rasulullah seorang trainer bukan (hanya) penceramah

hal ini dapat kita lihat dari sejarah rasulullah selama beliau berdakwah, apa yang kita lihat yang kita lihat adalah perubahan masyarakat. rasulullah mampu memotivasi diri dan mampu memotivasi orang lain untuk berubah. dalam hidup beliau seorang Nabi atau kita sebagai penerusnya harus dapat menjadi trainer, bukan sekedar penceramah. syarat menjadi trainer adalah berubah dulu baru dapat merubah, melaksanakan dulu baru menyampaikan (meski belum sempurna), kaya dulu baru mengajak orang lain untuk bekerja dan bekerja. kita saksikan kekuatan rasulullah dalam merubah masyarakat di mekah dan sekitarnya Luar Biasa… semua berubah demikian cepat.
kalau kita mengaku menjadi umat Rasulullah yang mulia maka kita harus berani menjadi seorang trainer yang handal , seorang trainer yang semangat, yang hidupnya bahagia seperti rasulullah. jangan hanya menjadi penceramah yang hidupnya pas pasan, yang hidupnya tidak bahagia….
kalau rasulullah sekedar penceramah maka saya yakin masyarakat tidak akan berubah. masyarakat akan sama… dan kita lihat sudah berapa tahun , berapa ratus tahun islam mengalami stagnasi atau kemandekan. ini karena quran tidak diamalkan tapi hanya dibaca, dilombakan dan sekedar ditafsir tafsirkan sesuka hati. dan paling utama adalah banyak dai yang bukan trainer tapi sekedar penceramah .. yang ceramah sini ceramah sana tanpa membawa perubahan.
jika para dai adalah trainer maka saya yakin islam ini akan cepat berubah. taruhlah, misalnya ada 100 abu sangka,n, trainer sholat, dai seperti 100 orang ary ginanjar (trainer esq), 200 orang trainer sedekah seperti yusuf mansyur … maka saya yakin islam indonesia akan mengalami perubahan yang drastis… karena apa karena dai nya adalah trainer bukan penceramah seperti rasulullah, bukan penceramah tapi trainer

solo antara sholat khusyu dan terorisme

solo.. .sebuah kota kecil di daerah jawa tengah, kota yang penuh sejarah dan kekomplekan masyarakat. sebuah fenomena kemajemukan masyarakat yang sangat ekstrim… sholat khusyu berawal di solo… tat kala ada seminar di UMS tentang sholat khusyu, radikalisme islam ada di solo… mungkin laskar islam pertama kali di solo… pondok radikal hingga pondok tradisional termasuk pondok pesantren modern juga ada di solo. islam tenanan ada islam abangan juga ada (islam campur kejawen).
solo adalah baro meter…
kerusuhan mei 98 berawal juga dari solo… berangkan dari UMS… he he .. almamater ku…
pergerakan islam jaman dahulu yang di pelopori saman hudi juga dari solo… sehingga solo dikenal sebagai kota perdagangan…
masalah terorisme dan masalah sholat khusyu pun menjadi masalah nasional yang kuat mendapat sorotan … sorotan nasional dan sorotan dunia…
ya pokoknya solo ada kota kecil yang jangan diremehkan …. disinilah awal… dari suatu perubahan… dari yang radikal hingga yang sangat sufi….

selamat jalan mas Jumingan

kenal beliau pertama kali di asrama haji pondok gedhe bekasi 7 tahun yang lalu… beliau dikenal sebagai orang sakti namun kesaktian nya luntur begitu mempelajari patrap … subhanallah akhirnya beliau menjadi trainner patrap dan sholat khusyu di banyuwangi dan terutama jember. dalam beberapa kesempatan beliau selalu menjadi asisten pak haji slamet…
kepulangannya ke Allah dikarena sakit jantung setelah mengabdi kepada teman seperjalannya Ust Abu sangkan…. beliau lah yang mengurusi ustad abu ketika di rawat di jember, setelah ustad abu sangkan mengalami kecelakaan mobil , setelah pengabdian beliau dan pak abu sudah agak sehat… Pak Abu ke Solo… beliau pun tidak mau kalah, malah beliau mendahului ust abu sangkan dan rekan rekan seperjuannya ke hadirat Allah.
selamat jalan mas jumingan teringat ketika kita bercanda bersama belajar bersama untuk pulang ke Allah dan sekarang benar benar engkau mempraktekan ilmu yang telah kita pelajari bersama yaitu pulang ke Allah. ya Allah saya bersaksi bahwa beliau mas Jumingan adalah orang baik, orang baik dan orang baik…..