Pikiran Negatif Memunculkan Corona ?

Vibrasi merupakan salah satu sunatullah yang berlaku dalam kehidupan kita sejak pertama diciptakan sampai nanti kapanpun. Otak manusia yang memancar dari  jiwa akan menimbulkan efek efek tertentu terhadap alam sekitar. Jiwa yang tidak tenang akan menimbulkan pancaran negatif dan akan membuat alam ini menjadi rusak. Jiwa manusia yang memperturutkan hawa nafsu menimbulkan gejolak gejolak energi dan menimbulkan sebuah keadaan yang akhirnya kembali kepada manusia itu sendiri. Demikian pula dengan jiwa yang tenang karena kepasrahan kepada Allah akan memancarkan gelombang positif yang nantinya akan menimbulkan kebahagiaan ketentraman umat manusia.

ketidak tenangan jiwa itu nampak dari ego ego yang ingin menguasai, mengeksplorasi dan saling menghancurkan. dan ini terjadi secara global internasional. Kekacauan jiwa yang tidak tenang ini menghasilkan energi yang akhirnya memunculkan keseimbangan alam yaitu munculnya virus baru CORONA tentu semua atas ijin Allah SWT .

Corona ini akan selesai jika secara sadar mau menerima virus ini dan menyadari bahwa Allah SWT sedang memperbaiki alam yang sudah di rusak oleh umat manusia  yang banyak berpikir negatif.

Maka dari sisi ini, bukan saya ini orang yang waham, tapi dengan konsep sadar Allah ini dengan konsep sikap menerima dan syukur , jika ini diterapkan kebanyakan kita umat manusia ini akan dapat memperbaiki keadaan.

Dalam islam konsep tolak balak banyak diwujudkan dalam bertasbih dan memuji Allah, itu artinya bahwa kita umat manusia harus banyak menyadari dan menerima alam semesta ini sebegai anugerah dari Allah SWT dan bersyukur atau segala takdir yang telah Allah berikan. Saya punya keyakinan jika kita gunakan sadar Allah kemudian menerima Allah dan berterimakasih kepada Allah maka Wabah Corona ini akan segera berakhir.

saya sangat menyesalkan dibeberapa negara yang baru terbebas dari corona saja sudah menunjukkan kesombongannya misalnya dengan mandi bersama laki perempuan di kolam renang secara bersama sama, nyanyi karaoke dengan minuman keras dan seks, berpesta pesta seolah dia telah mengalahkan Allah dengan corona ini. Kesombongan kesombongan ini kan yang akhirnya memunculkan gelombang yang lebih buruk dari sebelumnya yaitu balas dendam kepada Allah. atau balas dendam dengan virus ini saja itu sudah menimbulkan gelombang negatif yang pada akhirnya vaksin yang ditemukan tidak mempan dengan adanya mutasi mutasi virus yang baru seperti delta bahkan delta plus.

Semenjak perang dunia pertama dan kedua sebenarnya umat manusia sudah mulai membaik, tapi ternyata semakin kesini umat manusia semakin sombong dan congkak maka saat ini setelah perang dunia kedua, Allah memberikan keseimbangan alam yaitu menurunkan virus corona dan tidak tanggung tanggung korban berjatuhan tidak ribuan tapi sudah jutaan manusia dalam waktu satu tahun terakhir ini meninggal .

saat nya sekarang ini kita tiarap, jangan memunculkan kesombongan dan kecongkaan kita dihadapan Allah, banyak banyak bertasbih dan bersyukur sehingga pikiran positif akan terpancar dari  masing masing kita. dan Nanti Allah akan memberikan keseimbangan Alam lagi yaitu dengan menghilangkan wabah ini. Untuk itui saya mengajak terutama kepada sahabat sadar Allah dimanapun berada untuk memancarkan rasa menerima dan syukur kepada Allah.

untuk sementara jangan bersenang senang, bertamasya, piknik piknik yang tidak ada manfaatnya lebih banyak gunakan untuk bersyukur kepada Allah dengan banyak memuji Allah SWT. Lebih banyak di rumah dengan banyak memuji Allah luaskan kesadaran sampai alam tak terbatas . berikut video dan latihan yang bisa anda ikuti https://youtu.be/4Yhyat7UTkM?t=1142

Covid 19 dan kerusakan di muka bumi adalah ulah manusia

bicara kerusakan di muka bumi sempat di sampaikan malaikat ketika Allah pada awal menciptakan nabi Adam sebagai manusia pertama di bumi. Kerusakan di muka bumi dalam peristiwa tersebut dibenarkan Allah atas apa yang di sampaikan malaikat. Berarti manusia atau sebagaian manusia melakukan kerusakan kerusakan yang berakibat kepada kerugian pada manusia itu sendiri.

Kerusakan di muka bumi pernah di alami secara dahsyat ketika perang dunia baik perang dunia 1 atau kedua, ribuan atau bahkan jutaan manusia meninggal karena perang tersebut. Perang antara negara negara besar dengan peralatan yang saat itu dianggap super canggih yang tidak bisa di duga manusia lainnya. Seperti bom atom yang tidak disangka oleh jepang yang menewaskan ribuan rakyat jepang saat itu. dan konon katanya teori bom atom itu karya einstein…. yang ternyata masih ada teori penghancuran manusia dengan teorinya Tesla, tapi konon katanya america memilih teorinya einstein untuk menghancurkan jepang sebagai balas dendamnya pada perang bunuh diri di pelabuhan harbour.

Baik, saat ini kita sedang menghadapi perang covid 19, yang awalnya itu hanya antara negara amerika dan china. China menuduh amerka menyebarkan virus di wuhan melalui acara kompetisi olahraga yang diikuti oleh amerika, mungkin ini dipahami china sebagai serangan terhadap china dan kemudian china pun mengolah virus tersebut agar cocok untuk menyerang amerika, dan hasilnya sungguh diluar dugaan amerika bahwa banyak sekali rakyat amerika yang meninggal karena virus ini.  Sempat menyerang presiden amerika waktu itu adalah Trump tapi mungkin secara intelijen tingkat tinggi, ternyata trump sebenarnya sudah punya penawar virus ini tapi sangat terbatas sekali hanya khusus untuk trump.  tulisan saya ini jauh dari bukti bukti kebenaran hanya perkiraan saya saja yang sangat bisa salah. Namun kalaupun benar berarti kita sedang berada pada perang dunia ke 3 dalam bentuk perang senjata biologis. yang sudah di tembakkan satu tahun lebih dan sekarang sekali tembak atau beberapa tembakan itu peluru bisa berkembang biak dan menyasar kemana mana tidak peduli siapa yang jadi korban.

Bagi saya terlepas dari tulisan saya diatas benar atau salah, virus sudah ada di sekitar kampung kita sudah ada di sekitar kota kita, tidak ada kata lain kecuali waspada. Anggap sajalah sekarang ini musuh tak terlihat sedang mengadakan operasi siang malam, kita harus bahwa baju anti peluru, tidak perlu pergi keluar yang jauh jauh kalau memang tidak perlu, rajin rajin untuk membersihkan diri siapa tahu baju atau tubuh kita sudah ketempelan peluru yang sudah berkembang biak tadi.

Keadaan seperti ini seperti perang, mungkin kita tidak bebas lagi, mungkin kita agak kekurangan kebutuhan kita, tapi kalau kita tetap tidak menyadari hal ini dan melanggar maka resiko lebih besar akan menghadang kita. Anda mungkin takut setelah membaca tulisan saya ini. saya kira takut anda adalah alarm pertama anda untuk berhati hati. Rasa takut tidak selalu negatif, tapi rasa takut bisa menjadi pertanda bahwa kita harus hati hati dan mulai merubah periaku kita agar tetap aman dan selamat.

secara agama, saya kira ini sudah bukan wabah lagi karena bisa sampai tahunan saya kira ini adalah hasil ulah manusia yang merusak bumi. Kalau ini pandemi atau wabah tidak akan selama ini karena Allah menciptakan kita manusia ini dengan sistem pengaman tubuh (sistem imun)  yang akan beradaptasi dengan virus yang muncul. jadi kalau sampai tubuh kita tidak mampu menghadapi hal ini berarti itu ulah manusia yang memang sengaja merusak muka bumi ini. Satu satunya cara untuk tetap aman dalam situasi semacam ini adalah selalu percaya dengan pertolongan Allah. Kita tidak tahu musuh yang harus kita bunuh atau virus yang tidak nampak ini yang ternyata bisa menyerang secara tak terduga. Keadaan seperti ini tidak akan kita membuat kita cemas atau takut kalau kita sadar Allah dan percaya dengan pertolongan Allah. yang penting adalah ikuti sunatullah dalam keadaan covid 19  ini dan tetap percaya dengan pertolongan Allah, setelah itu pasrahkan kepada Allah mau terserang atau tidak, mau bisa bertahan tetap hidup atau kita terkena dan kembali kepada Allah.

