Pelatihan Patrap Sakaratul Maut

mati adalah Pasti, tapi hanya sekali saja. Banyak orang takut mati, dan tidak paham apa hakikat mati serta bagaimana cara untuk mati. itulah mengapa banyak orang yang ingin khusnul khatimah tapi tidak tahu caranya bagaimana untuk khusnul khatimah. Memang khusnul khatimah ini adalah hidayah Allah, tapi kita bisa mengusahakan atau berusaha untuk mencapai khusnul khatimah.

Mati yang khusnul khatimah tidak tiba tiba saja ada caranya dan ada hakikat kematian yang harus dipelajari. Mati adalah terpisahnya jasad dan jiwa, karena Ruh diambil oleh Allah, atau jasad sudah tidak bisa lagi berfungsi dengan semestinya. proses yang perlu dipelajari mati adalah bagaimana proses terlepasnya Jiwa ini dari jasad, kalau terlepasnya Ruh tidak bisa kita pelajari, tapi dengan latihan yang benar kita akan tahu kemana arah Ruh ini selalu menuju, tentunya ke Allah. Terpisahnya ruh dan jiwa dari jasad dapat kita simpulkan dalam latihan yang sederhana yaitu lurus kembali kepada Allah.

untuk dapat lurus kembali kepada Allah, ternyata bukan hal yang sulit dan bukan hal yang sederhana. Kita harus melatih dan harus tahu caranya. cara yang paling mudah akan kita gelar pada pelatihan patrap sakaratul maut. ok tunggu tanggal mainnya

Nabi Musa Pingsan di puncak spiritualnya

Nabi Musa ini memang saya lihat nabi yang memiliki keingintahuan yang tinggi, tapi agak memaksa (dalam arti baik). Dua cerita nabi Musa yaitu ketika bersama Nabi Khaidir bahwa Nabi Musa tidak akan kuat belajar dengan nabi Khidir eh… tetap nekat dan akhirnya ndak kuat betul. Kemudian Nabi Musa ini ngotot ini bertemu Allah , dan Allahpun sudah beri tahu bahwa gunung dan bukit pun akan hancur apalagi nabi Musa, tapi tetap ingin Allah menunjukkan kepadanya, dan betul Nabi Musa pingsan.

Puncak spiritual Nabi Musa adalah ketika Pingsan dan inilah yang banyak di cari oleh ahli tarekat, ahli tasawuf. Dengan berbagai cara dan riyadhoh bahkan ada yang dengan cara ekstrim mereka berusaha mencapai kedaaan fana seperti apa yang di alami oleh nabi Musa. Nabi musa mengalami pingsan sebagai puncak spiritual, kira kira apa yang di rasakan ketika pingsan, mestinya tidak merasakan apa apa, apa yang beliau pikirkan ketika pingsan mestinya tidak berpikir apa apa. ya gambaran puncak spiritual ketika sudah ada yang bisa di pikirkan  lagi dan tidak bisa di rasakan lagi.

Apa yang di alami oleh Nabi Musa ini adalah gambaran dibalik gambaran ini ada suatu perintah untuk mencapai keadaan itu. Perintah Allah yang lebih halus dan tersamar karena memang tidak semua orang bisa mengalami hal ini. Kisah Nabi Musa ini pun merupakan contoh riil bagaimana kesadaran sempurna bagaimana kita menuju kepada Allah. Jika kita dapat mengalami hal ini maka akan berpengaruh sangat mendalam terhadap hidup kita selanjutnya. Namun perlu diingat bahwa keadaan ini tidak terus menerus kita alami, karena Nabi Musa pun mengalami hal itu hanya beberapa saat saja, tidak selamanya. Maka kita cukup beberapa saat saja dapat mengalami hal ini tidak terus menerus.

