Hanya Allah yang dapat menolong bukan ibadah kita

banyak di masyarakat muslim yang meyakini bahwa dzikirnyalah yang dapat mendantangkan kebaikan khasiat dan fadhilah. Bahkan ada yang baca shalawat dengan tujuan tujuan khusus untuk ini dan itu. Tentunya ini menjadi keprihatinan kita karena hal ini tidak saja menjadikan sikap menyekutukan Allah dengan dzikir dengan shalawat dan dengan amal ibadah yang lain. Terlepas ini kepandaian syetan dalam menjerumuskan manusia ke lembah kesyirikan yang pasti bahwa manusia sudah melakukan dosa besar yaitu menyukutukan Allah dengan amal ibadah.

Pada surat al fatihah sudah sangat dijelaskan bahwa ada pemisahan yang sangat jelas antara ibadah dan meminta, iyyakana budu terpisah dengan iyya kanastain. kesyirikan umat islam adalah mencampuradukkan antara ibadah dan permintaan, sehingga tereduksi menjadi dengan baca ayat ini aku akan bisa ini, dengan shalwat ini  rejeki saya lancar… dan lainnya. Seharusnya jangan sampai mencapur adukkan antara ibadah dan tujuan selain Allah. Kalau ibadah ya ke Allah, baru setelah selesai ibadah , boleh minta tapi harus dipisah artinya waktunya bisa terpisah antara ibadah dan minta.

meski dengan shalawat saja, minus Allah, artinya meyakini shalawat bisa menndatangkan rejeki tanpa melibatkan Allah, bisa membuat rejeki lancar. it’s Ok …ini benar dan nyata, tapi meyakini yang memberikan rejeki adalah berkat shalawat dan bukan Allah adalah kesyirikan nyata. Kalau kita tidak introspkesi dengan hal ini maka selamanya kita akan berada di lembah kesyirikan dan ibadah selamanya tidak akan bisa menolong.

maka luruskan jiwa kita kepada Allah, dalam ibadah kita dalam shalawat kita jangan sampai ada tujuan apapun selain ke Allah, setelah ibadah selesai barulah kita minta sesuai hajat kita.

 

 

jangan pedulikan jin, khadam termasuk juga malaikat

makhluk ghoib wajin kita yakini keberandaannya tapi jangan kemudian kita ajak komunikasi kita ajak untuk menyelesaikan tugas tugas kita, kita minta bantuan dan lainnya. Kalau mereka membantu ya biarkan mereka membantu kita berterimakasih tapi jangan sampai kita minta tolong terlebih minta bantuan. Untuk yang masalah ghoib yang wajib kita mintai tolong adalah Allah swt bukan yang lain.banyak dari kita yang meminta tolong kepada malaikat ini dan itu, ya mungkin gengsi kalau harus minta tolong kepada jin ya ini termasuk menyekutukan Allah SWT, bentuk menyekutukan ini sangat di larang dalam islam. Bahkan kita juga tidak boleh minta tolong kepada orang yang sudah meninggal. Lha kita minta tolong kepada malaikat saja termasuk syirik ini minta tolong kepada orang yang sudah meninggal. Sekalipun yang sudah meninggal itu adalah seorang wali qutub kita tetap tidak boleh meminta tolong kepadanya.

minta tolong ya kepada Allah, tidak kepada yang lain. ketika kita sudah ada kebergantungan dengan mahluk maka kita sudah tersesat, dan ini dosanya besar dan jika tidak mohon ampun kepada Allah dan taubat maka dosa itu tidak akan dapat diampuni.

kalau diri kita sudah ada malaikat yang menyertai kita kalau diri kita sudah ada jin yang menemani kita yang berupa khadam ya biarkan saja , biarka saya mereka menjalankan tugasnya untuk kita tapi jangan sekali sekali kita minta tolong kepadanya. maka abaikan saja atau tidak perlu kita pedulikan. Nah termasuk juga yang sedukur papat  limo pancer, ini juga harus kita abaikan tidak perlu kita sebut sebut apalagi diminta tolong, biasanya sedulut papat limo pancer itu tradisi jawa. Hal ini kita abaikan saja. sekali lagi minta ya sama Allah.

