Menggagas Spiritual Ekhibisi

Ragam spiritual berbasis islam di Indonesia sangat beraneka rasa dan variasinya cukup banyak, dan semuanya mendasarkan pada “islam” artinya bukan islam abu abu, bukan aliran kepercayaan yang namanya islam tapi penerapannya jauh dari Tauhid. Spiritual Islam indonesia yang benar benar mendasarkan pada hukum dan syariat islam sangat banyak cukup menonjol dan tidak ada negara yang “sekreatif” islam di indonesia. Kita lihat saja di arab saudi kita lihat “islamnya ya begitu begitu saja” kemudian di negara tetangga kita malaysia … karena “syaifi’i” minded maka islamnya ya tidak berkembang dalam spiritualitasnya karena yang saya lihat terlalu di kekang oleh “penguasa
islam di sana, yang mana jika menyimpang dari atau berbeda dari paham islam “penguasa agama” disana pasti di cap sesat dan diberi hukuman… terlebih singapura negara yang proteksi nya sangat kuat…

Kita hidup di indoensia patut bersyukur kepada Allah karena kehidupan spiritualitas kita di bebaska sebebas bebasnya asal masih menjalankan syariat dan tauhid. Kita bisa kreatif membuat model Dzikir Nafas, membuat model ESQ, membuat model Quantum Ihlas, Membuat model manajemen qolbu, membuat model shalat khusyu, model patrap dan masih banyak lagi. Saya berpikir ini adalah aset tak ternilai yang dimiliki indonesia yang tidak bisa di bandingkan dengan model kekayaan apapun. Kekayaan ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara paling kreatif dalam hal spiritual islam.

nah saya menggagas sebuah pameran islamic spiritual yang nantinya akan memberikan sebuah kontribusi nyata bagi umat islam khsuusnya untuk membangun negara ini dengan basis spiritual. bukti nyata dari model model spiritual islam yang tadi saya sebutkan sudah sangat nyata. Model model tadi dengan ciri khasnya masing masing memiliki keunggulan yang dapat merevolusi mental masyarakat indonesia untuk siap besaing di wilayah internasional.

ekhibisi ini dalam gagasan saya akan menghadirkan tokoh tokoh penemunya atau yang mewakili,  namun kita utamakan penemu utamanya. Dari masing masing penemu akan kita beri ruang dan kesempatan untuk memberikan presentasinya baik keunggulan atau model cara yang di gunakan. Dalam ekshibisi ini yang penting adalah bukan siapa nanti peserta yang akan datang tapi bagaimana hal ini kita publish di media sosial agar yang tidak dapat datang dapat menyaksikan di media online.

selain ekhibisi saya gagas juga seminar spiritual islam. bukan untuk debat debatan atau unggu unggulan tapi untuk saling melengkapi.

baik ini sekedar gagasan kalau misalnya ada yang tertarik dengan tulisan saya ini dan ingin mewujudkannya saya akan sangat senang dan saya tunggu di 081567722299 (Whatsapp). rencana sementara ini , acara ini akan saya  akan mengundang berbagai aliran spiritual islam yang memenuhi kriteria syariat islam. Saya akan undang Bp Yusdeka, dengan konsep membuka ruang spiritualnya, saya akan undang Ust Abu Sangkan atau yang mewakilinya dengan shalat khusyunya, saya akan undang Bapak Haji slamet Utomo atau yang mwakilinya dengan konsep Patrapnya, saya akan undang AA gym dengan Konsep manajemen qolbu nya, saya akan undang Ustad Arifin Ilham dengan dzikir jamaahnya saya akan undang Habib Syech assegaf dengan shalawatnya… saya akan undang Bapak Ary Ginanjar dengan Model ESQ nya…. dan mungkin masih banyak lagi yang dapat kita undang dalam acara ekhibisi ini…

baiklah ini adalah suatu gagasan untuk menyatukan energi spiritual yang dimiliki oleh masing masing guru spiritual, dengan bersatunya guru guru spiritual ini nanti pasti murid muridnya akan bersatu juga dan nanti para simpatisan dari masing masing model tersebut akan bersatu juga… sungguh  hal ini akan menjadi energi spiritual yang sangat luar biasa yang dapat membentuk masyarakat indonesia yang spiritualis yang memiliki keunggulan di bandingkan dengan umat islam di negara lain dan memiliki kekuatan untuk maju dan membangun islam dan negara indonesia tercinta.

