Articles with ihlas

Amanah saya apa ?

kadang bingung juga menentukan amanah saya apa, baik pertama kita harus berpikir bahwa amanah itu adalah sederhana. Ya sederhana, yaitu apa yang ada di depan kita, apa yang sedang kita lakukan, apa yang sedang diperbuat saat ini dan disini, itulah amanah kita. Yang kedua jadikan apa yang kita lakukan sekarang adalah perintah Allah. Misalnya kita sedang berjalan ke kantor maka amanah nya adalah menjalankan amanah Allah berjalan di kantor. bejalan ke kantor adalah amanah Allah. Kalau tidak berjalan ke kantor maka tidak akan sampai ke kantor.

Jadi amanah itu memang ada yang besar yaitu menyelesaikan pekerjaan kantor, tapi juga ada amanah yang kecil yang mendukung adanya pekerjaan di kantor yaitu berjalan menuju ke kantor.

menjalankan amanah Allah memang dari hal hal yang kecil dan sederhana. yang sedang kita hadapi sekarang ini dan saat ini. Gunakan formula 3T untuk menjalankan amanah Allah dalam setiap perbuatan perilaku. Dalam islam kita di ajarkan untuk meniatkan dengan benar setiap perbuatan kita. Perbuatan kita harus diawali dengan niat

Niat ini pasti kita niatkan karena Allah, dan sebenarnya implementasi niat karena Allah atau niat lillahitaala ini adalah niat menjalankan amanah Allah. Dengan meniatkan menjalankan amanah Allah maka perbuatan kita dikatakan ihlas. Misalnya sedekah kita niatkan menjalankan amanah Allah untuk membantu orang lain maka sedekah kita adalah ihlas, ini tidak ada hubungannya dengan hati kita rela atau tidak. Karena ihlas tidak ditentukan dengan rela atau tidak, tapi karena Allah atau tidak.

arahkan dunia dengan kekuatan Allah

kita ini diberi tugas sebagai khalifah, yang tugasnya adalah mengatur, mengarahkan dan memakmurkan dunia. untuk itu kita menggunakan kekuatan allah untuk memenuhi tugas yang dari Allah juga itu. jadi kita diperintah Allah menjadi khalifah tapi kita juga menggunakan kekuatan allah untuk melaksanakan tugas sebagai khalifah.
caranya bagaimana kita dapat menggunakan kekuatan ALlah? ada suatu cara yang praktis yaitu melalui kesadaran kita. kesadaran kita ini suatu yang luar biasa bila kita mampu mengolahnya karena intinya adalah semakin luas kesadaran kita maka akan semakin besar pula powernya. coba kita buktikan seandainya kita perbesar kesadaran kita dengan ke Allah maka kekuatan kita akan berlipat, misalnya, kita lelah atau kita capek tapi kita masih harus berjalan coba sadari bahwa allah maha kuat, perluas kesadaran bahwa Allah maha kuat terus kita lakukan kemudian kita sadari bahwa setiap langkah kita adalah kekuatan Allah maka lama lama kita akan kuat dan kekuatan kita akan bertambah.
maka untuk menjadi khalifah kita harus bisa menggunakan kekuatan allah atau lebih tepatnya kita menyadari kekuatan allah sehingga apa yang kita inginkan akan terwujud. misalnya kita bercita cita ingin menjadi trainer handal yang mampu merubah masyarakat dari negatif ke positif.. maka perluas kesadaran kita bahwa Allah memberikan kekuatan kepada kita …; kita sadari hal ini yang paling kecil.. misalnya kita digerakkan pikiran kita untuk membuat training training ringan….. dan seterusnya….semakin kita menyadari kekuatan allah ini maka kita akan kuat kuat dan kuat
dan satu lagi untuk memperbesar kekuatan itu cara yang paling ampuh adalah dengan ihlas menjalankan sesuatu. orang ihlas akan diberi kekautan Allah yang tak terbendungkan…. pasti berhasil…

