Articles with salaf

makna syariat

Dalam makna syariat, umat Islam sering terjebak dalam pengertian sempit sehingga tak jarang kehilangan substansinya. Dan akibatnya, mereka hanya melakukan ibadah seremonial dan tidak mendapatkan sesuatu yang berharga yakni pembuka jalan menuju “kebenaran syariat”. Sikap terhadap shalat misalnya, betapa banyak nilai penghayatan dan kekhusyu’an yang terabaikan. Shalat bukan lagi sebagai kebutuhan dialog dan memohon petunjuk tetapi telah berubah sebagai kewajiban yang harus dipenuhi dengan berbagai macam larangan dan ancaman yang mengerikan. Sehingga terasa sekali muncul ketidaknyamanan dalam setiap melakukan syariat Islam. Hal ini tidak ubahnya seperti tawanan perang yang harus memenuhi kewajiban membayar upeti seraya terbayang betapa kejamnya sang penguasa.

terhijab oleh syariat, sholatnya orang syirik

sekarang ini banyak umat islam yang terhijab oleh agamanya sendiri, tujuan agama ini di adakan adalah agar menusia bisa bersilatun berkomunikasi dan kembali kepada Allah.. tapi kebanyakan mereka terjebak pada agama itu sendiri sehingga tujuan akhir yaitu kembali kepada Allah tidak tercapai.
banyak sekali kita terhalangi oleh yang bukan Allah, misalnya kita sholat bukan karena menjalankan perintah Allah namun karena perintah agama (ingat agama bukan Allah), kita puasa untuk mencari pahala dan dan takut dosa bukan takut kepada Allah.
Allah sudah banyak tertutupi oleh hal hal yang bersifat agama … pikiran kita selalu mengatakan bahwa kalau kita menjalankan syariat berarti menjalankan perintah Allah … lain .. sangat lain.. bahwa syariat bukanlah Allah dan ALlah bukanlah syariat.. disinilah kita sering disesatkan oleh syetan. hati hatilah dengan pikiran karena salah sedikit saja kita berpikir maka kita akan tersesat, seperti diatas sedikit saja kita berbelok arah bukan Allah maka selamanya akan tersesat.
contoh konkrit .. banyak orang yang sholat tidak khusyu kenapa karena sholat mencari syurga, karena sholatnya takut neraka, karena sholatnya mencari ketenangan… dan lain sebagainya… sholat yang begini ini tidak mungkin mendapat khusyu.. karena sholatnya tidak ihlas.. sholat nya tidak karena Allah.. lebih keras lagi, kita menyembah berhala (sesuatu yang bukan Allah) … berat rasanya saya mengatakan… SHOLATNYA ORANG YANG SYIRIK…

inilah dasar kekhusyuan dalam sholat yang harus kita tanamkan bahwa sholat kita adalah lillah.. bukan karena surga, bukan neraka, bukan pahala dan yang lainnya.
kesadaran tauhid yang lurus inilah yang harus kita jaga .. ingat virus paling mematikan adalah virus kesyirikan… menyerangnya sangat halus sekali… virus ini sering menggunakan istilah istilah agama yang berupa surga, neraka, syariat dan lain sebagainya untuk merusak sistem keimanan kita… maka mari mulai saat ini kita jaga betul keimanan kita dengan menghapus berhala berhala agama untuk lurus ke Allah….

kita menjalankan syariat Nabi SAW bukan karena Nabi, bukan karena Agama, bukan karena syariat, bukan karena surga dan neraka tapi karena Allah. ingat juga, semua tergantung niat kita jika kita niat bukan karena Allah maka kita akan terhenti yang bukan Allah, jika kita berniat karena Allah maka ibadah kita akan sampai ke Allah.

antara wihdatul wujud dengan fana

antara bersatu dengan Allah dan peniadaan kesadaran diri berganti kesadaran akan allah. Abu sangkan tidak mengajarkan bersatu tapi peniadaan kesadaran diri murni menjadi kesadaran akan Allah.. yang merupakan aplikasi dari afirmasi Laa ila ha Ilallah… bahwa tidak yang ada , yang ada hanya Allah. yang ada hanya Allah titik.

