Jiwa Belajar Menjadi Khalifahnya Allah

Selama ini bekerja saya, makan saya, tidur saya dan aktivitas saya yang lain tidak disertai dengan kesadaran menjadi wakilnya Allah. Mislanya saya bekerja , ya bekerja saja, jiwa tidak menyadari bahwa jiwa ini sedang mewakili Allah saat bekerja.

Menyadari sebagai wakilnya Allah (khalifah) ketika bekerja perlu kita bangunĀ  dengan cara mengkatifkan kesadaran bahwa saya sedang mewakili Allah dalam bekerja ini. Kesadaran ini bersifat on off, tergantung kita jika kita mau menyadari ya akan sadar Allah bahwa kita sedang mewakili Allah tapi jika kita tidak mau sadar artinya kesadarannya off ya tidak akan sadar.

Untuk memudahkan mengaktifkan kesadaran jiwa mewakili Allah dalam bekerja atau dalam hal lain gunakan konsep ATP amanah tanda dan perintah. Bekerja itu dalam rangka untuk menjalankan amanah Allah. Nah ini memudahkan bagaimana jiwa ini bisa aktif dalam setiap kegiatan bekerja karena bekerja ini dari Allah, untuk Allah dan dilakukan karena Allah.

Seperti saya mengetik ini , Amanahnya adalah pembaca blog, Tanda nya saya mendapat ilham tentang khalifah, dan perintahnya adalah menuliskan di blog terkait dengan materi khalifah. Kemudian selama mengetik jiwa saya menyadari mewakili Allah untuk memberitahu kepada pembaca tentang masalah khalifah ini.

Jiwa ini harus terlatih untuk 3 posisi jiwa yang sebelumnya sudah saya tulis, ketika kita menjadi khalifah ya kita sadar bahwa kita sedang mewakili Allah, ketika kita sedang shalat maka jiwa kita sadar bahwa kita sedang menyembah menjadi abdinya Allah, dan ketika kita menjadi saksi maka jiwa kita benar benar menyadari bahwa apa yang kita lihat dibalik itu adalah Allah yang leibih besar dari pada apapun.

Mewakili Allah bukan berarti menjadi Allah, mewakli Allah ini meski tidka menjadi Allah tapi akan sangat dekat dengan Allah dibandingkan dengan menjadi saksi, dan abdi. Mewakili Alah seperti menjadi Allah tapi bukan menjadi Allah. Sebab kalau menjadi Allah itu nanti masuk manunggaling kawula gusti. Ya ketika kita mewakili Allah maka segenap apa yang kita lakukan, apa yang ad dipikiran dan perasaan kita serahkan kepada Allah, dan kita membiarkan jasad ini dipakai Allah untuk mengerjakan amanah amanah yang Allah berikan kepada kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.