Sadar diri, sadar Allah dan Kemudian Sadar Amanah

Kesadaran membawa peranan penting dalam kehidupan. Paling dasar adalah sadar diri. Kajian psikologi dari dulu hingga kini yang dikaji adalah sadar diri, yaitu bagaimana dengan berbagai pendekatan dan metode orang dapat sadar diri sehingga dapat mencapai keadaan diri yang sehat dan optimal. Namun hal ini sering kali menemui jalan buntu ketika sadar diri ini di hadapkan pada keadaan yang lebih komplek dan menyeluruh, sering terjadi kegagalan dan tidak mampu menyelesaikan problem  yang ada. Maka penting untuk menyadari Allah dalam sisi kehidupan. Sebab fitrah manusia itu memiliki dasar percaya kepada kekuatan di luar dirinya. Nah disini perlu adanya sadar Allah. Sadar Allah akan banyak menjawab pertanyaan tentang bagaimana bahagia, dan akan memberikan nilai lebih yaitu suatu keyakinan diri yang dapat memenuhi kebutuhan akan kekuatan di luar dirinya. Sadar Allah ini juga akan memberikan kebahagiaan secara instan karena dia merasa terpenuhi rasa kasih sayang, tanpa dengan manusia, terpenuhi rasa aman tanpa ada nya kawan atau orang yang dapat melindunginya. Dan yang paling penting bahwa sadar Allah ini dapat memberikan dampak kehidupan yang signfikan sebab manusia diciptakan memiliki kekuatan keyakinan dimana keyakinan ini akan mempengaruhi pikiran dan perasaan. Seseorang yang memiliki keyakinan kuat pada satu hal maka dia akan mudah mendapatkan suatu hal tersebut.

Dan yang terakhir adalah sadar Amanah Allah. kesadaran akan amanah ini mencakup atau melingkupi sadar diri dan sadar Allah. Orang yang amanah pasti dia sadar diri dan sadar Allah. Orang yang sudah mencapai maqom sadar amanah maka perilakunya akan terarah dan memiliki dampak lingkungan yang luar biasa. Sebab apa yang dilakukan melibatkan sadar diri artinya psikisnya berfungsi optimal, Sadar Allah berarti dia bisa meyakini sesuatu kekuatan di luar dirinya.

yang paling luar biasa jika seseorang sudah berani menjalankan amanah di luar nalarnya atau di luar kemampuannya maka daya rubah terhadap dirinya dan lingkungannya akan sangat besar. Orang tidak takut lagi dalam menyelesaikan amanah yang sebenarnya diluar kemampuannya. dia akan terus melakukan dan melakukan. Orang yang mencapai maqom sadar amanah ini akan menjadi orang yang benar benar manfaat dalam hidupnya.

niat ingsun,

menjalankan amanah diluar nalar 

Bismilahi Allahu Akbar

Memahami Rukun Iman dengan benar

RUkun Iman adalah rukun yang harus di Imani oleh setiap muslim. Iman kepada ke enam rukun ini menjadi dasar keimanan atau keyakinan umat islam. Iman adalah bentuk dari kesadaran, Ketika kita mengatakan iman berarti yang digunakan adalah sadar. Kesadaran kita inilah yang kita gunakan untuk beriman atau yakin. Sesuatu yang kita yakini pasti tidak dapat dicerna oleh indera persepsi kita. Misalnya kenapa kita yakin bahwa itu adalah ibu kita, yang lebih heboh lagi adalah kenapa kita yakin bahwa dia adalah bapak kita. Bukan wujud dari ibu dan bapak kita yang kita yakini. Yang kita yakini adalah bahwa dia adalah bapak dan ibu kita. Tahu dari mana kita tentang kebenaran bahwa beliau adalah orang tua kita. Nah kecuali mungkin kalau sudah Tes DNA sehingga tidak perlu yakin lagi karena sudah nyata benar ada. baik itu sebagai gambaran saja bahwa keyakinan kita bersumber dari kesadaran dari yang tidak nampak dari indera persepsi kita.

nah sama saja sekarang ketika kita membahas rukun iman. Rukun iman adalah rukun keyakinan atau hal hal yang wajib kita yakini dalam memeluk agama islam. berarti islam sendiri di awal sudah menekankan unsur kesadaran ini. jadi kesadaran ini tidak kalah pentingnya dengan syariat. bahkan rukun iman ini lebih mendasar dan lebih penting dari rukun islam. Tapi sayangnya umat islam lebih menonjolkan rukun islam dari pada rukun iman umat-islam-lebih-menonjolkan-rukun-islam-dari-pada

rukun Iman yang pertama adalah meyakini Allah. Kalimat beriman kepada Allah atau meyakini Allah ini berarti bahwa kita menggunakan kesadaran kita untuk beriman kepada Allah. Kenapa menggunakan iman karena Allah tidak bisa dipersepsi tidak bisa di pikir. karena tidak bisa di pikir maka harus kita sadari. Allah tidak perlu kita cari karena itu akan menggunakan pikiran kita, Tidak perlu mengenal Allah karena Allah tidak bisa kita kenal cukup dengan kesadaran kita yaitu dengan mengimaninya dan meyakininya. ya sederhana memang untuk beriman kepada Allah tapi banyak yang tidak paham tentang hal ini, karena kebanyakan masih menggunakan pikiran untuk  mengenal Allah.

kalau menggunakan pikiran sampai kapanpun tidak akan bisa tidak akan dapat, seperti kalau saya analogikan kita ingin mengukut tinggi badan dengan timbangan atau mengukuran berat badan dengan meteran, jelas tidak akan ketemu.

mengenal Allah dengan pikiran bawah sadar

Hati hati jika anda diajak mengenal Allah melalui pikiran bawah sadar, karena pasti yang anda temui bukan Allah tapi selain Allah. Bawah sadar adalah semua yang selain Allah. Cara mengajak orang yang akan memperkenalkan Allah dengan alam bawah sadar misalnya dengan perantara ini dan itu. Memperkenalkan Allah dengan cara tidak langsung ke Allah itu berarti mengajak anda untuk mengenal Allah melalui bawah sadar. dan pasti anda tersesat. Pokoknya kalau anda tidak lurus dan langsung ke Allah pasti anda tersesat.

Allah tidak sama dengan mahluknya, atau Allah tidak sama dengan apapun jadi kalau Allah masih ada kesamaan berarti masih bukan Allah. Anda di ajak ke Allah tapi tidak ke Allah secara langsung maka anda di ajak untuk sesat anda di ajak untuk masuk bawah sadar. Ingat bahwa bawah sadar adalah memori masa lalu dan ingat bahwa Allah tidak sama dengan apapun.

Jangan mau di ajak untuk ke Allah tapi menggunakan bawah sadar. Lurus ke Allah mutlak diperlukan. Silahkan mengamalkan berbagai amalan wiridan tapi jiwa anda harus lurus ke Allah jiwa anda harus bisa menyadari Allah secara langsung. Jangan terpaku pada wiridannya, jangan berhenti kepada sosok guru wirid, tapi abaikan itu semua dan lurus ke Allah. Jika anda lurus ke Allah maka anda akan terbebas dari pikiran bawah sadar. anda tidak akan masuk ke pikiran bawah sadar. Dan anda akan menemui sebenar benarnya Allah SWT, yang menciptakan kita dan menghidupkan kita.