harapan saya semoga Allah meridhoi, amin

Mimpi diajari Shalat Khusyu

Dulu ada kekhawatiran ketika tidak berguru kepada sosok Ust. ABS, takut tidak mendapat pengajaran lagi dari Beliau … ternyata salah… ketika diri saya arahkan kepada Allah, dan hanya Allah lah yang bisa mengajarkan tentang kemakrifatan, . Saya justru mendapatkan pengajaran lebih banyak. ketika saya menggantungkan pengajaran pada manusia maka yang saya dapat tidak lebih dari apa yang di dapat sosok dimana saya bergantung. tapi ketika saya gantungkan pengajaran itu dari Allah maka ternyata pengajaran Allah sangat luas dan lebih luas dari apapun. saya diajari shalat dalam tidur … dibawa kepada keadaan khusyu yang belum pernah saya alami, bahkan setelah terbangunpun keadaan khusyu itu tidak bisa saya rasakan kembali, tapi saya tahu caranya, tahu keadaannya. Terimakasih ya Allah…… Engkau ajarkan apa apa yang tidak diketahui oleh makhluk mu. …

Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [An-Nisa 4:58]

Allah Swt. berfirman, “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” [Al-‘Alaq 96:3-5]

Allah Swt. berfirman, “(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara.” [Ar-Rahman 55:1-4]

Allah Swt. berfirman, “Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barang siapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,” [Abasa 80:11-13]

wa man ta’allama bighairi syaikhin, fa syaikhuhu asy-syaithan

barang siapa belajar tanpa syehk maka syehnya adalah syetan … kalimat ini tidak ada dasarnya, saya cari di hadis juga ada. maka dzikir nafas gurunya adalah Allah SWT, kalau gurunya Allah SWT maka jaminan selamat 100 persen. Tapi kalau gurunya manusia maka bisa saja hanya 75 persen atau hanya 50 persen atau bahkan malah bisa kurang dari itu. Dzikir nafas belajar bagaimana berguru kepada Allah sehingga perjalanan menuju kepada Allah langsung mendapat bimbingan Allah SWT. Pernyataan seperti judul diatas sering dilontarkan orang orang yang bergurunya tidak ke Allah, sehingga dzikir nafas yang langsung berguru kepada Allah selalu mendapat perkataan seperti judul diatas.

bisa jadi juga kalimat diatas adalah ke khawatiran para syehk dan murid muridnya karena paradigma berguru kepada Allah akan merusak tatanan yang sudah ada. tapi sayapun jika dikatakan demikian bahwa berguru saya kepada syetan ya saya marah besar… dan dzikir nafas harus saya bela… siapa bilang kalau dzikir nafas gurunya syetan … guru kita adalah Allah SWT. Bahkan saya akan balik menanyakan apakah ada jaminan berguru kepada manusia ? apakah manusia bisa menjamin diakhirat nanti? para Nabi saja diakhirat kelak sibuk dengan beliaunya sendiri . masak yang bukan Nabi berani menjamin.

Agama islam ini diturunkan untuk dijalankan kita sudah banyak tahu… jangan terus menerus mencari ilmu dengan menggantungkan diri kepada manusia, sudah saatnya kita berguru kepada Allah SWT. Kita shalat sudah bisa …. dzikir juga sudah bisa… haji juga sudah jelas… sedekah tinggal ngluarin uang… mau apalagi … sekarang tinggal kita bergantung kepada Allah atau keapda syeh? atau kepada guru yang bukan Allah? Selama kita menduakan Allah dengan para syehk maka selama itu pula kita tidak akan bisa sampai kepada Allah SWT. Ingat bahwa Allah adalah maha pencemburu ..

kunci dari tulisan ini adalah “KEPADA SIAPA KITA BERGANTUNG” termasuk kepada siapa kita memercayakan diri kita. Kalau kita selalu nggendol kepada syehk maka ketahuilah bahwa syehk bergantung kepada Allah bukan kepada siapa siapa lalu kenapa kita tidak mencontoh apa apa yang dilakukan syehk tersebut. seharusnya kita bergantung kepada Allah seperti apa yang dilakuakn syehk bukan malah kita bergantung kepada syehk…

