lebih halus lagi menjadi yang tiada

Sejak awal saya belajar ke Allah…. guru saya selalu menekankan hal hal yang sederhana “kalau mau belajar ke Allah ya ke Allah saja jangan kemana mana”. ternyata pesan ini selalu update… setiap saya ke Allah maka pesan tersebut semakin lama semakin nyata dan tidak pernah usang…. cuma semakin halus dan semakin halus.

maksud semakin halus adalah pemahaman semakin dalam dan semakin aplikatif dalam kehidupan.

kehalusan dalam pesan “ke Allah saja” ini mengarah kepada sesuatu yang tiada yang tidak hanya pada batas pemahaman saja namun dalam pelaksanaan dalam khidupan. Nantinya jika kita belajar ke Allah maka Allah juga akan mengajarkan secara riil secara langsung bagaimana kita bisa benar benar bisa menerapkannya dalam hehidupan.

ajang pendidikan Allah ada di sekitar kita, ada di keluarga kita ada di pekerjaan kita dan ada dimana tempat kita berada. TUjuan Allah mendidik ini adalah agar pemahaman kita lebih halus dan lebih halus lagi. artinya juga agar selalu meningkat derajat kita disisiNya.

tugas kita tidak lah untuk mencapai kehalusan itu tapi tugas kita hanya ada dua yaitu ke Allah dan berserah kepada Allah. selanjutnya terserah Allah mau berbuat apa dengan kita.

9 thoughts on “lebih halus lagi menjadi yang tiada

  1. Masya Allah.. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, manusia yang paling dicintai Allah, pemimpin para Syuhada, para Shidiqqin, imam para wali dan orang-orang shaleh.
    Namun pernah dalam kurun waktu yang lama tidak ada berita dari langit. Beliau bersedih hati dan hampir berputus asa. Beliau menyangka Allah telah meninggalkannya. Yang lalu kemudian turunlah Surah Adh-Dhuha. Maka bergembiralah beliau dan para sahabatnya yang mulia.

    Sementara, dari tulisan di atas, seorang Setiyo terkesan sering bahkan setiap saat “belajar” ke Allah dan Allah pun, menurut pengakuannya, “mengajari”-nya secara langsung dan riil. Allahu Akbar.. kalimat-kalimat pada tulisanmu sungguh membuatku merinding.

    Entah bagaimana si Setiyo bisa memastikan Allah-lah yang mengajarinya?!

    Yang kutahu, bisikan setan sungguh dahsyat..

  2. Masya Allah…. Istighfar 3x…..Ibnu Lahm…
    kamu kok jadi kesetanan begitu …

    mengutif quran & hadis hanya untuk menembak saudaranya (mengkafirkan &menganggap sesat saudaranya)

    Rasulullah yg berakhlaq agung & mulia sudah pasti tauladan kitas emua. Dan Quran kebenaran mutlak sebagai pedoman kita.

    Yg bermasalah adalah kita yg sering merasa paling benar & selalu menganggap orang lain salah (tahayul, bid’ah, kurafat, sesat & kafir).

    Kenapa peluru itu selalu kalian tembakkan pada saudaramu dengan dalih QURAN.., HADIST, & SALAFUSSHOLIH ….

    Sadar broo.. sebelum kalian “masuk surga”…

  3. Pak Ibnu, aku senang sekali membaca koment2 kamu di blog ini.
    Karena pekerjaanku (menghujat & menghakimi) sudah kamu ambil, sehingga aku tinggal nganggur2 sambil ngopi doang…
    sekali lagi tks Pak Ibnu

    salam
    setan

  4. Bukankah aku selalu membawa dalil atau kisah untuk membantah Setiyo?
    Kalau tidak setuju denganku, maka bantahlah aku dengan dalil Al-Quran dan Hadits atau denga atsar, kisah dan pendapat para sahabat untuk mengokohkan pembelaan kalian terhadap tulisan-tulisan Setiyo.

    Aku tidak merasa paling benar di antara kalian. Namun apa yang menjadi acuanku untuk membantah Setiyo bersumber dari dalil agama yang sudah pasti kebenarannya.

    Sementara, perhatikanlah komentar kalian, tidak satu dalil pun!

    Jika kalian bisanya hanya jengkel dan marah padaku tanpa dalil sedikit pun, maka bercerminlah, telah nyata bahwa kalian hanya mengikuti perasaan dan adat ketimuran dengan mengabaikan tuntunan Islam yang suci.

    Bukankah agama Nashrani rusak karena para pemeluknya beribadah, beramal dan berucap tanpa dalil dan hanya menuruti perasaan dan hati nuraninya saja? Karena bid’ah, yakni mengada-adakan ritual ibadah atau pun mengada-ada dalam pemikiran dan pendapat yang tidak ada tuntunannya, akibatnya mereka memiliki beraneka macam ibadah yang berbeda-beda antara satu jemaat gereja dengan jemaat gereja lainnya. Berbagai bid’ah yang tak terhitung benar-benar telah menutupi wajah asli agama yang dibawa Nabi Isa alaihissalam itu. Pemeluk Nashrani kini tidak lagi mengerti hampir seluruh ajaran dan syariat agama, mereka tidak mengenal tauhid, praktek shalat, puasa, serta hukum haram halal suatu perkara. Yang mereka tahu hanyalah ajaran kasih, itu pun amat sedikit yang tersisa. Mereka lebih paham HAM dan seperangkat hukum buatan manusia,mereka lebih menyukai kebebasan berpendapat dan saling menghargai pendapat, se-sesat apa pun pendapat itu. Maka binasalah agama Nashrani dan binasa pula para pemeluknya.

    Satu contoh. Kata mereka, para penganut Homoseks juga manusia yang punya hak hidup dan menjalani kehidupan. Mereka memiliki hak untuk mencintai dan dicintai. Orientasi seksual mereka (yang menurut kita menyimpang) adalah kehendak Tuhan. Jika anda mencela dan menolak cara kehidupan seksual mereka, berarti anda menentang kehendak Tuhan. Maka, pernikahan sejenis adalah juga hak yang harus kita hormati.

    Perhatikanlah. Betapa perasaan dan hati nurani telah menyesatkan mereka sejauh-jauhnya. Tanpa dalil sedikit pun mereka menyodorkan argumen untuk mensahkan pernikahan sejenis. Padahal telah tertulis dalam kitab mereka bagaimana Allah menghancurkan kota sodom yang masyarakatnya penikmat hubungan seks sejenis.

    Aku cuma menciduk satu gayung air laut, namun masih saja lautan itu tampak tidak berkurang sedikit pun. Namun inilah usahaku mengembalikan Islam kepada wujudnya yang putih bersih, menangkal tangan-tangan para penyesat yang mengotorinya.

      • Subhannallah.. kamulah yang menulis soal agama sesuka hatimu. Kamu rusak Islam dengan kata-kata yang sok dicanggih-canggihkan padahal menyesatkan, tanpa dalil sedikit pun.
        Ketika ada orang bertanya tentang dalil, kamu suruh dia cari sendiri di Google. Astagfirullah..

  5. jangan ada yg bertengkar @wawan karena islam mengajarkan kita untuk saling menghormati…jangan dipengaruhi ego saudaraku karna ego itu adalah nafsu dan nafsu itu adalah kesukaan syaitan.jika paham mengenai ma’rifat maka paparkanlah karna kebenaran itu hanya milik allah swt.manusia itu berjalan sesuai dengan apa yg allah kehendaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *