yuk gila yuk

gila yang satu ini sangat menyenangnkan , gila yang berkah dan mendatangkan banyak manfaat. Teringat dengan ke gilaan para sahabat Nabi yang dengan cara gila ini jumlah 313 mampu mengalahkan musuh yang jumlahnya ribuan.

Gila dengan cara ini memang sunah Nabi, karena jelas contohnya yaitu para sahabat, gila lainnya adalah ketika sahabat Ali RA yang berani menggantikan Rasulullah di tempat tidur beliau, ketika Beliau akan hijrah… wah kalau di contohkan banyak peristiwa gila baik sahabat ataupun para nabi dan rasul.

nah sekarang mari kita belajar gila seperti para nabi rasul dan para sahabat. Gila ini prinsipnya adalah totalitas ke Allah, totalitas lurus ke Allah dan totalitas untuk yakin serta percaya kepada Allah. sampai sampai kita mengalahkan akal pikiran kita. orang gila adalah orang yang mampu mengalahkan akal pikirannya. Orang Gila model ini lebih menggunakan keyakinannya kepada Allah dari pada menggunakan akalnya …

berani gila…. mari belajar gila bersama kami.

Apa sebab belajar ilmu tasawuf bisa gila

yang namanya ilmu jika tidak disertai dengan amal itu akan menyebabkan gila, itu alasan pertama saya kenapa belajar tasawuf bisa gila. Maka dalam belajar tasawuf harus diiringi dengan amal dan amal yang paling praktis dan mudah adalah dengan dzikir nafas. Dzikir nafas fungsinya seperti bensin… yang bisa menggerakka untuk menjalankan kendaraan. Jika anda belajar tasawuf tanpa ada bensin nya maka sama halnya anda mempelajari kendaraan tapi cuma dipelajari tapi tidak bisa kemana mana. Maka saran saya jika anda sedang belajar tasawuf maka segera jalankan dzikir nafas, atau jika anda belum belajar tasawuf dan mau belajar sebaiknya hentikan belajar tasawufnya dan jalankan dulu dzikir nafas barang 3 atau 4 bulan.

alasan yang kedua adalah kenapa belajar tasawuf bisa menyebabkan gila karena basic kejiwaan nya tidak sempurna, artinya dia belajar tasawuf dengan kejiwaan yang kurang. awalnya stres, depresi, atau sudah memiliki masalah yang berat kemudian pelarian dengan menjalankan tasawuf. Jadi bukan ilmu tasawufnya yang menyebabkan gila namun karena dasarnya sudah ada gangguan jiwalah yang menyebabkan gila. Potensi gila ditambah dengan belajar tasawuf wah,… semakin jadi kan.

alasan berikutnya adalah mengamalkan amaliah dzikir  tanpa arah yang jelas, makanya lebih baik anda melakukan dzikir nafas, sebab dzikir nafas ini bacaan netral. Yang disebut hanya Allah sebagai Dzat bukan sifatnya. Nah kebanyakan orang yang gila karena menjalankan tasawuf itu disebabkan karena berdzikir dengan sifat Allah. nah Sifat Allah ini jika disebut berulang ulang akan mempengaruhi bawah sadar … masalahnya jika bawah sadar sedang tidak normal…. maka akan semakin membuat kacau alam bawah sadarnya sehingga bisa memicu kegilaan. Maka benar saja dzikr dzikir yang sifat atau perbuatan Allah memerlukan pembimbing. hal ini berbeda dengan dzikir nafas yang disebut adalah Dzat. Kalau menyebut Dzat maka netral .. justru embawa keadaan positif… sebab ALlah meliputi sifat dan perbuatannya sehingga efek yang ditimbulkan akan menyesuaikan keadaan kejiwaan si pengamal. maka dalam dzikir nafas asal mengikuti petunjuk yang ada di buku yang saya tulis tidak akan menyebabkan efek negatif.