jika sudah bersama Allah gunakan "the power of nekat"

manusia itu dibekali dengan kekuatan salah satunya adalah kekuatan nekat. nekat adalah sutu tindakan yang “just do it” tapi untuk tindakan yang beresiko atau tindakan yang tidak di pikir atau di pertimbangkan namun sudah jelas positifnya. misalnya mandi (yg paling sederhana) di hawa yang dingin kita nekat mandi… coba kita mandi sebelum subuh… nanti akan terlihat ke nekat an kita, jika nekat maka akan terlaksana.. dan mandi kan jelas suatu perbuatan yang positif, artinya tidak diragukan lagi dan pasti membawa manfaaat.
untuk yang beresiko misalnya menjual suatu barang..maka nekat saja misalnya dengan menawarkan ke orang lain atau teman dekat atau siapa saja lah, mungkin jika kita pikir pikir kita rasa rasa kita malu tapi kalau kita nekat…. tanpa berpikir dan merasa rasa maka semua akan terkalahkan dan kita nekat menawarkan.
sholat pun demikian jika kita nekat sholat lama , misalnya sholat dengan rukuk yang lama, dengan sujud yang lama..
nah nekat nekat ini harus berlandaskan kekuatan Allah, karena jika tidak kita tidak akan berani nekat atau akan putus di tengah jalan. jadi harus bersama allah dan nekat. singkatnya IHLAS UNTUK NEKAT

patrap sedekah

sedekah tidak sekedar membuang uang, demikian pula zakat, korban infaq dan lain sebagainya. tapi ada cara dan ada tata krama cranya:
1. Silatun kepada Allah
2. berikan sedekah dengan diiringi memberikan atau mengembalikan harta yang kita sedehkan tersebut ke Allah,jadi hakikatnya sedekah adalah berdagang kepada Allah, uang yang kita sedekahkankita berikan ke Allah (secara hakikat), secara dlohir kepada orang yang bersangkutan.
3. berikanlah dengan sopan ,merendah dan tidak menghina karena hakikatnya adalah kita memberikan ke Allah.
dimikian silakan coba

mengihlaskan perbuatan Allah

masihkah kita mempersepsikan perbuatan allah dengan negatif dan positif? jika kita ihlas maka tidak adalagi perbuatan ALlah yang positif dan negatif. perbuatan Allah tidak positif dan tidak negatif… tapi NETRAL.
pikiran kita harus menyelaraskan kenetralan perbuatan Allah ini, sehingga kita tidak lagi berprasangka negatif terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan kita.
cara yang paling baik dalam menetralkan adalah dengan mengihlaskan semua perbuatan Allah.
beberapa dari kita merasakan kesulitan untuk mengihlaskan perbuatan Allah, maka cara yang paling sederhana adalah dengan mengihlaskan perbuatan Allah yang kita anggap positif, misalnya kita sehat maka kita ihlas kalau kita disehatkan Allah, kita punya mobil maka kita ihlas kalau kita diberi mobil Allah dan seterusnya. kemudian kita belajar sesuatu yang kita anggap negatif misalnya udara panas, udara dingin, lapar, haus.. kita ihlas….nanti lama lama kita terbiasa dengan ihlas..

kesiapan mental spiritual dalam berhaji

tidak perlu mempersiapkan secara khusus yang terpenting adalah niat kuat dan ihlas ke Allah. jangan melihat kebelakang, misalnya seberapa besar dosa kita, seberapa besar dholim kita kepada orang lain dan lain sebagainya.. jika hal itu masih mengganggu istighfar sudah cukup, kenapa demikian agar nanti dalam pelaksanaan haji ataupun sebelum berhaji pikiran kita tidak terganggu dengan reka reka pikiran dosa sehingga malah memperburuk kualitas haji.
kunci kesiapan mental adalah ihlas. titik….

