lenyap……

Allah, Dzat yang tidak mau di duakan, dalam segala hal. Allah tidak ingin kita menjadi pesaingnya. Maka kita harus lenyap agar Allah tetap Tuhan kita tidak ada yang lain. kita harus belajar bagaimana melenyapkan ego atau keakuan kita. baik hidup atau nanti kalau sudah mati. Bagi seorang murni kekasih Allah maka matinya tidak minta doa dari yang sudah hidup, dia tidak khawatir kalau nanti matinya tidak ada yang mendoakan dirinya, karena dia merasa cukup dengan kembali sempurna kepada Allah, yaitu lenyap.

Kita harus belajar melenyapkan diri dengan kembali kepada Allah. Hanya Allahlah yang bisa menolong kita di akhirat kelak. Bukan dengan jamaah kita yang setiap hari menziarahi makam kita bukan dengan doa doa yang dia panjatkan. Maka kita harus banyak belajar untuk meniadakan kekauan kita sampai nanti mati kita.

perbuatan baik hidup kita jasa jasa dalam hidup kita tidak akan kita bawa tidak akan menjadi bekal kita nanti di akhirat, hanya kefanaan diri dalam kasih sayanya dan keridhoannya kita akan mendapatkan kebahagiaan sejati.

surga sudah tidak kita cari lagi, yang kita tuju adalah Allah yaitu dengan cara melenyapkan ego kita. Kita tidak lagi mengatakan ini amalku, ini perbuatan baikku, ini jariyah ku. semua kita pelajari untuk kita lenyapkan.

terus bagaimana dengan shalat kita ibadah ktia yang lain, itu tidak akan menjamin kebahagiaan kita nanti, yang bisa menjamin adalah Allah SWT. Kita jalani saja perintah Allah dan sunah Rasulullah sebagai wujud kefanaan kita sebagai wujud dari ketiadaan kita.

 

Kebingunganku mencintai istri

ketika istri minta bukti cinta aku jadi bingung menjawabnya, waduh bagaimana ini. rasa cinta yang bergelora ketika awal berkenalan sebelum menikah dahulu kala…. kenapa tidak ada lagi… saya sendiri bertanya apa rasa cinta kepada istri saya telah menghilang … ah masak sih… aku mencoba untuk menyelami rasa cinta itu … lho kok hilang … eh kenapa ini… saya cari lagi rasa cinta itu lho kok benar benar tidak ada… tapi ada yang aneh. Kebergantungan … kebersatuan saya rasakan semakin kuat… keinginan mengajakanya ke Allah semakin kuat seolah ayo kita bersama sama ke Allah … sinkronisasi semakin besar, penerimaan terhadap segala hal tentang istri juga semakin kuat. seolah apapun kamu.. aku terima.. cie cie.. tapi suer ini benar benar…. dan saling percaya semakin besar, seolah tidak ada lagi dinding pemisah aku ya kamu, kamu ya aku… wesss mantap tenan… tapi rasa cinta seperti yang dulu aku rasakan benar benar tidak ada. Makanya kalau saya ditanya “mas tidak mencintai aku lagi… saya hanya terdiam karena memang benar benar tidak ada rasa itu lagi.

ya jujur saya menikah sudah belasan tahun… sejak pertama ketemu tidak ada istilah pacaran… awal ketemu tidak nembak.. mau tidak kamu jadi pacarku.. tapi langsung mau tidak kamu menikah dengan ku… makanya 3 bulan langsung ke resmi… awal menikah rasa cinta itu begitu bergelora… wah benar katanya seperti orang pacaran… lama lama rasa itu ya berubah seperti sekarang ini.

perjalanan cinta ini seperti ketika kita mencintai Allah , pada awalnya sangat bergelora ketika awal mendekat ke Allah maka rasa cinta begitu indah syahdu sampai berpuisi puisi membuat kalimat cinta Allah . tapi ternyata itu baru awal mencintai Allah. Tahap selanjutnya adalah kita harus fana artinya bahwa kita harus berada diatasnya rasa yaitu keadaan yang sudah tidak cinta cinta lagi . Cinta terdalam dari seorang hamba adalah kefanaan artinya bahwa aku sudah tiada yang ada adalah Allah. Inilah cinta sejati yang sudah tidak bermain dirasa rasa lagi.

