Jurnal Syukur 3 : jalan kaki dengan bersyukur

pada jurnal kali ini saya mencoba bersyukur pada pagi hari dengan berjalan jalan, setiap langkah yang saya sadari dengan tetap bersyukur kepada Allah. Langkah kaki seperti nafas juga yang keluar masuk, melangkah kaki kanan dan bergantian kaki kiri. Kontektivitas antara nafas dan kaki  adalah sebuah keterhubungan dengan alam yang digerakkan dan dihidupkan Allah. Pelajaran melangkah dengan santai seperti nafas yang bergerak dengan santai. Ternyata semua alam bergerak dengan santai. Ini menandakan bahwa semua alam mengikuti apa yang Allah kehendaki.

melangkah berarti juga kita berada pada keadaan waktu yang terus melangkah. Kehidupan di alam ini terus bergerak dan tidak mungkin berhenti atau mundur kebelakang. Kesadaran kita akan sekarang bukan berhenti di sekarang ini tapi kita berada pada keadaan sekarang yang terus berubah menjadi sekarang lagi dan berubah menjadi sekarang lagi. Jika kita tidak berada pada kesadaran sekarang ini dan tidak berada pada kesadaran saat ini berarti kita telah berada pada keadaan ilusi yang tidak nyata. ya sebelum sekarang dan sesudah sekarang adalah dua keadaan yang tidak nyata. Yang nyata ya sekarang ini.

kaki terus melangkah, mendakan juga bahwa hidup kita akan berakhir di satu titik yaitu kematian. Langkah kaki dengan kesadaran akan menyadarkan kita kepada suatu keadaan dimana kita diistirahatkan oleh Allah sejenak untuk melanjutkan terminal berikutnya yaitu alam akhirat.

Mensyukuri setiap langkah kehidupan adalah alangkah tepat untuk menyambut masa depan (langkah berikutnya ) yang lebih baik. Setiap langkah saat ini yang kita syukuri akan mendatangkan berkah dari Allah untuk langkah berikutnya. orang yang hidupnya tidak beruntung, bisa mempraktekan cara ini, yaitu sadar Allah dengan bersyukur pada setiap langkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.