Karena ini perintah Allah yang tersama di Padepokan Patrap ada metode untuk mempelajarinya yaitu dengan metode Patrap Sakaratul Maut. Kita dapat berlatih ini dengan tujuan untuk mencontoh apa yang pernah dialami dan dilakukan oleh Nabi Musa. Ingat ini adalah metode belajar, kemungkinan tidak sama persis dengan Nabi Musa tentunya tidak bisa di samakan, tapi jika kita sering melatih maka kualitas dan kedalaman kita dalam masuk ke dalam alam ketiadaan akan selalu meningkat. Dan manfaat besar dari latihan ini adalah dapat digunakan latihan untuk menghadapi sakaratul maut.

insya Allah program ini akan kita buat sekitar bulan februari 2019. untuk tanggal masih dalam pembicaraan. saya harapkan bagi yang berminta untuk belajar silahkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya, terutama belajar dzikir nafasnya agak di persiapkan dengan benar, Dzikir nafas metode 1,2,3,4.

 

mati tidak membawa ilmu

bagi pencari harta maka harta tidak akan dibawa mati, bagi pencari ketenaran maka mati tidak membawa ketenaran, bagi pencari ilmu maka sama yaitu mati tidak akan membawa ilmu. Mati hanya membawa sikap pasrah kepada Allah. Maka dalam ibadah kunci kepasrahan merupakan mutlak. kita mencari ilmu untuk beribadah, bukan untuk banyak banyakan ilmu. Apalagi untuk bangga banggaan … jelas kalau demikian ilmu menjadi mudharat tidak manfaat.

Mati tidak membawa ilmu, ketika kita mati maka alat penyimpan ilmu yang namanya otak akan rusak. rusaknya otak berarti hilangnya ilmu. Kalau selama hidup kita hanya mencari ilmu maka sia sialah ketika mati karena tidak ada ilmu yang tersisa sedikitpun. Kecuali kalau ilmu itu

1. kita amalkan

2. kita ajarkan

3. kita tulis

jadi orang islam jangan jadi kutu buku, jangan jadi pencari ilmu, karena ilmu ibarat setetes air dilautan sehingga sampai matipun ilmu tidak akan habis kita gali. sama dengan harta dunia, semakin berilmu seperti minum air laut akan semakin haus dan semakin haus.

mencari ilmu iitu penting tapi coba kita timbang lebih banyak mana antara ilmu dan amal… kalau timpang lebih banyak ilmu maka itu warning bagi kita untuk segera mengamalkan. Dan sudah saya sebutkan diatas bahwa untuk bisa bahagia setelah mati kuncinya adalah berserah maka dalam setiap mengamalkan ilmu maka sikap pasrah harus kita gunakan misalnya dalam shalat : shalatnya pasrah, puasa ; puasanya pasrah, dan ibadah yang lain.

maka saya sangat menyarankan cari ilmu agama tidak perlu banyak banyak… perbanyak saja amal…. kalau anda disuruh memilih cari ilmu atau atau mengamakan ilmu maka pilihlah mengamalkan ilmu. kalau banyak ilmu anda akan bingung atau malah semakin haus tapi kalau anda mengamalkan ilmu maka kebahagiaan akan anda dapat. dan kita tahu bahwa hidup yang dicari adalah bahagia bukan kebingungan atau kehausan. Ada orang banyak mengerti quran dan hadis tentang sedekah tapi dia tidak sedekah… sangat berbeda dengan seseorang yang mengerti 1 hadis tentang sedekah tapi diamalkan maka apa yang di dapat orang pertama dengan orang kedua akan sangaat jauh beda. Allah tidak melihat ilmu kita tapi akan melihat amal kita.

Silahkan cari ilmu tapi jangan gila ilmu sampai waktu anda habis untuk cari ilmu, carilah ilmu untuk dasar beramal….

Ingat Mati ingat DN (dzikir nafas)

apa yang anda bayangkan ketika melihat foto lama anda, misalnya foto ketika 20 atau 30 tahun yang lalu atau 5 tahun yang lalu.. tergambar benar bahwa ada “masa lalu” dan kita akan menempuh masa depan. Ada sesuatu yang kita “tinggalkan” yaitu waktu dan keadaan pada saat itu. Ya anda tinggalkan. dan anda jika anda sadar maka sebentar lagi anda juga akan meninggalkan masa sekarang yang sedang anda hadapi…. jadi kita akan meninggalkan dan meninggalkan, akhirnya kita akan benar benar meninggal. Jika anda sadar akan hal ini maka anda akan tahu benar untuk apa hidup dan bagaimana harus hidup… terutama lagi bagaimana kita bisa selamat dalam hidup.

