Al Quran itu wahyu bukan tulisan

kita memahami al quran harus sampai pada wahyu dari Allah untuk kita, dari ayat al quran yang kita baca, atau dari tulisan al quran yang kita baca. Wahyu adalah apa apa yang ada disebalik tulisan al quran, kemampuan membaca wahyu ini kita sebut orangnya dengan sebutan orang yang waskito. Jadi kita harus belajar bagaimana menjadi orang yang waskito.

sudah banyak tempat belajar al quran, tempat membaguskan bacaan tempat belajar tafsir al quran, bahkan sekaran tempat menghafal al quran menjamur di mana mana, namun tempat khusus yang mengajarkan bagaimana membaca wahyu di al quran belum ada.

Kami memberanikan diri di bawah yayasan solo spirit islam yang bertempat di padepokan patrap membuka kursus bagaimana membaca wahyu al quran dalam setiap tulisan al quran yang kita baca. kursus ini kami buka secara offline tiap hari kamis malam selepas isyak sampai jam 20.30.  Untuk masa pandemi ini, kedatangan kami batasi hanya  untuk yang berkendaraan pribadi dengan tidak lebih dari 5 orang.

untuk secara on line, minimal 15 orang dalam satu kelas atau group. Kelas online dapat menggunakan google meet atau WA melalui video call

Memahami Quran metode waskito ketemu an najm ayat 51-54

sejenak terhenyak dengan ayat yang Allah tunjukkan kepada saya , saat sore ini selepas magrib Allah menunjukkan surat an najm ayat 51-54. Merinding kalau mengulang isi ayat ini, ya Allah. entah kenapa ayat ini mengarahkan saya kepada keadaan Corona yang saat ini sedang melanda. Terutama melanda kepada salah satu negara yang sangat kuat, negara yang sangat hebat negara yang menguasai dunia. Setiap hari kematian melanda lebih dari 1000 perhari, dan anehnya mereka tetap dengan sikapnya menyalahkan negara lain, membikin permusuhan dengan negara lain alih alih mengurusi rakyatnya yang setiap hari meninggal tidak kira banyaknya. rakyatnya sebagian menunjukkan seolah mereka menentang Tuhan, menentang sunatullah yang sudah ditetapkan oleh Allah, dengan mandi bersama orang banyak tanpa pelindung diri, bahkan pimpinannya dengan gaya tidak akan tertular, tidak memakai masker seolah ayo lawan Tuhan yang menciptakan korona dengan berperilaku yang melawan sunatullahNya.

saya terus amati ayat an najm 51-54 kadang tak tega untuk terus mencermati, karena aliran pemahaman selalu mengarah kepada suatu negara yang katanya super power dan tidak terkalahkan dengan apapun. tapi saat ini sedang dalam proses pembinasaan … (astaghfirullah….)

dan saat ini Allah tunjukkan kehendakNya, bahwa …. seperti yang Allah sebutkan di surat an najm 51-54.

di surat an najm ayat paling akhir yaitu ayat 62 , saya berbahagia Allah memberikan suatu solusi untuk kita umat manusia dalam menghadapi masalah dunia saat ini, yaitu dengan bersujud denga menyembahnya. Makna bersujud berarti kita harus merendahkan diri di hadapan Allah, tidak congkak, tidak jumawa, tidak sombong dan menyembahnya artinya kita menghamba kepada Allah patuh dengan segala aturan yang sudah Allah tetapkan kepada kita.

dari memahami al quran dengan metode waskito ini, pada ayat terakhir surat an najm untuk dapat terhindar dari azab Allah berupa korona dan penghancuran suatu kaum suatu negara atau bangsa , maka kita harus cepat cepat bersujud merendahkan diri di hadapan Allah. kita perbanyak membaca tasbih kita grounding di hadapan Allah. dan kita patuhi segala perintah Allah dengan sikap menghamba. Semoga peringatan Allah dalam al qomar ini dapat kita jalankan sekarang juga agar umat manusia terselamatkan dari kemurkaan Allah.