“Amanah” kata biasa yang berdampak luar biasa

Amanah sering kita mendengar. Kata amanah ini nampak biasa saja jika dimaknai sekedar kata kata say hello atau sekadar good luck… Kata amanah bagi kita yang belajar sadar Allah harus mengkaitkan kata  amanah ini dengan perintah Allah. Kenapa kata yang biasa menjadi luar biasa, karena kata ini di kaitkan dengan Allah, dikaitkan ini adalah perintah Allah. Dan kalau sudah terkait dengan kalimat Allah maka seluruh hal yang pernah kita simpan di memori berkaitan dengan Allah terutama sifat dan perbuatan Allah maka akan memberikan dampak psikologis yang dalam.

Keterkaitan amanah dengan kalimat Allah ini akan mengaktivasi seluruh alam pikiran baik itu pikiran sadar bawah sadar ataupun atas sadar. Umat islam ini setiap hari membaca dan memuji Allah dan mengimani Allah, baik itu melalui shalat, pengajian atau mengkaji sendiri melalui al quran, bahkan melalui dzikir dzikir yang jumlahnya fantastis. Aktivitas ini akan sangat mudah tersulut atau running ketika kita gunakan kata “saya menjalankan perintah Allah” atau disingkat dengan amanah. Awalnya kerja tidak semangat karena orientasinya uang, kita tahu bahwa uang kontra produktif dengan pengajian pengajian di banyak tempat bahwa uang itu sumber masalah, uang adalah dunia yang harus kita tinggalkan dan seterusnya, Namun di dalam amanah ini kita justru bekerjanya sangat getol , workaholic tapi bukan karena mencari uang tapi karena menjalankan perintah Allah. Uang memang tidak di cari tapi kerja bisa 26jam perhari, bukan mencari dunia tapi semata mata menjalankan perintah Allah. KIta bisa bayangkan jika umat islam menggunakan prnsip amanah ini dalam bekerjanya dalam aktivitas sehari harinya , pasti islam akan berubah. Umat islam sudah tidak tertarik lagi dengan namanya uang, dia mengatur uang untuk menjalankan amanah berikutnya atau saat ini yang sedang di jalankan. sikap duniawinya hilang berganti dengan sifat ukhrawi yang dikejar dunia, karena amanah dalam setiap langkah perbuatannya.

Sikap amanah ini harus menjadi karakter utama umat islam, dengan hanya karakter amanah ini maka akhlak mulia yang lain akan tumbuh. Jadi bagi yang pening dengan ilmu tasawuf atau pening dengan ilmu tazkiyatun nafs yang materi nya bikin blenger dibahas sampai mati tidak akan habis, maka saran saya pakai saja konsep amanah ini. JIka kita take action dalam amanah ini maka jiwa raga kita akan sehat. PIkiran menjadi logis, tidak mistis. Dan tuntunan Allah akan sangat nampak jadi kalau masih ada yang bertanya bagaimana membedakan nafsu dan perintah Allah karena dirinya belum amanah dalam kehidupan ini. Kalau kita amanah pasti akan sangat nampak bahwa Allah memerintahkan ini dan itu, dan itu sangat berbeda dengan hawa nafsu.

Amanah meski kata sederhana , namun jika dikaitkan dengan Allah maka akan banyak membuka rahasia rahasia kehidupan yang sebelumnya belum pernah kita dapatkan. Misalnya jika anda pedagang yang sebelumnya mencari keuntungan dalam perdagangan sekarang memberikan pelayanan kepada pelanggan, konsep ini akan dapat membuka rahasia marketing yang dapat melejitkan perdagangan anda. JIka anda orang tua awalnya mendidik anak itu karena anak adalah investasi hari tua atau investasi akhirat, sekarang di rubah bahwa anak adalah amanah, maka anda akan dibukakan rahasia rahasia bagaimana mengatasi masalah dengan anak dan rahasia mendidik anak sehingga anak anda menjadi anak yang melejit segala kemampuan yang terpendam dalam dirinya. dan masih banyak rahasia kehidupan jika kita menjalankan segala sesuatunya karena amanah Allah.

Dendam anak kepada orang tua

saya banyak menemui kasus orang tua yang mengalami masalah dengan anaknya. Tiba tiba saja anak menjadi berani dan sulit di nasehati, umumnya kasus yang saya tangani adalah orang tua yang bermasalah dengan anaknya yang menginjak remaja. salah satu sebab munculnya permasalahan ini beberapa saya menemukan karena adanya dendam anak pada orang tua, dimana hal ini terjadi di alam bawah sadar si anak. permasalahan ini semakin menjadi semakin rumit ketika orang tua merasa kecewa, orang tua merasa bersalah, orang tua merasa di durhakai, dan orang tua marah marah. Hal ini menambah perilaku negatif anak semakin menjadi.

