Ketika Dunia Mulai Melirik Mindfulness

Mindfulness dengan ajaran islam ini ibarat tangga tinggal naik satu tingkat lagi maka islam menjadi agama yang terbukti kebenarannya. Islam sangat menekankan kesadaran ini ada pada konsep iman dan ihsan. Bagaimana dengan syariat, kalau syariat baru pada tataran jasad bukan kesadaran. Mindfulness yang fokus kepada kesadaran akan sangat cocok sekali ketika membicarakan tentang konsep kesadaran dalam islam. Cuma dalam mindfulness barat, kita mengenal konsep yang hanya menyadari pikiran dan perasaan cukup itu saja atau menyadari alam semesta itu saja, tapi dalam kesadaran yang dibangun islam kita baca dengan mindfulness islam, kesadaran di naikkan menjadi sadar Allah yang menggerakkan pikiran dan perasaan, atau sadar Allah bahwa Allah yang menggerakkan alam semesta.

Maka umat islam harus bersiap siap untuk menyambut kebenaran islam ini dengan terus mendengungkan konsep sadar Allah. Dengan sadar Allah maka kebenaran islam yang terbukti dengan teori mindfulness ini akan menjadi nyata dan akan booming sehingga orang akan berbondong bondong masuk islam. Islam tidak hanya dipandang sebagai agama syariat saja yang isinya cuma benar dan salah, bidah dan tidak bidah, atau isinya dengan hanya mubah dan sunah, tapi islam dipandang sebagai agama isoterik yang sangat menekankan kesadaran yang memang selama ini banyak dicari orang.

Dengan konsep kesadaran islam ini maka yang namanya penyakit hati, gangguan psikis, atau ketidaktenangan hati akan terobati dengan cara yang instan. Umat islam akan menemukan bagaimana cara bahagia dengan metode yang sangat mudah yaitu dengan sadar Allah.

saat ini saya sedang menyusun sebuah buku “Menggapai Bahagia dengan Mindfulness Sadar Allah“. Buku ini bercerita dengan konsep kesadaran, bagiamana cara melatih kesadaran dan bagaimana penerapannya sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Buku akan saya susun, semudah mungkin , seringkas mungkin sehingga anda mudah untuk melatih dan menerapkannya dalam kehidupan dan menerapkan dalam permasalahan yang sekarang anda hadapi.

Insya Allah buku ini nanti menjadi buku panduan dari training training yang akan saya lakukan di berbagai kota dan insya Allah berbagai negara. Dan saya akan buat pelatihan pelatihan untuk trainer yang menyediakan dirinya untuk turut serta dalam dakwah ini. saya berharap 20tahun kedepan wajah islam ini sudah berubah menjadi islam yang rahmatan lil alamin, memancar wajah wajah surga yang bahagia yang mampu menjadi magnit umat lainnya untuk memeluk islam.

Dzikrullah antara Terjemahan dan Kajian Psikologi Kognitif

Dzikir diartikan sebagai ingat. Pengertian ingat ini masih mentah, karena tergantung yang diingat apa. Ketika yang diingat adalah benda yang dapat diingat, berarti memang artinya ingat. Misalnya dzikrul maut, ingat mati, jelas ini bisa diingat, karena mati adalah riil atau sesuatu yang dapat dicerna sesuatu yang dapat di persepsi, sesuatu yang dapat dilihat. Kata dzikir jika objek dzikir nya adalah sesuatu yang bisa dipikir maka artinya menjadi ingat.

