Kenapa Tuhan tidak bisa di cari ?

Tuhan punya sifat tidak sama dengan apapun, lha bagaimana mau  di cari? kalau kita mencari berarti kita salah mindset. Mencari pasti ketemunya sesuatu, dan Tuhan pasti bukan sesuatu. Jadi kata “mencari” dalam proses makrifat tidak tepat dan tidak benar. wis ngono wae….

Menjalankan amanah merupakan jalan lurus ke Allah

Kalau kita telusuri jalur lurus ke Allah, maka mulai dari tauhid, hingga pada kehidupan ini harus sejalur. Dalam al quran lurus ke Allah ini disebutkan dengan beriman dan beramal sholeh, atau kalau di ringkas menjadi takwa. Takwa merupakan implementasi dari lurus ke Allah. Kalau secara tauhid dan keimanan saya kira kita sudah sangat jelas dalam pelajaran patrap dan dzikir nafas. Sekarang bagaimana dalam kehidupan sehari hari atau dalam menjalankan amanah ini. Amanah kita adalah menjalankan apa yang Allah titipkan kepada kita. Kita misalnya di beri amanah pekerjaan maka lurus kita ya menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kalau kita fokus kepada amanah ini dan tidak tergiur dengan uang atau godaan lainnya maka kita akan terus bisa lurus dan satu pekerjaan itu kita kerjakan sampai selesai. Tapi kadang karena nafsu kita, dalam perjalanan menjalankan amanah kita banyak hal yang muncul dan kita tergiur untuk keluar dari jalur amanah. Coba dari hal yang sederhana dalam menjalankan amanah kita harus lurus ke Allah artinya hanya yang kita kerjakan yang dari Allah. Hanya yang kita kerjakan yang di amanahkan kepada kita.

Kata kunci untuk lurus ke Allah dalam amanah ini adalah fokus, tetap fokus tidak tergoda dengna lainya. Ini juga sama kita hadapi ketika kita ber dzikir nafas atau patrap berbagai keadaan di pikiran perasaan atau sensasi lainnya dapat menarik kita keluar dari jalur lurus ke Allah. Tetap fokus dan tetap berjalan di  jalurnya itu kunci.

Dalam menjalankan amanah ketika kita berhenti atau stagnan maka sebenarnya kita sedang tersesat sebab orang yang berhenti dan tidak tahu lagi apa yang dilakukan berarti di tidak lurus ke Allah , mestinya kalau lurus ke Allah dia akan tetap berjalan dan berjalan. Kalau kita tidak melakukan suatu apapun dalam waktu sekarang maka sebenarnya kita sedang tersesat tidak tahu jalannya mau kemana. Jika kita dalam keadaan itu maka perhatikan amanah tanda dan perintah. Kita lihat lagi amanah yang Allah titipkan apa kepada kita, kemudian tanda yang ALlah berikan apa terkait dengan amanah tersebut dan kemudian disitu akan jelas perintahnya untuk kita jika sudah demikian kita tinggal jalankan saja. Kalau sudah jalan maka perintah itu terus menerus seperti tidak pernah berhenti dan terus berjalan dan berjalan, atau terus ikuti perintah Allah yang ada dan terus bergerak. Seperti kita belajar patrap gerak yang terus bergerak dan bergerak.

 

kunci patrap shalat khusyu “seperti di jantur”

mungkin sedikit yang pernah mendengar kata jantur, kata jantur ini kata ketika saya masih kanak kanak dimana jangkrik masih banyak, agar jangkriknya menjadi giras dan gandang suaranya maka jangkrik itu di jantur.
setelah saya mempraktekan patrap shalat baik dalam latihan atau dalam praktek shalat yang sesungguhnya, rasanya seperti jangkrik yang di jantur. Jantur ini mirip dengan di gantung tapi tidak mematikan justru semakin khusyu. baiklah lupakan jantur. begini maksud saya adalah bahwa ketika kita berdiri shalat rukuk dan posisi shalat yang lain kita harus berada pada titik keseimbangan dan titik keseimbangan itu menggantung kepada Dzat yang lebih besar dari pada apapun. Jadi seperti kita berada di titik keseimbangan tertentu kemudian menggantung jadi berat badan akan lebih ringan. Ringan yang pertama karena mencapai titik keseimbangan dan ringan yang kedua adalah karena kita menggantungkan diri kepada Allah (jantur)
untuk bisa seperti ini diperlukan latihan dan praktek untuk mencapai titik keseimbangan dan tali bergantung. Jantur menggunakan tali, dan ibaratnya dengan tali, maka tali ini sebagai penghubung yang menggantungkan kita dengan Allah.
memang agak susah untuk menggambarkan keadaan yang saya alami terkait dengan metode patrap shalat khusyu ini , tapi insya Allah akan jelas jika langsung praktek. jadi silahkan datang ke padepokan ya…

