Untuk apa mencari ketenangan jiwa kalau tidak sadar Allah

Banyak yang menawarkan ketenangan jiwa, mencapai keadaan damai tenang… bisa menerima segala sesuatu, bisa bersyukur dengan segala hal yang ada, untuk apa itu semua kalau tidak sadar Allah. Tipuan dan perdaya syetan dengan tenang damai … seolah ini titik puncak kehidupan yang harus dicapai manusia, seolah ini tujuan hidup manusia yaitu damai dan tenang. Syetan memberikan keadaan yang seolah olah baik tapi sekali lagi Allah tidak menciptakan manusia untuk tenang, damai dan sehenisnya tanpa ada kesadaran akan Allah dan kepatuhan dengan apa yang di ajarkan Rasulullah SAW.

Bagaimana kita bisa tenang kalau kita masih harus menjadi khalifah yaitu menjadi wakilnya Allah di muka bumi ini, bagaimana kita bisa menjadi tenang kalau kita masih harus shalat 5 waktu, puasa, .zakat, haji, sedakah. bagaimana kita bisa tenang kalau kita harus setiap saat harus sadar Allah.

Ada ajaran suatu agama atau aliran kepercayaan yang mengajarkan hanya tenang dan dama, tapi ingat itu bukan di islam. islam mengajarkan kita untuk selalu sadar Allah dan amanah dalam hidup. Islam mengajarkan kita untuk selalu bergerak mengikuti perubahan dan garis garis yang sudah ditetapkan di quran dan hadis.

kita boleh tenang tapi ingat tenang kita berbeda dengan tenang agama lain atau aliran kepercayaan lainnya, ketenangan kita bukan ngemplang bayar hutang, tapi tenang kita karena sudah membayar hutang hutang kita. Kita tenang dengan sadar Allah dengan kesadaran bahwa Allah membebani amanah yaitu membayar hutang , membayar cicilan di BRI. Kalau kita tidak membayar hutang dan kita tenang damai tidak mau bergerak, wah ini tenang yang di laknat dalam agama islam.

hidup kita untuk bergerak tidak hanya duduk diam ber DN atau duduk berdiam bershalawat berdzikir ribuan kali dengan harapan rejeki lancar, tidak. Hidup kita adalah untuk menjalankan amanah amanah Allah. Kalau ada aliran tasawuf yang mengajarkan demikian yaitu hanya dzikir dengan harapan rejeki lancar maka saran saya segera tinggalkan aliran itu karena jelas itu menjerumuskan dalam kesesatan hidup dan kesengsaraan di dunia.

meski saat ini anda sudah tua 70 tahun lebih mungkin, tidak ada alasan untuk tetap bergerak menjalankan amanah, tidak berprinsip bahwa saatnya untuk bermeditasi duduk diam tidak ngapa ngapain, menunggu malaikat pencabut nyawa datang… tidak demikian, tapi tetap terus menjalankan amanah sesuai dengan tanda yang Allah berikan. dan disini tidak ada istilah tenang diusia tua karena harus tetap menjalankan amnaah amanah Allah. Dan yang pasti harus tetap menjalankan sadar Allah di manapun dan kapanpun .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.