sufi sufi yang masih bermain di wilayah cinta dimana masih menganggap dirinya ada dan mencintai maka berarti dia belum lebur belum fana karena masih ada keakuan yang mecintai. Ketika pada tahap berikut sang sufi sudah memfanakan diri maka rasa cinta berubah atau bahkan hilang… tapi kehambaan kepatuhan ke berserahan semakin kuat dan semakin kuat. Kehendak Allah adalah kehendaknya keinginan Allah adalah keinginannya. ya ini lah gambaran ketika cinta kita kepada ALlah masuk lebih dalam lagi sehingga yang adalah bukan cinta tapi kefanaan terhadap Ilahi.

fana bukan hilang atau lenyap

wilayah fana dalam islam adalah wilayah kesadaran yang tidak ber ego atau kesadaran yang sudah tidak ada lagi ego tapi tetap masih ada yang namanya self. Ketika fana maka yang hilang adalah ego nya bukan selfnya juga. pemahaman ini berbeda dengan pemahaman umum tentang fana atau zero dimana benar benar hilang. kalau benar benar hilang maka dia akan potensial meninggalkan syariat. Nah ini yang salah dalam berspiritual, yaitu spiritual yang menghilangkan semuanya. Kalau saya menyebutnya itu adalah tersesat,

self tetap ada tapi sudah tidak berego, seperti bayi yang dirinya ada tapi tidak mengaku aku atau tidak ada ego. Islam sangat mengajarkan adanya ihlas, tidak sombong dengan perilakunya dalam bentuk sedekah saling menolong ini semua terwujud jika kita dapat menghilangkan ego kita.

untuk dapat menghilangkan ego caranya cukup mudah yaitu dengan menjalankan dzikir nafas. ya saya sudah buat panduannya anda tinggal mempraktekkannya. jika ini dilakukan dengan benar dan dilakukan dengan istiqomah maka akan dapat memasuki wilayah fana yaitu diri yang tidak berego.

Siapa yang sujud dalam shalat ?

ketika belajar makrifat kalimat ini sering menjadi perincangan dan diskusi menarik. ya wilayah ini banyak yang nyari. tak sedikit yang berhasil memasuki wilayah ini dan banyak juga yang gagal dan banyak juga yang tersesat malah mengaku dirinya Tuhan yang sedang bersujud. inilah yang harus kita kuati kenapa saya getol untuk mengajak ke Allah untuk ihlas beribadah karena Allah karena memang kalau kecampuran yang bukan Allah maka perjalanan spiritual akan dapat menyesatkan.

Baik sebenarnya siapa yang sujud? pada tataran masih eksisnya ego dalam diri maka yang sujud ya ego tersebut atau keakuan atau diriku, tapi kalau ego ini sudah lenyap artinya menjadi manusia Nol maka yang bersujud adalah diri tanpa ego. ya perbedaan hanya pada ego. Ego yang ada menyebabkan kesombongan dan Ego yang lenyap menyebabkan keihlasan.

nah dari sini jelas, berarti kita harus menghilangkan ego kita untuk dapat sujud dengan benar untuk dapat shalat dengan benar yaitu belajar menghilangkan ego kita.  Ego harus kita lenyapkan dari diri kita karena ego inilah sumber dari masalah masaalah “hijab”. Hijab itu bukan dosa tapi hijab itu adalah ego yang menyebabkan kesombongan.

untuk dapat menghilangkan ego cukup mudah yaitu dengan berserah diri kepada Allah dalam setiap keluarnya nafas kita. Dengan semakin sering menjalankan latihan ini maka lama lama kita akan merasakan ketiadaan ego kita. Orang pasrah adalah orang yang mampu melepaskan egonya hingga diri sejati bersih tanpa dikotori ego. Diri sudah tidak menjadi diriku lagi , diri sudah menjadi diri yang sebenarnya diri.