Saya akan menekankan bagaimana bisa selamat dalam hidup. baik hidup kita yang sekarang ini maupun nanti ketika hidup kita di alam kubur dan akhirat. Satu satunya jalan agar selamat pada perjalanan berikutnya adalah perjalanan ke alam kubur…. yaitu kematian.

Ketika anda ingat mati maka untuk memasukinya tidak lain dengan menyusuri jalan kembali kepada Allah , untuk itu ingatlah akan metode Dzikir Nafas, yaitu berdzikir dalam setiap desahan nafas, karena hanya dengan nafas inilah kita dapat berdzikir ketika nanti dalam keadaan sakaratul maut.

selamat ber DN … (saya tidak akan menguraikan lebih banyak lagi … jalankan saja … )

patrap kematian, kiat sukses menjemput kematian

jangan meremehkan sakaratul maut atau situasi menjelang kematian. saat saat itu adalah saat kritis dimana kita akan dihadapkan pada suatu keadaan yang sangat mencekam sehingga tidak bisa lagi kita berpikir apalagi mempertimbangkan. pada saat itu apa yang ada dalam pikiran kebiasaan kita maka itulah yang akan muncul. kalau kita sering berpikir tentang bisnis maka ketika kita sakaratul maut yang ada adalah bisnis ku bagaimana nanti….. jika kita berpegangan pada keluarga maka ketika skartul maut kita akan berpikir bagaimana keluarga saya nanti. …. dst dst.

patrap kematian adalah suatu metode mempersiapkan kita untuk sukses dalam menghadapi kematian ¬†yaitu sukses khusnul khatimah (happy ending). pelatihan patrap kematian ini harus kita jalankan sejak sekarang sehingga pada saatnya nanti kita akan melakukan sesuai dengan yang kita lakukan. ilmu ini saya peroleh dari ust Abu Sangkan beberapa hari yang lalu. ada tiga kata kunci…. relaks, ihlas, dan lheessss menunggu jemputan ilahi….

wuih rasanya….. anda bisa bayangkan …. saya tidak tahu diri saya tapi saya tahu kalau saya sedang tidak tahu… bener bener keadaan kembali yang lebih nikmat dari apappun…

saya menyebutnya ini adalah patrap kematian dan menjadi satu model pelatihan patrap. ok bagi yang berminat menjemput kematian dengan sukses mari belajar bersama kami. salam

Tahlil

tahlil diartikan laa ilaha illlah yang artinya tiada Tuhan selain Allah… tahlil ini meluruskan akidah, jika Allah disamakan dengan Tuhan tuhan lainnya seperti Tulisan arab alif lam lam ha, atau bayangan putih yang menyerupai cahaya benderang, atau bahkan tuhan duit yang sering mengganggu kihlasan kita dalam beribadah, nah tahlil merupakan pengalihan tuhan tuhan itu kepada ALlah SWT.
mari kita ambil salah satu kasus…kenapa ada orang yang sudah sekarat tidak mati mati… dan kenapa banyak menyarankan di bacakan tahlil.. karena agar si sekarat sadar bahwa saat pulang dengan ihlas melepas semua tuhan tuhan dunia untuk ihlas kembali kepada Tuhan hakiki yaitu Allah. di Indonesia ada orang yang sakti mandraguna ehhh matinya sulit… ternyata orang tersebut sangat memegang ilmunya, sehingga mati tidak bisa… setelah di tuntun tahlil langsung wussshhhhh…
nah orang yang sudah mati pun masih membutuhkan doa kita yaitu lewat baca tahlil dengan orang yang membaca tahlil tersebut lurus ke Allah dengan sempurna maka yang kita doakan pun akan ikut ikutan kita untuk lurus ke Allah sehingga jiwanya bisa ihlas menghadap Allah…..