لأريناكهم فلعرفتهم بسيماهم
“Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu benar- benar mengetahui mereka dengan tanda- tandanya.“

(Surah Muhammad: 30).

ALLAH juga berfirman :

يحسبهم الجاهل أغنياء من التعفف تعرفهم بسيماهم
“Orang – orang yang bodoh menyangka mereka adalah orang kaya, karena mereka memelihara diri dari meminta- minta, kamu mengetahui mereka dengan tanda- tandanya.“ (Surah Al Baqarah: 273).
nah kalau sudah jelas dasar dasarnya mari sekarang kita belajar bersama dengan membaca tanda. Orang jawa mengatakan bahwa orang yang ahli membaca tanda adalah mereka orang yang waskito, seperti dalam syi ir tanpa waton gusdur tentang orang yang melihat al quran dari sisi wahyu, bukan tulisan dan huruf.
Nah kita berlatih mulai dari yang paling ringan misalnya kita peka dengan tanda tanda yang ada pada diri. Misalnya kita ingin pipis (buang air kecil) itu sudah ada tandanya kan, nah dengan tanda itu kita harus segera ke toilet karena gebelet atau mau kencing adalah tanda yang diberikan Allah kepada kita agar stok air di dalam tubuh harus segera dibuang.
latihan yang lebih tinggi lagi adalah melihat tanda tanda kejadian alam sekitar kita. Misalnya tanda sering banjir, maka segera buat antisipasi jika terjadi banjir lagi, atau tanda mendung berarti tanda mau hujan dan kita harus bawa payung.
Tanda yang lebih halus lagi adalah tanda yang muncul dalam perasaan dan pikiran kita. Misalnya jika kita tiba tiba merasakan sesuatu atau kepikiran sesuatu dan itu berulang berarti kita sedang diberikan sinyal akan sesuatu itu.
tapi ingat bahwa dasar membaca tanda dari Allah kita harus sadar Allah, kalau kita tidak sadar Allah maka radar yang kita pasang akan salah baca tanda, atau tanda yang muncul bisa tanda yang mendorng untuk melakukan hal maksiat.
sebenarnya membaca tanda ini adalah IQRO yang sebenarnya.

Dalam perjalanan miraj, Rasulullah meninggalkan semuanya lurus menuju ke Allah

mirajnya rasulullah bisa menjadi contoh nyata bahwa dalam perjalanan spiritual kita meninggalkan siapapun dan apapun untuk lurus menuju kepada Allah. Rasulullah meninggalkan para nabi nabi untuk menuju ke Allah, apalagi hanya surga dan neraka yang beliau lewati. Ini suatu perintah yang jelas kepada kita bahwa dalam perjalanan menuju ke Allah kita tinggalkan guru, mursyid, habib, dan waliyullah dan semuanya yang selain Allah. Kalau kita masih berhenti ketemu dengan sunan kali jaga misalnya, maka perjalanan kita terhijab dan tidak akan sampai kepada Allah.

kita mencontoh Rasulullah yang bisa menembus sampai berjumpa dengan Allah dan kita pun di perintah untuk mencontoh Rasulullah yaitu untuk lurus kepada Allah meninggalkan apapun yang selain Allah.

apakah anda siap ?

manfaat nafi isbat

manfaat nafi isbat tidak hanya untuk memperdalam kemakrifatan, tapi juga untuk memotivasi kerja menjalankan amanah Allah. Banyak pikiran kita yang lari kesana kesini, mengerjakan ini dan itu tapi tidak ada hasilnya, atau hasilnya tidak kelihatan progresnya. Kelihatan sibu tapi nol. Nah dengan nafi isbat akan lebih memfokuskan kerja seseorang untuk fokus kepada amanah yang sedang di hadapi. dengan nafi isbat maka akan lebih bisa mengerjakan apa apa yang seharusnya dikerjakan.

nafi adalah menghilangkan jadi nafi ini menghilangkan hal hal yang tidak perlu dan yang bukan amanah Allah. Sedangkan isbat adalah memasukkan Allah, di alam ketiadaan, artinya kita hanya ada satu yaitu mengerjakan apa apa yang menjadi amanah kita.

kalau kita kerja dengan fokus hanya amanah Allah saja dikerjakan maka kita akan enjoy dalam menjalankan sesuatu. tidak banyak fkiran yang muncul dan tidak banyak keruwetan dalam pikiran.

pelajari nafi isbat di dzikir nafas level 4. selamat belajar

 

Training for Trainers Dzikir Nafas 1 Februari 2020 di Padepokan Patrap

assalamualaikum sahabat DNSA,

silaturahmi jamaah DNSA dengan materi training for trainer dzikir nafas sadar Allah akan di gelar di padepokan pada tanggal 1 februari 2020. peserta adalah siapapun yang lurus ke Allah dan sedang berjalan menuju kepada Allah. tidak terikat sudah lama atau baru masuk. Yang penting sekali lagi adalah punya visi lurus ke Allah.