Al Isra 15: Semua atas petunjuk Allah

Petunjuk Allah apakah hanya perintah shalat, puasa baca shalawat atu berdzikir saja ? tidak. Kalau kita cermati perintah Allah di surat al Isra ayat 15 maka semua hal semua tindakan kita harus berdasarkan atas petunjuk Allah SWT. Jadi tidak hanya perintah yang bersifat ibadah saja tapi semua tindakan dari yang kecil sampai yang besar. Kita melihat duri di jalan atau melihat batu dijalan maka perintahnya adalah jelas , yaitu menyingkirkan. Bagaimana dengan kita melihat cucian piring di dapur? pasti perintah Allah sangat jelas yaitu cuci. Cuci piring ini di jalankan bukan karena takut istri, bukan karena tugas rumah, bukan karena kebersihan atau karena agar mudah untuk menggunakannya lagi tapi cuci piring ini dilakukan adalah menjalankan perintah Allah.

Memahami perintah Allah itu sangat mudah, tinggal segala sesuatu kita niatkan karena perintah Allah. Misalnya kita menyingkirkan batu di jalan, tinggal diniatkan karena perintah Allah, bukan karena kalau dibiarkan membahayakan pengendara. Maka disini sangat penting untuk selalu meng ON kan kesadaran kita kepada Allah. Dengan On ini ibarat lampu yang kita nyalakan sehingga sangat nampak apa apa yang Allah perintahkan kepada kita.

Setelah sadar Allah di On kan, selanjutnya adalah niat untuk menjalankan perintah Allah. Niat ini merupakan bentuk dasar ketakwaan kita kepada Allah untuk siap menjalankan perintah Allah.

sebenarnya ada rahasia untuk menjalankan perintah Allah dengan sempurna yaitu dengan keadaan FANA. Keadaan ini akan mem by pass pikiran dalam proses menjalankan perintah Allah. Sebab dalam menjalankan perintah Allah diperlukan sikap samikna wa athona yaitu suatu sikap dimana tidak ada proses berpikir dalam menjalankan semua perintah Allah. Misalnya melihat cucian piring kotor di dapur maka tanpa berpikir langsung bersihkan, jika berpikir maka akan tertunda atau tidak jadi menjalankan. Tapi keadaan FANA memang sulit dan harus dipelajari setiap hari. metode sudah saya susun yaitu di Dzikir nafas level 4 dan di patrap rumi. Sayapun sekarang masih terus berlatih, karena naik turun dan kadang tidak sadar kalau tidak fana.

Demikian lah tadarus surat al isra ayat 15, Bapak dan Ibu juga bisa mendapatkan pencerahan dari Allah tentang surat al isra ayat 15 tersebut.

 

Jadi orang islam harus realistis agar tidak mudah tertipu

banyak orang menipun dengan hal hal ghoib karena memang penipuan jenis ini tidak dapat di buktikan. Misalnya orang ingin rejeki berlimpah kemudian datang ke orang pintar dengan tujuan minta amalan agar bisa kaya. Amalan itu dapat berupa amalan wiridan yang di ambil dari quran dengan tujuan bukan untuk di amalkan isinya tapi untuk di baca sekian ratus atau bahkan sekian ribu setiap harinya. Orang yang demikian adalah orang yang sudah tertipu dengan orang yang katanya pintar tadi. Kenapa menipu ya karena pertama : dia telah menipun bahwa yang seharusnnya quran isinya untuk di jalankan ini malah dibuat jampi jampi atau dibuat mantra mantra. Yang kedua, mengatakan bahwa dengan mengamalkan maka rejeki akan lancar, jelas ini penipuan nyata nyata yang tidak dapat di tuntut di pengadilan. Ketiga mantra mantra yang diberikan tidak terbukti mendatangkan rejeki. Rejeki jelas tidak dapat datang dari amalan itu, tapi mereka mengatakan bahwa dengan mengamalkan ini maka rejeki akan datang. yang keenam, baik orang yang ke orang pintar atau dianya sendiri sama sama tersesat, karena satunya bersedia di tipu dan satunya dengan sengaja menipu.

Jika orang islam itu realistis menjalankan perintah Al Quran maka dia tidak akan tertipu. Misalnya kalau ingin rejeki lancar maka jalankan perintah Allah yaitu harus amanah. Dengan amanah, pikiran otomatis akan realistis, dengan menjalankan perintah Allah maka urusan akan selesai. Masalah hidup harus di selesaikan dengan realistis.