Banyak sekali hal hal yang tidak disadari orang tua tentang perilaku masa lalunya, bagaimana perilaku orang tua kepada anak. Ketika anak masih berusia anak anak, ketika dia masih SD, maka sikap perlawanan itu tidak ditunjukkan kepada orang tua, dan orang tua nggak sadar padahal sebenarnya benih benih perlawanan sedang menunggu saat yang tepat untuk berani melawan.

begitu anak menginjak remaja maka kebebasan dari keterikatan terhadap keluarga mulai pudar dan dia mulai berani untuk unjuk gigi. Maka dengan perkembangan sosial yang semakin pesat dia secara tidak sadar akan mencari celah dimana dia bisa menunjukkan kebebasannya, menunjukkan keberaniannya, dan berusaha secara tidak sadar menunjukkan bahwa siapapun tidak boleh semena mena dengan dirinya.

Pada tahap ini orang tua mulai sadar bahwa sebagai orang tua jaman now tidak boleh sembarangan asal main perintah, asal main kehendak, anak tidak lagi menjadi objek penderita yang harus selalu mengikuti kehendak orang tua yang bagi anak itu belum tentu benar.

untuk menetralisir dendam dendam tak disadari anak ini maka orang tua harus menjalin keakraban dengan anak. Komunikasi harus segera di perbaiki tidak asal marah tidak asal perintah. komunikasi layaknya dengan teman, ya orang tua harus bisa berkomunikasi ala remaja, orang tua harus faham bagaimana remaja jaman now. Tujuan nya adalah agar anak bisa klik dengan orang tua.

Jika kommunikasi antara anak dan orang tua tidak ada gap, maka dendam dendam anak yang tidak disadari ini akan redam bahkan bisa hilang. Sehingga perilaku secara otomatis berubah menjadi baik dengan sendirinya.

Anak anak yang seperti ini seringkali mendapatkan penanganan yang keliru yaitu datang ke ahli ruqyah, kemudian sang Ustad pun bilang bahwa memang anak yang berani dengan orang tua ini ada JIN nya. keadaan ini tidak akan menjadikan baik justru akan menjadikan anak yakin bahwa dalam dirinya ada jin, dan jika ada dorongan berbuat jahat maka dia menganggap bahwa jin nyalah yang sedang menganggu bukan dirinya. Anak seperti ini akan selalu merasa dirinya benar dan selalu menyalahkan jin bila dia berbuat jahat.  Saran saya jangan sekali kali anak dibawa ke ahli Ruqyah dengan JIn sebagai tertuduh.

Orang tua harus berani berubah, jaman sudah berubah, dulu jaman old, sekarang jaman now. Orang tua jangan  kolot, dengan mempertahankan ego sebagai orang tua, gila hormat bahwa anak harus hormat, padahal dia sendiri tidak hormat dengan anak, tidak hormat dengan orang lain. Orang tua ingin anaknya tidak nakal tapi orang tua lepas tangan, dan menjebloskan anak ke pondok pesantren. Anak yang merasa di jebloskan di pondok pesantren akan dendam kepada orang tua. Di pondok dia tidak akan belajar dengan baik dan ketika seudah selesai di pondok pun tidak ada perubahan akhlak pada anak , bahkan anak sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik.

orang tua harus menghindari menanamkan benih benih dendam pada diri anak. jadikan anak adalah amanah, yang harus kita perlakukan dengan baik sehingga dia menjadi orang baik, tidak ada ceritanya memperlakukan anak dengan kasar menjadikan anak menjadi halus , dia akan lebih kasar dari perakukan orang tuanya, dan itu akan kembali kepada orang tua. Gunakan prinsip bahwa anak adalah amanah Allah, anak bukanlah milik orang tua tapi sebuah tanggungjawab yang harus dijalnakan orang tua sebaik baiknya. dan sekali lagi jangan membuang anak di manapun termasuk di pondok pesantren. Jadikan pondok pesantren adalah tempat belajar bukan tempat pembuangan. Ingat semua akan kembali kepada orang tua, jika amanah maka anak akan baik, jika khianat anak akan menjadi mala petaka.