kalau kita benar benar mau mendapatkan pertolongan allah kalau kita mau mendapatkan kemulyaan atau karomah dari  Allah maka perbuatan syirik ini harus kita tinggalkan dan kita ganti dengan Allah. Kita tidak bisa menggunakan dua duanya misalnya minta jin juga minta ALlah, minta kepada malaikat juga minta kepada Allah, minta kepada orang yang soleh yangsudah meninggal juga minta kepada Allah. Kita harus lurus ke Allah dan meniadakan semuanya, dan saya kira anda pun sudah paham tentang makna laa ilaha ilallah yaitu tidak ada tuhan selain Alllah, artinya bahwa kita harus meniadakan sunan sunan, meniadakan wali -wali,meniadakan guru guru mursyid apalagi hanya malaikat atau berupa jin.

Orang yang sudah lekat dengan jin malaikat dan sering minta tolong kepada yang sudah meninggal agak berat juga untuk meninggalkan kebiasaan ini, padahal jelas bahwa Allah lah yang patut kita minta tolong tapi kenapa masih minta yang lain. ya silahkan semuanya kembali kepada diri kita masing masing mau menggunakan Allah sebagai Dzat yang tidak mau disekutukan atau masih mau menyekutukan Allah.

tanda tanda syirik

tanda yang paling jelas adalah tidak berani mengatakan bahwa sesuatu itu dari Allah. Misalnya dia lebih senang dengan istilah pencerahan dari pada mengatakan dapat ilham dari Allah. Kelihatannya sederhana dan tidak salah, tapi ini mencerminkan syirik yang ada pada dirinya. bagaimana tidak syirik Allah di duakan dengan yang lain yaitu dengan dirinya sendiri. Mengakui atau mengatakan bahwa saya mendapat pencerahan adalah membandingkan atau menyekutukan Allah dengan dirinya. sadar atau tidak sadar, syirik jelas atau syirik tidak jelas , syirik tipis atau syirik halus, itu tetap namanya syirik. Sehalus apapun syirik tetaplah syirik.

Cerminan syirik ada pada kata yang diucapkan dan keengganan untuk mengatakan bahwa ini dari Allah, ilham ini dari Allah.

Tidak perlu mengelak akui saja dan iyakan kemudian rubah tata kata ini. Sebelum terlanjur sebelum menjadi sesuatu yang biasa. Mari kita benar benar jujur dengan keimanan kita kepada Allah, benar benar jujur dengan syahadat yang sudah kita ikrarkan bahwa kita hanya mengakui Allah sebagai Tuhan tunggal dan kita tidak akan menyukutakannya. Serta Muhammad adalah utusan Nya. Tidak perlu malu untuk mengatakan bahwa saya mendapat petunjuk dari Allah, sekali lagi kalau anda malu berarti dalam hati anda masih ada kerguan akan Allah dan itu tandanya kesyirikan  masih ada dalam dada. Dan kita tahu bahwa syirik adalah dosa yang sangat besar, lebih besar dari zina dan dosa yang lain.

Kenapa syirik dosa besar ya karena kita telah menghina Allah dengan bandingan yang lain, dengan bandingan yang tidak layak untuk dibandingkan. Jangan dulu bicara fiqh jangan dulu bicara dalil ini dan itu jangan bicara ayat ini dan itu coba lihat dulu dalam diri jika ada kesyirikan ini maka semua tidak akan berguna.

benar saja kata Gus Dur dalam syiir tanpa waton nya, bahwa kafire dewe nggak di gatekke, artinya kekafiran , kesyirikan dirinya tidak diperhatikan. Kita evaluasi diri kita masing masing , kita evaluasi diri kita masihkah kita malu berkata bahwa ” ini dari Allah” ” saya mendapatkan petunjuk dari Allah”, saya mendapatkn perintah dari Allah”

semoga kita dipahamkan akan hal ini , amin

jangan mempersekutukan Allah dengan Rasulullah

anda pasti kaget dengan judul tulisans saya ini, tidak perlu kaget karena memang demikianlah Rasulullah diperintahkan Allah untuk tidak menyekutukan Allah dengan apapun termasuk dengan Rasulullah. Saya tidak akan menyebutkan bagaimana bentuk menyekutukan Allah dengan Rasulullah ini karena nanti pasti akan menimbulkan “sakit hati” karena merasa tersinggung dengan contoh yang saya berikan. Cukup dengan koreksi diri masing masing saja apakah kita masih menyekutukan Allah dengan Rasulullah.

perintah Allah kepada Rasulullah agar tidak menyekutukan dengan apapun terdapat di Surat Ali Imran ayat 64 ali imran 64

nah dari ayat ini sangat jelas bahwa perintah Allah adalah menyembah hanya kepada Allah bukan kepada yang lain termasuk Rasulullah. dan tidak mempersekutukan Allah dengan apapun termasuk Rasulullah,

kalau mempersekutukan Allah dengan Rasulullah maka sama saja kita melanggar perintah Allah dan Rasulullah. Sebab Rasulullah juga tidak memperintahkan kita untuk menjadikan Diri Beliau sebagai sekutu bagi Allah.

untuk melihat apakah kita menyukutukan Allah dengan Rasulullah dapat kita lihat hati kita, apakah kita memuji Rasulullah melebihi memuji kita kepada Allah, apakah kita memohon syafaat Rasulullah dari pada memohon syafaat kepada Allah, apakah kita lebih meminta selamat kepada Rasulullah dari pada kepada Allah, apakah kita lebih mencintai Rasulullah dari pada Allah SWT. nah coba kita lihat diri kita masing masing. Jika memang ada segera bertaubat dan luruskan kembali tauhid kita hanya kepada Allah SWT. Semoga Allah menjaga iman kita amin

Memelihara jin

Jin bukan benda, dia ada di alam Ghoib, yang namanya ghoib berarti ada di sistem keyakinan kita. kalau kita yakin ada ya ada kalau kita yakin tidak ada ya tidak ada. Keyakinan bahwa jin itu ada dengan memelihara maka berarti seseorang tersebut memeliharanya bukan di alam nyata tapi di alam keyakinan.

berarti kalau memelihara caranya dengan menjaga keyakinan agar tetap yakin bahwa jin itu ada. Kontek memelihara berarti ada suatu maksud tertentu terjadap jin tersebut atau sistem keyakinan terhadap jin tersebut. misalnya memelihara jin untuk kebal maka dan pasti orang tersebut akan mengamalkan atau berbuat sesuatu yang dapat lebih meyakinkan tentang keberadaan jin dan fungsi jin tersebut dalam alam  pikirannya.

bisanya lagi untuk memperkuat keyakinan tidak sedikit yang mengorbankan diri, yang berupa ritual yang menyiksa atau dengan jumlah mahar yang tinggi. masih ditambah dengan bacaan bacaan harian yang jumlahnya juga lumayan banyak.

dengan penderitaan dan pengorbanan inilah sistem keyakinan bawah sadar (keyakinan tentang jin) terbentuk. Secara nalar jin atau nama jin hanya sebagai anchor saja untuk mengaitkan dengan kekuatan bawah sadar. Anchor bisa macam macam bentuknya ada yang akik juga dan lain sebagainya.

memelihara jin kadang juga menggunakan sesaji sesaji seperti yang banyak terjadi di budaya budaya tradisional. sesaji itu adalah dalam rangkap mempertahankan sistem keyakinan alam bawah sadar. Bahkan di beberapa tempat seperti Bali wujud jin di visualisasikan agar lebih memantabkan sistem keyakinan bawah sadar tentang kekuatan “jin”.

sebagai muslim perlu kita bersihkan kekuatan kekuatan jin dalam alam pikiran bawah sadar kita, biarkan dia ada tapi tidak perlu pelihara, biarkan dia ada tidak perlu kita beri sesaji, tidak perlu kita buat ritual atau kita beri “makan” baik dengan makanan riil atau dengan bacaan bacaan tertentu. Tidak perlu juta kita visualisasikan dengan bentuk yang sesuai dengan alam pikiran kita sebab itu akan semakin memperkuat jin dalam pikiran kita dan pada akhirnya akan membuat kita menjadi MUSYRIK.Jin itu tidak nyata dia ada hanya ada

