Siapa yang sujud dalam shalat ?

ketika belajar makrifat kalimat ini sering menjadi perincangan dan diskusi menarik. ya wilayah ini banyak yang nyari. tak sedikit yang berhasil memasuki wilayah ini dan banyak juga yang gagal dan banyak juga yang tersesat malah mengaku dirinya Tuhan yang sedang bersujud. inilah yang harus kita kuati kenapa saya getol untuk mengajak ke Allah untuk ihlas beribadah karena Allah karena memang kalau kecampuran yang bukan Allah maka perjalanan spiritual akan dapat menyesatkan.

Baik sebenarnya siapa yang sujud? pada tataran masih eksisnya ego dalam diri maka yang sujud ya ego tersebut atau keakuan atau diriku, tapi kalau ego ini sudah lenyap artinya menjadi manusia Nol maka yang bersujud adalah diri tanpa ego. ya perbedaan hanya pada ego. Ego yang ada menyebabkan kesombongan dan Ego yang lenyap menyebabkan keihlasan.

nah dari sini jelas, berarti kita harus menghilangkan ego kita untuk dapat sujud dengan benar untuk dapat shalat dengan benar yaitu belajar menghilangkan ego kita.  Ego harus kita lenyapkan dari diri kita karena ego inilah sumber dari masalah masaalah “hijab”. Hijab itu bukan dosa tapi hijab itu adalah ego yang menyebabkan kesombongan.

untuk dapat menghilangkan ego cukup mudah yaitu dengan berserah diri kepada Allah dalam setiap keluarnya nafas kita. Dengan semakin sering menjalankan latihan ini maka lama lama kita akan merasakan ketiadaan ego kita. Orang pasrah adalah orang yang mampu melepaskan egonya hingga diri sejati bersih tanpa dikotori ego. Diri sudah tidak menjadi diriku lagi , diri sudah menjadi diri yang sebenarnya diri.

 

evaluasi diri

tidak seperti 1 atau 2 tiga tahun yang lalu bahkan 3 atau 4 tahun yang lalu… kalau mau jujur hati ini sekarang terasa lebih sulit menerima ilham ilham Allah.
evaluasi diri sangat penting sebab ini akan menjadi pelajaran baru bagi saya. untung nya patrap adalah kita merasa jika terjadi penurunan keimanan. hati terasa tidak nyaman, dan pencerahan sangat jarang terjadi.
dan memang ini disebabkan oleh hijab yang biasanya saya buat sendiri. dan saya berdoa ya allah semoga engkau buka hati hamba dan engkau cerahkan lagi sehingga hatiku menjadi bening dan saya dapat menulis lebih banyak di blog ini. mohon doa dari para pembaca.

sudah mati tapi masih hidup

inilah pelajaran sholat, orang diajarkan untuk mematikan dirinya selama dia masih hidup, pernyataan ini mungkin masih membingungkan bagi pembaca yang belum memahami tentang siapa diri saya , maka saya sarankan untuk membaca artikel saya tentang who am I di blog ini. suasana mati itu terasa dan yang hidup pun kita tahu… ini bukan rekayasa atapun filosofi tapi ini adalah kenyataan (das sein kalau bahasa jerman nya) kenyataan yang dirasakan kalaupun di paido (tidak di percaya) ya itu terserah tapi pengalaman adalah kenyataan dan kenyataan tidak dapat dipermasalahkan ataupun ditanyakan kebenarnnya karena memang sudah nyata kebenarannya.
sudah mati tapi masih hidup
hidup tapi sudah mati