Meminta Tolong Orang Yang Sudah Mati

Orang yang sudah mati tidak dapat memberikan pertolongan apapun, siapapun itu. Orang yang sudah mati seharusnya di doakan, dan kematiannya di jadikan pelajaran bagi yang belum mati.

meski orang mati ada makamnya bukan berarti yang mati ada di makam itu, yang sudah mati ada di alam barzah yang sangat berbeda dengan alam dunia ini. Agama islam berbeda dengan agama lain, dalam memandang orang yang sudah meninggal. Jika penganut agama lain menganggap bahwa orang yang sudah mati bisa memberika pertolongan, bisa memberikan bantuan, bisa membuat kaya, bisa membuat selamat, bisa memperlancar sebuah hajat, tapi sekali lagi bahwa islam mengajarkan bahwa orang mati dapat memberikan pertolongan.

Orang yang sudah mati tidak dapat memberikan pertolongan namun demikian kita harus tetap menghormati nya, misalnya dengan tetap memiliki adab ketika masuk kuburan, tetap menghargai jasa jasa orang yang sudah meninggal terutama sekali jasa orang tua jasa para ulama yang telah berjuang menyebarkan islam. Berkunjung ke makam tidak dilarang tapi dengan tujuan untuk mendoakanĀ  dan menjadikan pelajaran bahwa suatu saat kita akan mati, bukan meminta tolong kepada orang yang sudah mati.

meminta tolong kepada orang yang sudah mati sama saja kita minta kepada selain Allah. Ingat bahwa Allah tidak mau di duakan dengan siapapun dan dengan apapun. iyya kana budu, waiya kanastain.

Alhamdulillahiladzi ahyana ba’dama amatana …

Harus jelas ketika hidup dan ketika mati, jangan sampai hidup semu mati, atau mati semu hidup

hidup semu mati

hidup semu mati adalah hidup yang loyo, ngantukan, tidak semangat, banyak melamun, tidak sadaran, mudah terbawa alam pikiran dan malas malasan.

Mati semu Hidup

yaitu tidur yang pikirannya aktif mikirin utang, mikirin kerjaan, mikirin korona, hatinya tidak tenang cemas, mimpi yang aneh aneh dan sering terbangun, sulit untuk tidur dan bangun tidur rasanya lemas tidak segar.

Jadi kalau kita hidup ya hidup kalau mati ya mati (tidur). Kalau hidup kita sadar akan amanah amanah yang Allah berikan, kalau mati kita benar benar pasrah kepada Allah. Kejelasan ini akan memberikan kesehatan lahir batin dan kebahagiaan secara menyeluruh. Jadi selama hidup tidak boleh mati, selama mati tidak boleh hidup. Kalau hidup kita benar benar menjalankan amanah Allah (ATP) kalau mati (tidur) kita menjalankan dzikir nafas level 3 yaitu berserah diri kepada Allah.

 

jadilah jiwa yang sadar Allah

manusia memiliki 3 unsur utama yaitu jasad jiwa dan ruh. Sejak lahir sebenarnya kita adalah jiwa karena jiwa adalah kita yang sebenarnya, namun dala perkembangannya kita kemudian membatasi diri menjadi sebatas jasad. Setelah baligh kita di wajibkan untuk shalat dan ibadah wajib lainnya, maka mulailah kita mencari mana diri kita yang sebenarnya yang hilang. Setiap ibadah kita selalu di sadarkan untuk mencari di mana diri ini. Nah sampai pada suatu keadaan kita menemunkan diri kita yang sebenarnya yaitu diri yang sadar, terus kita mencari titik sadar paling fitrah pada diri kita ternyata titik sadar paling akhir dan paling fitrah serta paling esensi adalah sadar Allah. ya benar sekali, sadar paling fitrah yagn dapat menjaga kesucian kita adalah dengan sadar Allah. ketika kita menjadi jiwa yang sadar Allah maka kefitrahan akan terjaga hingga mati nanti, maka kematian itulah yang dimaksud dengan khusnul khatimah yaitu kematian yang baik.