daya shalat (2) : Cara aktivasi daya shalat

Hukum kekekalan energi, bahwa energi tetap akan ada, jadi daya itu kita akui milik kita atau milik Allah? daya shalat akan muncul ketika daya itu kita akui milik Allah. Maka dalam shalat kita agar daya shalat bisa teraktivasi kita harus menghilangkan kekuatan kita yaitu laa haula walaa quwata ila billah. Dengan menghilangkan kekuatan kita dalam shalat baik itu takbir, sujud, tahiyat dan semua bacaan serta garakan shalat maka daya itu akan berganti menjadi daya ilahi dan itu akan menjadi daya shalat yang akan membuat shalat kita sangat nikmat dan setiap bacaan dan gerakan menimbulkan daya tertentu, yang tidak kita dapatkan ketika kekuatan kita masih ada atau kekuatan daya shalat tidak teraktivasi.

Menghilangkan daya diri sebenarnya masalah pengakuan kekuatan Allah saja, sedangkan Allah tidak mau disandingkan dengan kekuatan apapun termasuk juga kekuatan diri kita. maka peng nol an diri sangat penting sebagai langkah untuk menimbulkan kesadaran kekuatan Ilahi. Selama ini mungkin kita shalat mengandalkan kekuatan kita. kita merasa bisa shalat, kita merasa bisa takbir, merasa kita bisa sujud merasa kita bisa membaca al fatihah, merasa merasa ini adalah satu bentuk kekuatan diri yang mengakibatkan Allah tidak memberikan kekuatan shalat. kita lihat saja dalam diri kita ketika kita tidak mengenolkan diri maka pikiran akan lari kemana mana, jasad tidak tenang, emosi bergejolak… tapi coba kalau benar benar kita mengakui tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan dari Allah maka pikiran akan tenang jiwa akan tenang jasadpun akan tenang

Dzikir Nafas adalah suatu metode untuk mengenal daya ini, daya yang dari Allah. Latlihan latihan khususnya sudah ada sehingga ini akan memudahkan anda untuk belajar daya Allah. Proses proses laa haula walaa quwata ilaa billah ada dalam dzikir nafas, kurikulum sudah tersusun sehingga siapapun yang belajar dzikir nafas akhirnya akan mengenal daya Allah ini. Tinggal nanti ketika shalat kita nol kan diri kita kemudian kita takbir rukuk dan sujud. Jadi Dzikir nafas sangat membantu anda untuk mendapatkan shalat yang berkualitas yaitu shalat yang khusyu.

menggunakan kekuatan Allah untuk diri dan orang lain

bicara masalah hakikat maka setiap gerak diri kita adalah Allah yang menggerakkan, setiap apa yang terjadi dalam diri dan diluar diri kita adalah kehendak Allah, adalah kekuatan Allah.
saya menggerakkan tangan saya ke kanan atau kekiri yang menggerakkan adalah Allah. saya berkehendak menggerakkan tangan ke kanan dan allah meridloi merestui dan akhirnya bergerak kekanan.. saya ingin bicara mendengar melihat, dan allah meridloi saya bisa bicara, mendengar dan melihat.
untuk itu keinginan itu bisa kita perbesar dengan keinginan keinginan. gunakan kekuatan Allah untuk kemanfaatan makhluk Allah yang lain. misalnya kita menolong orang sakit maka kita yakin saja kalau melalui saya Allah menyembuhkan orang tersebut. yang menyembuhkan bukan kita tapi yang menyembuhkan Allah.
contoh sederhana ketika saya menaiki sepeda kayuh… kaki saya bisa bergerak yang menggerakkan adalah Allah, menggunakan kekuatan Allah… coba jika Allah tidak menggerakkan kaki saya dengan kekautanNya maka saya tidak akan dapat bergerak.
kesadaran aakan Allah ini mari kita gunakan untuk tujuan yang lebih besar, untuk jangka panjang …. prinsipnya dengan menggunakan kekuatan Allah.