sekarang lain masalah jika ingat ini yang diingat adalah Allah SWT, atau sering kita sebut dengan dzikrullah. Dzikrullah diartikan sebagai ingat Allah, ini adalah terjemahan yang asal menggabungkan saja antara dzikir dan Allah, dengan tidak memperhatikan apa yang diingat atau apa yang di dzikiri. Dan terjemahan ini yang umum ada di 100% terjemahan di seluruh nusantara baik malaysia, singapura dan indonesia. Terjemahan ini tidak memperhatikan bahwa Allah memiliki sifat laisa kamitslihi syaiun artinya Allah memiliki sifat tidak sama dengan apapun. kata apapun ini berarti tidak dapat dipikir, tidak pernah bisa dipersepsi, apalagi disentuh dilihat atau di raba. Saya kira ini juga sejalan bahwa kita dilarang untuk memikirkan Dzat Allah, termasuk juga ingat Allah, ingat Allah adalah aktivitas berfikir tentang Allah. Jadi penggunaan arti dzikrullah sebagai ingat Allah selain dilarang dalam islam, juga menyalahi dari pada kemampuan pikiran dalam mengingat Allah.

lalu bagaimana jika tidak menggunakan kata ingat Allah dalam dzikrullah. Kembali kepada dasar bahwa dzikir tergantung dari apa yang di dzikiri, kalau yang di dzikiri benda riil ya pakai ingat, tapi ketika yang di dzikiri adalah Dzat yang tidak sama dengan apapun berarti kita harus menggunakan alat lain yang bukan pikiran. Kita gunakan jiwa atau nafs kita dalam dzikrullah yaitu dengan kesadaran yang dimiliki jiwa. Jiwa yang sadar Allah, itulah Dzikrullah.

penggunaan sadar Allah dalam dzikrullah sangat tepat dan sesuai, sebab perintahnya adalah menyadari Allah yang dekat, menyadari Allah yang menguasai alam semesta. Hal ini jika kita menggunakan kalimat ingat Allah tentu akan kesulitan, Allah itu dekat, kalimat ini mengacu pada “sadarilah Allah yang dekat” bukan ingat Allah yang dekat, kenapa …. ya kalau dekat kenapa harus diingat?.

Kajian psikologi kognitif membuka wacana tentang dzikrulah ini ke ranah pemberdayaan umat yang luar biasa, Sebab potensi manusia terletakĀ  bukan pada pikiran atau ingatannya tapi pada kesadarannya. Psikologi kognitif sekarang masuk generasi ke tiga artinya sudah mencapai pembahasan mengenai mindfulness, mindfulness membahas meta kognitif, artinya pembahasan yang sudah masuk kepada wilayah kesadaran atau suatu kemampuan dalam diri manusia yang menyadari pikiran.

Kemampuan ekstra manusia tentang kesadaran diatasnya berpikir, atau kesadaran diatasnya rasa, tentunya hal ini akan membuka ruang ruang pembahasan bagaimana islam ini menyadari tentang Allah, bukan lagi mengingat tentang Allah.

konsep ini saat ini sebagian besar umat islam masih belum bisa menerima, meski kajian psikologi kognitif generasi atau gelombang ketiga sudah membahas dan sudan membuktikan ini melalui kajian mindfulness. Sebab implikasi dari kesadaran inilah sangatlah berbahaya bagi musuh musuh islam, yang telah berhasil membungkam kesadaran umat islam sekian ratus tahun terhitung sejak kejayaan islam pudar. Belum lagi resiko jika pamahaman ini dibenarkan, maka seluruh terjemahan quran di seluruh nusantara baik indonesia malaysia brunei akan di rombak total dengan mengganti ingat Alah menjadi sadar Allah. Tapi dengan izin Allah pemahahaman yang benar ini akan tetap dilanjutkan, agar kesadaran akan Allah bangkit dan islam mencapai kejayaan yang hakiki.

 

Webinar Pendidikan Karakter Berbasis Sadar Allah

webinar gratis pendidikan karakter untuk guru

Mengundang Bapak dan Ibu anggota group untuk sama sama berdiskusi dalam program webinar membahas tentang Pendidikan karakter siswa berbasis sadar Allah. pada hari sabtu tanggal 22 agustus 2020 jam 09.00, melalui zoom.
Untuk Pendaftaran silahkan melalui link berikut dibawah ini
https://forms.gle/rpBwAnuLYx9dkQcy6