Terjadinya gangguan jiwa orang belajar makrifat

Ketika kita akan belajar aliran makrifat, aliran  tasawuf ada beberapa dari kita yang takut gila, atau takut terkena gangguan jiwa, atau takut jadi malas kerja dan tidak produktif lagi. Ketakutan ini menimbulkan keengganan untuk belajar makrifat, apalagi yang masih mudah dan masih aktif bekerja.  Pengajian pengajian makrifat di majlis majlis ilmu nyaris di hadiri mayoritas orang-orang tua. Banyak yang sudah pensiunan menjelang usia 50 60 baru tertarik belajar makrifat. Ada juga yang melarang belajar makrifat di usia muda katanya bahaya bisa gila atau menganggap bahwa belajar makrifat khusus orang orang tua yang sudah mau mati.

Beragam pendapat negatif tentang belajar makrifat. Baiklah , tulisan ini akan menguraikan orang belajar makrifat kenapa bisa terganggu jiwanya. Ini sangat mungkin sekali. Sebab belajar makrifat ini adalah belajar menata ulang bagian terdalam dari diri jika salah maka akan terjadi ketidak sinkronan dalam diri manusia. Terjadinya eror itu jika dalam belajar makrifat tujuannya tidak ke Allah, ini kalau sampai mendalam dan jauh tersesat maka orang akan menjadi terhalusinasi dengan alam pikiran alam pikiran sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam bermakrifat. Misalnya tujuan bermakrifat untuk sakti maka dia akan terhalusinasi dengan ketemu dengan orang bersurban padahal itu halusinai yang di timbulkan oleh syetan masuk ke alam bawah sadarnya.

terjadinya gangguan jiwa ini dalam hal tertentu dia memang orang wajar, tapi ketika dia terbawa alam bawah sadarnya maka dia akan menjadi orang yang terganggu jiwanya, misalnya dengan meracau, bicara sendiri atau dia seperti ada yang mengendalikan atau dia kemasukan yang katanya seorang waliyullah (padahal ya tidak mungkin).

orang yang belajar makrifat yang terlalu mengharapkan sensasi sensasi juga rawan stress , karena kadang dia mengharapkan bahwa setelah belajar makrifat dia akan bisa ini dan itu secara ghoib tapi ini tidak bisa dan tidak bisa, akhirnya pikiranya kecewa stress.

Ada juga yang belajar tapi mendapatkan pelajaran yang salah, misalnya bekerja itu adalah mengejar duniawi padahal duniawi itu sebentar dan sibuk bekerja bisa masuk neraka… pelajaran seperti ini sangat marak di dunia tasawuf, si guru tidak mampu mencari benang merah antara bekerja dan akhirat sehingga dikiranya bekerja itu dunia = neraka, wirid ribuan itu akhirat = surga. Pemisahan ini tentunya menjadi murid akan malas bekerja dan tidak ada daya bertarung di masyarakat. Ironisnya lagi, gurunya memamerka dirinya bahwa dirinya tidak bekerja tapi duit datang sendiri (dari amlop, sumbangan, sedekah, infak dari jamaahnya), ya kalau gurunya dapat amplop dari jamaah  yang bekerja banting tulang, lha kalau muridnya ikutan gurunya apa tidak kacau.  Pelajaran tasawuf seperti ini menyebabkan rusaknya kejiwaan seseorang dan perekonomiannya.

Belajar tasawuf untuk mencapai maqom tajrid, yaitu maqom yang katanya tidak bekerja rejeki datang sendiri…. ini menjadi tujuan orang bertasawuf dan belajar makrifat. “saya tidak perlu lagi bekerja cukup dzikir shalawat saja nanti uang akan datang sendiri”. Pemahaman seperti ini jelas salah dan sesat dan menyebabkan terjadinya gangguan psikis.

Pada intinya belajar tasawuf itu harus sinkron antara perilaku, sikap dan kesadaran. Kalau bekerjanya dia sebagai pedagang, sesuai dengan sikap nya berketuhanan dan keasdarannya akan Allah maka dia akan sehat dan belajar tasawuf atau makrifat akan menjadi kekuatan bagi dirinya.