Sinkronisasi lock down dan puasa ramadhan

Rasanya pas banget kalau pemerintah memperpanjang masa lockdown sampai ramadhan habis, meski ini tidak ada hubungannya, artinya lockdown bukan karena bulan ramadhan tapi karena adanya virus corona. Namun dengan adanya lockdowon ini kita dapat dengan leluasa untuk beribadah secara maksimal tanpa disibukkan dengan pergi keluar. Orang orang jaman dulu menurut cerita guru saya, mereka bekerja full 11 bulan, kemudian 1 bulan full untuk beribadah di bulan ramadhan. Berarti apa para nenk moyang kita dulu bekerja 11 bulan penuh dan 1 bulan me lockdown kan diri di bulan ramadhan.

Banyak sekali ibadah yang sesuai dengan suasana lockdown ini. Misalnya saja itikaf yang artinya berdiam diri tidak baca shalat dan tidak baca quran serta tidak pengajian, itikaf berdiam diri yang benar benar berdiam diri untuk sadar Allah. pas sekali kan dengan lockdown nanti kita puasa kita bisa itikaf di tempat mushalla kita masing masing (masjid tempat yang  biasa digunakan untuk sujud).

Kemudian puasa itu sendiri adalah pengurangan aktivitas dengan banyak berdiam, maka dalam bulan ramadhan ini kita banyak belajar tentang sadar Allah, dzikir nafas, patrap diam, dan aktivitas ibadah lainnya.

lock down tidak bisa bertarweh…. atau lock down bertentangan dengan tarweh, menurut saya justru lockdown ini sejalan dengan tarweh. Tarweh adalah ibadah santai yang sepatutnya dilakukan tidak berjamaah tapi sendiri sendiri.  Akibatnya kalau tarweh di lakukan berjamaah maka yang terjadi adalah ketergesaan, kecepatan, dan ketidak tumakninahan. Maka dengan adanya lockdown ini sangat pas dan sesuai kalau tarweh nanti kita lakukan sendiri dengan santai dan tidak terburu buru, relaks. Tarweh adalah ibadah persiapan untuk menuju itikaf, yaitu diam total.

Lockdown pastinya mengurangi interaksi kita dengan orang lain, sehingga mengurangai dosa dosa yang disebabkan karena berinteraksi dengan orang lain.

Nah cocok sekali kan antara lockdown dengan ramadhan, kita patut bersyukur karena ramadhan besuk virus corona belum reda. Sehingga kita bisa beribadah maksimal dalam bulan ramadhan.

oh iya bulan ramadhan di musim lockdown ini mengajarkan kita untuk tidk ber hura hura dalam beribadah misalnya buka bersama yang mana kita tahu acara ini hanya hura hura, makan sepuasnya dan sangat tidak sejalan dengan hikmah buka puasa yaitu ifthar. Ifthar adalah buka puasa yang dicontohkan Nabi yang hanya berbuka dengan 3 kurma dan 1 gelas. Tapi coba kalau buka bersama, berapa kurma yang kita makan, berapa makanan yang habis kita lahap, berapa gelas kita minum sehingga dengan adanya lockdown tidak ada buka bersama yang hanya merusak puasa dan melanggar sunah Nabi SAW alias perbuatan bidah.

jadi sekali lagi kita sangat beruntung  bulan puasa ini ALlah memberikan vidur corona sehingga kita bisa berdiam diri di rumah dan menjalankan ibadah dengan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.