Baik semoga ini menjadi pelajaran bagi kita agar kita lurus dalam bertauhid.

ilmu tertinggi khusyu

belajar khusyu adalah belajar bagaimana kita berakhlak kepada Allah. bukan mencari sensasi sensai khusu seperti menempati maqom maqom tertentu, bisa ini dan bisa itu…dst. belajar khusyu adalah bagaimana berakhlak kepada Allah ini yaitu selalu sadar dengan Allah dapat menjadikan kita lebih baik kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak. kebrhasilan seseorang belajar khusyu adalah perubahan perilaku, pikiran dan emosi. meski dalam sholat dia merasakan sensasi yang hebat hebat tapi dalam perilakun sehari hariya tidak ada perubahan maka masih dikatakakn BELUM BERHASIL.
belajar khusyu yang terpenting adalah APA YANG DIBERIKAN ALLAH SAAT INI KEPADA KITA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA. bukan gambaran pengalaman khusyu yang bisa ini bisa itu, menempati alam ini dan alam itu, atau pengetahuan wejangan ini dan wejangan itu.
bagi kawan kawan yang belajar khusyu jangan terpancing dengan pengalaman orang lain, biarkan dia menceritakan tapi kita harus berpegangan bahwa bukan pengalaman yang kita cari, yang kita cari adalah semangat agar kita selalu bisa ingat dan kembali kepada allah. jika kita terpancing maka yang terjadi adalah ketidaksyukuran kita kepada allah misalnya “kenapa saya tidak seperti dia”, “aku ingin mengalami seperti itu”, “apa saya masih banyak dosa”, “wah kawan itu hebat ya”….dst perkataan perkataan batin seperti ini akan menghambat kita untuk mendapatkan pelajaran dari Allah, karena kita tidak bersyukur kpada Allah, mengatur Allah… dan yang paling fatal adalah kita tidak IHLAS dalam belajar khusyu…
baiklah kesimpulan ilmu tertinggi khusyu adalah : menerima apapun yang diajarkan Allah kepada kita. DIPERAS LAGI MENJADI “BERSYUKUR”

selamat jalan Gus Dur

meski tidak begitu mengenal dengan beliau, tapi putrinya mbak Alisa Qotrunada pernah satu kampus, satu organisasi. terkenang beliau dengan kepercayaan dirinya, konsistensi dirinya, keyakinannya, dan ide ide anehnya yang membuat orang terbuka wawasannya.
Ust Abu sangkan pernah berkata kepada Saya .. Gus Dur itu orang hebat, ide ide nya luar biasa… tak ada yang bisa menandingi beliau…
Selamat jalan Gus,Selamat pulang ke hadirat Ilahi…

inti dari sholat khusyu adalah silatun dan inti dari silatun adalah patrap

khusyu menurut albaqoroh 46 adalah bertemu dan kembali kepada Allah, nah dalam sesi pelatihan sholat khusyu dibahas dalam bab silatun yaitu sambung kepada Allah. dan dalam silatun ternyata pelajaran patrap dari bapak Haji Slamet Utomo yang diterima Pak Abu sekitar Thun 85, dan disebarluaskan Pak Abu di milis dzikrullah tahun 99/2000

