Seperti apa jiwa dan Ruh itu ? benarkah pertanyaan ini ?

Seringkali kita bertanya atau kita mendapatkan pertanyaan¬† “seperti apa jiwa dan Ruh itu ? ” sebelum kita menjawab kita analisa dulu, benarkah pertanyaan ini?

Ketika kita mendapatkan pertanyaan seperti ini, yaitu tentang wujud jiwa dan wujud ruh maka sebenarnya  pertanyaan ini menggunakan pikiran (jasad) untuk mengenali jiwa dan Ruh. Bagaimana mungkin pikiran bisa menjangkau jiwa dan Ruh padahal pikiran itu bukan jiwa dan bukan Ruh.

mungkin ilustrasi ini dapat membantu kita :

kalau jiwa dapat menyadari pikiran , kalau jiwa dapat menyadari perasaan

tapi kalau pikiran tidak bisa memikirkan jiwa dan perasaan juga tidak bisa merasakan jiwa

Berarti jiwa memang berada di atas pikiran. dan perasaan.

kalau kita belajar sadar berarti kita mengaktifkan jiwa sehinga kita bisa memahami pikiran dan perasaan tapi kalau kita hanya belajar melalu pikiran atau mempelajari perasaan maka kita tidak akan bisa menjangkau jiwa

baik kembali ke pertanyaan di judul diatas, jadi bagaimana wujud jiwa itu ? yang pasti karena yang digunakan pikiran bukan kesadaran maka pertanyaan itu sudah salah , karena tidak mungkin pikiran mengenali jiwa, tidak mungkin pikran membayangkan wujud jiwa. kita harus menggunakan kesadaran kita untuk mengenali jiwa kita, Demikian juga perasaan tidak akan mampu menjangkau jiwa, kita belajar sadar untuk memahami rasa, bukan mempelajari rasa untuk memahami jiwa. Beradalah di lantai 3 untuk melihat lantai 2 jangan berada di lantai 2 untuk memahami lantai 3 karena kita tidak pernah berada di lantai 3.

jiwa dan Ruh ada tapi tidak berujud seperti wujudnya jasad dan alam materi ini, Jiwa dan Ruh ada di dimensi tersendiri dan  bisa dikenali dengan kesadaran jiwa dan mengenali ruh pada kesadaran ilahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.