Dari mana saya bisa sabar

Sabar, sebuah kesiagaan ketika proses sedang dijalankan Allah SWT. untuk bisa sabar harus dengan sadar dan menerima. Sabar bukan paksaan, tapi muncul dari jiwa yang sadar dan menerima. Jadi kalau ditanya dari mana sabar itu, sabar datang dari sadar dan menerima. Sadar bahwa proses perubahan sedang dijalankan ALlah dan menerima karena proses yang sedang terjadi.

Sabar juga mengandung suatu aktivitas yang terus mengarah kepada suatu pekerjaan atau amanah yang sedang di jalani. bisa juga sabar  untuk tidak berbuat tidak baik.

Belajar Lenyap di Padepokan Patrap

Belajar lenyap disini adalah bagaimana kita dapat memasuki alam di atas pikiran dan perasaan. Belajar lenyap di padepokan patrap gumpang, kartasura, Solo, dilakukan dalam 3 sesi, sesi pertama dengan dzikir nafas, kedua dengan gerak, dan ketiga dengan patrap sakaratul maut. Peserta akan merasakan keadaan hilang tapi sadar, hal ini terjadi pada saat dzikir nafas kemudian saat patrap gerak akan menyadari bahwa melawan Allah itu tidak bisa semua gerak harus mengikuti kehendak Allah dan kita hanya bisa pasrah dan pasrah, diputar, dibanting, di buat jatuh semua tinggal pasrah. Kemudian ketika patrap sakaratul maut akan merasakan keadaan mati sementara artinya tubuh sama sekali tidak bisa bergerak meski diri ingin menggerakkan tubuh,  jadi  tubuh seperti  lengket dengan tanah.

Untuk belajar lenyap ini saya sendiri yang akan melatih, dan harus dengan janjian.  agar belajar lebih efektif dan maksimal peserta harus sudah belajar dzikir nafas secara intensif di rumah.  minimal 30 menit setiap hari.

Pengalaman tiap orang tentunya berbeda beda apa yang saya sampaikan diatas adalah pengalaman kawan kawan tadi malam yang saya latih.

oh ya apa manfaat belajar lenyap ini, manfaat belajar lenyap adalah agar kita dapat menyadari akan ketiadaan ego, ketidak mampuan apa apa. Kemudian lenyap ini memudahkan kita untuk masuk ke dimensi sibghoh. manfaat lainnya adalah keadaan lenyap ini menjadi dasar untuk untuk menjalankan 3T (tasbih tahmid dan takbir)

 

memby Pass Allah

hati hati dalam berucap, ucapan mencerminkan kesadaran seseorang. ketika mengucapkan baca shalawat nanti dapat syafaat. Kalimat ini jelas mem by pass Allah,. Ada lagi misalnya ngalap berkah kyai, kalimat ini juga mem by pass Allah, kalimat ini jelas mem by pass Allah , karena Allah tidak disebutkan sama sekali .

maka mari kita sekarang belajar  melibatkan Allah dan jangan mem by pass Allah. Misalnya dengan dengan baca shalawat maka Allah akan memberikan syafaat melalui Rasulullah. Nah kalimat ini ada Allahnya, sehingga tidak meninggalkan Allah. Satu lagi, Dengan silaturahmi dengan kyai maka kita akan diberkahi Allah, kalimat ini tidak memby pass Allah, karena memang yang memberi syafaat, yang memberi berkah Adalah Allah, selain Allah tidak akan bisa. Shalawat tidak akan dapat memberikan syafaat, Kyai juga tidak bisa memberikan berkah.

maaf, saya hanya mengingatkan agar kita selalu menuliskan atau menyebut Allah dalam setiap apa yang kita sampaikan. Agar tauhid kita terjaga.