Semakin Sibuk Semakin Dekat dengan Allah

Belajar tasawuf kalau salah, hasilnya adalah munculnya rasa  takut jika terlalu sibuk. Belajar Taaswuf yang benar semakin sibuk semakin dekat dengan Allah. Kenapa demikian karena kesibukannya adalah menjalankan amanah Allah, ngurusi amanah pekerjaan, amanah rumah, amanah keluarga, amanah masyarakat dan seterusnya. Semakin amanah semakin sibuk dan semakin taqwa. Semakin taqwa semakin tinggi derajat nya disisi Allah SWT.

Nggak mencari rizki malah diberi rizki

Kebanyakan orang mencari rizki, bekerja cari rizki, berdagang menjemput rizki, bahkan sampai ibadah pun digunakan untuk mencari rizki, membaca shalawat untuk mencari rizki, shalat dhuha untuk mencari rizki, membaca surat al waqiah di pagi hari agar rizki lancar bahkan ikut aliran tarekat tertentu agar rizkinya lancar. Allah memberi rizki itu bukan karena shalal dhuha kita, Allah memberi rizki bukan karena bacaan al waqiah atau Allah memberikan uang kepada kita bukan karena bacaan bacaan shalawat , kita diberi rizki oleh Allah itu karena kita menjalankan amanah dalam kehidupan seperti misalnya melayani pelanggan, melayani murid, melayani pimpinan atau melayani team yang kita punyai.

kalau orang yang bekerja karena uang sebenarnya pekerjaan yang sia sia sebab tidak ditujukan untuk mencari uangpun kalau kita bekerja pasti akan dapat uang. Misalnya seorang guru tidak perlu meniatkan mengajar murid untuk mencari uang pasti setiap bulan pihak manajemen pasti akan mentransfer gaji.

Tidak meniatkan mencari uang akan memberikan kita hati yang lapang,, pikiran yang creatif dan kesadaran yang luas, tapi kalu kita bekerja untuk mencari yang maka kesadaran kita dalam bekerja akan menyempit sebatas uang dan akhirnya sumber yang kita dapatkan mengecil artinya bahwa Allah akan menyempitkan rizki kita tidak banyak. Tapi kalau karena menjalankan amanah Allah maka Allah akan membuat pikiran kita kreatif, hati yang bahagia dan kita akan dapat melakukan banyak hal sehingga dari sini Allah akan memberikan rizki yang berllmpah. Jadi kalau kita ingin rizki berlimpah jangan meniatkan untuk mencari rizki atau menjemput rizki cukup kita niatkan saja karena menjalankan Amanah Allah.

catatan : yang memberikan rizki bukan pelanggan, bukan pimpinan bukan perusahaan dan bukan siapa siapa yang memberikan rizki adalah Allah, jadi takutlah kita karena tidak mampu menjalnakan amanah dengan baik jangan takut karena kekurangan rizki atau tidak mendapatkan rizki

Sesajen Jawa … ditendang

Sesajen di tendang …. yang marah bukan yang di sajeni tapi yang menyajeni. Yang dipercaya tidak marah tapi yang marah yang mempercayai. betul sekali menendang sesajen merupakan ahlak tidak baik, menendang saja itu saja sudah tidak baik, apalagi dengan alasan kebencian. Mungkin kita mencontohkan nabi ibrahim yang memenggal kepala patung.  wah sama nggak ya perilaku nabi ibrahim dengan perilaku penendang sesajen? ya silahkan di nilai sendiri sendiri.

Manusia diberikan fitrah untuk mempercayai kekuatan di luar kekuatan jasadnya , fitrah keyakinan kepercayaan keimanan adalah tugas dari pada jiwa. jadi selama manusia memiliki jiwa maka dia akan selalu mencari siapa yang akan disembah dan dimintai pertolongan.  dan sesembahan itu pasti satu nggak mungkin double kalau double berarti keyakinannya setengah setangah kalau dalam islam jelas bahwa sesembahan hanyalah Allah tidak ada yang lain. berarti kalau orang islam masih menyembah yang lain atau meminta tolong mahlik ghoib yang lain berarti mendua dan ini dilarang.

kalau orang bukan islam mau menyembah siapa saja silahkan dan kita orang islam harus hormat tidak boleh membenci. Misalnya orang di luar islam menyembah gunung, menyembah batu, menyembah pohon ya kita hormati. Kalau orang islam melarang orang diluar islam menyembah selain Allah maka itu berbahaya orang akan sakit hati, orang akan membenci islam dan tidak tertarik dengan islam.

bagaimana dengan orang islam yang masih menyembah gunung ? lha ini PR , PR yang harus dikerjakan dengan hati hati tidak boleh seenaknya sendiri terlebih asal menyalahkan karena itu tadi , bahaya, orang tidak bertoubat tapi malah justru memusuhi islam .

cara yang paling jitu untuk menghilangkan sesajen yang dilakukan orang islam adalah dengan mengajaknya sadar Allah. Dengan mengajaknya sadar Allah berarti kita memberikan solusi untuk mempercayai yang ghoib lebih kuat lebih hebat dari mahluk yang ia percayai seperti khadam, malaikat atau mahluk Allah yang lain. Dengan mengajak sadar Allah dan membuktikan bahwa Allah itu dapat menolong (dibuktikan, bukan asal ngomong) maka orang akan percaya bahwa Allah itu lebih bisa dipercaya lebih hebat dari yang ia sembah sebelumnya.

nah itu saja semoga kita dapat berdakwah dengan ahlak dan kita bisa menjadi daya tarik orang lain untuk lebih mempercayai Allah.