Allah bukan Nama ; syirik fii asma

kita mengenal Allah dalam 3 hal yaitu sifat, afal (perbuatan) dan Dzat. Ketiga tiganya tidak terpisah misalnya sifatnya di sini tapi Dzat di atas. Sifat di bawah arsy tapi Dzat di atas arsy atau definisi definisi lain yang mengisyaratkan keterpisahan ketiganya.

dalam kita berdzikir arah kita adalah pada ketiga tiganya menjadi satu padu, tidak menghadap salah satu saja. karena memang Allah adalah satu kesatuan dengan sifat, dzat dan afal nya.

nah disini yang akan saya bahas adalah bahwa Allah adalah bukan nama. Seringkali orang berdzikir dengan menggunakan nama nama Allah tapi hanya sebatas nama, tidak mengarah kepada Dzat yang meliputi sifat dan afalnya. kalau kita berdzikir hanya nama maka saja kita ini sedang syirik, syirik dengan nama Allah. jadi syitik fii asma adalah berdzikir dengan hanya menyebut nama tanpa ada kesadaran sedang menyadari siapa kita. keadaan ini tentunya bahaya yang harus segera mendapat perbaikan dalam kita berdzikir. jangan sampai kita menduakan Allah dengan nama-Nya. Ingat bahwa Allah bukanlah nama, Allah adalah Allah Dzat yang diliputi sifat dan perbuatannya.

baik sekarang mari kita cermati dan evaluasi diri kita masing masing terutama saya pribadi, masihkan kita syirik fii asma? jika ya mari kita sama sama istighfar dan memohon petunjuk kepada Allah agar kita dilindungi dari syirik ini.

 

patrap di tempat angker, dapat menghapus kesyirikan

banyak orang ingin menghilangkan kemusyrikan atau kesyirikan di tempatnya, tapi banyak yang dengan cara kekerasan. maka seringkali menimbulkan konflik dan anti pati kepada kita orang islam.
ada cara halus yang sangat efektif, yaitu patrap ke Allah dengan duduk diam di tempat angker. mungkin jin nya akan marah… ya ndak apa apa silahkan saja jin nya marah… yang penting kita ihlas karena Allah.. pasti kita menang. tidak pakai insya ALlah pasti menang.

lebih sakti mana orang beriman atau dukun?

sebuah pertanyaan yang harus dijawab ! kalau secara teori jelas orang beriman, tapi secara kenyataan dukun yang lebih sakti. dukun bisa menyembuhkan orang sakit, bisa kebal, bisa menebukan barang yang hilang, bisa menyembuhkan orang sakit jiwa, bisa meramal.. dan ternyata banyak kemampuannya. sedangkan orang yang mengaku beriman kadang hanya bisa mengeluarkan dalil dari quran dan hadis tanpa memiliki kekuatan iman untuk menyembuhkan, untuk meramal, untuk menolak santet, untuk kebal dan lain sebagainya.

kalau nalar logis kalau dukun mengandalkan jin bisa ini dan itu, kenapa orang beriman yang mengaku beriman mengandalkan Allah tidak bisa ini dan itu. maka bagaimana kita mau mengajak masyarakat untuk beriman kepada Allah sedangkan dukun lebih hebat dari pada orang yang mengaku beriman,berislam….?

iman harus ada buktinya, buktinya apa, ya kita harus membuktikan bahwa Allah sang perkasa untuk memohon kekebalan, sang pemberi ilham untuk meramal, Sang penyembuh untuk menyembuhkan, dan lain lain. jika kita berhadapan dengan seorang dukun kemudian dukun tersebut mengajak kita untuk beradu kesaktian, kira kira kita berani apa tidak?! misalnya dukun menyantet kita kemudian kita mengggunakan kesaktian kita untuk menangkal santet  terebut dengan keimanan kita, kira kira kita berani apa tidak?!

