cara melatih ihlas

caranya ialah dengan melakukan dulu, berbuat dulu…nah jika hati belum sinkron biasanya akan terasa beban maka hati harus dipaksa untuk ihlas,… jadi semaca ihlas yang terpaksa, atau terpaksa ihlas…. terpaksa baik kan tidak apa apa.. dari pada terpaksa jahat.
contoh dalam sedekahh.. kalau kita sudah terlanjur sedekah 500.000 kemudian hati grundel… nah mau nggak mau kan kita harus ihlas… dan itu berlaku untuk semua kejadian dalam hidup kita sering dipaksa untuk ihlas oleh Allah nah ketika kita dipaksa inilah kita melatih hati kita untuk ihlas.
agar kuat dalam ihlas maka harus jelas arahnya yaitu Allah. kalau kita ihlas tidak ada tumpuannya maka ihlas susah … jadi harus ihlas kita harus ada yang menerima yaitu Allah… dan ALlah akan sangat menerima apa apa yang kita ihlaskan…
lama lama ihlas ini akan tambah kuat dan tambah kuat sehingga sedekah 500 ribu tidak nggrundel lagi …. nggrundel (tidak ihlas) kalau sedekah 1 juta… demikian terus tingkat akan keihlasan kita akan meningkat meningkat dan meningkat.. sehingga amal ibadah kita akan tambah berkualitas.

facebook sarana untuk beribadah

isyu haramnya face book bagi saya sesuatu yang wajar karena penggunaan melanggar kaidah agama.. seperti perselingkuhan dan lain lain …. sebenarnya bukan facebook yang diharamkan namun perilaku oenggunanya yang tidak bertanggung jawab yang diharamkan. ibarat pisau face book bisa digunakan untuk memasak tapi juga bisa digunakan membunuh …jadi membunuh nya yang diharamkan bukan pisaunya
nah sekarang bagaimana face book ini menjadi sarana menambah pahalah dan tentunya menambah rejeki kita… tenttunya dengan memperkenalkan skill kita tanpa berbohong kepada publik.
silaturahmi memang harus dicari yang paling sederhana dan palig banyak menjalin ukhuwah dan yang penting sambuyngan kasih sayang kepada semua orang …..

kecerdasan spiritual bukan ESQ 165

ESQ 165 sebuah frasa dari mahakarya terbesar seorang anak bangsa … Bp Ary Ginanjar teringat sekali waktu itu beliau (sebelum terkenal seperti sekarang ) kami undang ke UMS fakultas PSikologi untuk memberikan kuliahnya mengenai ESQ way, luar biasa begitu menghentak dan semua peserta dibuat berdecak kagum.. kira kira tahun 2001 kala itu. setelah sekianmasa … ESQ sekarang sudah menjadi raksasa trainning leadership yang saya kira belum ada yang dapat menyamainya…

konsep kecerdasan spiritual yang diusung beliau sungguh membuka wawasan dan cakrawala beralihnya kecerdasan emosional maupn kecerdasan intelektual ke kecerdasan spiritual. orang orang setelah menyaksikan atau mengikuti trainning pasti berbondng bondong tertarik untuk belajar spiritual lebih lanjut yaitu pada suatu laku atau tindakan nyata kearah spiritual yang tidak sekedar tataran kognitif namun lebih jauh yaitu konatif dan tentunya aplikatif.

maka tulisan saya diatas menyebutkan bahwa kecerdasan spiritual bukan ESQ 165 mengandung arti bahwa untuk tindak lanjutnnya dari mengikuti trainning ESQ , saya berpendapat kalau orang hanya berhenti pada pelatihan ESQ tidak mengaplikasikan dalam setiap ibadah yang dijalankan pasti spiritualnya tidak akan meningkat.. iya… saya yakin sehabis mengikuti ESQ spiritual kita seperti terbakar api begitu membara namun saya yakin juga kalau tidak di olah lagi pasti apinya akan redup… untuk itu butuh suatu maintenance tertentu … dan maintenance itu tidak lain adalah dengan ibada ritual yang sehari hari kita lakukan. karena ibadah sehari hari yang kita lakukan inilah kita akan mengalami sebuah peningkatan kecerdasan spiritual .. dan inilah aslinya kecerdasan spiritual atau spiritual quotient.