Yang hebat dari orang islam yang realistis adalah mereka tidak tergantung dengan uang atau hasil. Dia selalu menanyakan apa amanah yang bisa saya lakukan. Dia tertarik lagi dengan namanya investasi bodong, tidak tertarik lagi dengan bisnis MLM, tidak tertarik lagi dengan permainan uang entah itu namanya trading atau sejenisnya. karena tidak amanah dalam jenis bisnis tersebut.

Bahkan orang islam yang realistis tidak akan tertarik dengan istilah menarik rejeki, magnit rejeki atau sejenisnya, juga tidak tertarik dengan pasif income atau bebas finansial… orang islam realistis selalu fokus pada amanah apa yang dapat di lakukan.

orang islam yang relistis mendasarkan pekerjaannya pada perintah Allah, dia tidak mempedulikan lagi pekerjaan yang dia kerjakan yang ada adalah perintah Allah, perintah Allah dan perintah Allah. Sehingga misalya dia diperintahkan Allah untuk menjaga tokonya 24 jam maka ia lakukan. kalau dia harus kerja lembur sampai larut malam ia lakukan karena itu adalah perintah Allah, yaitu perintah Allah untuk kerja lembur. Kalau dia harus keliling kampung menawarkan minuman makanan dia jalankan karena itu adalah perintah Allah. jadi semua yang ia lakukan adalah karena perintah Allah.

Orang islam relalistis adalah orang yang hanya beribadah dan meminta hanya kepada Allah, dan dia bekerja karena Allah bukan karena uang bukan karena keluarga bukan karena mencari nafkah dan bukan karena mencari rejeki dan juga bukan karena tanggung jawab pekerjaan tapi karena Allah. Dan sekali lagi bahwa orang islam realistis tidak akan mudah tertipu

shalat khusyu dengan metode Patrap

Shalat khusyu banyak didambakan namun sedikit yang bisa mencapainya, segelintir orang yang bisa mencapai khusyu ketika di tanya bagaimana caranya juga tidak bisa menjelaskan. Metode patrap shalat khusyu adalah salah satu metode yang simpel dan mudah yang dapat di terapkan siapa saja dan dimana saja, tidak perlu baiat terlebih mahar. INi adalah metode untuk mencapai shalat khusyu, jadi metode ini di lakukan atau di latih di luar shalat.

Dengan latihan ini kesadaran kita akan terlatih, sikap kita jelas dalam shalat, dan pikiran tidak akan liar kemana mana. Tubuhpun dengan posisi yang benar ketika menjalankan patrap shalat akan lebih sehat. Patrap shalat mengikuti semua gerakan shalat dimulai dari :

  1. patrap berdiri : sikap jiwa yang dilatih adalah lurus ke Allah, mendekat ke Allah, taqqorub lama waktu 15 menit
  2. Patrap Rukuk : sikap jiwa yang dilatih adalah tuduk patuh kepada Allah dan siap menjalankan amanah amanah Allah lama waktu 10 menit
  3. Patrap i’tidal : sikap jiwa yang dilatih adalah bersyukur atau berterimakasih kepada Allah lama waktu 10 menit
  4. Patrap Sujud : sikap jiwa yang dilatih adalah pasrah berserah kepada Allah lama waktu 10 menit
  5. Patrap iftirasy : Sikap jiwa yang dilatih adalah meminta atau memohon lama waktu 10 menit
  6. Patrap tahiyat : sikap jiwa yang dilatih adalah penghormatan

semua jenis patrap dilakukan dengan keadaan diam tidak bergerak sama sekali.

untuk detail penjelesan saya silahkan ikuti rekaman siaran langsung via FB yang saya upload di Youtube berikut ini

Penjelasan teori tentang patrap shalat khusyu

untuk praktek dan tata cara menjalankan silahkan lihat di youtube berikut:

Mencari dunia ditipu dunia, meninggalkan dunia akan ditinggalkan dunia

dunia tidak untuk di cari dan tidak untuk ditinggalkan, terus…. yang benar yang mana. Mencari salah meninggalkan juga salah? baik, dunia akan diberikan Allah kepada siapa yang dikehendaki, berarti yang harus kita fahami adalah bagaimana agar kita dikehendaki Allah?. ternyata untuk dikehendaki Allah ada pada surat at talaq 2 dan 3, yaitu mereka yang bertakwa. Orang yang bertakwa akan diberikan dunia oleh Allah. Jadi kita tidak perlu lagi mencari dunia. dan pemahamam jika kita meninggalkan dunia maka dunia akan mengejar kita adalah pemahaman salah. Justru kalau kita meninggalkan dunia kita akan ditinggalkan dunia. Karena orang meninggalkan dunia dirinya tidak semangat menjalankan perintah Allah yang berupa kerja. Kalau orang meninggalkan dunia dan tidak semangat kerja maka dunia akan meninggalkannya. Dia akan selalau kekurangan duniawi, meski mereka mengatakan qonaah, bersyukur, tapi yang pasti bahwa mereka tidak bisa bersedekah sebanyak orang yang semengat dalam menjalankan perintah Allah yaitu dalam bekerja.

