islam radikal karena agama minus spiritual

kasus kasus radikalisme dari mulai sedikit sedikit bidah, sampai bom bun uh diri dan membunuh orang lain, disebabkan karena pamahaman agama yang di jalankan tanpa nilai spiritual. Agama yang dijalankan hanya sebatas syariat saja. Syariat itu kering karena di dalam syariat hanya ada dua 1. salah dan yang ke 2 . benar. ya bagaimana hati mau hidup kalau dalam dirinya hanya ada dua salah benar -salah benar.

secara psikologis orang tidak akan mau dikatakan salah pasti benar. Nah ini menjadi satu komoditas bagi musuh musuh islam dimana mereka bisa dipermainkan untuk menyalahkan orang lain. Dengan porsi tinggi menyalahkan orang lain berarti dia bisa bergerak untuk bertindak agresif dengan dalih agama. Agresif itu bisa untuk dirinya sendiri dengan bom bunuh diri dan bisa ditujukan orang lain yaitu dengan mengebom orang lain. rekayasa agresifitas ini oleh orang yang tidak senang dengan islam nyata nyata ada, hal ini bisa kita lihat dari kasus kasus terorisme dimana tidak pernah ditemukan dari mana dananya… sponsornya… berarti ini memang konspirasi penjatuhan islam.

kalau agama itu dibekali dengan muatan muatan spiritual maka orang akan sadar bahwa kebencian apapun alasannya tidak baik, sehingga tidak terpancing tidak terpengaruh untuk mengikuti jaringan teroris, dan lain sebagainya. Orang yang beragama dengan plus spiritual akan lebih fokus kepada arah keTuhanan bukan kepada kebencian. untuk berspiritual dalam beragama cukup mudah dan simpel yaitu dalam setiap ibadah kita masukkan kesadaran kita akan Allah.

ketika kita shalat misalnya diiringi dengan sadar Allah maka kita akan menemukan suatu pelajaran pelajaran dari Allah yang dapat membawa hidup kita lebih baik, kebencian akan hilang dan keinginan untuk menyalahkan orang lain akan reda, karena dalam shalat yang diiringi dengan sadar Allah akan menghilangkan egoisme.

 

masalah pemakaman jasad teroris di solo

sedih juga melihat jasad sesama muslim tidak diterima oleh warga masyarakat yang nota bene muslim juga. kalau masalah seseorang berbuat dosa apa ya mereka yang melarang penguburan itu juga tidak pernah berbuat dosa… ya biarlah Allah yang akan mengadili…..
sedikit penejelasan tentang hakikat kematian, sehingga kita lebih bijaksana dalam mensikapinya, ketika seseorang mati maka jasad ruh dan jiwa sudah berpisah… 2 unsur manusia yang tidak pernah berbuat dosa 1 jasad dan 2 Ruh… yang berbuat dosa adalah Jiwa atau nafs. seharusnya mereka warga solo yang menolak penguburan tersebut yang ditolak bukan jasadnya tapi Nafs nya. jasad hanya dipakai alat oleh nafs untuk berbuat terorisme … maka sikap warga yang menolak penguburan itu seharusnya menerima jasad dan mendoakan nafs nya.
hukum di dunia sudah di jalani oleh mereka yaitu di tembak mati sekarang saatnya kita mendoakannya…. semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Allah semesta Alam.

patrap nya amrozi dkk

Ketika kami bersama ust abu sangkan ngobrol ngobrol dengan dedengkot laskar islam solo, ketika itu kita membicarakan masalah amrozi cs pada saat mereka akan ditembak mati. Ada kejadian aneh yang terjadi pada saat penembakan mati salah satunya adalah ketakutan dari penembak yang gemetar saat akan menembak amrosi dann kawan kawan, sehingga para penembak tersebut harus diganti dengan penembak yang lain. Kejadian yang mengagumkan lagi ternyata setelah penembakan mulut imam samudra terus menerus mengucap kata kata tauhid “ Allah…Allah…Allah…Allah…..” laskar tersebut menceritakan yang paling kuat adalah Imam Samudra… sebelum penembakan amrozi tidak bersedia di tutup kepalanya dan mulutnya terus berdzikir Allah Allah allah….
Menurut saya inilah patrap sebenar benar patrap seperti apa yang dicontohkan oleh amrozi dan kawan kawan… tidak banyak teori, tidak banyak penjelasan, tujuannya jelas ALLAH…pulang ke allah, kembali ke allah. Allah benar benar disebut sebagai tempat kembali. Tidak ada patrap 1, 2 ataupun 3 namun langsung ke allah.
Jadi kalau orang masih bingung bingung dengan patrap lihat saja amrozi dan kawan kawan ketika akan ditembak mati.
Kita patrap kurang serius karena tidak di depan regu tembak, coba kita bayangkan kita diri kita akan mati di depan regu tembak kemudian kita patrap, rasanya pasti berbeda… ada kesungguhan, ada keseriusan, dan sikap pulang benar benar ke allah.
Untuk saudaraku mari kita belajar patrap melalui amrozi dan kawan kawan, lihat keihlasan, keberaniannya untuk pulang ke allah.