memancarkan rasa syukur

kita bersyukur kepada Allah, Allah yang maha luas dan tak terbatas, kekuatan bersyukur kepada allah ini kita sebar luaskan ke seluruh alam semesta.
rasa bersyukur adalah perasaan senang , bahagia, happy, karena terimakasih kepada Allah , orang yang berterima kasih tidak mungkin sedih,orang yang berterimakasih pasti hatinya senang bahagia nah akibat rasa ini yang kita pancarkan ke orang orang.
maka benar benar bahwa senyum itu adalah ibadah, artinya senyum yang tidak dibuat buat, senyum yang berasal dari dalam diri yang murni, nantinya energi senang yang terekspresikan lewat senyum akan membuat orang senang, nah membuat orang senang inilah yang dinamakan bersedekah.
pancarkan rasa senang kepada siapapun insya allah hidup kita akan bahagia. ada cerita sedikit. 2 hari yang lalu saya menelopn salah satu jamaah patrap di Pati jateng, dia berkeluh kesah katanya tokonya di santet orang sehingga sudah seminggu tidak laku. saya sederhana saja resepnya… senyum pada setiap orang, bahagia , senang jika hati senang maka tidak akan ada santet yang nembus kekita, kalau senyum dengan orang dan orang lain senang pasti daganganya akan laku. insya allah hari ini mau saya telp lagi untuk perkembangannya,… semoga Allah membuka pintu rahmat dan rizkinya, serta dilindungi dari maksud jahat orang lain. amin

lebih sakti mana orang beriman atau dukun?

sebuah pertanyaan yang harus dijawab ! kalau secara teori jelas orang beriman, tapi secara kenyataan dukun yang lebih sakti. dukun bisa menyembuhkan orang sakit, bisa kebal, bisa menebukan barang yang hilang, bisa menyembuhkan orang sakit jiwa, bisa meramal.. dan ternyata banyak kemampuannya. sedangkan orang yang mengaku beriman kadang hanya bisa mengeluarkan dalil dari quran dan hadis tanpa memiliki kekuatan iman untuk menyembuhkan, untuk meramal, untuk menolak santet, untuk kebal dan lain sebagainya.

kalau nalar logis kalau dukun mengandalkan jin bisa ini dan itu, kenapa orang beriman yang mengaku beriman mengandalkan Allah tidak bisa ini dan itu. maka bagaimana kita mau mengajak masyarakat untuk beriman kepada Allah sedangkan dukun lebih hebat dari pada orang yang mengaku beriman,berislam….?

iman harus ada buktinya, buktinya apa, ya kita harus membuktikan bahwa Allah sang perkasa untuk memohon kekebalan, sang pemberi ilham untuk meramal, Sang penyembuh untuk menyembuhkan, dan lain lain. jika kita berhadapan dengan seorang dukun kemudian dukun tersebut mengajak kita untuk beradu kesaktian, kira kira kita berani apa tidak?! misalnya dukun menyantet kita kemudian kita mengggunakan kesaktian kita untuk menangkal santet  terebut dengan keimanan kita, kira kira kita berani apa tidak?!

kalau kita ingin menghilangkan kesyirikan, khurafat dan hal hal yang demikian di masyarakat maka kita harus lebih sakti dari pada dukun, paranormal atau sejenisnya. jangan hanya berani ngomong di depan podiom mereka sesat, mereka masuk nearaka, mereka musyrik…. tanpa ada bukti sejauhmana kekuatan keimanan kita kepada Allah.