 

Redha gelar para sahabat

RA radliyallahu anhu, adalah gelar tertinggi yang ada pada diri diri sahabat NAbi SAW. Redha kepada Allah sifat Allah dan af al atau perbuatannya Allah. Redha model ini yang membedakan dengan redha manusia yang tidak beriman. Kalau redhanya orang beriman maka redha terhadap Allah, kalau orang tidak beriman redha kepada apa yang terjadi, kepada apa yang sedang di alami. Tentu sangat beda antara redha kepada Allah dengan redha kepada kejadian yang sedang di alami. Kalau redha kepada Allah maka seluruh kejadian yang menimpanya akan membuatnya redha, sebab kejadian kejadian yang ada adalah merupakan perbuatan Allah. Redha kepada Allah ini lebih luas dari pada redha terhadap kejadian yang sedang di alaminya. Dan yang ajaib adalah, dengan redha kepada Allah maka akan lebih mudah dibandingkan dengan redha kepada kejadian yang sedang dialami. Banyak orang yang tidak redha kepada anaknya yang tidak sesuai keinginannya sebagai orang tua. Tapi kalau redha kepada Allah terhadap anaknya yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua maka redha kepada anak akan lebih mudah.

Redha ini dapat memberikan keajabaiban kepada hal hal yang kita redhoi, misalnya kita redha kepada Allah dengan anak yang mbolos sekolah misalnya, maka Allah akan memberikan solusi terhadap  masalah itu. Misalnya lagi Redha kepada suami atau istri yang berbeda pendapat maka Allah akan memberikan pemecahan dan jalan terbaik dari perbedaan pendapat itu.

Redha kepada Allah terhadap apa apa yang tidak cocok di hati , Allah akan memberikan tuntunan dan akan memberikan cara cara bagaimana menyelesaikan masalah. Misalnya dengan ridha dituntun untuk diam jangan membantah, jangan mengeluh, atau cara cara lain yang masuk dalam pikiran atau hati kita, hal itu kita ikuti dan masalah selesai.

sifat sahabat yang redha kepada Allah ini patut kita contoh dan kita jalankan. Bukan hanya itu sebagai contoh tapi karena keajaibannya yang dapat menyelesaikan masalah tanpa kita duga duga.

memang pada saat menjalani redha, seperti tidak ada penyelesaiannya dan seperti kita berada pada keadaan yang semakin tersiksa, semakin terpuruk dan lain sebagainya namun hati jika tetap bertahan pada posisi redha maka akan tenang dan tidak takut dan jika itu bertahan maka lama lama maka masalah itu akan selesai dengan jalan yang tidak kita duga.

okelah, hal seperti ini akan menjadi cerita jika anda tidak mempraktekannya. Tapi cara ini akan menjadi nyata dan terbukti jika anda mengamalkan seperti yang sudah saya amalkan….

Belajar itu quran harus meningkat jangan berhenti di tajwid atau tahsin

gunakan terjemah dan tafsir ulama

belajar Al Quran tidak berhenti di tajwid dan tahsin, tajwid dan tahsin adalah cara membacanya saja, itu hanya Alat untuk dapat membaca huruf, belum isi kandaungan al quran. Belajar al quran yang utama adalah bagaimana memahami isi perintah yang terkandung dalam al quran tersebut. Perintah ini ada daya atau ada mukjizatnya. Jika kita mau mencoba pasti akan merasakannya. Kita baca satu ayat kemudian kita pahami perintah Allah di balik ayat yang kita baca maka perintah tadi akan merasuk dan akan memformat ulang pikiran dan perasaan kita itulah yang saya katakan sebagai mukjizat, sehingga baca satu ayat saja sudah sangat berat karena dayanya yang besar, seolah mau baca lebih banyak ayat dada ini terasa tidak kuat. Kita bayangkan saja satu perintah Allah ini dayanya dapat memperbaiki pikiran perasaan dan kesadaran maka setiap hari kita baca 1 atau2 ayat pasti akan membuat perubahan hidup yang dangat cepat.