 

Semua pemahaman spiritual terangkum dalam “zero”

banyak yang dicirikan tentang Allah dalam quran maupun hadis. Semua akan dapat dipahami ketika kita berhasil masuk ke wilayah zero. Wilayah ini dapat kita latih dengan menggunakan dzikir nafas khususnya dzikir nafas level 4, ya tentunya untuk belajar kita harus melalui tahap tahap belajar dari level 1, 2 dan 3 selanjutnya masuk ke 4. Ketika masuk ke level 4 maka sifat Allah seperti Allah itu ahad, Allah itu meliputi segala sesuatu Allah itu ada diatas dan dibawah, kemana kita menghadap disitu ada wajah Allah dan pencirian lainnya. Semua akan dapat kita pahami kita kita bisa masuk ke wilayah zero.

wilayah zero yang saya maksud adalah bagaimana kita dapat melewati dimensi persepsi dan rasa. Dimensi persepsi yang di produksi oleh pikiran dan dunia rasa yang di produksi oleh hati. Ketika kita mampu memahami Allah yang tidak ada dalam pikiran dan rasa maka kita sudah masuk pada keadaan ZERO, dari sinilah kita bisa berinteraksi dengan Allah secara lebih Riil, secara lebih nyata dan respon Allah begitu nyata dan langsung.

baik tidak ada keadaan yang tanpa perjalanan, yang saya pentingkan adalah perjalanan kita menuju kepada Allah bukan teori puitif tentang spiritual fana… banyak orang yang menggambarkan wilayah spiritual ini dengan banyak teori yang membuat kita tambah bingung dan terasa di awang awang yang tidak dapat di jangkau oleh siapapun. Kalau bagi saya spiritual makrifat itu sederhana dan simpel cukup menggunakan kesadaran kita maka akan tebuka pintu pengetahuan dan alam KeTuhanan.

harapan saya dengan berdzikir nafas kita lebih mudah untuk masuk  ke wilayah zero sehingga lebih mudah memahami akan eksistensi Tuhan secara nyata .

belajar fana melalui nafas

jika tubuh  sakit, lemas dan tak berdaya , tapi masihkah mampu bernafas? mengapa kita masih mengeluh kalau sakit dan lemas tak berdaya, padahal Allah masih memberikan kekuatan yang sangat besar yaitu kemampuan kita bernafas. sebenarnya kita tidak akan dapat bernafas jika tidak ada kekuatan dari Allah melalui paruparu sehingga kita dapat bernafas. kekuatan kita zero ketika zero apa yang dapat anda rasakan , yang anda rasaakan adalah kekuatan yang maha agung.

pelajaran tentang kekuatan nafas ini menjadikan kita paham bahwa tidak ada kekuatan dalam diri kita. bagaimana kita memiliki kekuatan jika nafas pun kita tidak mampu meneegerakkan. semakin kita kehilangan kekuatan nafas maka semakin zero atau fana.

pelajaran dzikir nafas bisa membuat fana, Dzikir nafas adalah pelajaran sederhana yang dapat membawa anda masuk dalam wilayah ke fanaan diri. tidak perlu riyadhoh yang berat berat , dzikir sampai ribuan bahkan ada yang sampai jutaan . cukup dengan dzikir kesadaran bahwa nafas kita dari Allah itu saja sudah membawa kita kepada keadaaan fana.

fana bukanlah barang mahal asal kita mau berlatih setiap hari setiap saat dengan dzikir nafas maka pelajaran pelajaran mengarah ke fana akan kita dapatkan dan kita dapat merasakan keadaan keadaan fana. Kita tidak perlu takut masuk ke wilayah fana ini karena kita pada posisi dekat dengan Allah. Sudah tidak ada lagi Jin.. syetan atau sejenisnya karena Allah ada dekat dengan kita.

 

seberapa dalam zero kita

zero bukanlah teori yang enak dibicarakan dan di diskusikan. Zero adalah  kedalaman keberanian kita untuk memasukinya. Peajaranya memang fatalistik disinilah letak dari inti pelajaran zero. Jika kita masih menggunakan kemanusiaan kita maka “keTuhanan kita tidak akan sempurna”. maka dalam zero ini kita akan diberikan pelajaran sesuai dengan kadar. Ada yang tidak kuat dan ada yang kuat sehingga bisa meningkat derajatnya.