patrap dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

saya bereksperimen mancer (patrap, dzikir) ke Allah lewat shalawat ternyata daya nya sangat besar dan sangat cepat sekali membawa kepada alam kesadaran yang lebih tinggi.
carannya:
1. sambungkan hati kita kepada Allah
2. sambungkan hati kita kepada Rasulullah
3. doakan rasulullah dalam shalawat yang kita baca
4. arahkan diri kita ke Allah bersama doa kepada Allah untuk rasulullah.
5. tunggu saja sambil kita bersalawat…
kenapa mancernya tambah kuat dengan bershalawat karena rasulullah memiliki daya ke Tuhanan yang sangat kuat.. jika kita sambungkan hati kita kepada Rasululah maka secara otomatis kita akan terbawa oleh daya yang kuat tadi.

Allah tidak menyarankan kita berusaha (2)

ramainya komentar di tulisan ini maka akan saya lanjutkan untuk membahasa masalah “usaha” manusia. mas laskar islam mengingatkan saya agar sadar bahwa pernyataan atau tulisan ini salah…. dan saya diminta bertobat….
sebentar mas Laskar… mari kita bahas makna “usaha” manusia.
mari kita lihat dalam hidup ini kita bernafas atau dinafaskan oleh Allah.. dimana letak usaha kita dalam bernafas ini? pertanyaan saya apakah kita rela dinafaskan allah atau kita berusaha bernafas… kalau kita berusaha bernafas… maka nanti ada 2 berusaha bernafas dan berusaha tidak bernafas… dari keadaan ini coba kita cermati maunya Allah ketika kita hidup , kita bernafas atau allah menghendaki sebaliknya? Allah menghendaki kita bernafas… dan yang menafaskan adalah Allah… kemudian dimana posisi kita, posisi kita adalah rela dinafaskan oleh allah, nah rela ini artinya kita tidak berusaha kita hanya rela atau pasrah dinafaskan Allah.
demikian pula dalam setiap aktivitas kehidupan kita, kita tidak sadar bahwa aktivitas kita misalnya belajar, bekerja dan lain sebagainya adalah bentuk usaha kita.. tidak kita hanya mengikuti gerak Allah… kita tidak kuasa terhadap diri kita… maka bersukurlah jika kita masih diberikan allah gerak tangan, gerak berfikir, gerak hati dan setersunya. sekali lagi gerak itu dari Allah.. kita tidak ada usaha sedikitpun.. tidak ada daya upaya selain daya upaya dari Allah… laa haula walaa quwata ila billah…..

daya yang menuntun

daya adalah pelajaran yang diberikan allah kepada hambanya3 yang sedang mendekat, daya inilah yang dapat menuntun pikiran perasaan dan perilaku seseorang menuju kehidupan yang diridloi allah. karena daya berupa tuntunan berarti bisa menjadi ilmu pengetahuan. dimana ilmu ini dapat dipakai orang lain melalui membaca ilmu yang dituliskan.
daya ini sebaiknya di jaga dan dipelajari atau diikuti secara mendalam sehingga kekuatannya akan bertambah dan bertambah. sebagai contoh daya kepsrahan, daya ini mengalir menuntun untuk pasrah kemudian menuntun untuk pasrah dalam segi kehidupan nyata, menuntun untuk menerima allah.menuntun untuk bagaimana menyelesaikan masalah dengan kepasrahan. dan seterusnya sehingga daya pasrah tersebut menjadi luas dan lebih membuat hidup kita tambah bermakna.

menulis dengan kekuatan

pemahaman akan sesuatu adalah daya atau kekuatan daya ini dapat merubah pikiran, emosi dan perilaku seseorang. kekuatan inilah rahmat, hidayah inayah ismat dan yg sejenisnya. kekuatan yg diturunkan allah dapat disalurkan ke orang lain baik melalui lisan, tulisan atau media lainnya. maka ketika daya itu muncul sesegera mungkin disimpan dlam bentuk tulisan, tulisan nanti engan ijin allah akan memiliki kekuatan.