Modal penting untuk memahami perintah Allah dalam al quran adalah pada sikap “mau menjalankan perintah Allah”, atau mencari apa petunjuk Allah dalam al quran” bukan pahala. Sikap mau menjalankan perintah Allah ini akan membuka pintu kemukjizatan al quran pada diri kita. Dan memang al quran adalah untuk siapa saja yang bertaqwa “huda lil mutaqin” orang taqwa berarti orang yang menjalankan perintah Allah.  Membaca al quran adalah sarana untuk bertakwa sebab membaca al quran dengan memahami isi perintah nya adalah sarana untuk menjalankan perintah, Taqwa adalah bentuk action. Ibaratnya adalah membaca surat perintah itu belum termasuk menjalankan perintah. Memang perintahnya membaca tapi untuk level yang diatasnya, bahwa membaca perintah belum menjalankan perintah. Misalnya orang saya beri perintah untuk menyapu lantai dengan surat perintah, maka ketika dia membaca surat perintah itu berarti dia belum menjalankan apa apa yang saya perintahkah yaitu menyapu lantai. Itu saja membaca dengan memahami perintah, apalagi dengan membaca yang sekedar di baca tidak difahami isi nya .

Untuk bisa memahami isi perintah Al quran tidak perlu bisa bahasa arab, tapi yang penting MAU, seperti ketika kita belajar huruf hijaiyah pertama kali, modal utama adalah yang penting mau. Kita bisa menggunakan terjemah kata perkata, terjemah per ayat dan tafsir, dimana ketiganya ini sudah banyak beredar three in one. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak faham dengan al quran.

Pantangan untuk bisa memhami alquran adalah meniatkan untuk mencari pahala, sebab ketika niat sudah mencari pahala maka jiwa kita pikiran kita perasaan kita motorik kita akan di arahkan dengan membaca cepat, orientasi pada jumlah ayat, bangga dengan jumlah ayat yang setiap hari dibaca, malas untuk memahami isi, bahkan takut untuk membaca kandungan ayat karena takut sesat. Niat membaca al quran harus tegas bahwa setiap ayat yang dibaca harus difahami perintah Allah apa. Bahkan kalau anda mau menyadari ayat 16 di surat al qiyamah maka membaca al quran dengan cepat ini adalah di larang. Tapi pasti anda heran hampir mayoritas umat islam jika baca al quran cepat dan tidak faham isinya, yang mana hal ini jelas bertentangan dengan perintah di ayat 16 surat al qiyamah. Saya hanya mengingatkan diri sendiri dan anda semua yang mau saya ingatkan tentang hal ini. Kebiasaan kita sebelumnya yaitu membaca al quran dengan cepat dan tidak memahami isinya ternyata dilarang al quran. bagaimana jika kita menjalankan apa apa yang diperintah Allah?

akhir kata jangan berbangga dengan bacaan al quran, dimana kita sudah sangat menguasai tajwid dan tahsin sebab itu belum apa apa nya, untuk dapat membaca al quran dengan benar kita harus memahami isi sampai pada faham apa perintah Allah di dalamnya dan kemudian menjalankannya dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

Ridho itu dapat membahagiakan diri dan orang lain

Ridho bisa membuat kita bahagia dan membuat orang lain bahagia, misalnya meridhoi perbedaan pendapat orang lian, maka ridho kita akan dapat membahagiakan kita sendiri dan membahagiakan orang lain. Kita bahagia karena pendapat kita, kita rdhoi, dan membahagiakan orang lain karena pendapat orang lain tersebut kita ridhoi. Ridho ini lebih dari sekedar menerima , menerima saja sudah membuat kita bahagia terlebih dengan ridho akan lebih membuat kita ridho.

BIsa anda bayangkan jika diri dan orang lain disekitar kita bahagia karena keridhoan kita. Jadi ridho ini dapat menjadikan kita bahagia kuadrat, artinya bahagia yang berlipat. Orang yang ridho dengan apapun tidak akan bisa sedih, tidak akan bisa miskin dan tidak akan bisa stress.

Belajar ridho caranya adalah dengan  meridhoi apapun yang terjadi tanpa syarat, tanpa penilaian dan tanpa pertimbangan. Kalau perlu ridhoi semua tanpa proses berpikir, jadi langsung saja ridho. Ridho terhadap apapun yang berlangsung dalam pikiran. kadang kita tidak ridho dengan masa depan yang belum terjadi maka ridhoi apa apa yang akan terjadi di masa depan, masa depan saja kita ridhoi terlebih sekarang dan saat ini akan lebih kita ridhoi lagi