Menggembleng Spiritualitas di Amanah Hidup

Kedekatan kita dengan Allah akan terlihat pada sejauh mana kita konsisten dalam menjalankan amanah amanah yang Allah berikan. Niat yang ihlas dalam menjalankan amanah, kemudian melakukan dengan kesadaran “Allah yang menjalankan”, dan hasil yang tidak kita akui sebagai hasil dari usaha kita. Dari ranah ketiganya tersebut kita akan tergembleng secara spiritual. baik akan saya urai satu persatu agar mudah kita mencernanya

  1. niat ihlas karena ALlah dalam setiap menjalankan amanah. Ini artinya bahwa kita tidak menduakan niat kecuali hanya karena Allah. Misalnya jika kita sakit maka berobat kita bukan karena sembuh tapi karena perintah Allah. Misalnya kita bekerja, maka niat kita adalah untuk menjalakan perintah Allah bukan karena pekerjaan, bukan karena mencari nafkah keluarga, bukan karena mencari uang. Contoh lah jika kita mandi, itu kita jalankan perintah Allah bukan karena agar badan kita bersih, agar kita sehat dan sejenisnya. Niat ihlas ini menjadi gemblengan dasar untuk meningkatkan derajat spiritualitas kita dihadapan Allah. Jangan dikira ringan, meski hanya niat banyak orang yang tidak setuju atau tidak bisa meninggalkan niat selain karena Allah. Misalnya saja masalah bekerja mereka masih menganggap itu sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bukan untuk menjalakan perintah Allah. Kalau ingin menggembleng spiritualitas kita maka tinggalkan niat yang bukan karena Allah, dan beralih ke niat karena Allah atau lillahitaala
  2. Point kedua adalah Allah yang menjalankan. Prinsip spiritual ini akan membuat kita berlatih untuk selalu menyadari Allah yang menggerakkan segala sesuatu. Pada tahap ini wilayah sibghoh di terapkan dalam kehidupan. kita bekerja, kita mengasuh anak, kita menyelesaikan tugas tugas pekerjaan bukan lagi berusaha tapi hanyut dalam kehendak Allah. Mengajak anak shalat sudah bukan lagi karena berusaha mendidik anak tapi karena hanyut di dalam lautan kehendak Allah yang menghendaki anak kita untuk menjadi anak yang sholeh. dalam hal bekerja kita bukan lagi berusaha bekerja dengan sebaik baiknya tapi hanyut dalam kehendak Allah yang menghendaki kita untuk menjalankan pekerjaan dengan lebih baik dan sempurna. Jadi pada tahap kedua ini kita menyadari bahwa yang menjalankan adalah Allah bukan kita, dalam setiap aktivitas. Kalau kesadaran kita benar maka tidak mungkin kita mau mengikuti perbuatan yang tidak dikehendaki Allah, sebab pada level ini semua harus karena atas dasar kehendak Allah dan kita hanyut atasnya.
  3. Hasil bukan kita akui sebagai usaha kita. Pada tataran output atau hasil dari perbuatan kita mengikuti kehendak Allah, latihan spiritual atau gemblengan spiritual itu hasilnya tidak kita akui sebagai usaha dari kita. kita biarkan sesuatu yang terjadi dari perbuatan kita adalah apa yang sudah menjadi takdirnya Allah.

3 tahapan ini dapat menjadi gemblengan spiritual kita , kalau berspiritual hanya pada tataran meditasi, semedi, puasa, shalat, dzikir, wirid… itu baru persiapan, gembelengan sebenarnya adalah dalam kehidupan kita sehari hari hari. Mari kita sama sama belajar menggemblengkan diri dalam universitasnya Allah yaitu di kehidupan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.