Wilayah zero bukan kita menentang maut, tapi kalau memang maut datang ya kita harus sia. Siap kita tidak siap kosong tapi karena kita ada Tuhan Allah. Ada orang yang pasrah tanpa Tuhan ada juga yang pasrah dengan Tuhan. Nah kita pasrah dengan Tuhan.

godaan paling berat adalah “sikap bergantung” disinilah kita di uji benar , ujian yang sebenarnya untuk menunjukkan kepada kita bahwa apakah sudah zero kah kita. maka ujian ini akan kembali kepada kita. Oh ya saya sudah kuat, oh ya saya belum kuat. inilah pelajarannya.

menapaki zero sama saja menapaki dunia tanpa pesepsi tanpa kira kira, tanpa cita cita. suatu keadaan fatalisitik karena Allah. Dunia yang hanya Allah dan Allah. MEnapaki zero kita seperti masuk dalam kawah condrodimuko, ibarat gatot kaca yang di gembleng habis habisan oleh sang Guru Sejati yaitu Allah SWT. kunci keberhasilannya sangatlah sederhana yaitu tetap dan hanya Allah. Bukan yang lain. kalau kunci ini berhasil di pegang maka kita akan menjadi sosok yang berhasil dalam pengemblengan tinggal kita pertahankan dan kita asah dari hari ke hari.

 

whats next after zero : The Power of Allah

setelah zero kita di hadapkanb berbagai masalah, benar tidak?, saya yakin semua dihadapkan, karena disitulah cara Allah untuk mendidik kita agar kita dapat melangkah lebih jauh mendalami maqom zero ini. Sebuah kedudukan atau maqom agar maqom ini benar benar kita sandang maka Allahpun memberikan pendidikan agar kita benar  benar berada disitu, kita benar benar yakin bahwa kita memang berada disitu.

Di maqom zero ini Allah mengajarkan kita untuk menggunakan kekuatan Allah, bukan kekuatan kita. Kita diajarkan bagaimana setiap masalah yang kita hadapi ini bukan kita yang menyelesaikan tapi Allah lah yang menyelesaikan. Seluruh sikap perbuatan dalam maqom zero akan mengarahkan kita untuk menggunakan kekuatan Allah. Maka bagi saudara saudara yang kemarin baru saja mengikuti pelatihan zero untuk belajar tentang hal ini.

Kekuatan Allah bisa di dapatkan dengan kita zero. jadi setiap masalah yang kita hadapi itu bukan pikiran kita bukan kecerdasan atau ketrampilan kita menghadapi masalah tapi Allah. Pada keadaan ini kita akan diajarkan bagaimana masalah ini menuntut kita untuk “diam” menuntut kita untuk “tidak mampu berbuat apa apa”. Dengan ketidakberdayaan inilah maka kita alihkan kekuatan penyelesaian kita kepada Allah.

contoh kasus, ketika kita naik motor , kemudian ada yang menyalip dan meludahi kita kemudian dia ngebut meninggalkan kita. Kita akan dididik dalam kasus ini untuk diam dan tidak berbuat apa apa, sekarang mampu tidak kita untuk tidak berbuat apa apa , hanya menyerahkan masalah tersebut kepada Allah? jika kita mampu melakukannya maka kita akan berada pada maqom zero, tapi bila kita masih mengejar dan marah marah berarti kita masih gagal berada di maqom zero. dan kita harus banyak berlatih berada di maqom zero.

Bagi yang masih gagal di maqom ini saya sarankan untuk terus berlatih DN level 123. atau bagi yang sudah belajar patrap silahkan dilatih di rumah yaitu patrap “dewa mabuk”…. atau patrap zero….

semoga kita di mudahkan Allah untuk berada di wilayah ini.

