Menyelesaikan masalah dari yang mudah

mungkin pembaca masing ingat pesan kakek atau pesan orang tua kita, ketika kita akan berangkat ujian sekolah, kalau saya pesan yang masih terngiang adalah “kerjakan soal yang mudah dulu ya ” sekarang ternyata masalah hiduppun pesan itu masih saya gunakan, yaitu menyelesaikan masalah yang mudah dulu dan dapat diselesaikan.

Pesan orang tua saya waktu mengandaung dua unsur bahwa kita melakukan sesuatu yang dapat dilakukan dan dan mendesak untuk segera di selesaikan. sekarang ketika kita memiliki pekerjaan yang banyak maka kita buat suatu daftar mana mana pekerjaan yang dapat kita lakukan dan mendesak untuk segera kita selesaikan. Daftar check list ini penting agar kita tidak terjejali dengan berbagai masalah yang harus kita selesaikan tapi kita tidak melakukan apapun , karena seolah olah masalah yang harus kita selesaikan sangat besar dan sangat rumit sehingga pikiran kita terbebani dengan sangat berat, yang berakibat pada perilaku tidak berdaya, malas, dan munculnya gejala fisik seperti asam lambung naik, kepala pusing atau malah jadi ngantukan.

Mengerjakan dari sesuatu yang lebih mudah seperti kita makan bubur yang panas, kita makan dari pinggir yang dingin dan lama lama kita bisa makan sampai tengah dan habis. Bisa kita bayangkan jika kita makan dari tengah kemudian lidah kita kepanasan dan kita tidak mampu lagi makan bubur maka bubur tidak habis kita makan karena lidah kita sakit.

kita melakukan dari yang paling mudah adalah langkah riil dari suatu penyelesaian amanah atau masalah. Mengeksekusi sebuah tindakan sangat penting sebagai langkah riil dan melangkah mencapai target yang ingin di capai.

Tidak Sombong dengan Tanda yang Allah berikan ( al araf ayat 40 )

Tanda atau ayat tidak sebatas ayat yang ada di al quran. Ayat yang terpampang di alam semesta ini juga tanda tanda atau ayat ayat Allah. Kita lapar itu tanda, kita sedih itu tanda dari Allah, kita merasakan sakit gigi itu juga tanda dari Allah.  Setiap tanda harus kita perhatikan dan tidak boleh sombong. Sombong dengan ayat Allah bisa berarti mengabaikan apa yang telah Allah beri tanda. Sombong dengan tanda tanda Allah akan berakibat fatal. Misalnya kita bekerja dan mengabaikan perut yang lapar , pengabaian ini bentuk kesombongan kita kepada Allah yang jika diteruskan akan beraibat fatal seperti muncul nya gangguan pencernaan dan kesehatan lainnya.

Tanda tanda dari Allah harus kita sikapi dengan penuh kerendahan hati. Kerendahan hati adalah kebalikan dari kesombongan. Semakin sombong maka kita akan semakin buta tapi semakin rendah hati maka kita akan dapat melihat lebih dalam dan lebih sadar. Syukur syukur dalam mensikapi tanda yang Allah berikan ini kita berada di ego nol atau fana.

Salah satu bentuk kesombongan kita adalah ketika kita mendapat tanda tidak baik, misalnya pasangan hidup marah marah atau anak rewel kita mensikapinya dengan marah juga , padahal marahnya istri atau suami adalah tanda atau rewelnya anak adalah tanda, ingat bahwa tanda harus kita sikapi dengan kerendahan hati dan tetap membaca makna dibalik tanda yang Allah berikan tersebut.

iqro’, artinya kita baca tanda tanda yang Allah berikan dengan kerendahan hati. sehingga terbaca lebih dalam apa yang Allah kehendakita terhadap kita atau apa yang Allah perintahkan kepada kita. Semakin kita peka dengan tanda tanda yang Allah berkan maka Hidup kita akan semakin terarah dan semakin bahagia dalam hidup.

Untuk para jejaka atau duda yang ingin memiliki istri

Pasangan atau istri adalah amanah yang Allah berikan. Jika saat ini belum diberikan amanah ya tidak masalah. Artinya jika Allah belum memberikan amanah istri entah karena belum pernah menikah sama sekali atau karena pernah menikah dan sekarang menduda. Ketika pada posisi Allah belum memberikan amanah istri ada dua pilihan tetap menyendiri atau akan menikah lagi. Ketika memutuskan untuk menikah lagi maka harus di tata niatnya. Beristri berarti tambah amanah. Bukan beristri dengan harapan hidup lebih enak, ada yang melayani, tapi justru sebaliknya, dengan punya istri berarti tambah orang yang di layani, jadi intinya kalau berniat punya istri maka harus pasang niat untuk melayani (bukan minta di layani).

Setelah  niat melayani jika Allah memberikan amanah istri selanjutnya adalah melakukan pelayanan sejak sekarang kepada siapapun yang Allah dekatkan dengan siapa pun yang Allah akan berikan sebagai calon istri. Pertama menghormati siapapun yang ingin menjodohkan atau akan memperkenalkan. Memberikan apresiasi dengan kesungguhan. Sanggup untuk melewati proses perkenalan terhadap orang yang akan di kenalkan. Tidak minder tidak menolak di depan. kecuali sudah tahu benar calon yang di tawarkan. tapi kalau belum maka wajib mengenal calon yang dikenalkan.

kedua, jika sudah berkenalan maka tugasnya adalah melayani harus sudah dilakukan sejak awal. Harus peka dengang apa yang di harapkan calon pasangan. Misalnya calon suka kalau ceritanya di dengarkan maka dengarkan dia (melayani ucapannya), jika calon suka dengan calon suami yang bersih berdandan, maka layani calon dengan berpakaian yang pantas dan calon senang dengan pakaian yang dikenakan (melayani mata calon), jika calon pasangan suka dengan kata kata yang lembut maka layani cara bicara yang tidak keras (melayani telinga calon). Proses melayani tidak hanya di panca indera lebih dari itu calon istri juga dilayani pikirannya dan perasaannya bahkan jiwanya.

Pantangan bagi para duda dan jejaka ada terbersit niat minta dilayani, tidak sepantasnya seorang calon kepala rumah tangga minta dilayani.

setelah tahap ini adalah bagaimana melayani rasa aman calon istri, tunjukkan niat yang sesungguhnya bahwa nantinya hidup calon istri tersebut dapat aman dan bahagia,¬† dan tenang, jangan sampai terucap kalimat kalimat yang membuat calon istri ragu misalnya dengan mengatakan, “apakah nanti kamu bisa menerima hidup apa adanya?”, atau nanti kita sama sama kerja ya …, atau kalimat yang membuat calon suami menjadi rendah dan tidak memberikan rasa aman.

modal utama menjadi seorang suami adalah T3 artinya harus yakin dengan Allah bahwa Allah akan memberikan pertolongan kecukupan kemakmuran dan lainnnya. dengan keyakinan T3 ini. calon istri akan merasa tenang dan dia akan terikat secara emosional, secara jiwa dan panca indera.

silahkan bagi yang jejaka atau duda untuk memprakten ilmu ini dan semoga bisa mendapatkan istri yang di harapkan dan bahagia sakinah mawadah warahmah amin