Rasulullah Memiliki sikap Keras

Inilah sifat Rasulullah yang jarang kita ketahui, yaitu sikap keras Beliau. sikap keras Beliau ada pada sikap dalam menjalankan perintah perintah Allah . Digambarkan dalam al Quran bahwa Beliau keras dalam hal ruku dan bersujud. Rukuk dan Sujud adalah simbol ketundukan kepada Allah yang tidak dapat ditawar tawar. Tunduk kepada Allah ini luas. Ketika kita diberi amanah untuk menyelesaikan sebuah tugas maka sikap keras itu adalah menyelesaikan sampai tuntas sampai selesai.

Sikap keras ini tentu tidak sembarang keras. Kerasnya Rasulullah menggunakan keagungan dan kebesaran Allah SWT. jadi yang Beliau gunakan adalah kesadaran akan adanya kebesaran dan keagungan Allah SWT. Terlihat dalam perang Badar, Dimana Beliau sudah tidak mempertimbangkan jumlah musuh yang jauh lebih besar dari pada jumlah kaum islam waktu itu. Yang ada dalam kesadaran Rasulullah dan para sahabat adalah kebesaran Allah untuk menjalankan sikap kerasnya kepada orang kafir.

nah kitapun bisa mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah, ketika tanggung jawab terlalu besar di luar kemampuan kita, maka kita gunakan cara Rasulullah dalam menghadapi musuh  di dalam perang badar. Yang di pandang hanya kekuatan Allah dan kebesaran Allah tidak memandang lagi minimnya kekuatan umat islam. Dari sisi kekuatan kita kalau dipikir lebih besar tanggung jawab atau amanah yang harus kita selesaikan , untuk itu jangan kita pikirkan segera kerjakan saja dengan berada di wilayah keyakinan kepada kebesaran dan pertolongan Allah.

Jadi hanya ada dua yaitu berada di kesadaran kebesaran Allah dan yang kedua adalah percaya bahwa Allah memberikan pertolongan kepada kita.

Angker dan tidak angker

Angker kalau bahasa malaysia nya tempat keras, sering terjadi di beberapa tempat. Apalagi di Indonsia sangat banyak sekali tempat angker, rumah kosong setengah tahun saja sudah ditempati mahluk halus… mungkin juga saking padatnya perumahan mahluk halus sehingga kalau ada rumah kosong sebentar saja sudah kemasukan. Kenapa di Indonesia ini tempat angker sangat banyak, ya menurut saya itulah ciri masyarakat agraris, yang masih banyak pepohonan, hujan, penerangan kurang, pikirannya simpel dan agak malas kerja sehingga pikirannyapun mudah mengarah ke hal hal yang bersifat mistis. Coba kita hitung saja kira kira berapa jumlah spesies hantu di indonesia dan bandingkan dengan negara lain? jelas indonesia menempati rangking 1.

Angker dan tidak angker tergantung dari pikiran orang orang yang ada disekitarnya. laut selatan di pikir angker maka angker, setiap tahun keraton jogja menyelenggarakn acara larung yang katanya persembahan untuk ratu selatan… jelas sesuatu yang di pikirkan kemudian di percaya dan kemudian di lakukan dalambentuk sesaji pasti akan mewujud menjadi satu bentuk halusinasi. Lho berarti laut selatan itu dengan ratunya nyi roro kidul itu bo’ongan ya iyalah… jelas ratu kidul hanya muncul untuk yang mempercayai saja… kalau saya tidak percaya dan pasti saya tidak akn ditemui oleh nyi roro kidul. Persepsi angker membuat sesuatu menjadi angker, laut selatan dianggap angker maka menjadi angker.

angker dan tidak angker adalah anggapan saja, maka kalau rumah ada yang angker dan menurut anggapan orang angker maka segera renovasi rumah itu dengan penerangan yang berlebih dengan warna cat yang cerah kalau perlu dibuat ngaji sesering mungkin. Kalau disitu ada tuyul atau hantu lainnnya coba temui saja hantunya dengan baik baik tidak perlu membawa bawa dukun atau ustad atau kyai untuk mengusirnya. mengusir itu sama saja memasukkan keyakinan dalam pikiran kita. dan itu pasti akan kembali lagi dan kembali lagi. maka untuk menghilangkan coba temui saja dengan baik baik, kapan dia biasa keluar, kapan biasa dia muncul. Dengan menemui ini berarti kita berdamai dengan pikiran yang kita yakini. Biasanya kalau kita sengaja menemui dengan baik baik maka hantunya tidak akan keluar. kalaupun keluar betulan ya ajak ngomong baik baik, pakai model NLP pacing pacing leading. Dengan metode ini pasti dia tidak akan berani lagi datang. pokoknya ajak saja ngobrol dan jangan main usir , niat jahat itu akan menyebabkan kejahatan tetap bercokol.

jangan mau ditemui secara ghoib biarkan dia (si hantu) muncul kasat mata. jangan masuk ke wilayahnya yaitu wilayah ghoib, sudah pasti kita akan kalah kalau masuk ke wilayahnya, kalau misalnya dia hanya muncul dalam bentuk suara suara… coba ajak dia untuk keluar, katakan // kalau berani keluar wujud mu…. (dan saya yakin pasti tidak akan muncul).

lakukan hal tersebut berdua atau bertiga, jangan sendirian. karana kalau sendirian seringkali pikiran kita sudah merasa “kalah” yaitu merasa takut merasa ini dan itu. ajak saja 3 orang untuk menemui… dan pasti dia tiadk akan keluar karena memang sifat hantu ini memang sifat pengecut…. maunya keroyokan dan kita sendirian.

baik cara ini sekaligus menguji iman kita kepada Allah, kalau ngundang ustad atau kyai atau dukun itu sudah biasa …. sekarang apakah iman kita dapat mengalahkan iman kita kepada mahluk ghoib? jangan hanya mengatakan saya beriman … tapi coba tes keimanan tersebut untuk menghadapi mahluk Allah yang namanya hanti ini. semoga berhasil merubah rumah angker menjadi rumah tidak angker