Saatnya Action

Untuk apa belajar spiritual ? mencari tentram, mencari tenang, kalau sudah dapat ? teori sudah ada , cara tenang sudah saya uraikan dan jelaskan di dzikir nafas atau patrap, kalau sudah ada tinggal praktek dan sudah  tenang, terus mau ngapain ? hanya berhenti di tenang , hanya berhenti di tenteram ? Ketika anda masih hidup dan berhenti tentram maka sebentar lagi hidup anda tidak akan tentram, anda akan di koyak ketenangan anda dengan segudang masalah, dan itu adalah ujian atau cobaan karena keimanan anda baru sebatas tentram dan tenang. Orang orang yang  hanya hidup damai, tentram adalah orang orang yang tidak bahagia, dia menggunakan ketenangan dengan cara spiritual untuk lari dari kenyataan hidup yaitu kenyataan bahwa dia harus hidup dan bertahan hidup, dia harus bekerja untuk mempertahankan keluarga.

Belajar spiritual tidak berhenti di tenang dan tentram, hidup damai dan hanya rahayu… hidup adalah action atau tindakan, dimana dalam keadaan ini kita tidak dalam keadan damai dan rahayu…. kita harus angkat senjata dan bergerak  hidup atau mati. Menjadi manusia terpinggirkan dan tidak ada artinya adalah menusia egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri mencari ketenangan dirinya sendiri. Ok … silahkan egois tapi nanti kalau sudah mendekati sakaratul maut, tapi kalau masih  jauh dan tidak tahu kapan jangan hanya diam mencari kedamaian hidup,kita harus action untuk keluar dari zona nyaman dengan melakukan berbagai hal dalam rangka mengemban amanah Ilahi.

Pada posisi kita menerima amanah ada rasa berat, tapi jika amanah itu sudah kita jalankan perintahnya maka tidak ada yang berat, karena kita just do it, karena kita hanya samikna wa athona. Berat itu ketika kita memikirkan bagaimana nanti cara melakukannya tapi ketika sudah kita lakukan maka tidak ada yang terasa berat bahkan hati kita bergelora untuk terus bergerak. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa amanah itu berat berarti orang itu belum melangkah, dia hanya beranda andai, bahkan dia hanya khawatir kalau tidak bisa menjalankan. Orang orang yang hanya duduk diam di sajadah saja dengan dzikir nafas atau wiridan saja, jika tidak segera action rawan terkena was was, rawan terkena sombong spiritual mereka akan menyalahkan orang yang rajin bekerja, rajin berdagang dan action action lainnya. Tapi sebaliknya juga kalau orang hanya action tidak ada landasan sadar Allahnya ya mudah stress karena dia bergerak menggunakan kekuatan terbatas pada dirinya tidak menggunakan kekuatan Allah yang unlimitied.

Saatnya untuk action, karena memang dalam hidup ini kita dituntut Allah untuk bertaqwa yaitu menjadi hamba yang menjalankan perintahNya. Taqwa itu menerima amanah dan menjalankan perintah. Derajat tertinggi disisi Allah adalah taqwa ini bukan karena ilmu, bukan karena tingginya ilmu spiritualnya, bukan karena gelar jabatan, bukan karena keturunan. Setiap sembahyang jumat kita selalu di ingatkan oleh khatib jumat di awal ceramahnya …itaqullah .sampai diulang beberapa kali, artinya bahwa kita dalam hidup ini kita harus action, action dan action berdasarkan amanah dan perintah. Baik mari kita sama sama belajar untuk selalu bergerak, no ngalamun, no malam, no mikir mikir, no santai……JUST DO IT ! SAMIKNA WA ATHONA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.