apa bedanya islam liberal dengan kita (yang tidak liberal)

bedanya kalau islam liberal dia cerita bahwa dia liberal kalau kita ndak ngomong ngomong tapi perbuatan kita liberal… misal… gosok gigi dak pake siwak tapi pake odol… perang ndak pake pedang tapi pake senjata api… makan nggak pake tangan atau jari tapi pake sendok… silaturahmi tidak datang langsung ke temu orangnya tapi pake face book… he he … ternyata kita liberal juga…
cuma untungnya kita tidak cerita cerita sehingga tidak di hujat sana sini coba kalau kita ngomong bahwa kita sekarang meinggalkan siwak, kita meninggalkan jari untuk makan dan itu kita katakan “sudah bukan jamannya lagi” wah pasti kita juga akan dikatakan islam liberal…….

hati hati ruqyah

hati hati dengan model pengobatan yang mengarahkan pada kita dengan tahayul yang mempercayai bahwa sakit fisik dan jiwa disebabkan oleh Jin. ini suatu model terbaru dari tahayul dan khurafat. ingat kita sudah berjuang keras menghapus tahayul dan khurafat di masyarakat jangan kita terjebak lagi dengan permainan syetan untuk mengarahkan pikiran kita pada hal hal yang berbau tahayul tersebut. kali ini yang melakukan model tahayul dan khurafat ini malah orang yang mengaku memberantas tahayul dan khurafat … aneh memang. yaitu pengobatan pengobatan yang menuduh jin menjadi penyebab dari penyakit kemudian menyembuhkannya dengan tidak memakai cara cara yang baik namun malah membaca baca kan quran dengan tidak sopan yaitu dengan membentak bentak… sangat tidak etis … quran dibaca dengan tujuan untuk mengusir jin…
beberapa pasien saya yang pernah di ruqyah katanya berdasar syariah itu bukannya malah sembuh malah dia terkena waham bahwa dirinya terkena jin padahal jelas dia terkena stress jelas ini bukannya menyembuhkan namun malah memperparah penyakit kejiwaannya.
seringkali perbuatan khurafat dan tahayul untuk melegalkan di embel embeli dengan syariah katanya ruqyah asysyariah… sehingga keliatan resmi dan benar… padahal sama saja ini kesesatan berdalih syariat…
hati hati… jin tidak bisa membuat kita menderita , jin tidak bisa membuat kita sakit atau depresi… jin dan syetan hanya bisa menggoda kita tidak lebih dari itu, jadi kalau ada pengobatan ruqyah syariah yang mendasarkan penyakit karena ada jinnya itu merupakan penyesatan akidah dan kembali kepada perbuatan khurafat dan tahayul…..

Allah sebuah nama

kata Allah adalah sebuah nama bukan dzat allah itu sendiri, kadang kita mengarahkan diri kita kepada allah sebagai kata bukan allah sebagai dzat. seringkali kita mengarahkan diri kita pada asma ul husnanya bukan yang memiliki nama itu sendiri. inti dari kesambungan atau silatun adalah ke dzat atau Dat Allah. dat allah sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita persepsikan, selama kita mempersepsikan dat berarti bukan dat itu sendiri namun suatu rekayasa pikiran kita.

sedikit mengulas masalah kekahawatiran kaum salaf (yang mengaku paling murni dalam memahami islam) kaum salaf ini sangat menghindari adanya arah kejiwaan yang lurus kepada dat Allah karena khawatir atau takut kalau salah. karena ketakutan yang berlebihan inilah mereka hanya mengarahkan tujuan ibadah kepada bukan dat allah namun sebatas nama itu sendiri. makanya ketika “abu sangkan” memperjuangkan Dat allah agar menjadi tujuan dalam setiap ibadah ditentang keras oleh mereka (kaum yang mangaku salaf). sehingga Abu Sangkan dikecam habis habisan bahkan dituduh sebagai ajaran yang sesat (padahal kesesatan sebenarnya ada pada mereka yang mengarahkan ibadahnya bukan kepada dat allah).