pelatihan ini mencakup bagaimana mengajarkan dzikir nafas, 3T dan ATP. kalaupun anda tidak punya jamaah anda bisa mengajarkan kepada keluarga, tetangga, atau teman kerja dengan cara yang bisa diterima.

baik saya harap kalender tanggal 1 februari di lingkari. acara akan diselenggarakan selama 2 hari yaitu sabtu dan mingu yaitu tanggal 1 dan 2. jamaah di usahakan sudah berada di padepokan hari jumatnya. sehingga bisa istirahat terlebih dahulu.

baik sekian dulu pengumuman dari saya terimakasih.

Antara langsung ke Allah dan Nur Muhammad

ada jalan ternyata untuk menuju ke Allah yaitu dengan Nur Muhammad (meski jalan ini tidak di ajarkan di Padepkan Patrap), karena beberapa alasan antara lain karena al quran tidak menyebutkan tentang nur muhammad sebagai jalan unutk menuju ke Allah. Dan al quran hanya menyebutkan jika mau ke Allah yang langsung saja ke Allah tidak perlu menggunakan media atau yang bukan Allah.

Antara langsung ke Allah dan nur muhammad tentunya sangat berbeda dalam hal ke-langsung-an atau direct, kalau langsung ke Allah, tapi kalau nur muhammad menggunakan nur muhammad (meski nur ini juga masih menjadi pertanyaan, cara pakainya, dan wujudnya serta mendapatkannya).

Dari beberapa pengalaman ketika lurus ke Allah, tidak ada hal lain yang menjadi antara (perantara) maka ketauhidan akan cepat terupgrade, tapi jika menggunakan nur muhammad maka akan terhenti di nur muhammad dan tidak langsung ke Allah.

untuk pembaca mohon khusus yang menggunakan langsung ke Allah, bukan yang menggunakan nur muhammad, karena akan merasa di salahkan dan di anggap remeh. tulisan ini saya peruntukkan untuk yang sefaham dengan saya yaitu jamaah DNSA yang ada di group. Atau jika sudah gabung tapi masih pakai nur muhammad , tidak perlu komen cukup diam dan by pass saja tulisan saya ini. Tulisan ini saya gunakan untuk memotivasi kawan kawan yang lurus ke Allah, langsung ke Allah untuk tidak menggunakan media apapun, atau tidak menggunakan hal lain yang bukan Allah (baca : nur muhammad adalah : bukan Allah). Jadi sangat jelas ya , dan mohon maaf bagi yang masih menggunakan nur muhammad

khusus bagi kawan kawan sadar Allah yang masih menggunakan nur muhammad, sebaiknya mulai belajar menafikan selain Allah (di level 4) sebab kalau masih menggunakan nur muhammad tidak akan bisa mencapai level 4, sebab disini ada nafi isbat, yaitu meniadakan semua (termasuk nur muhammad) dan meng isbatkan Allah jadi yang ada adalah hanya Allah, tidak ada yang lain, dan hanya ada kekuatan yaitu kekuatan Allah tidak ada yang lain termasuk nur muhammad.

Jadi tegas antara langsung ke Allah dan nur muhammad, beda konsep ini akan menyebabkan beda pemahaman dalam perjalankan ke Allah.

hati hati jika merujuk kitab kuning

kitab kuning adalah kitab buatan manusia, siapapun bisa membuat kitab kuning, dia tulis dan dicetak dalam kitab yang kertasnya berwarna kuning. Misalnya saya, saya menulis tentang ilmu tasawuf kemudian saya cetak dengan kertas kuning dalam bahasa arab gundul dan jadilah itu kitab kuning, namun anda harus hati hati karena yang membuat saya manusia biasa yang kadang masing sangat dipengaruhi subjektifitas sangat bisa salah. nah demikian pula dengan kitab kuning itu adalah  buatan manusia yang sangat dipengaruhi oleh suasana pada saat itu. suasana itu bisa bersifat politik, gairah agama di jamannya dan lainnya. jadi menggunakan kitab kuning juga harus mempelajari suasana pada masanya.

Kitab kuning sementara ini sangat di agung agungkan terutama oleh pondok pesantren, ukurannya kalau sudah bisa baca kitab kuning baru pantas menyandang kyai, kalau tidak bisa baca kitab kuning tidak pantas bergelar kyai, kriteria ini tentunya sangat kasar sekali, jika memang demikian berarti kyai atau tidak kyai tergantung penguasaan bahasa asing yaitu bahasa arab. Kalau misalnya Rasulullah dari Inggris mungkin saya disebut kyai, karena saya bisa bahasa inggris. Kesalahan cara menilai kyai dan tidak ini sangat lazim di  masyarakat, dan menjadi klaim dasar untuk menentukan orang tersebut patut dipercaya atau tidak dalam hal agama. Misalnya saya bicara masalah agama tapi tidak bisa baca kita arab gundul maka apa yang saya sampaikan patut untuk tidak dipercayai padahal apa yang saya sampaikan adalah benar.

