Training Dzikir Nafas Sadar Allah dan Konseling Al Quran di Malaysia

Insya Allah saya akan berkongsi ilmu tentang dzikir dan quran. Semoga kedua program ini dapat membawa kepada ihsan sadar Allah. Semakin cinta kepada Allah dan Rasulullah dan semakin cinta kepada Al Quran.

peserta terhad untuk 100 dan alhamdulillah yang mendaftar sudah ada separo lebih. berikut broadcast yang ada di whatsapp. bagi peserta yang sudah mendaftar semoga kita dapat jumpa pada program 1 oktober mendatang. Amin

Assalamualaikum Jemaah Dzikir Nafas…

Program DN bersama Pak Pur dijadualkan pd 1.10.2016 (sabtu) bertempat di UPM Serdang.

Yuran penyertaan adalah sebanyak RM50/seorang bagi menampung kos pentadbiran.

Kepada yg ingin mendapat bimbingan terus dari Pak Pur bolehlah mengesahkan kedatangan dgn mengisi nama dibawah:

1. Hanif Bin Roslan
2. Ahmad Hadziq Saifollah
3. Abdullah, Rembau
4. zainal ariffin b. bahari, pekan, pahang
5. Puan Zuraidah
6.Dr Normaznah
7.Pn Hajjah Kamsiah
8.Nur Amirah Aqilah
9.NurAdibah Aqilah
10.En Zafry
11. Pauzi Karim
12. Hairi
13. Abd hadi zainal Ariffin, Cheras
14. Mohd Tariq Ramli, Pandan Jaya
15. M Syahrul Anwar b Zainuddin
16. Syah Rizal, Gombak
17. Hussein, Seremban
18. Mohd Hanafee, bkt changgang, banting
19. Abdul Mutalib bin Zainal Abidin, Pasir Gudang, Johor
20. Rizaludin Puchong
21.Muslimah Simo Puchong
22. muhammad najmin b rozali , manjung
23. Ahmad bin Hussein , shah alam.
24. Sazali, Paka
25. Noorjahan
26. Abdul Rahim Mohd Salleh
27. Halim Abdul Hamid (Halim Panah)
28.Muhammad Azazi
29.Azazi Abd Rahman
30.Norafidah Mohd Lasim
31. Maria Komariah (Indonesia)
32. Wulan Kumala Sari (Indonesia)
33. Syed Abd Rahman ( Melaka)
34. Mohd Rahimi Dollah, Kelantan
35. Pn.Norian, Shah Alam
36. Suffian, Shah Alam
37. R.A. Zuhairi (Johor)
38. Zulhazmi Mohd Ali
39. Umi Solehah Jahari
40. Muhammad Nizam b. Ahmad Tajuddin
41. Ramlah bt Ali
42. Halim (spore)
43. Budianto bin Makrus (Puchong )
44. Mohd Hairil Hafiz bin Hasim(Batu Caves)
45. Yazid, Wangsa Maju
46.Pn Juliana
47. Pak Bahroni, Damansara
48. Khamsiah muhamad Raub Pahang
49. Hj.Hadzir Abdullah kulim kedah.
50. Sufiyan Hadi, Shah Alam
51. Pn.Zuhaidah Asmaon, upm serdang
52. Yusri, seremban
53.Zulhaqem Ismail.
54. Husni bin Dato Husin,Kulim Kedah

brosur UPM dzikir nafas

membaca al quran tapi tidak mengerti …

Nabi Muhammad saja sampai di ulang 3 kali ketika diminta membaca tapi tidak paham …

ada urutan dalam membaca al quran ….

  1. membaca tapi tidak paham artinya golongan ini mengaku mendapat pahala hanya dengan membaca tapi tidak mendapatkan pemahaman dari apa yang dia baca, karena yang dilakukan sebatas membaca dan membaca. tahapan ini adalah tahapan paling rendah sebab membaca dengan tidak memahami artinya seperti orang yang melakukan perbuatan sesuatu tapi tidak tahu dengan apa yang dilakukannya.
  2. tahapan yang kedua adalah membaca dengan memahami artinya. Tingkatan kedua ini orang sudah mendapatkan pahala membaca plus pahala mengerti arti jadi ada dua yang di dapatkan. Tingkatan ini lebih tinggi tentunya karena sudah mengerti akan apa yang dia baca.
  3. tahapan yang paling tinggi dari mmembaca adalah membaca tidak sekedar tulisan tidak sekedar tahu artinya tapi dia mampu membaca perintah Allah di balik apa yang dia baca. Tahapan mendapatkan manfaat terbesar dari apa yang dialakukan dalam membaca al quran. Daya atau energi al quran tersimpan dalam dibalik tulisan al quran yang bukan huruf dan bukan terjemahannya. Perintah allah dalam al quran yang di pahami  akan memberikan suatu energi tersendiri dalam membawa perubahan perilaku baik perilaku berpikir perilaku beremosi dan bertindak.