orang puasa ihlas karena Allah, tidak mungkin berbuat maksiat

materi ini tadi saya sampaikan di Bank Rakyat Indonesia cabang slamet riyadi Solo, saya menjelaskan bahwa perbuatan manusia itu jika tidak ihlas akan menyebabkan manusia berbuat maksiat. contoh konkrit : bisa tidak kita marah dengan ihlas? jelas tidak bisa, bisa tidak kita mencuri karena ihlas lillahi taala… pasti tidak…sekarang maksiat batin,: bisa tidak kita ghibah dengan ihlas? jelas tidak bisa. jadi sangat mudah menjadi orang baik, kunci nya satu yaitu ihlas karena Allah. puasa ini mengajak kita untuk ihlas jangka panjang yaitu ihlas dari mulai subuh hingga magrib. tentunya orang yang ihlas berpuasa karena Allah tidak mungkin dia berbuat maksiat, tidak mungkin bisa marah, tidak mungkin bisa benci dan lain sebagainya. maka benar saja kalau syetan di kurung, pengertianya adalah karena syetan tidak dapat mengganggu kita lagi karena wilayah kita ada pada wilayah ihlas.

bukan menahan lapar dan dahaga tapi mengihlaskan lapar dan dahaga

pemahaman kita seringkali salah, eh maaf bukan salah tapi sedikit keliru tentang puasa terutama terkait dengan menahan lapar dan dahaga. sebenarnya lapar dan dahaga bukan kita tahn, kalau kita menahan lapar dan dahaga maka kita sebenarnya melakukan sesuatu dengan terpaksa, atau melakukan sesuatu dengan berat. kata menahan sendiri sudah berkonotasi negatif, menahan berarti ada suatu daya upaya (dorongan) untuk tidak melakukan sesuatu, berarti ada kekuatan yang kita gunakan untuk tidk makan dan tidak minum. tentunya ini membutuhkan energi tersendiri.
dalam puasa ini sebaiknya kita tidak menahan namun mengihlaskan puasa kita yaitu kita ihlas lapar dan kita ihlas dahaga. kata ihlas mengandung konotasi positif yaitu melakukan sesuatu dengan tidak terpaksa dan dengan senang hati. tentunya ihlas karena ALlah. kata ihlas juga mengndung makna semangat dalam menjalankan sesuatu, coba bandungkan dengan kata menahan.., sangat jauh bedakan.
prakteknya dalam puasa ini kita usahakan ketika lapar dan haus menyerang maka segera kita niatkan dalam diri kita untuk mengihlaskan lapar kita mengihlaskan dahaga kita, insya ALlah dengan demikian maka puasa kita akan lebih bermakna. amin

obah mamah (kalau kita bergerak kita dapat rizki)

tidak ada di dunia ini yang gratisan semua ada timbal baliknya, more give more get jadi bergerak dulu untuk memberi maka kita akan banyak menerima. memberi adalah bergerak teserah yang diberikan apa, bisa uang, bisa makanan, bisa bantuan, atau bahkan bisa senyum…. maka hidup ini hakikatnya adalah memberikan kepada oranglain…. super becak memberikan pelayanan terlebih dahulu baru menerima uang, guru mengajar dulu baru diberi gaji dan semuanya akan berjalan demikian.

tidak sekedar ingat kepada Allah tapi mari kita tingkatkan dengan pasrah

pasrah lebih tinggi dibanding kan dengan sekedar ingat… mengingat (dzikir) secara otomatis ada dalam kepsrahan kepada Allah. kalau kita dzikir belum tentu pasrah namun kalau pasrah kepada Allah sudah pasti kita berdzikir kepada Allah.
pasrah ini adalah kita secara hati dan jiwa rela meninggalkan materi termasuk dunia dan seisinya, kita bisa saja kaya punya anak dan istri tapi secara hati kita bisa meninggalkannya untuk menuju kepada Allah… jika kita melakukannya maka bekerja kita adalah karena Allah, kita membesarkan anak juga ihlas karena Allah. inilah makna dari ihlas setiap waktu dan keadaan.