rasulullah seorang trainer bukan (hanya) penceramah

hal ini dapat kita lihat dari sejarah rasulullah selama beliau berdakwah, apa yang kita lihat yang kita lihat adalah perubahan masyarakat. rasulullah mampu memotivasi diri dan mampu memotivasi orang lain untuk berubah. dalam hidup beliau seorang Nabi atau kita sebagai penerusnya harus dapat menjadi trainer, bukan sekedar penceramah. syarat menjadi trainer adalah berubah dulu baru dapat merubah, melaksanakan dulu baru menyampaikan (meski belum sempurna), kaya dulu baru mengajak orang lain untuk bekerja dan bekerja. kita saksikan kekuatan rasulullah dalam merubah masyarakat di mekah dan sekitarnya Luar Biasa… semua berubah demikian cepat.
kalau kita mengaku menjadi umat Rasulullah yang mulia maka kita harus berani menjadi seorang trainer yang handal , seorang trainer yang semangat, yang hidupnya bahagia seperti rasulullah. jangan hanya menjadi penceramah yang hidupnya pas pasan, yang hidupnya tidak bahagia….
kalau rasulullah sekedar penceramah maka saya yakin masyarakat tidak akan berubah. masyarakat akan sama… dan kita lihat sudah berapa tahun , berapa ratus tahun islam mengalami stagnasi atau kemandekan. ini karena quran tidak diamalkan tapi hanya dibaca, dilombakan dan sekedar ditafsir tafsirkan sesuka hati. dan paling utama adalah banyak dai yang bukan trainer tapi sekedar penceramah .. yang ceramah sini ceramah sana tanpa membawa perubahan.
jika para dai adalah trainer maka saya yakin islam ini akan cepat berubah. taruhlah, misalnya ada 100 abu sangka,n, trainer sholat, dai seperti 100 orang ary ginanjar (trainer esq), 200 orang trainer sedekah seperti yusuf mansyur … maka saya yakin islam indonesia akan mengalami perubahan yang drastis… karena apa karena dai nya adalah trainer bukan penceramah seperti rasulullah, bukan penceramah tapi trainer

materi TOT sholat khusyu sesi MENTAL TRAINER 3 "3. Every map is valuable to guide us on the journey"

setiap orang memiliki nilai yang inheren dengan perspektifnya, jadi seorang trainner harus menggunakan kemampuan analisanya sehingga mampu meningkatkan , mampu merubah dari yang baik menjadi lebih baik. kemampuan memotivasi ini harus terkait dengan MAP atau peta dalam diri peserta terkait dengan pemahamannya tentang Khusyu dan ibadah sholat

cara membedakan khusyu dan rasa khusyu

khusyu itu adalah perbuatan sedangkan rasa khusyu itu adalah rasa yang kita terima karena kita melakukan perbuatan khusyu. khusyu sesuai dalam quran albaqoroh 46 bahwa khusyu adalah perbuatan yakin bertemu dengan Allah dan kembali kepada Allah. jadi kalau kita yakin bertemu dan kembali kepada Allah maka kita sudah khusyu artinya kita sudah melakukan perbuatan khusyu. tentang rasa sangat tergantung sekali dengan kehendak ALlah jika allah memberikan rasa khusyu maka kita aka merasakan khusyui.
banyak orang salah mengartikan khusyu sebagai rasa khusyu, kekeliruan ini berlanjut dengan mengatakan bahwa khusyu tidak dapat diperoleh oleh orang awam, teryata ini adalah kesalahan yang sudah banyak di anut orang. untuk menjadi khusyu sangatlah mudah yaitu dengan kita yakin bertemu dengan Allah dan yakin kembali (pasrah) kepada Allah maka kita sudah khusyu.
sekali lg khusyu bukanlah rasa khusyu adalah perbuatan. untuk itu jika kita sholat atau apapun perbuatan kita asal disertai dengan ingat kepada Allah dan pasrah kepada Allah maka kita sudah menjalankan khusyu, perkara rasa khusyu itu terserah Allah.

makna syariat

Dalam makna syariat, umat Islam sering terjebak dalam pengertian sempit sehingga tak jarang kehilangan substansinya. Dan akibatnya, mereka hanya melakukan ibadah seremonial dan tidak mendapatkan sesuatu yang berharga yakni pembuka jalan menuju “kebenaran syariat”. Sikap terhadap shalat misalnya, betapa banyak nilai penghayatan dan kekhusyu’an yang terabaikan. Shalat bukan lagi sebagai kebutuhan dialog dan memohon petunjuk tetapi telah berubah sebagai kewajiban yang harus dipenuhi dengan berbagai macam larangan dan ancaman yang mengerikan. Sehingga terasa sekali muncul ketidaknyamanan dalam setiap melakukan syariat Islam. Hal ini tidak ubahnya seperti tawanan perang yang harus memenuhi kewajiban membayar upeti seraya terbayang betapa kejamnya sang penguasa.

Continue reading