Ukuran kemampuan menguasai bahasa arab sebagai penentu gelar kyai atau tidak pada jaman sekarang tidak akan berlaku lagi. Karena sudah ada google translate. tidak hanya bahasa arab saya bahkan bahasa lain mudah di terjemahkan. Jadi, saya tidak repot repot lagi kalau mau tahu artiya bahasa arab ke bahasa indonesia.

kembali ke topik tentang kitab kuning, hati hati dengan kitab kuning jika kitab tersebut bertentangan dengan al quran, kalau sejalan tidak masalah. dan ingat tidak semua kitab kuning itu sejalan dengan al quran ini yang kadang kadang saking taksub nya melupakan al quran dengan menggunakan isi kitab kuning yang bertentangan dengan al quran.

bagi anda yang bertahun tahun belajar kitab kuning tidak perlu marah dengan tulisan saya ini, karena saya hanya menyampaikan apa yang seharusnya anda ketahui yaitu berhati hati jika isi kitab itu bertentangan dengan al quran. Jika tidak bertentangan atau malah mendukung dan memperjelas yang ada di quran itu yang wajib di pelajari dan di amalkan.

apakah al quran dan hadits, masih belum cukup?

apakah anda percaya 100% bahwa kita kitab agama itu selalu benar? tentu memerlukan kajian mendalam. Apakah kalau sudah pengarang di anggap sebagai orang yang “tidak pernah salah” sudah bisa menjamin kitabnya 100% benar ? hanya dianggap bahwa penulisnya adalah “orang suci” sehingga kadang tidak rasional dalam menggunakannya sampai sampai al quran di kalahkan isinya. Kitab kitab agama yang sudah sangat lama, ratusan lalu dibuat apakah juga masih sesuai dengan yang sekarang?, tentunya perlu kajian mendalam dan telaah. Kajian kajian kitab lama efektif pada jamannya dan sekarang sudah beda jaman dan itu pasti banyak mengalami perbeadaan dan ketidak sesuaian.

agama ini mudah dan agama ini sangat simpel, cukup dengan al quran dan sunah, serta kitab kitab pendukung yang tidak bertentangan dengan al quran. Kadang kitab lama itu terlalu dipengaruhi oleh penulisnya artinya dibuat sangat subjektif. Misalnya jelas jelas di al quran disebutkan bahwa dalam setiap ibadah harus menyadari Allah, harus ada ihsan kemudian kitab buatan manusia menyebutkan semua ibadah harus menyadari Allah kecuali shalawat. Pernyataan kitab ini kan sangat bertentangan dengan al quran. Bagaimana bisa shalawat tidak perlu sadar Allah, sedangkan ke Allah saja kita harus sadar Allah. Ke Allah saja dengan berbagai ritual ibadah harus sadar Allah, tapi kenapa shalawat tidak perlu sadar Allah. Inikan pendapat yang sangat menyesatkan. Bagaimana mungkin shalawat tidak perlu sadar Allah sedangkan kalimat pertama dalam shalawat adalah menyebut nama Allah, yaitu Allahumma….

dan masih banyak sekali karena ulama tersebut saking fanatiknya dengan “shalawat” sehingga berpendapat berlebihan dan kebablasan dalam hal shalawat. Misalnya dengan  baca shalawat akan bisa laris dagangannya, bisa lancar merah jabatan, ini jelas pendapat yang sangat menyesatkan karena yang memberi rejeki adalah Allah bukan bacaan shalawat. Kemudian yang sering kita dengar misalnya baca shalawat maka akan mendapat syafaat, padahal di al quran di tegaskan bahwa yang dapat memberikan syafaat adalah Allah SWT bukan shalawat.

mari kita kembali kepada Ala quran dan memahami perintah yang ada di dalamnya. Kalau kita memahami perintah Allah dalam al quran maka al quran lebih dari cukup. Kesalahan kita adalah al quran hanya barang hafalan dan bacaan tanpa di telaah lebih lanjut apa perintah Allah kepada saya. Makan sebaik baik orang mengajarkan Al quran adalah mengajarkan kepada orang lain tentang apa bagiamana membaca perintah Allah dalam kitab tersebut. bukan mengajarkan hal hal yang justru mempersulit orang untuk memahami perintah Allah dalam ayat al quran yang dia baca. Misalnya dengan mengatakan ” tidak perlu tahu artinya kalau baca al quran, baca saja sudah berpahala banyak” pernyataan ini sangat menyesatkan orang untuk dapat memahami al quran.