Dzikir Nafas itu tidak mencari yang apa apa

Menarik berbagai pertanyaan sharing dan pengalaman yang disampaikan rekan rekan sahabat pada saat pertemuan silaturahmi ke empat di padepokan patrap surakarta kemarin. Mungkin sebagian tertawa, bingung, atau bahkan terkejut mungkin juga kecewa ketika dalam ber DN kita tidak mencari apa apa… bahkan yang kita cari adalah yang bukan apa apa. kalau ketemu dengan apa apa berarti itu bukan yang menjadi tujuan kita atau yang kita cari.

tentunya hal ini bagi yang benar benar mencari kebenaran akan Allah menjadi menarik, sebab Allah memang bukan apa apa, kalau apa apa tentunya bukan Allah. Pada taraf kita mencari Allah belum menemukan yang bukan apa apa itu menunjukkan sifat Allah yang ghoib tapi bagi rekan rekan DNers yang sudah menemukan yang bukan apa apa berarti sudah menemukan bahwa Allah bersifat dzahir bukan lagi ghoib.

Konsep menemukan yang bukan apa apa ini lah perjuangan yang tidak akan berhenti …. dan inilah unik dan menariknya belajar DN. ketika orang berspiritual berharap bisa menemukan ini dan itu justru dalam DN tidak demikian tapi memiliki tujuan untuk tidak menemukan yang bukan apa apa.

ketika saya menjawab pertanyaan pertanyaan seputar pengalaman DN, jamaah DN menjadi lega karena memang bukan pengalaman yang menjadi tujuan, bagi yang banyak pengalaman pun juga lega karena penjelasan saya mengarahkan kepada yang bukan pengalaman sehingga tidak terjebak pada pengalaman.

faktor kegagalan belajar DN karena masih mencari yang apa apa.. misalnya DN mencari bahagia, DN mencari solusi hidup, ber DN mencari ketentraman, bahkan DN mencari kesaktian… semua itu adalah “apa apa”. sekali lagi kita mencari yang bukan apa apa.

Dalam belajar Dzikir Nafas kita tidak mencari apa

 

aplikasi fana dalam kehidupan sehari hari

pengalaman dalam ber DN hingga level 4 merupakan latihan fana, latihan zero mind yang simpel dan mudah. tapi yang jadi masalah adalah apakah hal tersebut sudah teraplikasikan dalam kehidupan sehari hari atau tidak. …sekedar cerita … ada seorang ustad, yang mengajarkan tentang fana dan zero .. tapi emosinya sangat tidak terkendali… ketika asistennya melakukan kesalahan sedikit …. wah … marahnya nggak ketulungan. dan tidak menerima ketika istrinya berbuat salah.. langsung disemprot di depan murid muridnya …. ini sekedar cerita fiktif…. berarti ustad tersebut cerita fana nya bo’ong, dan murid muridnya pasti bo’ong juga.

cerita bo’ong diatas mestinya tidak patut kita contoh, kita dalam ber DN harus dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Terutama bagi kawan kawan yang sudah masuk level 4, harus benar benar teraplikasikan dalam kehidupan. caranya bagaimana , baik cara yang saya gunakan agak ekstrim. misal anda seorang Bapak dari anak anak ….. ketika makanan anak anak tidak habis… habiskan oleh kita. ketika kita menjadi suami dari istri kita, cuci pakaian dalam istri kita , habiskan makanan istri kita, sediakan sarapan dan minuman kepada istri kita…. misalnya ada sebagai guru dari murid murid anda …. layani mereka … dst

latihan latihan ekstrim ini sebagai test case apakah fana kita sudah benar apa belum. kalau belum pasti hati kita tidak kuat melakukan hal tersebut. kenapa latihan yang saya berikan ekstrim karena memang fana ini ekstrim… fana adalah nol dan nol.kalau jadi bapak yang jangan menggunakan ego kebapakannya, kalau guru yang jangan menggunakan ego keguruannya, jadi kita berperan apapun tanpa ego. jadi guru tanpa ego, jadi bapak tanpa ego.

kalau kita sukses di aplikasi fana ini maka kita akan benar benar membuktikan akan makna “karomah”

selamat memprektekan.

 

info perwakilan dzikir nafas (tambahan)

1. mataram lombok NTB : bapak khairunnas 081353400175

2. Batam : Bapak Andy firmansyah 081270566960