semoga tulisan singkat ini dapat menjadi semangat kita untuk belajar tasawuf dan mendekat ekpada Allah Amiin

alasan mengapa orang beriman dikatakan gila

Gila adalah sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang. Ketika seseorang menjadi berbeda dengan kebanyakan orang lain maka orang tersebut dikatakan gila. nah dalam hal ini yang saya maksud gila adalah gila karena bertauhid atau beriman yang benar benar iman. Iman adalah mempercayai Allah dan hanya Allah yang menjadi sumber apapun. Tidak ada yang lain dari yang selain Allah. Allah menjadi sumber dari segala sumber. Dan orang beriman yang paling membuat gila adalah karena akhirnya meniadakan apapun kecuali hanya Allah. Ini adalah gila yang benar benar gila, di saat sebagian besar orang membesarkan ke-aku-annya justru dia menghilangkan keakuannya. Disaat oarng berlomba percaya diri maka orang beriman percaya kepada Allah SWT.

alasan berikutnya kenapa orang beriman dianggap gila karena, dia benar benar mengandalkan kekuatan Allah dan mengabaikan kekuatan apapun. Kegilaan ini tentunya seperti orang yang kesurupan. cuma kalau orang beriman kesurupan Allah SWT… ya ini hanya istilah saja. Kalau orang kesurupan jin maka dia akan memiliki kekuatan Jin tapi kalau kesurupan Allah maka kekuatannya adalah keagungan dan kebesaran Allah SWT. Tentunya efek dari kekuatan ini adalah munculnya kekuatan kekuatan yang tidak terduga, kejadian yang tidak terduga dan serba tak terduga.

alasan lainnya adalah orang beriman ini dalam beribadah tidak mementingkan surga dan pahala, ataupun siksa api neraka. Di saat kebanyakan orang pada takut api neraka dan mencari pahala surga justru orang beriman hanya mencari ridho Allah. Dengan ibadah shalat yang dia lakukan , dengan puasa yang dia jalankan, dan dengan dzikir yang didawamkan orang beriman hanya mencari ridho Allah

yang lebih gila lagi adalah  bahwa orang beriman tidak menyandarkan pada usaha dan ihtiarnya tapi lebih pada mengikuti apa yang dikehendaki Allah dalam hidupnya. kegilaan inilah yang berbeda dengan kebanyakan orang , disaat orang berusaha dengan pikiran dan tenaganya justru orang beriman lebih mengikuti Allah.

hal lain yang membuat orang beriman kadang tertawa sendiri adalah bahwa dia menganggap dunia ini hanya permainan dan sendau gurau saja. coba bayangkan di saat kebanyakan orang pada serius dengan berbagai masalah yang menimpa justru dia hanya senyam senyum dan tertawa tertiwi sendiri …. kalau dia nerima ujian dia tertawa dan senyum karena ujian di dunia juga permainan… dan senda gurau… kalau dia mendapatkan rejeki banyak diapun juga cuma senyum senyum karena apa yang dia dapat juga merupakan sendau gurau. Dia hampir sama dengan anak kecil yang sedang bermain di time zone, atau di pusat permainan dimana yang ada adalah tertawa dan tersenyum.

sebenarnya masih banyak lagi kegilaan yang lebih ekstrim tapi pasti membuat orang menjadi gila…. ok misalnya saja ya … orang beriman … lebih senang shalat sendiri dari pada berjamaah… he he … nah ya kan pasti ini akan membuat orang lain jadi gila. kenapa orang beriman lebih suka shalat sendiri dari pada berjamaah… baik sedikit saja ya ; kalau shalat berjamaah imam nya tidak tumakninah dalam shalat ini membuat orang beriman tidak sampai hati…. sujud kepada Allah kok cepat sekali. yang kedua … kalau orang beriman jadi imam maka sudah bisa dipasikan para makmum banyak yang protes…. … nah kalau ini semakin banyak saya tulis tentunya akan semakin membuat gila orang lain….. ha ha lebih baik kita gila sendiri sendiri saja ….