Syarat Fana harus Dzikrullah

Dzikrullah adalah satu satu nya cara untuk memfanakan diri. Dzikrullah artinya adalah sadar Allah. Kalimat dzikir ini sudah mengharuskan kita untuk menggunakan kesadaran kita bukan pikiran kita. Dengan kesadaran yang terlatih dan terus menerus ini kita akan meningkat kesadaran kita. dari kesadaran fisik kepada kesadaran puncak yaitu kesadaran Ruh yang outputnya adalah fana.

kesadaran ini ketika kita arahkan kepada Allah SWT yang “tidak sama dengan apapun” akan menjadi sebuah kesadaran ruhani yang akan membawa kita kepada keadaan fana. jadi fana ini disebabkan oleh kesadaran terhadap yang “bukan apa apa”, terhadap Allah yang “tidak sama dengan apapun”.

maka untuk bisa fana dengan benar maka jalan satu satunya adalah dengan menggunakan kesadaran kita untuk kita arahkan kepada yang tidak sama dengan apa apa. tidak ada fana versi aliran kepercayaan, versi agama lain. kalau fana ya yang benar adalah islam. Kalau anda pernah mendengar orang budha bisa fana, orang yoga bisa fana atau aliran kepercayaan bisa fana juga maka jelas itu bukan fana seperti apa yang ada dalam islam.

 

pisahnya yang berserah dan yang berkehendak

proses pisahnya masih saya pelajari, tapi sedikit demi sedikit sudah mulai aku paham. bahwa ternyata kepasrahan mutlak menjadi syarat utama agar kita bisa memahami dan memasuki alam kehendak.
untuk cara praktis dan simpel untuk memahami alam kehendak adalah dengan berserah diri secara total. yang berkehendak bukanlah saya namun Dia sang maha berkehendak. kepasrahan diri menyebabkan hilangnya diri (deindividuasi) hilang dan Allah menjadi sang penguasa mutlak.

tips sujud pasrah

ketika muka ini hampir menyentuh sajadah iringi dengan jatuhnya ego kita, iringi jatuhnya keakuan kita, rasakan kebersamaan antara fananya diri dengan sentuhan muka dalam sujud…. ketika hendak sujud… Allahu..akbar… lheesss hilang keakuan hilang ego kita berganti menjadi suasana hampa penuh pengakuan kekuasaan ilahi…

antara wihdatul wujud dengan fana

antara bersatu dengan Allah dan peniadaan kesadaran diri berganti kesadaran akan allah. Abu sangkan tidak mengajarkan bersatu tapi peniadaan kesadaran diri murni menjadi kesadaran akan Allah.. yang merupakan aplikasi dari afirmasi Laa ila ha Ilallah… bahwa tidak yang ada , yang ada hanya Allah. yang ada hanya Allah titik.