itulah tiga tingkatan dalam membaca al quran , ada variasi orang dalam membaca alquran, ada yang dari kecil sampai tua al quran hanya di baca baca saja, diulang ulangan dengan mengabaikan arti dan makna perintah Allah dibalik yang ia baca, golongan ini yang penting membaca dan membaca. Ya itu memang berpahala tapi tidak mendapatkan manfaat lebih banyak dari sekedar yang dia baca. Ada kemungkinan juga orang orang golongan ini malas untuk belajar memahami arti dari yang dia baca, fokus dia hanya pada belajar tajwid, tahsin dan menghafal. saking fokusnya kedalam tiga tersebut dia lupa bahwa al quran itu adalah petunjuk hidup yang harus dimengerti arti dan makna dibalik tulisan al quran.

ada yang golongan orang kedua , yaitu orang orang yang mengerti yang dia baca , biasanya golongan ini sudah bisa bahasa arab atau sudah mempunyai al quran yang ada terjemahannya. golongan ini berusaha untuk mengerti apa yang dia baca, segala cara dilakukan agar dia bisa mengerti apa yang dia baca. Golongan ini mendapatkan banyak manfaat dari apa yang dia baca, golongan ini dapat masukan masukan nasihat seperti yang ada di quran. Namun golongan ini masih terjebak pada tulisan yang ada di quran, kemampuannya terbatas sekali dengan apa yang di mengerti, belum bisa memahami apa yang ada dibalik yang dia baca. Golongan ini tidak mendapatkan hikmah terdalam dari alquran sebab mereka tidak ada kesambungan kepada Allah SWT.

kesambungan kepada Allah ini yang akan membedakan antara golongan 2 dan golongan 3, Pada golongan 3 sudah melibatkan Allah dalam setiap pemahaman yang dia dapatkan, sehingga benar benar Allah mengajari dan memberikan petunjuk dalam Al Quran. Golongan sudah bisa menangkap wahyu dalam setiap huruf, dalam setiap kata dan dalam setiap kalimat yang dia baca. Golongan inilah yang mendapatkan manfaat terbesar dari Al quran.

untuk bisa masuk kegolongan 3 tidak perlu harus bisa bahasa arab tidak harus seorang yang benar benar ulama  tapi cukup dengan mengerti arti dengan menggunakan terjemah dan silatun atau sambung kepada Allah selamat membaca maka nanti al quran akan bercerita sendiri (Allah akan memberikan pengertian dan pengajarannya).

baiklah mari kita perbaiki dan mari kita tingkatkan kualitas interaksi dengan al quran bagi yang berada di golongan satu tingkatan ke golongan 2 , bagi yang sudah ke golongan 2 mari kita tingkatkan ke golongan 3. kita berharap agar al quran ini dapat memberikan mukjizatnya dengan ijin Allah taala tidak dengan hanya di baca seperti mantra tapi benar benar difahami disebalik tulisan yaitu membaca wahyu Allah SWT.

ketimpangan pengamalan Al Quran

makna ibadah tidak hanya masalah ritual ritual yang ada di dalam Al quran seperti sholat zakat zikir ataupun haji… namun lebih luas dari itu yaitu bahwa ibadah adalah kerja dan aktivitas sebagai makhluk Allah sebagai penjaga alam semesta. ketimpangan menjalankan Al quran hanya sebatas ibadah ritual menyebabkan islam menjadi terbelenggu kedalam rutinitas yang membawa kemunduran terus menerus. sekarang mari kita tinjau ke belakang sudah berapa abad islam tertinggal dengan bangsa lain terutama yahudi dan nasrani… sangat jauh sekali tertinggal dan kita harus jujur mengakui itu. coba kira kira apa sebabnya … sebanya adalah karena kita rajin membaca quran, rajin ritual sholat, dan rajin umrah haji namun kita lupa bahwa al quran tidak hanya itu tapi al quran mengajarkan kita untuk tidak sekedar membacanya namun untuk di terapkan seperti dalam kerja, disiplin, semangat, inovatif, eksploratif, dan kebermanfaatan yang jelas bagi kemajuan umat manusia. coba siapa yang menciptakan komputer, coba siapa yang menciptakan mobil2 mewah, coba siapa yang menciptakan teknologi komunikasi.. mereka adalah bukan kita, kita ini pemakai, dan kita tidak berkarya apa apa… dan kita asyik dengan itu. kitapun menjadi umat yang tertinggal dengan mereka yang yahudi dan nasrani…
berani kita memusuhi mereka? modal nya apa kita? dan bisa dipastikan kita akan kalah dan kalah… kalau mau melawan mereka mari kita tegakkan alquran dengan benar benar menjalankan keseluruhan tidak memilih hanya sholat, dzikir dan haji saja, coba kita jalankan etos kerja, menjadi kaya, dan memiliki inovasi yang tinggi….
kalau quran hanya dibaca dari mana munculnya mukjizat Quran, kalau sholat hanya menjadi ritualitas tanpa makna dari mana sholat akan membentuk karakter umat.. sudah saat nya kita berubah.. allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak mau merubahnya…
BERUBAH…. YESSSS