nah kita berjuang dengan sholat khusyu dan patrap tidak lain untuk meluruskan iman kita jangan sampai kita terjebak kepada “hanya sebuah nama Allah” tapi betul betul mengarahkan diri dan jiwa kita dalam setiap ibadah kepada allah yang hakiki.

diam nya "abu sangkan" berbuah

di luar dugaan saya kasus ini berakhir dengan sangat smooth… ketika itu saya dipanggil untuk bertemu dengan anggota luis yang melaporkan ust abu yang terdiri dari pak edi lukito (ketua luis) pak yusuf dan beberapa anggota yang lain… pertemuan di masjid baitusaalam tipes ini saya menjelaskan kr0nologis sejarhanya munculnya fitnah itu… bla bla… suatu penjelasan dari yang “di fitnah” pak edi dan anggota mendengarkan dengan seksama terkadang memberikan pertanyaan seputar kasus tersebut. saya pun menjawab dengan keadaan yang saya ketahui karena saya menangani kasus tersebut (sebagai psikolog) dari awal.

pertemuan kedua tabayun dari seluruh elemen luis terdiri dari MUI, LUIS, FPI, Laskar Hizbullah, MTA, Imam Masjid besar mangkunegaran Kyai Haji Thoha, Abu Sangkan, dan beberapa tokoh umat islam lainnya. sayang pertemuan yang rencana nya merupakan tabayun akbar baik dari pihak pelapor dan yang dilaporkan serta sakisi saksi tidak dihadiri oleh pihak pelapor yaitu bapak edi lukito dan kawan kawan, ketika di kontak juga susah sekali dan sampai akhir tabayun pihak pelapor tidak ada satupun yang hadir padahal rencana ini sudah menjadi kesepakatan bersama untuk bersama sama mendengar secara jelas dan jernih tentang kebohongan dari fitnah yang sudah terlanjur di laporkan ke kepolisian serta mayarakat luas yang telah mengetahui fitnah tersebut. di akhir pertemuan ada kesepakatan untuk bertemu di kantor mui solo agar masalah tidak merambah kepada fatwa sesat dari apa yang sudah dilontarkan pihak pelapor. tidak itu saja forum ini menindak lanjuti untuk mencabut laporannya di poltabes solo dan juga akan membubarkan LUIS karena dinilai oleh pengurusnya sering disalah gunakan untuk kepentingan orang tertentu bukan untuk memperjuangkan syariat dan membela ulama terlebih melindungi umat.  (potongan pertemuan di mangkunegaran dapat dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=KzwSUQPSSVg)

pertemuan ketiga di masjid besar solo, tepatnya di kantor MUI solo, di kantor ini menjelaskan kepada MUI tentang seputar kejadian yang sebenarnya dan alhamdulillah pihak MUI merespon dengan positif tentang fitnah tersebut. di MUI langsung disampaikan kepada ketua MUI solo yaitu zainal dari hasil pertemuan ini diperoleh hasil bahwa fitnah yang dituduhkan kepada ustad abu tidak benar dan harus diluruskan. dan menegaskan bahwa ajaran beliau yang katanya mengajarkan sholat lama (ini yang dianggap sesat) tidak lah sesat dan sesuai dengan quran dan sunah.

demikian 3 peristiwa besar ini akhirnya memberikan nafas lega dan kebahagiaan bagi kita semua terutama jamaah shalat center solo yang merasa tenang dalam mengadakan kegiatan kegiatan shalat khusyu dan kegiatan kegiatan lainnya. semoga fitnah seperti ini tidak terjadi lagi pada ulama ulama yang lain dan semoga islam tidak saling memfitnah namun bersama sama membangun umat. amiin