kalau kita ingin menghilangkan kesyirikan, khurafat dan hal hal yang demikian di masyarakat maka kita harus lebih sakti dari pada dukun, paranormal atau sejenisnya. jangan hanya berani ngomong di depan podiom mereka sesat, mereka masuk nearaka, mereka musyrik…. tanpa ada bukti sejauhmana kekuatan keimanan kita kepada Allah.

perbedaan "pahala" dan "pahala dari Allah"

orang menjalanankan ibadah ada yang mengharapkan pahala dari Allah dan ada yang berhenti mencari pahala (dari nya tidak jelas dari mana). hati hati dengan 2 jenis kalimat diatas : pahala dan pahala dari Allah. ibadah kita bisa mengandung kesyirikan ketika kita berhenti pada PAHALA tidak berakhir pada Allah. untuk menyelamatkan agar tidak terjadi kesyirikan maka tambahkanlah dengan DARI ALLAH.
orang mungkin mengira kalau dua kalimat di atas adalah sama, tidak, kalimat itu sangat berbeda maknanya, dan ini mempengaruhi sistem pikiran kita. disinilah dari sisi bahasa kita harus mulai membenahi agar tidak terjerumus pada kesyirikan yang berakibat fatal terhadap sistem keyakinan kita kepada ALlah

terhijab oleh syariat, sholatnya orang syirik

sekarang ini banyak umat islam yang terhijab oleh agamanya sendiri, tujuan agama ini di adakan adalah agar menusia bisa bersilatun berkomunikasi dan kembali kepada Allah.. tapi kebanyakan mereka terjebak pada agama itu sendiri sehingga tujuan akhir yaitu kembali kepada Allah tidak tercapai.
banyak sekali kita terhalangi oleh yang bukan Allah, misalnya kita sholat bukan karena menjalankan perintah Allah namun karena perintah agama (ingat agama bukan Allah), kita puasa untuk mencari pahala dan dan takut dosa bukan takut kepada Allah.
Allah sudah banyak tertutupi oleh hal hal yang bersifat agama … pikiran kita selalu mengatakan bahwa kalau kita menjalankan syariat berarti menjalankan perintah Allah … lain .. sangat lain.. bahwa syariat bukanlah Allah dan ALlah bukanlah syariat.. disinilah kita sering disesatkan oleh syetan. hati hatilah dengan pikiran karena salah sedikit saja kita berpikir maka kita akan tersesat, seperti diatas sedikit saja kita berbelok arah bukan Allah maka selamanya akan tersesat.
contoh konkrit .. banyak orang yang sholat tidak khusyu kenapa karena sholat mencari syurga, karena sholatnya takut neraka, karena sholatnya mencari ketenangan… dan lain sebagainya… sholat yang begini ini tidak mungkin mendapat khusyu.. karena sholatnya tidak ihlas.. sholat nya tidak karena Allah.. lebih keras lagi, kita menyembah berhala (sesuatu yang bukan Allah) … berat rasanya saya mengatakan… SHOLATNYA ORANG YANG SYIRIK…

inilah dasar kekhusyuan dalam sholat yang harus kita tanamkan bahwa sholat kita adalah lillah.. bukan karena surga, bukan neraka, bukan pahala dan yang lainnya.
kesadaran tauhid yang lurus inilah yang harus kita jaga .. ingat virus paling mematikan adalah virus kesyirikan… menyerangnya sangat halus sekali… virus ini sering menggunakan istilah istilah agama yang berupa surga, neraka, syariat dan lain sebagainya untuk merusak sistem keimanan kita… maka mari mulai saat ini kita jaga betul keimanan kita dengan menghapus berhala berhala agama untuk lurus ke Allah….

kita menjalankan syariat Nabi SAW bukan karena Nabi, bukan karena Agama, bukan karena syariat, bukan karena surga dan neraka tapi karena Allah. ingat juga, semua tergantung niat kita jika kita niat bukan karena Allah maka kita akan terhenti yang bukan Allah, jika kita berniat karena Allah maka ibadah kita akan sampai ke Allah.