Saya harus belajar menulis lagi

saya baru sadar bahwa rizki ilmu tidak boleh saya sia siakan , saya harus segera menuliskan apa apa yang terlintas dalam pikiran saya yang itu merupakan pencerahan harian saya. Seringnya saya mengabaikan dan tidak menuliskan menyebabkan “rasa berat mau menulis” sebab kekuatan menulis seolah tidak ada. saya merasakan dua bulan terakhir ini tulisan saya tidak serutin dulu ada saja hari yang saya sama sekali tidak menulis, bahkan awal bulan yang lalu hampir seminggu saya tidak menulis.

ya semoga mulai malam ini saya diberi kesempatan lagi untuk menulis. menulis yang tentunya itu dari pengalaman yang saya dapat. saya harus menata niat bahwa tulisan saya bukan untuk mengajari orang lain tapi untuk mendokumentasikan pengalaman dan pencerahan yang saya dapat dalam melakukan perjalanan menuju kepada Allah.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.
5 thoughts on “Saya harus belajar menulis lagi
  1. Bagus tu pak. Teruskan menulis untuk manafaat ramai. Tapi saya sendiri malas mau nulis di blog. Jadi sy tulis dulu di buku, agar tidak lupa ilmu yang diperolehi. Kemudian ada waktu yg sesuai, terus sy menaip dalam failnya. Bila dh tersusun, lahirlah sebuah buku.

    • awalnya tulisan saya ini adalah tulisan yang tidak beraturan Bu Hasba, saya hanya menulis tanpa saya edit, tanpa saya periksa dan lebih kepada diary, tapi lama lama ramai yang baca tulisan saya, dan saya berusaha untuk tidak mengecewakan yang membaca tulisannya saya karena kadang tulisan saya di tunggu tunggu “kenapa lama tidak menulis”…..ya mudah mudahan nanti bisa jadi sebuah buku .. meski sudah banyak dibaca orang

  2. saya merasakan keanehan itu pak, dulu para tokoh shalatcenter sangat produktif menulis, salah satunya bapak. tapi beberapa bulan terakhir hampir semuanya bagaikan terdiam mendadak, ada apa ini? saya sampai rasan2 dg teman2: apa efek makrifatullah itu begitu ya?

    • iya pak saya sudah niatkan untuk tetap menulis tetap tidak ada daya untuk menulis seperti beberapa waktu yang lalu, saya mencari cari kenapa? kalau saya rasakan ilham itu ada pak, tapi memang lebih mengarah kepada sesuatu yang tidak bisa saya tuliskan, misalnya keadaan-keadaan zero. ketika saya menulis saya bingung apa yang mau saya tuliskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.