hati hati ruqyah

hati hati dengan model pengobatan yang mengarahkan pada kita dengan tahayul yang mempercayai bahwa sakit fisik dan jiwa disebabkan oleh Jin. ini suatu model terbaru dari tahayul dan khurafat. ingat kita sudah berjuang keras menghapus tahayul dan khurafat di masyarakat jangan kita terjebak lagi dengan permainan syetan untuk mengarahkan pikiran kita pada hal hal yang berbau tahayul tersebut. kali ini yang melakukan model tahayul dan khurafat ini malah orang yang mengaku memberantas tahayul dan khurafat … aneh memang. yaitu pengobatan pengobatan yang menuduh jin menjadi penyebab dari penyakit kemudian menyembuhkannya dengan tidak memakai cara cara yang baik namun malah membaca baca kan quran dengan tidak sopan yaitu dengan membentak bentak… sangat tidak etis … quran dibaca dengan tujuan untuk mengusir jin…
beberapa pasien saya yang pernah di ruqyah katanya berdasar syariah itu bukannya malah sembuh malah dia terkena waham bahwa dirinya terkena jin padahal jelas dia terkena stress jelas ini bukannya menyembuhkan namun malah memperparah penyakit kejiwaannya.
seringkali perbuatan khurafat dan tahayul untuk melegalkan di embel embeli dengan syariah katanya ruqyah asysyariah… sehingga keliatan resmi dan benar… padahal sama saja ini kesesatan berdalih syariat…
hati hati… jin tidak bisa membuat kita menderita , jin tidak bisa membuat kita sakit atau depresi… jin dan syetan hanya bisa menggoda kita tidak lebih dari itu, jadi kalau ada pengobatan ruqyah syariah yang mendasarkan penyakit karena ada jinnya itu merupakan penyesatan akidah dan kembali kepada perbuatan khurafat dan tahayul…..

kembali pada quran sunah atau kembali ke pada Allah

hati hati dengan bahasa, karena dapat menyesatkan. seperti halnya kalimat diatas, hati hati dengan kalimat diatas kalau salah pengertian bisa menyebabkan kesyirikan. kembali kepada quran dan sunah sangat berbeda dengan kembali kepada Allah. kalau kembali ke quran dan sunah belum tentu kembali kepada allah, namun kalau kembali ke Allah pasti Allah akan menuntun kita untuk berakhlak seperti apa yang terdapat quran dan sunah.
pernyataan tersebut sudah menjadi jargon di berbagai dakwah dengan menggembar gemborkan untuk kembali kepada quran dan sunah namun sayangnya tidak diteruskan kepada Allah. ini sangat bahaya untuk kehidupan tauhid kita. bisa bisa umat islam ini hanya menjalankan quran dan sunah dengan meninggalkan esensi nya yaitu Allah. seharusnya allah ditaruh didepan, ke Allah dulu baru ke quran dan ke sunah.
logika lain, diakir hayt kita nanti apakah kita kembali pada quran dan sunah atau kembali kepada allah??? jelas kita kembali kepada allah.
siapa yang buat quran dan sunah jawabnya adalah allah .. terus kenapa kita tidak kembali saja kepada allah
terus lagi banyak diantara kita memecahkan masalah dengan kembali kepada quran dan sunah, padahal kalau kita pikir pikir siapa sih yang bikin masalah dan siapa yang menylesaikan masalah? quran sunahkahu atau Allah?
ini merupakan logiika logika sederhana yang seharusnya mengingatkan kita untuk sadar bahwa bukan quran dan sunah yang akan menuntun hidup kita tapi Allah lah sang Penuntun. bukannya ke Allah terus meinggalkan quran dan sunah…. tapi kalau kita benar benar ke allah maka Allah akan menuntun hidup kita seperti apa yang tercantum dalam quran dan sunah.